Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti

Berbagi Cinta : Hati Diduakan Yang Tersakiti
Bab 38.


__ADS_3

Devita kini tinggal sementara serumah dengan neneknya di kampung. Dia menyembuhkan diri di kampung. Sehari hari Devita istirahat saja di kamarnya. Jika ada yang di perlukan maka neneknya akan membantu Devita.


Bimo sesekali pulang ke rumahnya karena bagaimana pun dia harus membantu papanya bekerja. Baik itu di tempat cetak batu bata dan kios buah. Jika tidak begitu bagaimana dia akan memberi nafkah ke istrinya. Maka dia harus bekerja keras.


Hari-hari Devita begitu damai di kampung. Dia sudah lama berhenti dari tempat kerjanya. Rasanya hati dan pikirannya lebih damai dan tenang di kampung. Devita bisa istirahat dengan tenang. Sesekali Devita pun membantu neneknya. Menyapu atau mencuci piring. Neneknya tak pernah melarang atau apapun kalau Devita bisa kerjakan maka di kerjakan kalau tidak dia akan di kamarnya istirahat.


Sudah dua minggu berlalu. Devita semakin membaik saja kondisinya. Bimo pulang balik dari rumah nenek Devita ke rumah orang tuanya dan te,pat kerja. Jika pagi hari setelah sarapan dia langsung pergi maka sorenya atau malam baru pulang dan tidur bersama istrinya di kamar mereka yaitu kamar Devita di kampung di rumah neneknya. Kehidupan yang damai.


Helena putri Nina datang berkunjung melihat Devita.


“Dek, gimana keadaanmu?” Helena duduk di ranjang di sebelah Devita yang sedang terbaring.


Devita berusaha duduk dan di bantu Helena.


“Eh Kak Helen. Udah baikan Kak.” Devita tersenyum.


“Bimo mana?”


“Dia balik ke rumahnya dan kerja. Nanti juga balik lagi kemari.”


“Oh ... oh iya, kok bisa seh kau keguguran Dek? Kan udah mau 7 bulan kan? Bisa ya 7 bulan keguguran gitu. Meninggal dalam perut kan si bayimu? Maaf ya kalau nanya-nanya gini.” Helena penasaran.


“Gak tahu kak. Mungkin karena stres aku kak.”


“Tertekan ya Dek? Emang sih sebaiknya kalau udah berumah tangga itu pisah sama mertua dek. Ingatkan kejadian bundamu.” Helena mengingatkan.


“Ingat kak. Mamanya Bimo baik kak sebenernya tapi kok rasanya hatiku ini di bilangi gimana-gimana gitu kok sakit gitu kak sama Mama Bimo. Entah akunya yang hamil yang lagi sensitif kali ya kak.” Devita mulai berkaca-kaca matanya.


“Dek, ibu hamil itu gak boleh banyak pikiran dan gak boleh stres gitu bisa berdampak ke bayi dalam perut. Aku kok yakin ya kalau kau ini pasti tertekan kan makanya jadi gini kan. Aturannya kau disini aja Dek kalau lagi hamil kalau disini mau istirahat kan enak. Kalau di sana istirahat sikit pasti di bilangin entah apa-apa nanti sama mertua kan.”


“Iya kak. Benar banget. Mau ku istirahat tapi ya gimana gitu lah kak.”


“Ajak Bimo tinggal di sini aja kenapa Dek. Nenek kan sendirian di sini loh.”


“Mau ku juga gitu tapi Bimo ini susah pisah sama Mamanya. Kayak kami mau kemari nginap bawa baju dalam tas udahlah tu Mamanya nangis-nangis takut di tinggal sama anaknya katanya. Pusing aku kak.”

__ADS_1


“Yang sabarlah ya kalau gitu.”


“Iya kak makasi. Ini aja bisa kemari karena tante Nina dan Paman Lukas yang minta ijin ke Mamanya Bimo. Kalau enggak ya mana lah mungkin kak.”


“Ya udah. Sembuhkan aja dahulu dirimu dan kondisimu Dek. Nanti kalau udah sehat kalian prgram hamil lagi ya.”


“Iya kak. Semoga nanti masih ada amanah di kasi punya bayi lagi.”


“Aaammmiiinnn.”


Keduanya tersenyum. Helen nama pangilan Helena, Helen menemani Devita di kamarnya. Keduanya bersenda gurau dan saling cerita. Tak lama kemudian saat sore hari maka datanglah Bimo. Saat Bimo sudah bersama Devita maka pulanglah Helen.


Bimo membawakan makanan yang diminta oleh Devita sebelumnya dia sudah menelepon suaminya agar di bawakan nasi goreng dan makanan lainnya. Bimo yang sayang istri langsung membelikannya dan membawakan oleh-oleh untuk Devita dan neneknya. Devita dan Bimo lalu menemui Hadijah Putri, mereka pun makan bersama apa yang dibawa oleh Bimo tadi.


Waktu terus berlalu dan Devita sudah sehat juga akhirnya.


