
Lewis menunggu sang detektif di depan kantornya. Karena dia harus mengerjakan hal penting di sana. Setelah sang detektif datang, dia segera memintanya masuk ke dalam mobil. Sang detektif mengatakan jika posisi Peter tidak berubah dari sebelumnya. Sejak kabur, dia selalu berada di sana. Besar kemungkinan, Peter telah memiliki sebuah keluarga. Ini dibuktikan dengan perkataan seseorang yang tidak bisa menyebutkan namanya mengatakan jika melihat Peter selalu keluar dengan seorang bayi laki-laki. Lewis semakin penasaran dengan apa yang dilakukan Peter di rumah itu.
Perjalanan menuju rumah Peter lumayan jauh, mereka harus menempuh jarak sekitar 2 jam perjalanan.
"Apa kau yakin ini jalannya?" tanya Lewis ragu.
"Menurut informasi memang ini jalannya bos," jawab sang detektif.
"Mengapa jalannya aneh ya, tidak seperti jalan-jalan yang lain di kota ini," Lewis melakukan alamat itu.
"Tidak bos, ini adalah alamat yang sebenarnya," ucap sang detektif.
"Baiklah, jika ini memang jalan yang sebenarnya aku ikuti apapun yang kau ucapkan," Lewis mencoba mempercayai sang detektif.
Saat sang detektif meminta Lewis berhenti, pemandangan mengejutkan membuatnya terhenyak. Saat dia ingin keluar dari mobilnya, ada sosok Hiro yang di gendong oleh seorang suster. Lewis ingin sekali mengejar suster itu, tetapi dicegah oleh sang detektif.
"Itu anakku Hiro, aku harus membawanya pergi dari sini. Aku yakin jika Peter ada disini juga," Lewis gelisah, saat dia menemukan sosok putranya yang telah hilang beberapa bulan lalu. Dia juga merasa bahagia karena Peter tidak membunuh anaknya.
"Kita tunggu waktu yang tepat tuan, kita butuh bantuan kepolisian, jangan bertindak gegabah, kasihan anakmu nanti," pinta sang detektif.
"Jika itu membuat anakku selamat, aku akan bersabar," jawab Lewis lemas.
Sang detektif menghubungi aparat kepolisian yang ada di kota itu. Dia mengatakan ingin meringkus seorang penjahat di jalan xxx kota xxx. Aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan itu dan akan datang dan waktu 1 jam.
__ADS_1
Selama menunggu kedatangan anggota kepolisian, Lewis dan sang detektif mengawasi gerak-gerik penghuni rumah mewah itu.
Hanya berselang beberapa menit, muncul sosok Peter yang masuk kedalam mobil dan mengajak serta suster yang menggendong Hiro tadi.
Lewis ingin sekali mengejarnya, namun dicegah lagi oleh sang detektif. Sang detektif mengatakan jika Lewis mengejar Peter, akan sangat beresiko. Peter akan kabur dan mereka akan kembali kehilangan jejaknya.
Lagi-lagi Lewis harus bersabar dan berlapang dada mengikuti segala arahan dari sang detektif. Meskipun dirinya sangat ingin mendekati tubuh Hiro yang sejak lama ingin ia gendong itu.
"Kita hanya bisa menunggu?" tanya Lewis.
"Iya, setelah para anggota kepolisian datang, kita akan mengambil tindakan," jawab sang detektif.
Sembari menunggu, Lewis mengirimkan pesan singkat kepada Nea. Dia mengatakan jika sang isteri harus berhati-hati karena Peter ada di kota ini. Apalagi sekarang, posisi Myka yang mencintai Peter. Myka akan sangat mudah dipengaruhi oleh Peter.
Setelah mendapat balasan pesan singkat dari sang istri, dia juga membalas pesan tersebut. Dia mengatakan jika Hiro masih hidup. Bayi kecil mereka berada di rumah mewah milik Peter. Harapan mereka telah kembali, Hiro masih hidup dan dia sehat. Setelah Lewis mengirimkan pesan singkat itu kepada Nea, tapi sang isteri tak kunjung membalas pesan itu. Alhasil dia harus menunggu dan menunggu lagi.
