
“Iva, kau menangis kah nak? Ada apa Iva?” Tanya Hadijah ibu kandungnya Iva
Iva terdiam mendengar perkataan ibu kandungnya tersebut. Wajahnya pucat dan tubuhnya menegang. Ia tak mau membahasnya dahulu namun hati seorang ibu tak mungkin bisa kita bohongi. Walau pun berbohong pasti akan ketahuan juga.
Hadijah Putri bisa melihat di wajah dan reaksi Iva kalau ada sesuatu terjadi. Namun ia memilih untuk diam dahulu. Biar Iva saja nanti akan cerita sendiri ke dirinya.
“Kalau gitu masuk dulu nak. Yuk. Pasti capek di jalan kan” Ajak Hadijah Putri dan Iva pun menganggukan kepalanya serta mengikuti ibunya masuk ke dalam rumah. Iva dan Ibunya berjalan dan melangkah terus memasuki rumah dan sampailah di dekat kamar Iva dahulu. Kamar Iva yang dahulu ia tempati semasa masih gadis dan masih tinggal dirumah orang tuanya.
Keduanya masuk ke kamar Iva. Kopernya Iva diletakkan di dekat pinggir ranjang. Ivanya sendiri duduk di atas ranjanganya yang dulu ia tempati. Ibunya tersenyum ke arah Iva. Iva pun tersenyum pada ibunya. Iva seakan kangen pada rumah, kamarnya dan ibunya.
“Iva sendirian saja kah kemari? Lama atau sebentar nginapnya disini? Hadi gimana? Sudah tahukan kalau Iva kemari? Kok gak bareng Hadi kemarinya?” Tanya Hadijah yang membuat Iva kembali bersedih. Wajahnya kembali murung. Sedikit banyak ibunya bisa melihat pasti ada masalah serius yang terjadi. Buktinya Iva kembali murung wajahnya. Terlihat jelas ada masalah pelik yang tengah ia hadapi.
Hadijah berpikir mungkin ia terlalu banyak tanya. Seharusnya nanti saja bertanyanya. Akhirnya ia mengelus rambut panjang Iva yang di gerai tersebut.
“Maaf ya nak. Ibu banyak nanya ya. Ya udah istirahat saja dahulu ya. Ibu ke dapur dulu ya” Ucap Hadijah lembut ke putrinya. Iva pun menganggukan kepalanya.
Keluarlah Hadijah Putri dari kamarnya Iva. Setelah Ibunya keluar. Iva merebahkan dirinya diranjang tersebut. Ia masih terlihat murung.
“Mungkin sekarang Mas Hadi akan segera menikahi wanita itu.” Gumam Iva sendirian.
Di lain tempat.
Hadi masih termenung seperti orang linglung di rumahnya sendirian. Ia tak menarik bus. Padahal Mamanya menelepon berkali-kali mengatakan agar segera menyusulnya untuk menemui orang tuanya Lita. Mereka kan harus segera menikah.
Karena tak ada juga jawaban dari Hadi, Jihan begitu kesal. Kemudian segera mencari Hadi. Syukur saja Jihan langsung mencari kerumah Hadi jadi ia segera bertemu dengan Hadi.
Jihan masuk begitu saja karena pintu tak terkunci. Dilihatnya putranya duduk meringkuk di dalam kamar dan dibawah ranjangnya. Nampak seperti orang bodoh. Jihan mendekat.
“Hadi, Mama telepon berkali-kali kenapa gak dijawab sih? Katanya akan segera nyusul. Sudah sore sekali gini belum juga muncul. Ayo bersiap. Nanti malam kita ketemuan dengan orang tuanya Lita. Kalian kan mau menikah” Ucap Jihan tak melihat situasi yang tengah terjadi.
“Ma ... Iva pergi dari rumah Ma. Iva pergi” keluh Hadi di hadapan Mamanya.
Bukannya sedih, malah Jihan senang. Tak perlu susah payah membereskan Iva ternyata. Karena Iva telah pergi dengan sendirinya. Jihan tersenyum jahat.
“Kalau dia pergi biarlah Hadi. Toh kau akan menikah lagi. Istri keduamu cantik juga dan kaya tentunya. Istri pertamamu itu lupakan saja”
“Mama, Iva sedang hamil sekarang” Ucap lirih Hadi.
Jihan terkejut mendengar Iva sedang hamil.
__ADS_1
“Hamil? Kok bisa? Anak siapa?” Tanya Jihan menatap Hadi. Hadi memutar kedua bola matanya dengan malas.
“Iya Ma. Iva hamil. Tentu saja anak kami berdua Ma.” Hadi menjawab kesal Mamanya.
“Ah biarlah. Lagian Lita juga hamil anakmu. Kau bisa dapat anak dari Lita. Lupakan saja istrimu Iva itu” Ucap kembali Jihan yang tak punya hati.
“Mama kok gitu. Bukan hanya Lita yang hamil anakku tapi Iva juga Ma. dan sekarang entah dimana Iva. Aku tak tahu.”
“Buat apa kau pusing Hadi. Kalau dia istrimu pasti kembali lagi ke dirimu. Ayo ikut Mama. Kau harus segera menikahi Lita, Hadi”
Hadi memijit kepalanya yang terasa semakin sakit. Mamanya tak tahan. Akhirnya menarik lengan Hadi dan segera membawanya bersiap. Hadi pun akhirnya mengikuti keinginan Mamanya.
Malam harinya.
