
Warning !! terdapat adegan dewasa yang othor kemas secantik mungkin. Adegan dewasa ini othor sematkan karena sebagai pemanis hubungan Lewis dan Nea yang merenggang akibat pernikahan tersembunyi yang Lewis lakukan sebelumnya, jadi bijaklah dalam memahami isi bacaan, oke teman-teman? 🤭🤫🤫😍😍🤗🤗
Happy reading!!!
...♥️♥️♥️...
Apa yang terjadi di antara Nea dan Lewis, telah membuat hubungan keduanya semakin berjarak. Perselingkuhan, pengkhianatan, kebohongan, penculikan anak, kejahatan Peter dan peristiwa lain yang membuat kehidupan rumah tangga Nea dan Lewis terguncang, menyisakan rasa sesak dan sakit hati mendalam.
Perasaan hancur dan terpuruk mewarnai kehidupan rumah tangga Lewis dan Nea. Namun perlahan cahaya kebahagiaan itu mulai terlihat, Nea dan Lewis mengikrarkan diri untuk menjadi pasangan sehidup semati tanpa kebohongan lagi.
Kini semua itu hanya tinggal kenangan, pasangan suami isteri yang telah memiliki empat orang anak itu merasa harus menghabiskan seharian berdua saja, untuk mengerti keinginan masing-masing hati. Mereka berdiskusi dengan kedua orang tua tentang hal ini.
Setelah mereka berdua mendapatkan izin dari kedua orang tua masing-masing, akhirnya hari ini Nea dan Lewis akan berlibur di villa milik Lewis. Segala persiapan telah di lakukan, si kembar dan dua bocah kecil sudah aman, mereka tidak mengeluh saat kedua orang tuanya pergi.
"Suamiku, apa Jacob dan Hiro tidak akan mencariku?" tanya Nea merasa khawatir dengan kedua pria kecilnya.
"Sebelum pergi, kau sudah menyaksikan sendiri, mereka baik-baik saja. Di rumah juga ada banyak orang, sudahlah sayang, toh kita hanya satu hari bersama," jawab Lewis sembari menggenggam tangan Nea dengan erat.
"Bagaimana dengan Haruka?" tanya Nea yang selalu memikirkan orang lain di bandingkan memikirkan dirinya sendiri.
"Astaga! ini bulan madu kita sayang, kau mengabaikanku dan lebih memikirkan yang lain? tega sekali kau isteriku!" Lewis merasa iri dengan semua orang karena Nea lebih mementingkan mereka.
"Haha, sayang? wajahmu seperti Jacob waktu baru lahir, imut sekali," ucap Nea sembari mengusap rambut sang suami. Namun tangan Nea langsung di sergap oleh Lewis, pria itu tanpa ragu mencium punggung tangan Nea.
"I love you," ucap Lewis penuh perasaan.
"I love you too," jawab Nea yang menyenderkan kepalanya di pundak sang suami dan melingkarkan tangannya di lengan Lewis.
Lewis mencium pucuk kepala Nea, sang suami merasakan cinta yang utuh dari sang isteri untuknya.
"Aku rindu saat kau manja, lama sekali kau tidak pernah bergantung padaku. Kau wanita dengan banyak tugas," protes Lewis.
"Semua wanita memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing suamiku, saat ini aku ingin membahagiakanmu. Apapun yang kau inginkan akan aku penuhi," jawab sang isteri.
"Termasuk keinginan yang itu?" Lewis mencoba mencari celah agar dirinya mendapatkan haknya kembali setelah sekian lama libur.
"Iya," jawab Nea yang menyetujui permintaan Lewis.
Perjalanan menuju villa terasa sangat menyenangkan karena keduanya bisa bercengkrama dengan akrab. Lewis dan Nea menyatu dalam harmonisasi cinta abadi mereka.
Tidak terasa mobil milik Lewis telah berada di depan gerbang villa, Lewis meminta sang isteri untuk masuk ke dalam villa terlebih dahulu, masalah barang-barang yang mereka bawa, biar sang suami yang mengurusnya.
__ADS_1
Di dalam villa...
Nea langsung merebahkan tubuhnya di sofa, rasa penat perlahan menghilang.
"Anak-anak bagaimana ya keadaannya?" ucap Nea yang merasa rindu kepada ke empat buah hatinya meskipun baru saja keluar rumah, itupun tidak terlalu jauh.
Nea menelepon sang ibu, cukup lama sang ibu menjawab panggilan telepon darinya.
"Ada apa Ne?" Akhirnya sang ibu menjawab panggilan teleponnya.
"Ibu sulit sekali di hubungi, apa ada masalah?" tanya Nea.