Beberapa menit kemudian, datanglah anggota kepolisian, mereka menghampiri Lewis dan sang detektif yang sedang duduk di dalam mobil. Waktu yang di nantikan telah tiba. Peter kembali lagi ke dalam rumah mewah itu. Segera saja Lewis, sang detektif dan para anggota kepolisian bergerak menuju rumah Peter.
Awalnya sang kepala polisi memencet bel rumah mewah itu. Dia menyamar sebagai tamu, sedangkan yang lainnya bersembunyi di sekitar area rumah Peter.
Saat sang pelayan membukakan pintu, kepala polisi yang menyamar sebagai tamu itu menanyakan banyak hal tentang Peter. Tapi dia tidak memberikan alasan yang jelas, saat sang pelayan merasa takut, datanglah Peter.
Peter merasa jika tamu itu, bukan tamu sembarangan. Pria itu masih berakting, Peter menghadapi dengan santai sang tamu. Namun saat sang tamu mulai beraksi, Peter dengan sigap menyanderanya, ia mengarahkan pistol tepat di kepala sang kepala polisi. Semua anggota kepolisian berkumpul. Peter ingin berbuat nekat, jika semua orang tidak menyerah, kepala polisi akan ditembak mati olehnya.
__ADS_1
Saat Peter mengancam, Lewis datang menggantikan kepala polisi tersebut. Dia meminta Peter melepaskan sang polisi, jika tidak, ia akan tewas.
Namun Peter tidak mendengarkan perkataan Lewis, justru dia masih merasa sombong.
"Menyerahlah Peter," ucap Lewis yang juga menggunakan senjata api di tangannya.
"Kau licik Lewis, harusnya aku sudah membunuhmu sejak dulu," jawab Peter.
Lewis bertindak heroik, dia segera menembak kakinya. Peter tersungkur dan sang polisi berhasil lepas dari dekapannya.
Peter tidak tinggal diam, dia membalas setiap tembakan dari Lewis, tapi satu tembakan di dadanya membuat Peter benar-benar roboh. Lewis berhasil merobohkan Peter dengan cepat. Anggota kepolisian segera mengevakuasi Peter.
Sedangkan Lewis segera masuk ke dalam rumah mewah itu dan mencari keberadaan Hiro. Ia mendapati ada sebuah kamar yang dengan pintu terbuka, di sana terdengar suara bayi menangis di dalam box bayi.
Lewis menyelamatkan anaknya, dia menggendong Hiro menuju keluar rumah. Kepolisian berhasil meringkus Peter. Kini ia merasa senang karena anaknya berhasil selamat.
Peter segera dibawa ke sel tahanan. Lewis segera menelpon Nea, jika dia berhasil menyelamatkan Hiro. Saat Hiro berada di dekapan sang ayah, anak kecil itu akhirnya berhenti menangis.
Ia membawa Hiro masuk kedalam mobilnya bersama sang detektif. Dia merasa sangat bahagia karena berhasil mendapatkan Hiro kembali. Sang detektif juga ikut merasa bahagia.
Lewis berterima kasih dengan sang detektif karena atas sarannya, semua berjalan dengan baik tanpa halangan suatu apapun.
Lewis meminta sang detektif untuk mampir ke rumah ibu mertuanya, dia ingin berterima kasih dengan mengundang sang detektif makan malam di rumah ibu mertuanya. tetapi dia tidak mau, dia mengatak masih banyak pekerjaan. Sang detektif meminta tolong agar Lewis mengantarnya sampai kantornya. Lewis menyanggupi, dengan hati yang berbunga-bunga dia bermain dengan Hiro.
__ADS_1
"Kau sudah kembali pulang, daddy akan mengajakmu pergi ke tempat bermain yang indah yang sangat ingin kau datangi yaitu, bertemu dengan ibumu. Dia mungkin sedang sakit, tetapi saat melihatmu, ibumu akan cepat membaik dan dapat mengasuhmu." Raut wajah Lewis sangat bahagia, dia beruntung mampu bertemu dengan anak kandungnya kembali.