
Hubungan Haruka dan dokter Leo yang awalnya hanya sebuah simbiosis mutualisme, kini berubah menjadi cinta. Entah sejak kapan Haruka sudah menerima Leo untuk menjadi selingkuhannya. Hari demi hari mereka lalui, hubungan terlarang itu pada akhirnya di ketahui oleh Lewis. Pria itu memergoki isterinya telah tidur bersama Leo di apartemen milik sang dokter, dia menghajar sang sahabat sampai babak belur. Tidak cukup sampai di situ, ternyata Haruka justru lebih membela Leo daripada dirinya, bahkan dia rela tiada untuk selingkuhannya itu.
"Kalian berdua memang brengsek!" Lewis menendang perut Leo, dia kembali memukul wajah tampan itu hingga meninggalkan bekas luka di ujung bibir dan pelipisnya.
"Le, apa kau ingat siapa aku?" Dokter Leo menatap wajah Lewis yang penuh amarah.
"Kau sahabat yang berkhianat, itu yang kuingat tentangmu!" Lewis kembali melayangkan bogem mentah ke arah Leo, tapi Leo masih tetap bertahan.
"Ibuku adalah kekasih ayahmu, mereka saling mencintai dan ibuku menjadi korban keegoisan ayahmu!" pekik Leo yang sangat ingin mengatakan kenyataan ini sejak awal mereka bertemu.
"Apa? apa kau Peter? anak dari wanita yang bunuh diri dua puluh tahun yang lalu?" Lewis terkejut saat mengetahui kebenaran tentang sang sahabat yang ternyata bernama asli Peter.
Flashback : on
Lewis masih berusia lima tahun saat mengetahui sang ayah memiliki wanita lain di hidupnya selain sang ibu, Lewis kecil sama sekali tidak mengadu kepada siapapun tentang kebenaran ini meskipun setiap hari dia menemani sang ayah menemui ibu keduanya yang memiliki anak laki-laki seumuran dengannya. Tapi saat dia mengetahui sang ibu keduanya telah tiada, Lewis kecil sangat terpukul. Dia juga harus berpisah dengan Peter, anak dari selingkuhan tuan Hans Smith. Penyebab kematian ibu Peter juga dia tidak tahu persis. Ayahnya mengatakan jika ibu Peter meninggal karena bunuh diri. Setelah itu penyelidikan di hentikan begitu saja, membuat Peter geram dan ingin menghancurkan keluarga Hans Smith. Dia menjadikan Lewis sebagai orang terdekatnya hanya untuk balas dendam.
Flashback : off
"Ya, aku adalah Peter di masa lalu, kini aku adalah seorang dokter dan juga sahabatmu," Leo terlihat sombong dan angkuh saat menyebutkan profesinya yang terdengar elit itu.
"Cih! dokter tidak berguna! Haruka, kau ikut aku kembali ke mansion, kau masih isteriku jadi menurut padaku," Saat Lewis ingin meraih tangan Haruka, satu tangan Leo mencegahnya. Dia memeluk Haruka dan meminta Lewis pergi.
"Dia adalah milikku," Leo semakin mempererat pelukannya. Lewis tidak tinggal diam, dia masih berusaha membawa Haruka kembali.
Pertarungan kembali terjadi, keduanya merebutkan Haruka yang tidak lain adalah wanita jahat yang haus kekuasaan.
"Kau cukup kuat untuk bertahan Peter," Lewis benar-benar membuat Peter alias Leo babak belur.
__ADS_1
Haruka merasa di atas angin karena menjadi rebutan Lewis dan Leo, tapi wanita itu tidak memahami jika apa yang di lakukan Lewis adalah semata untuk Hiro, anak dari Haruka. Setelah dia berhasil memenjarakan Haruka, dia akan merebut hak asuh Hiro dan menjauhkannya dari sang ibu yang jahat itu.
"Haruka! ikut denganku!" pinta Lewis.
"Maaf Lewis, aku tidak bisa," jawab Haruka tegas.
"Kita selesaikan pernikahan kita!" ucap Lewis, ia sudah sangat bersabar.
"Apa itu yang kau mau? selama ini kau hanya mementingkan dirimu sendiri dan Nea, hanya dia! sekarang jika aku bersama Leo, tidak akan berpengaruh apapun padamu kan?" Haruka benar-benar sudah lelah dengan sikap Lewis.
