Berbagi Cinta : STRONG WOMAN (NEA)

Berbagi Cinta : STRONG WOMAN (NEA)
Kerumitan Cinta


__ADS_3

Lima bulan berlalu, mereka berdua kembali bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Mereka menikah kembali untuk membahagiakan buah cinta mereka, Fea, Fany dan si kecil Jacob. Rumah tangga mereka kini lebih tenang dan tanpa gangguan karena Meylan dan Amaya telah masuk jeruji besi. Mereka berdua di dakwa telah menyelundupkan barang terlarang dan pemasok utama heroin dari kota itu. Mereka di penjara seumur hidup. Sedangkan Haruka, dia menjadi semakin terpojok saat Nea kembali ke mansion utama. Dia tidak ada harganya sama sekali di hadapan keluarga Lewis. Kini dia berada dalam situasi penuh bahaya. Lewis siap memenjarakannya karena telah menjebak Nea dan Robin, serta tuduhan pengiriman foto dan video palsu yang telah di lakukannya beberapa bulan lalu.


Haruka kabur dari mansion utama dan meninggalkan begitu saja babynya yang masih butuh kasih sayangnya. Dia terdesak, kehidupan mewah yang sangat dia inginkan, harta benda yang menjadi tujuan utamanya justu membuatnya jatuh ke dalam jurang penyesalan.


Di saat kekalutan melanda, tanpa sengaja wanita itu bertemu dokter Leo di halte bis dekat Rumah Sakit tempatnya bekerja.


Dokter Leo menyapa Haruka, namun wanita itu hanya diam.


"Apa kau isteri Lewis? kau Haruka bukan?" Dokter Leo duduk di sebelah Haruka yang hanya menundukkan kepalanya tanpa menggubris pertanyaannya.


"Mengapa hidupku harus tragis seperti ini, orang yang sangat aku cintai, sudah menikah dengan wanita lain, aku hanya meminta hakku, pada akhirnya hanya aku yang terluka, jawab aku dok! apa salahku?" Kini wajahnya menatap mata dokter Leo lekat dan menarik kerah bajunya.


Dokter Leo mencoba menenangkan Haruka, tetapi tangis wanita itu justru semakin keras.


"Aku akan menelepon Lewis, agar dia bisa menjemputmu," Saat dokter Leo ingin menghubungi Lewis, sontak Haruka membuang ponsel miliknya.


"Hey? apa yang kau lakukan?" Dokter Leo tak habis pikir dengan sikap Haruka yang menyebalkan itu.


Dia melepas pelukannya dan segera mengambil ponsel yang telah jatuh tersebut.


"Jika kau marah kepada suamimu, setidaknya jangan kau lampiaskan kepada ponselku, ini baru saja aku beli, kau harus menggantinya jika rusak parah," Dokter Leo menggerutu sambil memungut ponselnya.


"Aku sedang kabur, tampung aku di apartemenmu," Haruka menatap tajam ke arah dokter Leo.


"Bagaimana dengan Lewis?" Dokter Leo khawatir jika sang sahabat akan kesal padanya karena menyembunyikan isterinya.


"Masa bodoh dengan Lewis! aku hanya butuh hartanya saja, dia tidak akan memberikanku cinta. Dia hanya mencintai Nea, bukan aku," Pandangan mata Haruka semakin kabur, tiba-tiba saja tubuhnya ambruk tepat di pangkuan dokter Leo. Pria itu membawa Haruka ke apartemennya. Ada rasa egois dalam dirinya yang juga mengagumi kecantikan Haruka. Ini adalah kesempatan bagus bagi dokter Leo untuk mendapatkan hati Haruka.

__ADS_1


Di mansion utama...


Nea bermain bersama si kembar, dia juga sedang menyusui si kecil Jacob dan merawat anak Haruka bernama Hiro. Nea menatap wajah Hiro yang sedang tersenyum kepadanya, wanita itu terkejut saat Hiro memanggilnya mom. Berulang kali Hiro menyebut mom dan menunjuk dirinya, Nea merasa bahagia mengetahui Hiro mengenalinya juga.


"Hiro, anak mom Nea ya? Hiro jadi anak yang kuat," Nea memberikan Hiro ASI-nya, dia merasa iba karena sedari bayi, Haruka tidak pernah sekalipun mengurusnya, ia tahu semua itu dari sang ibu mertua yang sangat menyayangi baby mungil tidak berdosa itu. Nyonya Patricia merasa lega, hidupnya kembali normal.


