
Malam harinya...
Saat semua orang sedang berada di ruang keluarga, Meylan dan Amaya masuk ke dalam mansion melalui pintu belakang. Wanita setengah baya terkejut saat melihat Haruka berdiri di depannya.
"Astaga! apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Meylan.
"Menunggumu, apa lagi? dimana Amaya?" jawab Haruka ketus.
"Apa kau tidak sabar untuk mendengarkan rencana hebatku untuk memisahkan Lewis dan Nea? oh, gadis ceroboh itu, dia ingin tinggal di asrama. Entah apa yang dia temukan di asrama hingga begitu ingin tinggal di sana," tanya Meylan.
"Ssstt! wanita bodoh! pelankan suaramu," pinta Haruka.
"Iya aku tahu, kau juga bodoh, sesama ber-otak kejam jangan saling menghina! cepat masuk ke dalam kamarmu, aku akan memberitahu rencanaku," ucap Meylan.
Keduanya berjalan perlahan, seorang pelayan memergoki keduanya yang berjalan mengendap-endap.
"Sedang apa kalian di sini?" tanya sang pelayan.
"Bukan urusanmu!" jawab Meylan ketus.
Keduanya berjalan melewati sang pelayan yang mencurigai Meylan dan Haruka.
'Pasti ada sesuatu yang mereka rencanakan," batin sang pelayan.
Setelah selesai dengan urusannya, sang pelayan kembali masuk ke dalam mansion untuk melanjutkan pekerjaan lainnya.
Di kamar utama...
Haruka dan Meylan terlihat sangat serius, mereka sedang berdiskusi tentang rencana yang akan di eksekusi besok pagi. Setelah benar-benar matang, Haruka mentransfer uang kepada Meylan.
"Kau bilang tidak memiliki uang," ledek Meylan.
"Aku baru saja meminjam uang kepada temanku, untung dia baik, jadi langsung mentransfer uangnya" jelas Haruka.
__ADS_1
"Cih! teman-temanmu memang kaya raya," ucap Meylan.
"Pergi dari kamarku, urusan kita sudah selesai. Dan kau ingat, kau harus tutup mulut jika aku yang menyuruhmu melakukannya," jawab Haruka.
"Tanpa kau minta, aku juga akan pergi!" ucap Meylan.
Haruka merasa bahagia karena setelah ini akan melihat kehancuran rumah tangga Lewis dengan Nea. Malam semakin larut, Haruka memutuskan untuk merebahkan tubuh dengan posisi tubuh miring kekiri, dengan perut yang semakin membuncit, Haruka kesulitan saat memposisikan diri untuk tidur. Matanya perlahan terpejam dengan lampu kamar yang temaram, membuat wanita itu cepat menjemput mimpi indahnya, karena esok hari akan ada hari bersejarah untuk Nea dan Lewis.
Keesokan paginya...
Hari ini Lewis cuti selama tiga hari penuh untuk merayakan keberhasilan perusahaannya keluar dari krisis. Selain memberikan bonus kepada para karyawan, dia juga mengajak semua anggota keluarganya berlibur ke villa miliknya yang baru saja selesai di bangun tahun lalu.
Semua anggota keluarga telah berkumpul di depan mansion utama, Lewis menyetir mobil yang di dalamnya ada si kembar dan kedua orang tuanya, sedangkan satu mobil lagi untuk Nea dan Haruka. Meylan mengatakan jika dia tidak enak badan, jadi tidak ikut berlibur.
Setelah semua siap, dua mobil yang di kemudikan oleh Lewis dan satu sopir pribadinya segera melaju meninggalkan mansion mewah itu menuju villa di daerah puncak.
Sepanjang perjalanan, Lewis merasa bahagia karena melihat si kembar bertumbuh dengan baik dan pintar, dengan fasih, Fea dan Fany menyanyikan lagu yang di ajarkan oleh guru mereka.
'Mengapa wanita bodoh itu menghubungiku di saat yang tidak tepat,' batin Haruka.
"Siapa Haruka? apa dia temanmu?" tanya Nea.
"Bukan kak, hanya orang iseng," jawab Haruka beralasan.
