
Lewis membawa Hiro pulang ke rumah ibu mertuanya. Saat sang ibu mertua melihat Hiro, dia sangat shock. Nyonya Wijaya tidak mengira jika Hiro masih hidup. Dia segera menggendong Hiro dengan erat di dalam pelukannya. Hiro tertawa di dalam dekapan nyonya Wijaya.
Lewis mengajak Hiro dan nyonya Wijaya untuk masuk ke dalam rumah. Mereka duduk di ruang keluarga. Lewis menceritakan segalanya tentang peristiwa penangkapan Peter. Ibu mertuanya tidak menghiraukan ucapan dari Lewis karena dia sedang asyik bermain dengan Hiro. Lewis memahaminya, dia mengerti tentang kerinduan seorang nenek kepada cucunya.
Nyonya Wijaya menanyakan tentang Haruka, Lewis menjawab juga Haruka masih dalam keadaan tidak bisa mengatakan apapun kepada siapapun. dia masih diam membisu. Dia akan bicara jika saat dia marah itupun akan mengamuk.
Nyonya Wijaya berinisiatif untuk merawat Hiro, namun Lewis mengatakan jika dia dan Nea yang akan merawatnya.
Saat mereka sedang merasa bahagia karena Hiro telah kembali, Nea dan yang lainnya kembali. Nea terkejut saat tiba-tiba ada sosok Hiro di dekapan nyonya Wijaya.
Nea langsung berlari dan memeluk Hiro, dia sangat terharu, begitu juga yang lainnya.
"Nea, kita sudah mendapatkan anak kita kembali," ucap Lewis merasa bahagia.
Nea masih belum percaya, jika Hiro yang selama ini telah tiada, sosoknya muncul kembali. Kini si kecil Hiro, mendapatkan kasih sayang dari seluruh anggota keluarganya dan Lewis.
"Nea, aku ingin membawa Hiro menemui Haruka, bagaimanapun juga wanita itu adalah ibu kandung dari Hiro," pinta Lewis.
"Tidak masalah, seharusnya memang seperti itu. Kita buat Hiro menjadi pribadi yang menghormati kedua orang tuanya, terlepas dari perbuatan buruk atau baik yang orang tuanya lakukan," jawab Nea bijak.
"Apa yang kau katakan itu benar Nea. Harusnya memang anak harus berbakti kepada kedua orang tuanya," timpal nyonya Wijaya menyetujui ucapan Nea.
Anggota keluarga Lewis kini semakin sempurna dengan kembalinya Hiro. Peter yang selama mengganggu kehidupan keluarga Lewis, sudah masuk ke dalam penjara karena perbuatannya. Untuk selanjutnya, tugas Lewis adalah menyampaikan kebenaran tentang Peter alias Jonathan.
"Mika, bolehkah aku bicara sebentar?" tanya Lewis.
__ADS_1
"Boleh kak, ada apa?" tanya Mika.
Lewis mengajak Mika ke kamarnya, dia mengatakan segalanya tentang Peter. Awalnya Myka tidak peduli tetapi karena dia ingin menyelesaikan kisah mereka berdua, Myka setuju bertemu dengan Peter. Lewis mendukung segala yang terbaik untuk Myka.
Lewis dan Myka berencana ingin mengunjungi Peter. Mereka berdua berpamitan kepada anggota keluarga yang lain untuk pergi sebentar, tetapi mereka berdua tidak mengatakan jika ingin pergi menemui Peter di penjara.
Semua anggota keluarga yang tidak mengetahui rencana mereka berdua, memberikan izin. Setelah izin selesai, mereka berdua berangkat mengendarai mobil milik Lewis menuju kantor kepolisian.
Di dalam mobil...
"Apa kau yakin ingin bertemu dengannya dan mengatakan banyak hal?" tanya Lewis ragu.
"Tentu saja, mengapa aku harus banyak berpikir? aku dan Peter sudah berhubungan lama sekali, tapi hari ini, dia tiba-tiba hadir dalam hidupku dan kembali membuka luka lama. Aku tidak mengira jika Peter yang membuat nona Haruka terluka, aku semakin tidak respect padanya. Kakak biarlah aku melepas segalanya. Jika memang dia adalah orang yang harus aku lupakan, aku sangat ikhlas untuk merelakannya," ucap Myka yakin.