Andika Kesuma Wijaya, Papanya Hadi. Sangat murka setelah tahu kalau Hadi telah menghamili wanita lain dan Iva kini pergi entah kemana. Ingin rasanya ia memukul putra kandungnya itu sampai mati. Andika sangat berang melihat kelakuan Hadi. Pantas saja Andika tak bisa mempercayakan usahanya ke Hadi, karena Hadi tak bisa amanah. Jadi pilihannya tentu jatuh ke Niken Kesuma Wijaya, adiknya Hadi. Niken lebih dewasa, bertanggung jawab dan pastinya selalu kebanggaan Papanya. Maka Nikenlah pilihan tepat. Sekarang pun pilihan papanya ternyata tak salah.
Kini Hadi hanya pasrah menerima semua amarah papanya. Niken disebelah papanya mencoba untuk menenangkan. Bahkan Jihan juga mencoba membujuk suaminya itu.
“Pa, tenang Pa. Ingat kolesterol Papa. Ingat tensi Papa” Niken mengingatkan Papanya agar tenang. Jangan sampai penyakitnya kumat.
“Iya Pa. Tenang lah. Hadi kan anak kita juga. Kasianilah. Sekarang kita harus temui orang tuanya Lita Pa. Mereka harus menikah” Ucap Jihan pula.
Hadi merasa sedih hingga detik ini , Papanya hanya sayang Niken. Padahal Hadi dan Niken adalah sedarah, sama-sama anaknya Andika. Namun Hadi selalu salah dan tak pernah ada dimata Papanya. Hati Hadi sakit mendapati hal tersebut dari Papanya. Tapi ya karena kelakuan Hadi sendiri yang membuat Andika selalu saja lebih memilih Niken yang lebih baik.
“Maaf Pa. Maaf Ma. Maaf semuanya” Hanya itu yang bisa Hadi ucapkan.
“Sudah sekarang kita bersiap saja. Orang tuanya Lita pasti sudah menunggu kita malam ini. Mama sudah bilang ke Lita tadi siang loh Pa. Ayo kita bersiap segera.” Bujuk Jihan ke suaminya kembali.
“Lalu dimana Iva istrimu Hadi sekarang berada?” Tatap Andika tajam ke Hadi.
“Gak tahu Pa. Iva gak bilang mau kemana dia” Hadi tertunduk lesu di hadapan Papanya.
“Kau harus segera cari Iva juga. dan sekarang kita temui wanita itu dan kedua orang tuanya” Ucap Andika kesal.
Mereka pun bersiap dan segera berganti pakaian. Mereka semua menuju ke rumah orang tuanya Lita. Hanya Niken yang tak ikut. Niken memilih diam di rumah saja.
Hanya Jihan, Andika dan Hadi yang pergi dengan mobilnya sedan hitamnya Andika yang disupir pak tejo supir pribadinya Andika. Mereka meluncur kerumahnya Lita. Menurut alamat yang diberikan Lita ke Jihan, kesanalah mereka menuju.
Masuklah ke komples perumahan golongan orang kaya elit. Semua rumahnya besar-besar dan megah. Hingga sampailah di rumahnya yang berpagar biru. Dan rumah tersebut bercat warna biru serta putih. Inilah rumah kedua orang tuanya Lita. Jihan terkagum melihat rumah tersebut. Pintu pagar dibuka dan masuklah mobilnya Andika yang dibawa pak tejo. Memasuki halaman yang luas dan lebar. Rumah keluarga Andika Kesuma Wijaya juga besar dan mewah. Namun rumah keluarga Lita lebih besar lagi dan lebih mewah lagi dua kali lipat dari mereka.
__ADS_1
Sepertinya pilihan tepat membuat Lita menjadi menantu keluarga Wijaya menurut pemikiran Jihan. Mereka sama setara orang kaya dan sama-sama dari kota. Beda sekali dengan Iva. Walau Iva juga putri kaya dari kampungnya. Namun Lita lebih baik. Itulah pikiran dari Jihan yang sekarang tersenyum puas. Karena keinginannya akhirnya terkabul. Ia tak sabar ingin ikut merasakan harta dari keluarga Lita tentunya.
Ketiganya turun dari mobil setelah mobil di parkirkan pak tejo. Hadi dan kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah besar tersebut. Lita yang sudah lama menunggu dari tadi pun melihat kedatangan Hadi dan kedua orang tuanya segera di sambutnya dengan senyuman. Ia mencium tangannya Andika dan Jihan bergantian.
“Selamat datang Pak ... Buk. Mari masuk” Ucap Lita menyambut di depan pintu rumah.
Andika melihat sikap ramah dari Lita, emosinya sedikit mereda. Ternyata gadis yang dihamili Hadi adalah gadis berpendidikan baik. Masuklah mereka bertiga ke dalam rumah Lita. Lita langsung membawa ke dalam ruangan tamunya yang sangatlah luas. Lita mempersilahkan kan ketiganya untuk duduk dan Hadi serta kedua orang tuanya langsung duduk. Di atas meja sudah terhidang kue-kue dan minuman es jus untuk semuanya.
“Lita akan panggil Mama dan Papa. Silahkan diminum dan dimakan hidangannya Pak, Buk, Mas”
Bersambung....
Wah acara lamaran nih nampaknya. Hadi akan segera menikahi Lita nih. Iva yang sabar selalu yak.
Klik Like, Vote, Favorit dan Komennya ya Kak reader semua.
Sertakan juga kasi dukungan dan hadiahnya ya. Kasi juga bintang/rate 5 ya kak.
Thanks. Love you all. :) :D
__ADS_1