"Aku harus sembunyi-sembunyi saat berbicara denganmu, kau tahu sendiri saat Jacob mendengar suaramu, dia akan menangis," jawab sang ibu.
"Haha, iya, tapi aku masih belum nyaman pergi tanpa anak-anak," jelas Nea.
"Lanjutkan liburanmu, tambahkan satu cucu untukku," pinta sang ibu yang langsung menutup panggilan teleponnya.
"Ibu! halo ibu! apa yang ibu katakan tadi? tidak masuk akal sama sekali," ucap Nea.
"Masuk akal saja, mari buat adik untuk Jacob," suara sang suara terdengar dari pintu utama. Nea menoleh ke arah sumber suara.
"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Nea terkejut.
Sang suami kini mendekat ke arah sang isteri berada. Ia bersimpuh di depan sang isteri.
"Sayang, berikan hakku," pinta Lewis.
"Haha, apa-apaan kau ini? itu adalah kewajibanku, tak perlu kau ingatkan," jawab Nea.
"Jadi, kau mau?" tanya Lewis.
Nea mengangguk.
Kedua mata indah itu saling bertatapan, rasa hangat di antara tatapan itu mulai merasuk ke dalam sanubari. Lewis mengakui kecantikan wajah sang isteri, tangan nakalnya mulai menyentuh bibir ranum Nea yang sudah lama tidak tersentuh olehnya.
"Apa aku boleh merasakan sentuhan bibirmu Nea?" bisik sang suami yang mencoba menggoda sang isteri.
"Boleh sayang, lakukan dengan lembut," pinta sang isteri.
Setelah mendapatkan izin dari Nea, Lewis perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah sang isteri. Pelan namun pasti, bibir mereka mulai bersentuhan, pertautan dua bibir yang lembut karena keduanya merasakan ada kerinduan di sana. Rindu akan kasih sayang masing-masing yang sempat ternoda oleh cinta yang lain dan perpisahan.
__ADS_1
"Nea, I love you," Lewis menghentikan sementara pertautan itu dan membisikkan kata cinta di telinga Nea.
"I love you too," jawab Nea.
Keduanya kembali merasakan kebahagiaan itu, sentuhan hangat dan kata-kata indah saat bersama, mereka menikmati setiap momen hari ini.
Lewis mengendong tubuh Nea dan membawanya ke kamar. Di sana, Lewis merebahkan tubuh mulus Nea di atas ranjang.
"Lewis, kau terlihat tampan sayang," Nea memandang wajah tampan Lewis dengan seksama. Tangannya menggenggam erat tangan sang suami.
"Jangan pernah pergi lagi, aku..." Belum sempat Nea melanjutkan ucapannya, Lewis telah melahap habis bibir Nea. Hembusan nafas keduanya sudah tidak teratur lagi, hasrat itu semakin menggebu.
Nea dan Lewis telah di mabuk asmara sehingga tidak menyadari saat helai kain yang mereka kenakan telah berserakan di lantai, mereka berdua terlibat dalam sentuhan saling menenangkan. Keduanya terhanyut dalam kebersamaan yang telah lama terlewat, suara indah dari mulut sang isteri mulai terdengar saat Lewis meninggalkan tanda kepemilikan di leher sang isteri. Gairah, hasrat, rasa rindu, cinta, beradu menjadi satu dalam ritme yang teratur.
Lewis membuat Nea mencapai kenyamanan berulang kali. Rasa cinta kasih Lewis tumpahkan kepada sang isteri, dia melakukannya dengan sangat lembut, hingga sang isteri merasakan kenyamanan yang luar biasa.
"Giliranku sayang," Lewis tak mampu menahannya lagi, ia ingin sekali segera menuntaskannya.
Lewis melakukannya dengan sangat lihai, membuat Nea tak henti merasakan kenyamanan lagi dan lagi, hingga sepersekian detik kemudian, dia berhasil menuntaskannya. Tubuhnya roboh di samping sang isteri.
"Kau memang nakal ya sayang?" Nea mencubit mesra pipi sang suami.
"Tapi kau menyukainya bukan?" Lewis mencium kening Nea.
"Tentu saja, tapi kau terlalu bersemangat sayang, sakit semua badanku," gerutu Nea.
"Hahaha, hadiah bulan madu, setelah ini kita mandi, aku akan mengajakmu jalan-jalan," ucap Lewis.
"Baiklah," jawab Nea.
NB :
Haha... akhir othor munculkan yang bikin panas-panas, satu chapter aja ya? hihihi...
Udah halus banget itu bahasanya...
🏃😅😅🏃
Terimakasih telah singgah di novel othor yang satu ini, ayo dukung othor dengan Like, Vote, dan klik tab Favorit, Komen agar othor rajin update!
Love you all!
__ADS_1
😍😍😍