Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti
Bab 9.


__ADS_3

“Bukan salah kakak kok” Iva berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah kamarnya. Iva masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Nina melihat dengan sedih ke arah pintu kamar Iva yang sudah tertutup.


Di dalam kamar Iva menangis. Ia membasahi bantalnya dengan air mata yang terus meluncur membasahi pipi dan bantalnya. Iva merasakan sesak di dadanya. Ia tak tahu apakah sanggup menahan semuanya ini. Terbayang sudah bagaimana perasaan Ibunya dahulu saat di madu oleh ayahnya. Jadi beginilah sakitnya di madu.


“Kau jahat Mas Hadi. Tega Mas begini sama Iva” Gumam Iva sendirian di kamarnya.


Pikiran Iva kemudian melayang ke masa silam. Ia teringat dan terkenang masa lalunya saat baru kenal dengan Hadi.


Flashback.


Waktu itu Iva masih sekolah SMA. Masih muda belia dan cantik serta manis. Lugu juga. Iva dan teman-temannya sedang berjalan-jalan. Saat jalan-jalan tak tahunya ada beberapa mahasiswa tampan yang sedang KKN ke kampung mereka. yaitu Hadi dan teman-temannya. Saat sedang keliling kampung bersama pak lurah, saat itulah Hadi melihat Iva yang sedang baru pulang sekolah.


Hadi melirik ke arah Iva. Dan Iva juga melirik ke arah Hadi. Keduanya tersenyum manis. Saat itulah Hadi mulai mendekati Iva. Setiap kali Iva pulang sekolah pasti di tunggu Hadi di tengah jalan. Suatu ketika Iva berjalan dengan dua orang temannya yaitu Risa dan Yuni.


“Halo, boleh kenalan gak?” Ucap Hadi mendekati Iva. Iva dan kedua temannya saling menoleh.


“Sama siapa ya Mas? Soalnya disini ada tiga cewek.”


“Sama semua aja dah” Jawab Hadi asal saja.


“Aku Risa”


“Aku Yuni”


“Kalau aku Iva, Mas” Iva tersenyum lembut. Hadi bergetar hatinya saat melihat senyuman manis Iva.


“Aku Hadi.”


Mereka pun berkenalan. Semenjak itu Hadi selalu mencari Iva saat pulang sekolah. Kadang-kadang mencari Iva di sekitar dekat rumahnya. Karena dulu Iva takut di marahi ayah dan ibunya, maka di luar mereka ketemuan.


Iva dan Hadi pun semakin dekat. Hingga akhirnya mereka pacaran.


Teman-teman Hadi pun heran kenapa setiap hari Hadi selalu bersemangat. Rupanya ada ceweknya.


“Pantas Hadi tiap hari selalu happy. Dapat cewek dia cuy” Kelakar Dodi.


“Hahaha, pantaslah” Ucap Yogi juga.

__ADS_1


“Dasar berisik kalian ah.” Hadi malas mendengar ledekan kawan-kawannya.


“Tapi gimana dengan citra di kampus kita. Jangan bilang sifat Playboy kau keluar lagi deh Hadi” Guntur mulai buka suara.


“Iya. Kasian kali cewek manis di sini” Timpal si Rudi pula.


“Udah diam aja dah kalian semua. Aku mau cabut duluan ya. Udah di tungguin cewek cantik” Hadi pamitan pada kawan-kawannya. Mereka semua sedang KKN di kampung Iva. Dan berdiam dan tinggal nginap di rumah Pak Lurah. Pak Lurah dan istrinya menyediakan kamar untuk mereka sewakan selama KKN di kampung.


Kini Hadi sedang janjian mau jalan-jalan sama Iva.


Iva sedang menunggu di tengah jalan di tempat biasa mereka ketemuan. Ada Yuni dan Risa yang nemanin.


“Iva, kok kau bisa jadian sama Mas Hadi ya” Risa merasa heran.


“Iya nih. Lagian kau kok mau. Dia kan playboy orangnya” Yuni juga menambahkan.


“Hush ... jangan bicara sembarangan.” Iva tak mau begitu saja percaya.


“Bener loh Iva. Sebelum jadi sama Iva. Mas Hadi pernah dekati Titin anak Pak Lurah loh. Si Titin sendiri yang bilang. Dan terus Ayu teman kita juga pernah di dekati Mas Hadi loh. Belum lagi si Siska loh sama juga pernah di dekati” Risa mengingatkan.


