Berbagi Cinta : STRONG WOMAN (NEA)

Berbagi Cinta : STRONG WOMAN (NEA)
Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Robin secara khusus mendatangi Lewis di kantornya setelah sekian lama menghilang. Dia mengatakan jika Nea tidak bersalah. Dia membawa bukti foto dan video tentang kebersamaannya dengan Nea. Saat Lewis mengetahui jika foto dan video yang ia dapatkan dari pengirim yang tidak jelas itu palsu alias hasil editan, mantan suami Nea itu marah, lagi-lagi dia menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai.


"Sialan! harusnya aku tidak melakukan semua ini kepada Nea, aku akan menemuinya dan meminta maaf," Lewis beranjak dari tempat duduknya namun di cegah oleh Robin.


"Biar aku yang bicara padanya, aku tahu kalian masih saling mencintai. Nea bukan type wanita mudah jatuh cinta, setengah mati aku berjuang untuknya tapi dia menolakku. Kau adalah cinta sejatinya, tapi kali ini dengarkan aku. Dia masih terguncang, apalagi kau berbuat buruk padanya saat ia hamil. Kau bahkan menuduh bayi itu bukan anak kalian, dia pasti sangat terpukul. Tunggu semuanya reda, aku akan membantumu," Robin membuat Lewis percaya padanya karena memang sejatinya cinta Nea hanya untuk sang mantan suami.


Robin berpamitan untuk segera pergi menemui Nea di rumahnya. Lewis membiarkan Robin, dia harap sahabat Nea itu benar-benar membantunya kembali rujuk dengan dirinya.


Di rumah mewah Nea...


Saat Robin hendak menekan bel rumah Nea, tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan bunyi klakson mobil dari arah belakang, saat di menoleh, ternyata mobil Nea ingin masuk ke dalam rumahnya tapi terhalang oleh mobilnya.


"Sudah lama di sana?" Nea mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil dan menatap pria gagah yang juga menatapnya itu.


"Baru Ne, aku ingin bicara padamu, penting!" Robin memohon dengan sangat kepada Nea.


"Bicara di rumah?" tanya Nea.


"Di cafe tempat kita berkumpul dulu waktu kuliah," pinta Robin.


Nea setuju karena dia juga ingin bersantai karena seharian ini penat bekerja. Keduanya menaiki mobil masing-masing menuju cafe yang sering mereka datangi bersama teman-teman kuliah dulu.


Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di tempat yang di tuju, setelah memarkir kedua kendaraan mewah itu. Nea dan Robin turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe tersebut. Nea dan Robin duduk di tempat favorit mereka, meja nomor lima. Seorang pelayan datang dan menawarinya mereka makan serta minum, keduanya hanya memesan dua minuman jus alpukat.

__ADS_1


Sambil menunggu pesanannya datang, Robin membahas tentang tujuannya menemui Nea. Dia sudah bertemu Lewis dan menyerahkan bukti itu. Robin meminta Nea dan Robin berbicara lagi, tapi Nea sudah muak, tapi Robin memiliki rencana lain untuk Nea dan Lewis.


Robin sengaja meminta Lewis datang ke cafe itu, sosoknya telah berada di belakang meja mereka mengenakan penutup kepala.


"Apa kau masih mencintainya?" Robin bertanya kepada Nea agar Lewis tahu apa isi hati Nea sesungguhnya.


"Siapa?" Dahi Nea berkerut, dia pura-pura tidak mengetahui apapun.


"Lewis, apa kau masih mencintainya?" Robin bertanya kembali untuk menegaskan perasaan apa yang di milikinya untuk Lewis.


"Tentu saja masih, biarpun dia begitu jahat padaku, rasa cinta ini tidak akan berkurang, tapi saat tahu dia menelantarkan anak-anak aku jadi tidak respect dengannya, rasa cintaku untuknya hanya saat di menjadi pria bertanggung jawab, tidak mudah terhasut oleh siapapun," Penjelasan Nea cukup untuk membuat Lewis berintrospeksi diri. Kemarahannya tidak seharusnya menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.


