
Lewis dan Nea berada di satu meja, mereka mulai berdiskusi. Sang isteri menjabarkan ide yang ia miliki agar perusahaan sang suami lekas membaik. Ada banyak langkah yang harus di tempuh oleh Lewis. Dia harus menjual beberapa aset perusahaan untuk membayar bank, setelah itu mulai menerapkan strategi baru dengan mengajak para karyawan kepercayaannya yang terpaksa di PHK untuk kembali bergabung. Nea akan membantu masalah keuangan perusahaan sang suami.
Satu persatu permasalahan sudah menemukan jalan keluar, Lewis bangga terhadap sang isteri yang sangat cerdas itu. Tanpa terduga, Lewis tiba-tiba bersimpuh di kaki sang isteri yang telah ia khianati tapi masih tetap mau membantunya itu.
Lewis merasa sangat menyesal, Nea meminta sang suami untuk bangkit dan tetap percaya jika setiap permasalahan itu pasti ada jalan keluarnya. Lewis memeluk tubuh sang isteri dengan sangat erat, dia berjanji tidak akan menyakiti Nea lagi. Dia mengatakan jika tidak ada orang lain di dalam hatinya selain isterinya.
"Sayang, setelah anak itu lahir, aku akan menceraikan Haruka, wanita licik itu tidak boleh mengasuh darah dagingku, nanti bisa-bisa anakku menjadi licik seperti dirinya," ucap Lewis.
"Suamiku, setiap orang pasti memiliki masa lalu, begitu juga Haruka. Kau bisa dengan mudahnya mengatakan hal tersebut, tetapi untuk seorang ibu, itu adalah kata-kata yang menyakitkan, seorang wanita jika sudah menjadi seorang ibu pasti akan lebih dewasa, jadikan Haruka isterimu selamanya, seperti aku juga yang ikhlas kau bagi, kau juga harus ikhlas jika anakmu lahir dari rahimnya. Jangan menjelekkan Haruka di depanku, dia akan sedih jika mendengarkan semua ucapanmu, aku mohon, bertindak adil kepada kedua pihak," jawab Nea.
Lewis semakin takut kehilangan Nea, penyesalannya mungkin terlambat, tetapi tidak akan membuatnya berhenti berintrospeksi diri, banyak hal yang belum ia lakukan sebagai seorang suami, selain mengerti dan memahami Haruka, perlahan dia juga harus berbuat baik pada mantan kekasihnya itu, bagaimanapun juga, dia adalah wanita yang pernah di cintai oleh Lewis di masa lalu, apalagi ada buah cinta keduanya yang berada di rahim Haruka.
Percakapan antara Lewis dan Nea, serta pelukan romantis keduanya ternyata di ketahui oleh Haruka yang tidak sengaja melihat di balik pintu ruang kerja yang tidak tertutup rapat. Meskipun dia merasa kesal dan benci kepada kedua orang yang mempermalukan dirinya itu, tetapi ada rasa sakit di dadanya, sangat sesak, mengingat dirinya sedang hamil anak Lewis.
"Seharusnya aku yang ada di sana, bukan kau kak Nea, kau telah membuat Lewis lebih memilihmu daripada aku, ini menyakitkan sekali," ucap Haruka yang segera pergi dari pemandangan yang menyesakkan dadanya itu.
Haruka masuk ke dalam kamar utama, dia menangis, meratapi kisah hidupnya yang sangat menyedihkan. Bukannya mendapatkan perlakuan baik serta mesra dari sang suami, justru dia harus melihat hal yang membuatnya tertekan. Malam pertama pernikahanpun dia lalui dengan tidur tak se-ranjang dengan sang suami. Haruka kesal, dia ingin berteriak atas ketidakadilan ini, namun dia tidak mampu melakukan apapun selain pasrah, dia merasa terbuang, di saat pernikahannya yang baru saja berlangsung, hanya pandangan jahat yang Lewis berikan padanya, Lewis seperti tidak menginginkan dirinya hadir.
Sakit hatinya semakin menjadi, Haruka memiliki rencana jahat untuk memisahkan Nea dan Lewis sebelum anaknya lahir dan di usir dari mansion.