"Nea, kau cepat akrab dengan Hiro, aura keibuanmu sungguh terlihat jelas," Nyonya Patricia memuji Nea yang pandai merawat cucu-cucunya termasuk Hiro.


"Anak adalah anugerah bu, sepatutnya kita harus menjaga mereka dengan baik," Nea menepuk lembut pundak ibu mertuanya, mereka saling pandang dan tersenyum.


"Mom,mom," Hiro menunjuk ke arah baby Jacob yang sedang minum ASI.


"Hiro mau?" Nea melihat baby Jacob yang telah terlelap, dia meminta tolong kepada ibu mertuanya untuk mengendong baby Jacob.


Hiro minum ASI, dia terlihat bahagia saat berada di dekapan ibu keduanya. Nea merasa jika Hiro juga anak kandungnya.


Malam semakin larut, Haruka tak kunjung kembali ke mansion utama, Lewis berusaha mencari keberadaan isterinya itu, tetapi tak juga mendapatkan petunjuk. Lewis berulang kali menelepon Haruka, namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Dimana wanita itu?" Lewis terlihat kesal karena Haruka begitu merepotkannya.


Di saat sang suami mencari keberadaan Haruka, justru wanita itu tengah menghabiskan malam bersama dokter Leo di apartemennya. Haruka merasa kotor, dia tidak pantas kembali kepada Lewis.


"Lihatlah aku, aku juga mencintaimu," Dokter Leo menatap wajah wanita tanpa busana yang berada di sampingnya itu.


"Apa kau gila Leo? aku isteri sahabatmu!" Haruka marah, dia merasa dokter Leo sudah keterlaluan padanya dan Lewis.


"Semalam kau tidak menolaknya sama sekali, kau terlihat sangat kesepian! datanglah padaku jika kau butuh pemuas hasratmu,"

__ADS_1


PLAK!


Ucapan dokter Leo memicu amarahnya, membuat Haruka mendaratkan tamparan keras di pipi kanan sang dokter.


"Tampar aku sebanyak yang kau mau karena tidak ada yang bisa merebutmu dariku, siapapun itu termasuk Lewis! kau paham?" Dokter Leo menunjukkan wajah aslinya. Dia menusuk Lewis dari belakang, mengkhianati persahabatan mereka yang sudah puluhan tahun terjalin.


Haruka beranjak dari ranjang, segera ia memungut bajunya yang telah berserakan di lantai. Satu persatu helai kain itu telah ia kenakan.


"Lupakan tentang malam ini, aku tidak butuh kau lagi," Haruka pergi begitu saja meninggalkan dokter Leo yang masih tersenyum sinis.


"Tidak semudah itu, aku telah merekam semua yang telah kita lakukan, jika ingin membuatmu malu, sangatlah mudah! kau hanya akan menuruti kemauanku, itu yang bisa kau lakukan, Haruka sayang!" Dokter Leo merasa di atas awan, dia yakin pasti bisa menaklukkan wanita keras kepala itu.


Dokter Leo menyuruh orang kepercayaannya untuk mencegah kepergian seorang wanita yang baru saja keluar dari kamarnya.


Tak butuh waktu lama, Haruka kembali ke apartemen Leo dengan tangan yang di borgol.


"Leo! apa kau tidak waras?" Haruka memberontak saat kedua orang kepercayaannya mencengkeram bahu tangannya.


"Kan aku sudah bilang, kau hanya milikku," Dokter Leo benar-benar membuka kedoknya sebagai seorang penjahat di depan Haruka.


Haruka terkejut saat pria itu menunjukkan video mereka saat berhubungan, dia meminta Leo untuk menghapusnya. Tetapi pria itu tak menggubris ucapan Haruka.


"Jadilah isteriku, tinggalkan Lewis yang bodoh itu!" Leo mendekati Haruka dan mendongakkan kepala wanita itu menggunakan jari telunjuknya.


"Cuh! kau pria brengsek! aku tidak sudi menjadi isterimu! sebenarnya kau siapa? bersembunyi di balik seragam dokter, sungguh menjijikkan," Haruka benar-benar membuatnya marah, pria itu menampar Haruka hingga dia pingsan.


"Wanita tidak tahu diri, kurung dia di kamar utama!" Titah Leo yang langsung di penuhi oleh kedua orang kepercayaannya.

__ADS_1


'Lewis, satu persatu isterimu akan aku habisi, seperti ayahmu dulu yang tega menghabisi ibuku dan membuangku di panti asuhan!" batin dokter Leo terkoyak saat mengingat kejadian kelam itu.


__ADS_2