Robin mengatakan kepada Nea jika dia ingin pergi ke kamar kecil. Saat Robin pergi, Lewis mendekati Nea dan duduk di hadapan sang mantan isteri. Nea terkejut saat melihat sosok Lewis di hadapannya. Sang mantan isteri mencoba kabur, Lewis mencegahnya.


"Tunggu," Lewis meraih tangan kanan Nea namun wanita itu memberontak.


"Maaf Nea, aku akan memperbaiki segalanya, aku yang salah," Lewis mencoba membujuk Nea agar mau kembali padanya.


"Lepaskan aku Lewis," Nea sangat sesak, dia ingin lepas dari pelukan Lewis.


"Tidak akan, aku tidak ingin kau pergi lagi, kembalilah padaku," pinta Lewis.


Pria itu terus saja memohon, membuat Nea muak dan kesal. Dia menginjak kaki Lewis dan kabur.


...* * *...

__ADS_1


Dua hari setelah kejadian di cafe itu, Lewis semakin gencar mendekati Nea, dengan memberikan banyak hal kepada mantan isterinya itu, tetapi caranya tidak berhasil. Saat si kembar kembali tinggal bersamanya setelah pertemuan yang menimbulkan perdebatan yang sengit, dia meminta si kembar pura-pura sakit agar mommy Nea mau tinggal bersamanya di mansion utama.


Nea terkejut saat nomor ponsel Fea mengirimkan pesan singkat jika dia demam, tanpa pikir panjang, dia langsung menghentikan meeting dan bergegas menuju mansion Lewis. Pikirannya kalut karena saat demam, Fea selalu bersamanya. Tapi karena perceraian mereka, dia sangat kesulitan untuk bertemu dengan si kembar karena banyak hal yang harus dia patuhi, dia hanya akan menemui si kembar di sekolahnya.


Setelah Nea sampai di mansion, dia langsung berlari menuju kamar si kembar tanpa memperdulikan apapun.


Perlahan dia membuka pintu kamar si kembar, dia melihat Fea terbaring lemah di atas ranjang.


"Maaf sayang, mommy egois," Nea menangis tersedu-sedu sembari memeluk tubuh Fea.


"Mommy kembalilah bersama daddy, Fea akan sembuh saat kalian bersama," jelas Fea yang mengungkapkan kata hatinya.


"Apa Fea bahagia jika mommy kembali bersama daddy?" Nea menegaskan kepada Fea tentang permintaan si kecil.


"Iya mommy," Si kecil memelas kepada Nea.


'Cukup sulit untukku kembali bersamamu Lewis, tapi demi anak-anak mungkin aku akan menghapus sakit hati itu dan hidup bersama, memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berlapang dada dan ikhlas,' batin Nea.


Nea mengangguk, dia mau kembali bersama Lewis. Saat dia merawat si kecil, muncullah Fany yang melingkarkan kedua tangan mungilnya di leher Nea.


"Sudah pulang sekolah?" tanya Nea kepada Fany, dia terkejut saat melihat sosok Lewis di sampingnya dengan senyum merekah.


Dia ingin merawat si kecil lebih lama, tapi Lewis mengatakan dia akan menjaganya, selain tidak ingin rencananya ketahuan dia juga menghindari kemarahan Nea.


Setelah cukup lama berbincang, pada akhirnya Nea harus pamit. Lewis mengantarnya sampai depan mansion, setelah itu dia kembali menemui si kembar di kamarnya.

__ADS_1


"Rencana kita berhasil daddy, mommy akan tinggal di sini bersama kita lagi," Fea dan Fany berjingkrak dia atas ranjang empuknya, mereka bahagia sekali.


"Iya sayang, daddy juga bahagia," tukas Lewis tak mampu menggambarkan suka cita yang membuncah di dalam dadanya.


__ADS_2