“Tapi aku udah pacaran sama Mas Hadi. Baru juga 2 minggu.” Jawab Iva polos.


“Aduh neng, harusnya cari info dulu jangan main terima aja jadi pacar” Risa geleng kepala.


“Iya nih. Jangan karena kita gadis kampung. Gadis desa bisa di tipu.” Yuni juga meminta Iva hati-hati.


Iva  jadi terdiam mendengar penuturan kedua sahabatnya itu. Tak lama kemudian Hadi sampai dengan sepeda motor yang ia pinjam di rumah pak lurah.


Iva pun pamitan pada kedua temannya. Ia lalu menghampiri Hadi. Pergilah keduanya naik sepeda motor. Keliling kampung dan jalan-jalan berdua.


Saat di dekat sawah yang banyak pemandangan gunung serta sawahnya. Hadi menghentikan sepeda motornya. Keduanya duduk di dekat pondok yang ada di dekat situ. Hadi meraih tangannya Iva. Iva tersenyum malu-malu menatap Hadi.


“Iva cantik banget deh. Manis lagi senyumnya”


“Ah, Mas bisa aja”


“Beneran loh Iva. Karena itu Mas jatuh cinta pada pandangan pertama.” Hadi mengecup punggung telapak tangannya Iva. Iva hanya tersenyum malu.

__ADS_1


Iva pun kemudian memberanikan diri untuk bertanya apa yang membuatnya mengganjal di dalam hatinya. Iva menatap ke arah Hadi.


“Mas, Iva boleh nanya gak?”


“Tanya aja sayang”


Iva tersenyum malu saat Hadi bilang kata sayang.


“Gini Mas, tapi jangan marah ya. Mas itu playboy ya. kok banyak yang bilang, kalau Mas itu deketin Titin anak pak lurah, terus deketin Ayu teman sekolah Iva juga. Lalu deketin Siska juga. Terus si Citra anak kampus Mas Hadi itu siapa juga?” Iva bertanya takut-takut. Namun ia beranikan diri juga. bertanya dengan suara lembutnya.


Hadi kaget tentunya bukan main. Dari mana Iva mendengar semua itu. Gawat nih. Pikir Hadi. Namun di lihatnya wajah Iva dan suara lembut Iva membuat Hadi seakan terhipnotis. Iya. Hadi beneran jatuh cinta pada Iva. Namun tak bisa di pungkiri juga kalau Hadi terkenal playboy di kampusnya. Dalam sebulan bisa berganti-ganti pacar.


“Iva dengar dari mana hal seperti itu?” Hadi menatap Iva dengan wajah teduhnya.


“Dari semua orang Mas” Iva menundukkan kepalanya.


Hadi meraih kedua tangannya Iva.


“Iva percaya kan sama Mas. Mas tahu emang Mas ini punya kelakuan buruk juga. iya bener. Mas itu playboy. Tapi Mas ini sudah jatuh cinta sama Iva. Hanya Iva pacar Mas. Dan percayalah sama janji cinta Mas. Kalau cuma Iva yang Mas cintai. Gak ada yang lain. Tunggu Mas selesaikan kuliah ya. Habis itu Mas akan melamar Iva. Sebagai bukti cinta Mas sama Iva. Percayakan” Hadi berjanji di depan Iva.


“Iya Mas. Iva percaya” Iva kembali tersenyum.


“Makasih sayang” Hadi lalu memeluk Iva. Kemudian kepalanya semakin mendekati wajah Iva, dan cup. Sebuah kecupan manis mendarat ke bibir Iva. Kedua bibir kini saling mengecup. Iva yang masih amatiran dan polos di bawa oleh Hadi dengan pengalamannya yang ada. Sebuah kecupan mesra dan lama pun terjadi. Saling mengulum dan Iva pun mengikuti permainan Hadi.


Lama keduanya saling mengecup hingga akhirnya Hadi melepaskan kecupannya. Karena keduanya kehabisan oksigen yang hendak di hirup nya. Kemudian Hadi mengecup puncak keningnya Iva. Sambil berbisik ke telinga Iva : “I Love You Iva” Hadi tersenyum dan Iva pun tersenyum pula.


“I love you too Mas Hadi” balas kata Iva juga dengan lembut dan malu-malu meong.


Bersambung....


Ahay ... mengenang masa lalu ya Iva. Namun nyatanya kini Iva di khianati.


Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.


Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.


Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D

__ADS_1


__ADS_2