
Seminggu setelah kejadian yang membuat Lewis remuk redam, dia menyimpan apa yang di lihatnya rapat-rapat tanpa mengatakannya kepada siapapun, dia bersikap biasa saja. Sebelum dia mendapatkan bukti, dia tidak akan bertanya apapun kepada siapapun karena hal ini sangat sensitif.
Lewis melakukan penyelidikan tentang siapa pelaku di balik kejadian itu. Dia belum percaya jika Nea berkhianat, bukan gaya Nea untuk melakukan hal buruk di belakangnya. Pria itu curiga jika ada orang dalam yang sengaja ingin menjatuhkan Nea. "Aku yakin ini pasti perbuatan wanita itu atau ibunya," terka Lewis. Dia duduk di ruang kerjanya sembari menunggu kabar dari orang yang ia suruh untuk mencari bukti kebenaran di villa itu.
"Bos, aku sudah menemukan file rekaman CCTV yang sengaja di hancurkan oleh pelakunya, namun kejahatannya tidak sesempurna rencananya, ada salah satu rekaman yang lupa di hancurkan dan ini bukti jika isteri anda tidak bersalah," jelas sang detektif sewaan di sambungan telepon.
"Oke, segera datang ke kantorku, kita perlu bicara," pinta Lewis.
"Baik bos!" jawab sang detektif sewaan.
Lewis menutup panggilan teleponnya, selanjutnya dia hanya perlu tahu motif di balik kejadian yang membuatnya terluka itu.
' Bagaimanapun juga, melihat orang yang kita cintai bersama pria lain sangatlah menyakitkan, aku rasa ini yang Nea rasakan, maaf istriku! aku harus melihat itu semua agar sadar dari keegoisanku, semoga setelah tahu siapa pelakunya, aku akan lebih bisa memahami ketulusanmu,' batin Lewis.
Lewis masih bergumul dengan rasa penasaran bercampur kebencian, dia tidak akan memberi ampun kepada pelakunya.
Beberapa menit kemudian, datanglah detektif sewaan Lewis, dia mengetuk pintu ruangan presiden direktur L.H.S skincare, kemudian Lewis mempersilakan pria itu masuk. Sang detektif duduk di berhadapan dengan bos L.H.S, dia mengambil sesuatu dari saku jasnya dan menyerahkan sebuah flashdisk.
"Kau akan terkejut saat melihatnya," jelas sang detektif.
Lewis menerima flashdisk itu dan segera memasukkan data dari flashdisk itu ke dalam laptop miliknya. Saat proses pemindahan file selesai, dia kemudian melihat rekaman tersebut, saat ia mengamati video CCTV itu, Lewis terperanjat saat melihat ada seorang wanita yang mirip Haruka tengah menyeret seorang pria di bantu sosok lain yang menggunakan jaket dan penutup kepala. Dia melihat lebih dekat sosok yang mirip Haruka itu, tak di sangka wanita di dalam rekaman CCTV itu benar-benar Haruka.
BRAK...
Lewis menggebrak meja kerjanya, dia tidak menyangka jika Haruka membuat rencana jahat seperti ini. Trik kotor untuk mendapatkan cinta darinya.
__ADS_1
"Tuan Lewis lebih baik bicarakan hal ini secara kekeluargaan, jika wanita yang ada di rekaman CCTV itu benar salah satu isteri anda, tuan Lewis harus lebih bijak, kedua isteri anda sedang hamil, jangan membuat mereka tertekan, tidak baik untuk kesehatan mereka," saran sang detektif.
"Iya, aku mengerti apa yang harus aku lakukan. Terima kasih telah membantuku. Kau pergilah, uangnya akan ku transfer ke nomor rekeningmu, aku tambah 20%," jawab Lewis.
"Baik tuan Lewis, terima kasih banyak," ucap sang dekektif yang perlahan keluar dari ruangan Lewis.
...* * *...
Di dalam mansion utama, Haruka sudah merasa menang karena sebentar lagi akan menjadi satu-satunya nyonya muda. Tetapi dia tidak tahu, balasan apa yang akan ia dapatkan atas perbuatannya kepada Nea.
