
“Iva ... kau Iva kan?” nama Iva di sebut oleh suara seorang pemuda yang akhirnya membuat Iva menoleh ke arah asal suara tersebut.
Iva melihat seorang pemuda yang postur tubuh yang tinggi tegap, badannya atletis dan ideal, wajahnya juga tampan. Iva memperhatikan dengan seksama, siapa pemuda tersebut? Kenapa ia tahu namanya? Pemuda tersebut datang mendekati Iva, ia tersenyum pada Iva.
“Iva kan?” ucap pemuda tersebut kembali.
“Iya. Kok tahu?” Iva masih belum mengenali pemuda tersebut.
Si pemuda tersenyum dan tertawa renyah, terlihatlah lesung pipit di wajahnya, giginya yang putih dan rapi semakin membuat pemuda tersebut kelihatan tampan.
“Aku teman sekolahmu dulu Iva, Fendi Pramana. Masih ingatkan?” jawab si pemuda yang ternyata namanya adalah Fendi Pramana.
Ive mencoba mengingatnya dan saat baru sadar, Iva langsung menepuk jidatnya tanda ia sudah mengingat temannya tersebut yang bernama Fendi Pramana.
“Oh iya. Fendi Pramana. Fendi rupanya. Maafkan aku yang lama baru mengenalimu. Apa kabar?”
“Aku baik. Dan baru saja pulang. Kau apa kabar juga, Iva?” Fendi melihat ke arah perut Iva yang sudah membesar.
“Aku baik saja. Sehabis lulus sekolah kau pergi kemana?” Iva mengobrol dengan Fendi karena mereka dulu adalah satu sekolah sewaktu di SMA.
“Setelah lulus aku langsung ke kota, kuliah dan kemudian mulai bekerja. Aku cepat menyelesaikan kuliahku karena sekalian mengambil kelas semester atas.”
“Wah hebat. Tapi jelas aja seh. Kau kan murid teladan dan pintar dahulu di sekolah kita. Jadi sekarang sedang pulang kampung? Kapan tiba?”
“Semalam aku tiba di kampung. Karena jenuh jadi main jalan-jalan ke pekan eh ketemu dirimu Iva. Oh iya, kau sedang hamil? Kemari dengan siapa? Suamimu?” Fendi melihat di samping Iva tak ada siapa pun.
Iva serasa tercubit di hatinya. Ia jadi mengingat Hadi. Serasa hatinya kembali sakit teriris sebilah pisau. Awalnya senyum cerah terlukis di wajahnya, sekarang berganti wajah yang terlihat sendu. Seakan langit menjadi mendung.
Fendi melihat perubahan aura wajahnya Iva, ia bisa merasakan kalau ada hal yang terjadi.
“Aku bersama kakakku, kak Nina. Dia sedang memilihkan barang di dalam situ. Aku lelah jadi duduk di sini sebentar.”
“Oh ... lalu suamimu mana Iva?” Fendi kembali bertanya. Ia sangat penasaran.
Iva kembali terdiam. Ia tak bisa mengatakan kalau suaminya sedang bersama istri keduanya kan. Fendi melihat Iva terdiam, dan sudah bisa di pastikan ada masalah dengan rumah tangganya.
__ADS_1
Sebenarnya dahulu semasa SMA, Fendi sangat menyukai Iva. Ia berusaha mendekati Iva dan berniat hendak kuliah dan bekerja kemudian menikahi Iva. Namun sayang, Fendi kalah cepat. Saat Fendi sedang menimba ilmu di kota yaitu kuliah, ia mendapat kabar dari kampung kalau Iva telah menikah. Fendi tentu saja sakit hati. Sudah lama ia menyukai Iva dan berusaha mendekati Iva, namun karena dahulu ia masih malu jadi tak pernah mengungkapkannya.
Fendi tahu kalau anak KKN yang bernama Hadi mendekati Iva di saat Fendi juga terus berusaha mendekati Iva, namun ternyata Iva lebih memilih Hadi. Saat itu Fendi merasa putus asa. Namun ia tak berkecil hati, karena ia berpikir kalau anak kota itu paling hanya sementara dengan Iva. Oleh sebab itu Fendi fokus belajar dan bekerja agar bisa melamar Iva nanti. Tapi nasib berkata lain, Iva malah menikah dengan Hadi.
Jadi Fendi pikir ia sudah sangatlah terlambat dan tak ada harapan. Akhirnya ia tak pernah pulang kampung. Ia fokus di kota menyelesaikan kuliahnya secepatnya dan bekerja. Nasib baik, Fendi menyelesaikan kuliahnya lebih cepat dan kini ia telah bekerja.
Saat libur dari kantor di berikan, maka Fendi barulah pulang kampung. Dan kebetulan saat ini ia pulang kampung malah bertemu Iva. Fendi tentu senang, ia pun langsung menyapa Iva. Dan ia tak terkejut saat melihat Iva telah hamil. Namun yang membuatnya heran kemana suaminya Iva?
Hal ini membuat Fendi penasaran dan tertarik tentunya untuk mencari tahu. Mana tahu dari sini ia mempunyai kesempatan mendekati Iva kembali. Karena terlihat dari wajah Iva kalau ia tengah ada masalah dengan rumah tangganya. Jadi Fendi mulai berharap kembali.
