Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti
Bab 28.


__ADS_3

“Kau cemas padaku Iva. Ayo kita menikah saja.” Ucap Fendi tanpa memikirkan keadaan Iva saat ini.


Iva menatap ke arah Fendi dengan pandangan aneh dan kening berkerut.


Iva heran dengan Fendi, kenapa Fendi tetap hendak dekat bahkan ingin menikahinya? Bukankah Fendi tahu dengan Iva yang hanya seorang wanita yang sudah menikah dan hamil pula. Iva bingung sebenarnya. Ia ingin Fendi berhenti, namun Fendi masih saja berharap padanya. Padahal masa depan dan karir nya saat ini sangat bagus, kenapa pula tertarik padanya yang hanya seorang istri orang? Masih banyak wanita lain yang single pastinya akan mau saja menerima Fendi, tapi Fendi terus saja tetap memilih Iva. Iva gak habis pikir. Apa karena Iva ini cinta pertama Fendi yang susah di lupakan maka Fendi terus saja mendekatinya? Atau sudah cinta mati kah Fendi pada dirinya Iva? Iva benar-benar gak habis pikir.


Fendi masih menatap Iva dengan lembut, bahkan kini keduanya diam. Iva jadi bingung hendak menjawab apa. Iva menatap Fendi.


“Fen, bukannya kau tahu kan keadaan ku? Aku yakin semenjak kejadian di mall dan kejadian tadi kita bertemu Hadi, sekarang pasti kau paham kan bagaimana rumah tangga ku?” Iva menatap lurus ke arah Fendi.


“Iya. Awalnya aku bingung dan heran, kau sudah bersuami dan hamil tapi dimana suami mu, keberadaannya tak ada di sampingmu. Namun setelah kejadian di mall waktu itu dan saat bertemu suami mu tadi yang sekarang aku babak belur jadinya, maka aku pun sudah paham, kalau rumah tangga mu bermasalah.” Ucap Fendi dan memahami maksud perkataan Iva.


“Iya. Rumah tangga yang ku kira akan bahagia dengan suami dan aku yang saling mencintai namun akhirnya menjadi begini. Suami ku berselingkuh dan menghamili wanita lain. Sehingga akhirnya ia harus menikahi wanita itu yang sudah hamil. Namanya Lita. Lita adalah istri kedua suamiku, dia madu ku. Semenjak aku mengetahuinya, aku memutuskan kembali ke rumah orang tuaku maka dari itu aku di kampung hingga sekarang. Biarlah aku hamil di sini tanpa suami dan masih ada keluarga ku yang selalu menemani ku. Lagian mertuaku juga tak menyukaiku, mama Jihan lebih suka pada Lita. Dan dulu aku mendapat perlakuan yang tak baik juga dari mertua ku itu. Dia membuat aku jadi babu di rumahnya bahkan memperlakukanku tak baik. Semua ku jalani dengan pasrah saja. Mungkin orang berpikir aku bodoh tapi karena aku menganggap beliau seperti ibu kandung ku sendiri maka aku diam. Ibu suamiku tentu saja ibuku juga, kan. Entah akunya yang terlalu penurut atau takut dan tak berani. Bodoh ya aku ini. Dan aku juga bodoh sampai sekarang pun aku masih mencintai Mas Hadi padahal ia sudah tega berkhianat pada diriku.” Iva menangis mengingat semua kejadian yang sudah di alaminya. Dari perlakuan mertuanya kepada dirinya sampai perbuatan Hadi yang sangat melukai hatinya. Iva mengelus perutnya yang sudah membesar tersebut. Rasanya hati dan dadanya terasa sakit dan sesak.


Fendi iba dan kasian melihat Iva. Fendi mendengar semua curahan hati Iva. Ia pun ikut merasakan sesak dan sakit di hatinya saat mendengarkan Iva apalagi melihat Iva menangis, ingin sekali Fendi memeluknya. Namun mereka sedang di jalanan dan kalau ada yang melihat tak baik rasanya.


“Aku disini bersama mu Iva. Aku akan ada untukmu selalu.” Ucap Fendi berusaha menenangkan Iva. Iva tersentuh dengan ketulusan Fendi. Namun ia ingin tegas pada Fendi.


“Karena itulah, aku ingin kau mengerti Fen, kalau aku ini tak pantas untukmu. Lupakan aku dan pilihlah wanita lain yang lebih baik tentunya. Aku terlalu hancur sudah jalan kehidupannya. Sekarang aku hanya fokus pada anak dalam perutku. Bahkan aku susah untuk mengenal kata cinta lagi. Maafkan aku jika menolak cintamu dan ketulusan hatimu. Maafkan aku melukaimu Fen. Kau pantas dapat yang lebih baik dari pada aku.” Iva kemudian berjalan lebih dahulu dari Fendi. Ia berharap kali ini Fendi mengerti dan tak lagi berusaha atau terlalu berharap padanya.