Kehamilan Haruka telah menginjak usia delapan bulan, satu bulan lagi dia akan melahirkan baby hasil buah cinta dengan Lewis. Dia menjadi lebih rajin akhir-akhir ini karena sudah merasa menang dari Nea.
Nea yang tidak mengetahui apapun tentang kejadian di malam itu merasa bahagia atas perubahan sikap Haruka yang semakin positif ini.
Setelah makan siang usai, Nea dan Haruka bersama-sama mencuci piring di dapur, semua pelayan merasa heran saat kedua isteri Lewis nampak akur dan kompak.
"Ssstt! jangan mengatakan hal yang tidak kau ketahui," jawab pelayan yang lain.
Saat keduanya sedang asyik mengintip Nea dan Haruka yang sedang bersih-bersih di area dapur, telinga keduanya terasa sakit saat kepala pelayan Liem menjewernya.
"Ampun...ampun...!" ucap keduanya.
"Ayo ikut aku," pinta kepala pelayan.
Keduanya berjalan mengikuti langkah Liem sambil menahan sakit akibat tangan sang kepala pelayan masih menjewernya semakin kuat.
__ADS_1
Akibat tindakannya mengobrol di saat jam kerja, keduanya mendapatkan hukuman membersihkan gudang. Mereka tidak mau, tapi Liem mengancam akan melaporkan masalah ini kepada majikannya, kedua pelayan itu dengan terpaksa menerima hukuman dari Liem.
Sore harinya...
Lewis pulang lebih awal dari sebelumnya, kedua isteri dan si kembar menyambut kedatangannya, Lewis memberitahu Nea dan Haruka jika kedua orang tuanya sedang ada di luar kota karena ada pertemuan penting di sana. Mereka berdua mengerti dan langsung kompak memberikan pelayanan kepada sang suami, Nea menyiapkan air hangat untuk Lewis mandi, sedangkan Haruka membantu Lewis melepas jas, meletakan tas kerjanya di atas meja serta menyiapkan baju ganti.
Lewis berpura-pura tidak mengetahui apapun yang Haruka lakukan karena sebelum anaknya lahir, pria itu tidak akan melakukan tindakan apapun.
"Sayang, kau sangat baik, terima kasih telah mencintaiku dan menjadi isteriku," ucap Lewis sembari mengecup kening Haruka.
Saat Nea keluar dari kamar mandi kamar utama, dia terkejut saat sang suami tengah bermesraan dengan Haruka, meski ini hal yang biasa di lakukan Lewis kepada Haruka, namun tetap saja rasa cemburu itu selalu ada, tapi Nea menahannya. Dia langsung berjalan melewati Lewis dan Haruka, tetapi kepergiannya di cegah oleh Lewis.
"Kau mau kemana?" tanya Lewis.
"Masih ada pekerjaan di dapur, si kembar juga ingin di temani bermain, aku pergi dulu," pamit Nea.
"Jangan pergi, temani aku mandi," pinta Lewis.
Haruka menatap wajah Lewis dengan kesal, dia merasa rencana seminggu yang lalu itu gagal, Lewis tidak melihat apapun di sana. Haruka sempat curiga saat tengah malam itu karena sosok Robin dan Nea sudah tidak ada di tempat. Ingin sekali dia menyebarkan foto Nea dan Robin yang sedang tidur bersama di sofa waktu itu. Tetapi ia urungkan karena waktunya belum tepat.
"Iya kak Nea, aku saja yang mengerjakan pekerjaan dapur, biar anak-anak bersama pengasuh," ucap Haruka berpura-pura.
Lewis berhasil mengecoh Haruka, wanita itu telah masuk dalam jebakkannya. Lewis harus bersabar jika ingin memenjarakan Haruka, dia harus lebih cerdik dari Haruka.
Nea dan Lewis masuk ke kamar mandi dan Haruka terpaksa menggantikan tugas Nea.
__ADS_1
'Sial! mengapa aku yang harus berkorban! menyebalkan sekali," batin Haruka kesal.