Di lihat Fendi, kalau Iva tak juga menjawab pertanyaannya.
“Sudah lupakan yang ku tanyakan ya. Maafkan aku Iva. Tapi kita teman kan, jika kau ada perlu sesuatu dan butuh bantuan ku maka katakan saja ya.” Fendi tersenyum tulus, setulus hatinya menyukai dan mencintai Iva. Namun dari dulu hingga sekarang Iva tak pernah tahu perasaan Fendi terhadapnya.
Iva tersenyum melihat Fendi. “ Maafkan aku ya. Oh iya, kau tinggal di kampung apa di kota sekarang? Anggota mu sudah berapa sekarang?” Iva mengalihkan topik pembicaraan agar bukan dirinya lagi yang di bahas.
Fendi tertawa renyah.
“Anggota yang dimaksud ini apakah anak dan istri? Kalau anak aku tak punya, karena istri belum punya. Mungkin nasib ku kurang baik karena belum juga punya keluarga kecil. Hehehe. Dan masalah tempat tinggal, aku tinggal di kota karena di sana tempat aku bekerja sekarang. Dan kalau ada waktu seperti sekarang maka aku akan pulang kampung bertemu ayah dan ibu di kampung.” Fendi menjelaskan kepada Iva sambil sesekali tersenyum. Ah, ia sangat tampan dan ramah juga baik.
“Serius loh belum ada. Oh iya, aku kalau mau main-main ke rumah pak Arman di kasi kan? Mau bertemu Iva teman semasa SMA dahulu.” Fendi mengedipkan sebelah matanya pada Iva.
“Iiih apaan seh?” Iva terkekeh dan memukul pundak Fendi dengan pelan.
Nina yang sudah memilih banyak barang untuk Iva dan ponakannya di dalam perut Iva, sudah selesai memilih dan membayar semuanya. Tiga kantung plastik besar dibawanya. Nina lalu berjalan ke arah Iva. Nina pun melihat kedekatan Iva dengan Fendi yang sedang berbincang dan tertawa bersama. Nina pun ikut tersenyum.
Nina datang mendekat.
“Iva....” Nina memanggil dan sudah ada di samping Iva.
“Eh kak Nina. Sudah selesai ya kak?” Iva melihat ke arah kakaknya. Dan Fendi diam menatap Nina sambil mengangguk dan tersenyum.
“Sudah. Ini siapa? Kok kayaknya kenal ya?” Nina pun tersenyum ke arah Fendi.
“Fendi Pramana. Aku Fendi teman Iva semasa SMA dulu kak.” jawab Fendi sopan.
__ADS_1
“Oh iya. Anak buk Sulastri dan pak Joko kan?” Nina mengingatnya sekarang.
“Iya kak.”
“Ya udah Kak, yuk pulang. Iva sudah lelah.” Iva mengajak Nina pulang. Nina pun mengangguk.
“Lain kali jumpa lagi ya Iva. Nanti aku main ke rumah mu.” Ucap Fendi sambil tersenyum.
Nina dan Iva pamitan pulang duluan dan Iva hanya mengangguk pada Fendi. Fendi tentu saja girang sekali. Iva sebenarnya berpikir kalau mereka mungkin tak akan bertemu lagi. Namun Iva lupa, bahwa nasib berkata lain. Masih ada pertemuan selanjutnya yang akan terjadi antara Iva dan Fendi.
Sore hari saat Iva sedang sibuk menyapu halaman rumah. Walau sedang hamil, Iva masih rajin bantu-bantu ibunya. Seperti nyapu rumah, cuci piring dan masak serta membersihkan halaman. Seperti saat ini, Iva tengah menyapu halaman. Katanya ibu hamil bagus untuk banyak bergerak. Sebenarnya ibu dan kakaknya melarangnya kerja yang berat. Namun Iva masih mau beraktivitas, katanya hanya untuk kesehatan ibu dan bayi. Dan itu gak akan dipaksakan. Kalau ia tak sanggup atau lelah, maka Iva akan istirahat.
Tapi yang di lakukan Iva hanya hal ringan, lagian ia senang maka tak masalah. Usai menyapu halaman, Iva menyiram tanaman yang banyak dihalaman. Banyak bunga yang di tanami ibunya dan Iva membantu merawatnya.
Saat sedang sibuk menyiram tanaman, sebuah suara terdengar.
“Iva, selamat sore.” Fendi menyapa dan datang ke rumah pak Arman.
Iva menoleh dan terlihat Fendi yang datang dengan berpakaian rapi. Fendi tersenyum ke arah Iva, dan Iva malah kaget mendapati kedatangan Fendi ke rumah. Dia beneran datang rupanya.
Bersambung....
Fendi nampaknya melakukan pendekatan pada Iva, hehehe. Sedangkan Hadi entah apa kabarnya dengan Lita di tempat lain.
Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.
Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.
Thanks. Love you all. :) :D No plagiat ya :D
Yuhu kakak pembaca ku semua yang kece dan baik semua nya 😘😍 yuk mampir ke karya teman aku ya kak. Jangan lupa mampir dan klik favorit nya kak, trus di-like dan komen dan kasi juga dukungan dan gift nya. Cek di bawah ini kak judul nya 🥰
Makasih semuanya ya 😘😍🥰🤗
__ADS_1