"Ayah, andaikan kau masih hidup, aku pasti tidak akan mengenal Lewis dan harus berbagi cinta yang menyiksa ini, aku hamil anak Lewis, tetapi dia tidak perduli padaku, sampai kapan penderitaan ini berakhir," ucap Haruka sambil menitihkan air matanya.
Di saat Haruka merasa sedih, terdengar ketukan pintu yang berasal dari luar kamar utama, dia malas untuk membukanya. Haruka membiarkan pintu kamar utama tetap tertutup.
__ADS_1
KLEK
Ada orang yang tidak sabaran di balik pintu kamar utama itu, dia adalah sang ibu sambung, Meylan.
"Kau lagi!" ucap Haruka yang harus melihat sang ibu sambung setiap hari.
"Cih, kau begitu tidak menginginkanku ternyata, kita tinggal satu atap, mana mungkin tidak berpapasan setiap hari," jawab Meylan yang mendekati Haruka yang sedang duduk di pinggir ranjang kamar utama.
...(Kamar utama)...
"Katakan saja tujuanmu datang kemari, tidak perlu berbasa-basi," tukas Haruka.
"Beri aku uang 200 juta, aku ingin berinvestasi berlian dengan seorang teman," pinta Meylan.
"Cih, kau pikir aku mesin pencetak uang? saat kau minta langsung memberikannya? aku tidak mau," jawab Haruka.
"Wah kau memang seperti Reiko, sangat angkuh dan pelit," ledek Meylan.
"Hentikan membahas ibuku, jika aku ada uang, sudah pasti akan aku kasih, tetapi yang sebanyaknya itu, aku tidak memilikinya," jelas Haruka.
"Suamimu kan kaya raya, mintalah saja padanya," ucap Meylan.
__ADS_1
"Perusahaannya sedang mengalami masalah, dia juga terlilit hutang, apa yang akan aku minta padanya?" jawab Haruka.
"Kau harus mendapatkannya! aku tidak perduli apapun yang terjadi, jika kau tidak menuruti permintaanku, dengan mudah aku bisa menendangmu dari sini," ucap Meylan dengan senyum menyeringai.
"Lakukan saja, aku sedang pusing, kau pergilah ibu menyebalkan!" usir Haruka.
"Tanpa kau usir, aku akan pergi, dasar perempuan licik!" umpat sang ibu sambung.
"Baguslah jika kau tahu, saat kau berbuat licik padaku, secepatnya akan ku balas! tunggu saja!" ucap Haruka tegas.
BRUAK!
Meylan emosi mendengar ucapan Haruka yang membuat panas telinganya itu, dia membanting pintu kamar utama dengan cukup keras.
"Hah! sialan! dia itu wanita macam apa? selalu melawan, beraninya mengancam Meylan, dia itu memang cari mati!" ucap Meylan.
Dengan langkah cepat, Meylan kembali ke kamar tamu karena harus menelpon sang sahabat untuk menunda investasi berliannya.
"Westly, maaf...aku belum mendapatkan uang itu, apa kau mau menunggu?" tanya Meylan di sambungan teleponnya.
"Tidak masalah, hubungi aku jika uang itu sudah siap," jawab Westly.
Westly adalah sahabat Meylan saat tinggal di Jepang, saat berita pernikahan Haruka dan Lewis santer terdengar, tiba-tiba saja Westly menghubungi untuk menawarkan investasi. Dia ingin mengambil keuntungan dari pernikahan Haruka, meskipun Westly adalah wanita kaya raya, tapi dia tidak ingin mengalami merugikan dengan membiarkan uang yang ia punya tidak bertambah setiap harinya, tanpa sepengetahuan Meylan, Westly memiliki sisi buruk, pekerjaannya di luar menjadi pemilik perusahaan mobil mewah, dia juga terlibat bisnis narkoba. Keuntungan yang di dapatkannya lebih banyak dari pekerjaannya sebagai bos mobil mewah. Dia tergiur akan hal itu, sudah dua puluh tahun lamanya, dia berhasil menutupinya dari keluarga Haruka.
__ADS_1