"Kita selesai! lakukan sesukamu, Hiro adalah anakku, kau tidak boleh menyentuhnya!"
BRAK!
Lewis membanting pintu itu, entah dia cemburu atau hanya emosi sesaat, cinta yang hanya semu untuk Haruka sudah benar-benar hilang.
Tiga bulan kemudian...
Haruka berada di balik di jeruji besi saat hak asuh Hiro telah jatuh ke tangan Lewis dan Nea. Kini hidup Haruka semakin kacau, dia sedang hamil anak dokter Leo, tetapi sang dokter kabur karena manjadi tersangka penculikan si kembar. Dia telah salah berurusan dengan Lewis, tapi sayang dokter Leo terlalu lihai untuk menjadi seorang penjahat, dia bisa lolos dari jerat hukum.
Kini namanya bukan Leo, tetapi Peter. Dia menjelma menjadi bos penjahat di kota itu. Dendamnya pada Lewis begitu membara. Saat ini, dia berencana menargetkan Nea. Wanita itu adalah harta paling berharga dari Lewis, dia bisa melakukan apapun untuk gadis itu tanpa berpikir panjang.
Pagi itu Nea baru saja pulang dari berjalan-jalan dengan si kecil, Hiro. Tapi tiba-tiba saja ada orang yang membiusnya. Seketika wanita itu pingsan. Hiro menangis, orang itu membawa Hiro dan Nea secara terpisah.
"Nea Wijaya, kau sangat cantik!" Suara Peter menggema di telinga Nea.
Seketika Nea terkejut saat mengetahui dirinya berada di dalam mobil Peter.
__ADS_1
"Dokter Leo? apa yang kau lakukan padaku? dimana anakku?" tanya Nea yang kebingungan.
"Panggil aku Peter, Leo masa lalu, kau adalah milikku Nea!" Peter membelai rambut indah Nea, kali ini dia di buat jatuh cinta dengan wajah Nea yang semakin cantik.
"Lepaskan aku! laki-laki kurang ajar!" Nea berusaha melepaskan genggaman tangan Peter.
Ciitttttttt...
Saat Nea merasa terpojok, mobil itu berhenti mendadak. Tiba-tiba terlihat sosok Lewis, dia membuka paksa mobil itu dan menarik tangan Nea. Peter tidak diam begitu saja, dia juga menarik tangan wanita itu.
Nea mengigit tangan Peter dan kabur bersama Lewis mengendarai motor miliknya. Peter tidak tinggal diam, dia segera meminta sang sopir untuk mengejar motor Lewis.
Cukup lama mobil dan motor itu saling kejar kejaran, tepat di sebuah gang sempit, mobil itu tidak bisa lagi mengejar motor Lewis.
"Sial! mereka berhasil kabur!" Peter kesal, dia mengurungkan niatnya untuk mengejar motor Lewis.
Lewis melihat di kaca spionnya jika Peter sudah tidak mengejarnya lagi.
"Isteriku, kita beristirahat dulu di sana," ucap Lewis sembari menunjuk sebuah tempat yang tak terduga. Ternyata gang sempit itu menuju ke sebuah taman bunga Lily yang indah.
Lewis mengajak Nea menyusuri taman bunga itu. Tapi saat Nea mengingat Hiro, wajahnya kembali murung. "Suamiku, dimana Hiro? kemana mereka membawanya?"
"Aku akan segera menelepon polisi, Peter sudah menjelma menjadi pria kejam," jelas Lewis.
"Segera kau temukan anak kecil itu, dia masih begitu kecil untuk mengetahui kejamnya dunia," tukas Lewis.
Lewis memeluk Nea, dalam dekapan sang suami, dia menangis terisak. "Mengapa takdir hidup membawa kita ke dalam keadaan yang sulit ini Lewis," Masih dalam pelukan sang suami.
__ADS_1
"Entahlah, aku hanya tahu, kita harus selalu bersama saat terjadi apapun. Aku telah menyesali segalanya, aku akan tetap seperti ini selamanya bersamamu," Mata mereka saling bertatapan, Nea tersenyum. Baru kali ini dia merasa nyaman berada di pelukan sang suami. Semoga kisah bahagia ini tak terhenti di taman ini, kisah akan terus berlanjut hingga maut memisahkan.