Saat sudah sehat maka Devita dan Bimo harus kembali balik ke rumahnya Bimo. Devita dan Bimo pun pamitan pada Hadijah Putri. Hadijah Putri sangat sedih cucunya pergi lagi tapi apa boleh buat. Dia hanya berpesan agar Devita menjaga kesehatannya.


Devita dan Bimo kembali lagi dan sampailah di rumah Bimo. Mama Bimo dan Papanya menyambut Devita dengan bahagia. betapa senang wajah mertuanya melihat Devita kembali bersama Bimo. Hari-hari pun berlanjut, Devita semakin sehat saja. Dia membantu mertuanya seperti biasanya.


Sedangkan Bimo sibuk bekerja di kios sekarang. Dan Devita pun akhirnya ikut membantu Bimo berjualan buah. Mereka juga akhirnya mendirikan kios di pinggir jalan dan agak menjauh dari rumah Bimo. Keduanya berjualan buah bersama.


Lama kelamaan hasil jualan buah dan salad buah lumayan juga serta membawa hoki. Devita dan Bimo membeli dua ekor kamning dan meminta  orang merawatnya. Mereka membeli kambing untuk aset masa depan nantinya. Kemudian beberapa ada yang mencibir. Mengatakan keduanya “sekolah tinggi-tinggi, sama-sama lulusan dari bidang kesehatan (perawat) tapi kok ujung-ujungnya jualan buah doang. Kalau gitu seh bisa aja gak perlu sekolah tinggi.” Begitulah cibiran orang-orang. Keduanya merasa sakit hati.


Devita pun bertekad mencari kerja kembali dan Bimo tetap menjalankan usaha jualan buah. Cukup lama juga berusaha hingga ada kesempatan di sebuah tempat seperti PT atau apa gitu (namanya Author gak ingat) menerima pekerja tetap baik itu bidan dan perawat dan ada seorang dokter yang bertugas juga bersama mereka.


Devita pun melamar kesana ada dua atau tiga tempat. Dan akhirnya Devita memilih satu di antara ketiga pilihan tersebut. Alhamdulillah setelah melamar dan datang wawancara, Devita di nyatakan lulus dan bisa mulai bekerja esoknya.


Devita dan Bimo senang sekali. Esoknya Devita sudah bekerja sebagai pegawai tetap gajinya pun lumayan sebulan. Mereka bisa kumpul-kumpul dari gajinya Devita dan sambilan Bimo tetap jualan Kios buahnya.


Waktu terus berjalan dengan lancar. Pundi-pundi uang pun terkumpul. Mereka besarkan kios buahnya dan membeli sapi dua ekor untuk di ternak juga sama dengan kambingnya. Dan meminta orang membantu merawatnya juga. Istilahnya kalau di kampung apa gitu ya bagi hasil nanti gitu.


Di kios buahnya pun sering mereka tinggali karena sayang kan meninggalkan semua buah dan barang dagangnya jadi mereka juga tidur dan tinggal di kiosnya. Jika hendak ganti baju atau perlu apa mereka tinggal kembali ke rumah Bimo.


Di kios pun Devita merawat banyak kucing. Dia suka sekali kucing dan hal ini malah membuatnya banyak merawat kucing-kucing. Hal ini malah membuatnya makin banyak reseki dan lancar terus rezeki Bimo dan Devita. Mungkin karena sayang kucing dan merawat kucing jadi mendatangkan rezeki terus mengalir lancar. Tapi tentunya karena Devita dan Bimo yang rajin dalam berusaha saja.

__ADS_1


Setelah cukup lama bekerja gaji Devita pun di tambahkan oleh atasannya. Dan tahu-tahunya Devita kembali hamil lagi. Tapi kehamilan ini dia tak tahu awalnya. Devita yang kelelahan membuat dirinya mengeluarkan darah.


Kebetulan Dokter atasannya bisa mengecek keadaan Devita.


“Dek, kenapa?” Dokter melihat Devita yang nampak lain dan wajahnya pucat.


“Sakit dok?” ucap Devita.


Dokter melihat ada bercak darah.


“Sini ibu periksa, Dek.”


“Iya buk dokter.”


Setelah diperiksa ternyata Devita memang hamil tapi ada bercak darahnya.


“Dedek lagi hamil apa gak tahu?”


“Enggak dok. Gak ada tanda-tanda kehamilan.”


“Mungkin karena janinnya baru berkembang. Tapi harus istirahat total ya. Soalnya ada bercak darah, itu tanda-tanda bahaya Dek.” Buk dokter Rina memberitahukan.


“Bahaya?”


“Iya. Tanda keguguran, Dek.” Ucap Dokter Rina dan membuat Devita kaget. Dia kaget karena belum tahu hamil dan malah ada tanda keguguran pula kini yang membuatnya semakin kaget saja.


Bersambung....


Hamil kembali malah ada tanda-tanda keguguran. Ya ampun yang sabar ya Dek.


Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.


Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.


Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D

__ADS_1


Kasi komen yang positif ya kak :D


Like sebanyaknya ya kak dan Vote juga sebanyaknya. Mari dukung karya ini kak. Makasih kakak :D


__ADS_2