
“Kalian anggap saja Irgi ini anak kalian juga ya. Atau jadikan saja Irgi anak angkat kalian.” Helen berujar ke arah Devita dan Bimo. Hal tersebut membuat Devita dan Bimo kaget tentunya. Untuk beberapa saat mereka tertegun dan diam mematung hanya saling pandang.
Devita pikir kalau dia salah mendengar dan Bimo pun sama, tapi ternyata Helen tidak berbohong dan tak sedang bercanda.
“Kakak maksudnya Irgi dikasih ke kami gitu?” Devita menanyakan kembali.
“Iya. Jadi anak angkat kalian. Kalian mau?” Helen kembali menanyakan.
Devita dan Bimo saling pandang lalu kemudian tersenyum berdua.
“Mau kak. Kami pasti senang dan bahagia.”
“Syukurlah. Mulai esok kita buat acara selamatan nya ya.”
“Iya kak.”
Devita dan Bimo serta Helen pun setuju.
Esoknya sudah mulai sibuk buat acara. Acara memberikan anak kalau di kampung ada istilahnya. Rumah Helen pun sibuk membuat makanan dan pulut serta gula merah manisan, diletakkan di balai kemudian kain sarung dan baju anak kecil di siapkan oleh Devita pula.
Pihak Helen dan Devita serta Bimo di temukan dan kemudian acara memberikan anak angkat pun di mulai. Irgi di berikan ke Devita dan Irgi pun duduk di pangkuan Devita, lalu Devita dan Bimo memberikan kain sarung dan pakaian anak kecil untuk Helen sebagai syaratnya. Helen pun memberi balai. Kemudian kedua pihak saling berjabat tangan dan mengucapkan dua kalimat lalu serah terima anak pun di lakukan.
Usai dilakukan maka sah lah pemberian anak angkat tersebut. Acara selanjutnya adalah acara makan-makan bersama.
“Mulai sekarang Irgi panggil Mami ya sama bulek. Panggilnya Mami ya.” pinta Devita pada Irgi. Irgi pun hanya mengangguk.
Setelah hari itulah anaknya Helen resmi menjadi anak angkatnya Bimo dan Devita. Hari-hari mereka pun bahagia.
Mereka sering mengajak Irgi jalan-jalan layaknya mereka sebuah keluarga yang lengkap. Helen dan suaminya tak masalah yang penting anaknya pun senang. Dan kebetulan Irgi pun nampak dekat dan akrab sekali dengan Devita.
Malahan jika harus memilih maka Irgi akan berlari ke arah Mama angkatnya ketimbang Mama kandungnya.
__ADS_1
“Pilih mana Irgi, pilih Mami apa Mamanya Irgi?” tanya Devita suatu siang saat mereka masih di rumah neneknya yaitu Hadijah Putri.
“Mami lah.” Ucap Irgi yang sedikit-dikit mulai pandai berbicara.
“Bagus. Jadi makin sayang sama Irgi.” Devita mengecup puncak kepala Irgi.
“Irgi juga saaaayyyyaaannnggg sama Mami.” Irgi pun mengecup pipi kanan dan kirinya Devita. Keduanya tersenyum, berkat Irgi kebahagian Devita dan Bimo bertambah. Mereka sangat bahagia.
Saat Irgi ulang tahun maka Devita akan membelikan mobil mainan yang besar untuk hadiah Irgi. Di tahun berikutnya Devita dan Bimo memberikan Irgi baju baru untuk Irgi sebagai kado ulang tahun lagi. Selanjutnya tahun berikutnya lagi Devita membelikan kue besar untuk ulang tahunnya Irgi plus baju baru lagi.
Padahal setiap hari raya Irgi pasti dibelikan pakaian baru oleh Devita dan Bimo. Seringkali di belikan jajan pun.
Jalan-jalan ke wahana dan kolam berenang pun Devita dan Bimo mengajak Irgi. Mereka bersenang-senang bersama dan mengambil foto bersama-sama. Bahagia bersama.
Ada kalanya, Devita mengajak Irgi menginap bersamanya dan dibawa pulang ke rumah Bimo. Di sana Irgi sungguh lasak sekali. Sesungguhnya Irgi anak yang ceria, lasak dan terlalu banyak aktifnya. Siapa pun yang menjaganya pasti akan capek saking terlalu aktif. Bahkan neneknya Irgi yaitu Nina sangat kecapekan jika merawatnya. Jika Helen bekerja dan suaminya bekerja maka Irgi di titipkan ke Nina. Nina harus super ekstra ketat menjaganya karena sikap Irgi yang sangat aktif.
Jika Irgi sering di bawa oleh Devita dan Bimo maka Helen tak masalah karena Helen senang melihat Irgi pun bahagia bersama Devita. Ya semoga saja suatu hari nanti Devita dan Bimo akan punya anaknya sendiri ya Aamiin.
Bimo dan Devita menoleh lalu tersenyum melihat ke arah Irgi. Mereka menggendong Irgi. Sekarang ini Irgi sudah berusia 5 tahun. Sangat lincah dan banyak ngomongnya.
