
Sesampainya di dalam villa, Nea merasakan hal yang aneh di dalam hidupnya. Ternyata, ada pria lain yang lebih gila dari Peter, yaitu Leo.
"Apa yang kau pikirkan sayang?" Lewis baru saja keluar dari kamarnya, ia mendapati sang isteri yang sedang melamun di depan televisi.
Nea masih bergelut dengan pikirannya meskipun sang suami kini ada di depan matanya.
"Ne? sayang?" Panggilan manis dari sang suami segera membuat Nea tersadar. Ia kini menatap wajah sang suami.
"Maaf sayang, aku sedang memikirkan sesuatu," jelas Nea merasakan benyak hal yang menganggunya.
"Ada apa sayang? ceritakan kepadaku," Lewis menggenggam erat kedua tangan Nea, berusaha menguatkan hati sang isteri.
"Kemunculan pria itu membuatku berpikir jika banyak hal yang sudah kita lalui, dia adalah bagian dari masa laluku, entah apa yang akan dia perbuat. Dia bukan pria yang mudah menyerah." Nea merasa ada kekhawatiran yang mendalam saat dirinya harus menjaga keharmonisan rumah tangganya yang telah terkoyak itu.
"Nea, biarkan tuan detektif yang melakukannya, bagaimanapun dia, tidak perlu kau ikut memikirkannya," jelas Lewis mengharapkan Nea hanya fokus dengan dirinya dan tidak perlu memikirkan hal lain.
Nea menatap wajah Lewis yang terasa teduh hari ini. Sang suami menjadi semakin dewasa. Di sangat menyukainya. Apalagi kini Lewis sangat mencintai anak-anaknya, tidak egois seperti sebelumnya.
"Terimakasih sayang kau telah kembali menjadi Lewis dengan penuh harapan dan cinta kasih. Kau pria hebat, kau suamiku yang luar biasa." Nea memeluk tubuh kekar Lewis. Di sana ada kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian.
Bukan seperti sebelumnya yang penuh kedinginan dan rasa tidak peka yang membuat dirinya merasa di tinggalkan.
"Sudahlah, kita jalani dengan baik apa yang ada. Jauhkan rasa yang membuatmu menjadi buruk. Ada aku di sisimu, jangan pernah merasa sendiri." Nea merasakan hal yang luar biasa indah. Tak seperti sebelumnya, penuh luka dan air mata.
"Iya sayang, tapi aku tiba-tiba memikirkan Haruka, apa dia baik-baik saja ya?" Nea terlalu baik hati, hingga kini dia selalu memberikan hal terbaik kepada isteri Lewis yang telah membuatnya sakit hati.
"Setelah kembali, kita menjenguknya. Dia pasti selalu dalam keadaan yang sehat karena ada dokter di sampingnya." Lewis menjadi pria dengan sejuta pesona yang mampu menenangkan hatinya.
__ADS_1
Tak perlu waktu lama untuk Nea merasa jiwa yang tenang dan damai.
Lewis membuat panggilan telepon kepada nomor sang ibu, untung saja kali ini sang ibu langsung menjawab panggilan itu.
"Ada apa? sudah membuat adik untuk Jacob?" Pertanyaan aneh semacam ini yang selalu Nea hindari, bagaimana bisa dia selalu mendapatkan dukungan memiliki momongan lagi di saat anaknya masih kecil-kecil. Tapi Nea merasa bersyukur karena banyak orang yang menyayanginya.
"Iya ibu, kami sudah berusaha. Tinggal Tuhan yang menentukan." Nea memberikan jawaban yang cukup memuaskan. Dia tidak ingin menjadi wanita yang terlalu percaya diri. Segalanya dia akan menyerahkan kepada sang pencipta.
"Nah, bagus itu. Kau harus segera memiliki anak lagi agar rumah menjadi lebih ramai. Oh iya, semua anak-anakmu aman. Mereka tidak menanyakan kepergianmu sama sekali. Kau jangan terlalu memikirkan mereka." Nasihat dari ibu mertua yang sangat bermanfaat untuknya. Dia merasa di perhatikan.