Nea berspekulasi jika Haruka memiliki masalah di luar kehidupan rumah tangganya bersama sang suami. Dia berencana akan membantu Haruka, namun membicarakan dulu dengan Lewis bagaimana baiknya.
Sesampainya di villa...
...(Villa Florist milik Lewis)...
Setelah semua anggota keluarga sampai di Villa Florist milik Lewis, kedua mobil berhenti tepat di depan pintu masuk villa. Mereka turun dari mobil, Lewis meminta sopir untuk membawa barang-barang milik anggota keluarganya masuk ke dalam villa kemudian memarkirkan mobil di garasi.
__ADS_1
Tuan Hans merangkul sang isteri seperti seorang kawan dan mengajaknya masuk ke dalam villa. Fea dan Fany masih setia bersama daddy mereka. Nea dan Haruka berjalan beriringan mengekor langkah anggota keluarga lain yang sudah masuk ke dalam villa lebih dulu.
Di dalam villa, semua anggota keluarga telah memilih kamar masing-masing dan memasukkan koper berisi pakaian dan segala keperluan mereka selama berlibur di sana.
...* * *...
Sejak datang ke villa itu, banyak kehebohan yang di ciptakan oleh si kembar. Fea dan Fany benar-benar menguras tenaga kakek neneknya dengan mengajak mereka berenang, bermain trampolin, dan masih banyak lagi fasilitas yang ada di villa itu dari siang hingga sore menjelang, Lewis hanya ikut mengawasi kedua anaknya dengan duduk di pinggir kolam bersama kedua isterinya.
Setelah hari mulai malam, Lewis membuat pesta barbeque, suasana menjadi sangat meriah karena di selingi dengan nyanyian dan tarian bersama. Di saat semua anggota keluarga menikmati kebersamaan langka ini, Haruka berkomunikasi dengan ibu sambungnya perihal rencana yang sudah mereka sepakati.
Pesta barbeque usai, saatnya semua beristirahat. Lewis sengaja tidur bersama si kembar agar tidak ada kecemburuan antara Haruka dan Nea. Kesempatan tidur bersama Nea, tidak di sia-sia oleh Haruka, setelah berkoordinasi dengan ibu sambungnya, Robin berhasil di pancing untuk menemui Nea di Villa Florist.
Dengan cepat fitnah yang akan Haruka ciptakan itu telah selesai di laksanakan.
Tengah malam di Villa Florist...
Lewis terbangun di tengah malam, dia merasa kehausan, dia melihat kedua putrinya masih tertidur lelap di sampingnya. Pria tampan itu turun dari ranjang dengan perlahan agar tidak membangunkan si kembar.
"Hoam!" Rasa hausnya telah mengalahkan rasa kantuknya.
Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya, dia mematikan televisi di ruang keluarga, saat dia berbalik, mata yang sedari tadi enggan untuk terbuka, terbelalak dengan sempurna saat melihat sang isteri tidur bersama pria lain di atas sofa ruang keluarga. Batinnya terkoyak saat tubuh mulus isterinya yang tengah hamil itu di peluk oleh pria yang tidak di kenal.
Lewis sangat terluka, namun dia mencoba untuk tetap tenang. Dia membangunkan sang isteri, tetapi Nea tak kunjung membuka matanya. Lewis menyingkirkan tubuh sang pria dan mengendong Nea masuk ke dalam kamarnya. Setelah selesai dengan Nea, dia membawa tubuh Robin yang tengah bertelanjang dada mengendarai mobilnya menuju sebuah padang rumput yang luas tak jauh dari villanya.
Lewis berhenti di padang rumput itu, dia turun dari mobil dan menyeret orang yang telah berani meniduri sang isteri keluar dari mobil.
Dia menghajar Robin tanpa ampun, hingga mata Robin terbuka, Lewis masih memukulinya.
"Apa yang kau lakukan dengan isteriku sungguh menjijikkan," tukas Lewis.
"Ini hanya salah paham, aku dan Nea di jebak," jawab Robin dengan menahan sakit di seluruh tubuhnya.
Lewis tidak peduli dengan apapun yang di katakan Robin karena amarah sudah menguasai hati dan pikirannya.
__ADS_1