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku hanya ingin mengingatkanmu agar tidak terlalu sedih setelah ini. Peter juga belum mengetahui jika kau adalah adikku, saat kau bertemu dengannya, aku menunggu di luar saja ya? aku malas melihat wajahnya," pinta Lewis.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di kantor kepolisian, mereka melewati lorong menuju ruang untuk mengunjungi para tahanan.
"Aku menunggu di mobil ya?" ucap Lewis.
"Baik," jawab Myka singkat.
Setelah Lewis pergi dari kantor kepolisian itu. Myka memberanikan diri untuk bertemu Peter. Perlahan dia masuk ke ruang khusus yang digunakan untuk mengunjungi penghuni sel. Setelah dia mengatakan kepada petugas untuk mengunjungi tahanan yang bernama Peter, beberapa menit kemudian, petugas membawa Peter masuk ke dalam ruang tunggu yang tersekat oleh dinding kaca.
"Hay Jo!" sapa Myka yang mulai duduk di kursi yang sudah disediakan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau tahu aku ada disini?" tanya Peter heran.
"Aku kesini hanya untuk menyelesaikan kisah kita. Selama ini, aku menunggumu Peter, tetapi kau telah memiliki kekasih lain di luar sana, meskipun begitu, aku tetap menunggumu, sampai pada akhirnya aku tahu kau telah melukai nona Haruka. Jonathan Peter, aku merasa malu dengan kelakuanmu, tapi sebagai orang yang pernah mencintaimu selama ini, aku menganggapnya seperti sebuah peristiwa yang buruk. Aku memutuskan untuk melepaskanmu, hiduplah dengan bahagia di luar sana bersama orang-orang yang kau sayangi setelah kau keluar dari tahanan ini. Jadilah pria lebih baik Peter," pesan Myka.
"Maafkan aku telah melakukan hal buruk kepada Haruka dan dirimu serta keluargamu, ini semata hanya sebuah kesalahpahaman di masa lalu. Jika kau ingin aku berubah, menikahlah dengan pria lain, jangan pernah mencintaiku lagi karena aku tidak pantas untukmu," ucap Peter, memohon.
"Baik, aku akan melepaskanmu dan segera menikah dengan pria lain. Tetapi dengan syarat, kau harus merubah sifat jahat yang kau miliki, buang segala dendam yang ada di dadamu," Harapan Myka untuk Peter.
"Banyak hal yang tidak kau ketahui, tapi semoga saja aku bisa berubah seperti yang kau harapkan," jelas Peter ambigu.
"Aku masih banyak urusan, maaf! aku harus pulang," Myka beranjak dari tempat duduknya dan segera keluar dari ruang kunjungan itu.
Dia meninggalkan Peter dan segala masa lalunya di sana. Tidak ada tangis, tidak ada luka, semuanya berjalan dengan damai dan indah.
"Peter! semuanya telah selesai," ucap Myka yang kini merasa lega.
Gadis itu melangkahkan kakinya keluar dari kantor polisi, langkahnya kini lebih yakin dari sebelumnya. Dia berjalan menuju mobil Lewis dan segera masuk ke dalamnya.
"Cepat sekali Myka, apa dia mengatakan hal yang buruk padamu?" tanya Lewis penasaran.
"Tidak ada yang seperti itu kak, semuanya baik-baik saja. Aku sudah melupakannya dan akan mencari kehidupan yang baru," ucap Myka dengan tersenyum.
"Bagus Myka, kau memang harus menjadi wanita yang kuat. Masih banyak hal yang bisa kau lakukan selain mencintai Peter. Jalanilah hidupmu dengan baik, kau pasti bisa," jawab Lewis memberikan petuahnya.
"Kau terlihat seperti orang tua kakak," canda Myka.
__ADS_1
"Aku memang sudah menjadi orang tua, anakku saja sudah 4."
Mereka berdua tertawa bersama, melepaskan kepenatan yang ada. Penjahat yang telah sekian lama meneror kehidupan keluarga Lewis, kini telah masuk ke dalam penjara. Kebahagiaan yang keluarga itu harapankan, akan segera terwujud menjadi nyata.