"Haha, baiklah ibu. Aku titip anak-anak ya? terimakasih telah menjaga ke empat anakku yang luar biasa." pinta Nea.
Lewis dan Nea menikmati setiap detik di villa itu dengan penuh kebahagiaan.
...* * *...
"Bos, data tentang Lewis. Suami nyonya Nea." Seorang pria berjas hitam datang membawa file yang berisi segala hal tentang Lewis Hans Smith.
"Oke. Kau boleh pergi sekarang." Kim meminta anak buahnya pergi karena tugasnya telah usai.
"Baik bos." Sang anak buah undur diri dari hadapan sang bos.
Setelah anak buahnya pergi, Kim membuka file yang berbentuk seperti lembaran kertas yang di jadikan satu buku. Ia mulai membaca setiap kata yang ada di dalamnya.
"Lewis Hans Smith, pemilik L.H.S skincare. Pria mapan dengan dua isteri..." Kim terkejut saat melihat fakta jika Lewis tak hanya memperisteri Nea, tetapi juga satu lagi wanita.
"Haruka, wanita malang yang berada di rumah sakit jiwa. Menarik." Kim kembali membuka lembaran kertas itu. Di sana ada banyak hal yang dia tahu tentang Lewis dan Nea.
__ADS_1
"Bodohnya Lewis. Dia menduakan Nea-ku. Harusnya aku tahu lebih awal, saat mereka bercerai, aku bisa langsung mendekatinya." Batin Kim bergejolak, ingin rasanya dia mendekati Nea dengan segera.
Tapi Kim menyadari jika saat itu ia juga dalam kesulitan. Dia harus kabur dari perjodohan yang kedua orang tuanya rencanakan.
"Sudah cukup, saatnya aku kan Nea bersama. Lewis hanya pria tidak berguna." Kim merasa di atas awan saat mengetahui cinta Lewis tak hanya untuk Nea, ada wanita lain di dalam hubungan mereka. Masih ada kesempatan untuknya membuat hubungan Nea dan Lewis renggang. Apapun akan dia lakukan demi pujaan hati yang sangat ia dambakan sejak dulu.
Kim beranjak dari tempat duduknya, dia segera meraih mantel hitamnya. Ia segera keluar dari ruang kerjanya.
"Kau ikut aku pergi ke suatu tempat." Kim menunjuk salah satu bodyguard yang menjaga tiap sudut ruangan untuk ikut pergi bersamanya. Sang penjaga mengekor langkah sang bos.
Kim menuju tempat parkir mobil mewahnya, dia memilih satu mobil dengan warna biru tua. Sang penjaga masuk ke dalam mobil, dia duduk di kursi kemudi.
"Bos? kita pergi ke mana?" Sang penjaga menoleh ke arah bos Kim yang duduk di jok belakang.
"Tempat biasa, para gadis berdansa." Kim ingin menemui seorang teman yang akan membantunya mendapatkan Nea.
Sang penjaga segera menghidupkan mesin dan mengendarai mobil milik sang bos.
Di sepanjang perjalanan menuju tempat yang di maksud, Kim membayangkan betapa dia dan Nea adalah pasangan yang serasi.
"Wanita itu, sudah kau temukan bos? kelihatannya kau sangat gembira." Sang penjaga menangkap aura bahagia di raut wajah sang bos yang terlihat jelas kaca tengah mobil.
"Dia sudah menikah saat aku menemukannya, tetapi bukan halangan untukku mendapatkan cintanya. Segalanya akan aku lakukan untuknya, jika jalannya harus membunuh suaminya, pasti akan aku lakukan." Kim sudah kehilangan akal, dia tak mampu membedakan antara waras dan tidak karena yang dia inginkan hanya bersama Nea.
"Kau memang luar biasa untuk hal ini, semoga dia segera melihat cinta darimu yang begitu besar." Sang penjaga sangat memahami sifat bosnya, tidak ada yang bisa melawan keinginan Kim.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di tempat yang di tuju.
__ADS_1
'Moonlight Bar.'