“Sudah siap jalan-jalan sama Mami dan Papi lagi sekarang?” tanya Bimo ke Irgi.
“Siipp Pi.” Irgi yang lucu dan imut tersenyum sambil menunjukan jempolnya tanda oke.
“Sayang Mami dan Papi dong ya.” Devita berujar kepada Irgi.
“Iya dong Mi. Irgi sayang Mami dan Papi.” Irgi mencium Pipi Devita dan Bimo bergantian. Mereka pun tertawa bersama.
Bimo kini menggendong Irgi dan Devita menggandeng tangannya Bimo. Mereka tersenyum bahagia bersama.
Tamat.
__ADS_1
Di bagian yang lupa di sampaikan.
Setelah sembuh, Hadi hidup bersama Lita dan Arga anaknya. Hadi pun berjanji pada Lita untuk bisa setia sekarang dan tak mau menyakiti hati istrinya. Karena ia tak mau kejadian dahulu terulang kembali. Ia berusaha membahagiakan istri dan anaknya yang sekarang serumah dengannya.
Di akhir, Hadi hanya bisa datang ke kuburan istri pertamanya meminta maaf menyesali perbuatannya. Lita dan Arga menemani Hadi ke kuburan. Disana Hadi berjanji tak akan mengulangi kesalahannya. Ia berjanji akan bersikap baik ke Lita. Dan hanya akan setia pada satu wanita. Agar kesalahan dahulu tak terulang kembali. Hadi pun kembali pulang ke rumah mereka sendiri bersama Lita istrinya dan anaknya Arga, mereka hidup bersama seperti keluarga bahagia pada umumnya.
The End.
Cukup sekian dan terima kasih sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir ya kakak pembaca semuanya. Maaf jika masih banyak kekurangan dan typo yang kadang suka bertebaran. 🤗
Doakan selalu yang terbaik untuk Iva yang sudah Almarhum ya kak Readers semua. Doa kan juga untuk Bimo dan Devita selalu bahagia Aamiin.🤲
Untuk Jihan sudah menemui ajalnya ya kak. Untuk Lita dan Hadi sudah mendapatkan balasannya dengan caranya masing-masing. Jika dikatakan mereka masih terlihat hidup baik dan enak, mungkin di akhirat nanti lah balasannya ya kak.
Soalnya saya bukan tuhan kak. Dan kisahnya pun saya hanya tahu sekedar ini saja. Jadi tak mungkin saya membuat azab yang datangnya bukan dari saya. Karena itu kuasa yang maha kuasa. Kalau saya yang buat azabnya artinya tak sama dengan kisah nyatanya dong dan akan jadi cerita halu. Mau percaya atau tidak ini kisah nyata apa bukan, ya itu terserah sama kakak-kakak semuanya ya kak. Gak ada paksaan. 🤗👍😌
Cuma satu aja, Iva dan keluarganya jangan di cerca ya kak. Masalah kenapa keluarga Iva mudah maafkan itu saya kurang tahu kenapa, soalnya Pak Arman dan Bu Hadijah sudah mengikhlaskan. Hanya saja mungin untuk sodara Iva seperti Nina dan Lukas yang masih tak terima dan tak menyukai Hadi. Mereka masih marah begitulah. Sampai sekarang tak mau tegur sapa para sodara Iva sama Hadi.
Kalau mau silahkan dikatain saja Jihan, Hadi atau Lita. Sebenarnya karakter Lita itu sama sekali Author gak kenal karena belum pernah jumpa, jadi untuk Lita saya buatnya menurut pengembangan saja.
Beberapa adegan ada yang di kembangkan ya kak. Jadi semoga tak salah persepsi. Tapi untuk kejadian yang menimpa Iva dimana diperlakukan mertuanya sebagai pembantu bahkan gak dikasi makan pernah serta di madu oleh suaminya, itu memang benar adanya. Dan Devita pun sekarang sudah bahagia dengan suaminya. Mertuanya Devita pun sayang sudah dengan Devita. Ya semoga saja suatu hari nanti mereka mempunyai anak sendiri Aamiin. Saat ini mereka hanya punya anak angkat dahulu yaitu Irgi anaknya Helen.
Untuk nama-nama saya blur kan ya kak di samarkan. Karena demi menghormati yang punya kisah.
Hati Diduakan Yang Tersakiti cukup hanya Iva saja yang sudah mengalaminya. Kisah Iva tidak terulang ke anaknya, Devita dan Bimo sudah hidup berbahagia bersama. Semoga selalu SAMAWA ya Aaammmiiinnn. 🥰😍😘
The End (Tamat) Oke.
Maaf kan segala kekurangan Author ya 🙏🙏🙏 semoga selalu mendukung karya ini terus. Terima kasih kepada semua pembaca setia 🥰
Akhir kata inilah ending dari cerita ini, di dunia nyata Devita dan Bimo hanya sampai mengangkat anak dari Helen untuk dijadikan anak angkat mereka. Kita doakan saja semoga Devita dan Bimo bahagia selalu Aaammiiinn.
__ADS_1
Selesai (Finish).