Fendi terdiam dan memandang Iva yang berjalan semakin jauh.

__ADS_1


“Iva, apa sangat sulitkah kau menerimaku? Apa hatimu sudah tertutup untuk pria lain? Sesakit itukah luka yang sudah di torehkan oleh Hadi pada hatimu sehingga aku susah membukanya dan tidak bisa masuk kedalam hatimu menggantikannya.” Gumam Fendi sendirian.


***


Hadi sudah sampai ke rumahnya dan ia terlihat kesal, sedih dan marah. Ia tak percaya kalau Iva telah mengusirnya. Hadi berusaha mengobati luka-lukanya sendiri, yang ia terima akibat perkelahiannya dengan Fendi.


“Brengsek!!” umpat Hadi. Hadi memilih pulang dan tak menarik sewa bus lagi. Karena suasana hatinya sedang tak baik. Kini Hadi di rumah sendirian saja, ia baru saja selesai mengobati beberapa luka di wajahnya.


Saat sore hari sekitar jam 4 sore, Lita pulang. Lita heran kenapa rumah nampak terbuka pintu depan. Lita masuk ke dalam dan terlihat Hadi sedang menonton TV. Kok sudah pulang? Apa gak narik sewa bus? keluh Lita dalam hatinya.


Namun Lita masuk saja tanpa melihat ke arah Hadi. Ia masuk kamar dan segera membersihkan dirinya serta berganti pakaian. Selesai itu, Lita ke dapur dan bersiap memasak. Beberapa saat kemudian Lita selesai di dapur dan duduk di sofa. Ia mengistirahatkan dirinya.


Hadi menoleh ke Lita, Lita nampak cuek pada dirinya. Hadi mematikan Tv dan duduk mendekati Lita. Lita tak begitu peduli dan hanya sibuk dengan membaca sebuah buku. Entah buku apa itu yang jelas Hadi melihat buku masalah kedokteran begitulah. Hadi kurang paham seh, jadi ia hanya diam duduk di dekat Lita.


“Sayang ... kau marah ya padaku. Maafkan aku ya sayang. Udah dong marahnya. Jangan cuekin aku. Lita cantik dan baik deh.” Rayu dan bujukan Hadi.


Lita menghela nafas panjang dan melihat ke arah Hadi.


“Apa Mas sadar dengan apa yang terjadi? Aku tak suka kejadian saat Mas meninggalkan aku di mall kemaren itu, dan terus meributkan Iva di depanku. Aku juga istrimu Mas, aku juga punya perasaan. Aku sedih dan terluka saat Mas melupakanku dan meninggalkan aku.” Lita meluapkan kekesalannya saat kejadian di mall kemaren itu.


Hadi langsung memeluk Lita.

__ADS_1


“Maaf ya sayang. Janji deh gak gitu lagi. Mas gak lupa sama Lita kok.” Hadi mengecup pipi Lita. Dan Lita menoleh ke Hadi. Hadi pakai kesempatan tersebut untuk mengecup bibir merah nan seksi milik Lita. Keduanya kini saling mengecup dan bermesraan.


Lita akhirnya luluh kembali dengan segala perlakuan manis dan rayuan Hadi. Usai berciuman, Hadi melepaskan kecupannya dan memeluk mesra istrinya.


Namun sebuah ketukan pintu terdengar. Lita dan Hadi melihat ke arah pintu. Hadi dan Lita berdiri dan berjalan menuju pintu depan. Hadi buka pintunya dan seorang pria paruh baya berdiri di depan mereka berdua. Lita dan Hadi menatap orang tersebut.


“Maaf, bapak siapa ya dan ada perlu apa?” tanya Hadi di depan pria paruh baya tersebut.


“Saya Joni suruhan Pak Arman, katanya rumah ini hendak di jualnya jadi saya di minta untuk mengurusnya segera. Rumah ini di beli Pak Arman atas nama anaknya Iva. Karena anaknya Pak Arman tidak tinggal disini lagi jadi Pak Arman hendak menjualnya saja. Saya mau rumah ini segera di kosongkan, Pak.” Ucap Joni yang suruhan Arman.


Lita dan Hadi saling pandang.


Bersambung....


Akhirnya tu rumah di jual juga sama ayahnya Iva. Hehehe ... cus sana Hadi dan Lita angkat kaki dari rumah tersebut.


Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.


Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.


Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D

__ADS_1


Like sebanyaknya ya kak dan Vote juga sebanyaknya. Makasih kakak :D 🥰😍😘🤗


__ADS_2