Bersamamu, Imamku

Bersamamu, Imamku
Dilema Hanan


__ADS_3

...💙💙💙...


..."Terkadang dalam hidup kita memang diragukan dengan memilih antara dua pilihan, demi mendapatkan satu pilihan yang terbaik"...


...#Bersamamu, Imamku...


...💙💙💙...


Semenjak Jinan menerima lamaran Hanan, semua anggota keluarga sedang sibuk mempersiapkan hal hal yg harus diurus untuk pernikahan. Mulai dari pakaian pernikahan, gedung, catering, dan lain sebagainya.


Sedangkan Hanan dan Jinan tetap sibuk dengan urusan kantor mereka masing masing. Mereka tidak begitu antusias dengan acara pernikahan mereka. Yang terpenting untuk mereka adalah yg penting SAH.


Bunda nya Jinan dan Mama nya Hanan saat ini sedang duduk di teras halaman belakang rumah Jinan. Mereka selalu duduk di teras halaman belakang itu untuk membicarakan persiapan pernikahan Jinan dan Hanan. Semua persiapan, orang tua mereka yg urus.


...----------------...


Di kantor Hanan


Di rumah Jinan sedang sibuk orang mempersiapkan pernikahan, sedangkan Hanan juga sibuk sendiri di kantor nya.


Hanan terlihat sedang sangat sibuk saat itu, walaupun pernikahan nya tinggal menghitung hari, Hanan tidak mau menggantung pekerjaan.


Tokk tokk tokk (Suara pintu diketuk)


"Iya, masuklah." Jawab seorang pria tampan dari dalam ruangan.


Seseorang yg mengetuk pintu tadi pun memegang knop pintu dan membuka pintu nya.


"Maaf pak Hanan, di luar ada mbak Rani yg mau bertemu dengan Bapak." Jelas seorang karyawan yg bekerja di kantor Hanan.


"Baiklah suruh dia menunggu saya!"


Karyawan itu tadi pun pergi meninggalkan ruangan Hanan. Sedangkan Hanan masih berpikir pikir, apa tujuan Rani datang ke kantor nya. Supaya tidak penasaran lagi, Hanan pun memutuskan untuk menemui Rani.


Saat sampai di lobi kantor, Hanan melihat Rani sedang berdiri menghadap jendela. Tetapi ada yg aneh dengan Rani. Wajah Rani terlihat murung dan seperti orang tak berdaya.


"Rani..." Panggil Hanan mengejutkan Rani.


Rani pun menoleh ke arah Hanan dengan tatapan nanar dan juga sedih. Hanan benar benar heran dengan Rani, kenapa dengan dirinya.


"Hanan, apakah benar dengan berita yg dibicarakan orang orang itu?" Rani membuka mulutnya dengan suara yg sedikit serak.


"Maksudmu?" Hanan benar benar tidak paham dengan pertanyaan Rani.


"Pernikahan mu, apakah kau benar benar akan menikah dengan wanita pilihan orang tuamu?" Lanjut Rani dengan menatap lekat mata Hanan.


"Ya, aku akan segera menikah bulan ini." Hanan membalikkan tubuhnya saat menjawab pertanyaan Rani. Ada sedikit rasa sakit di hatinya saat berbicara pada Rani.


"Apa kau sudah tidak mempunyai perasaan apapun pada ku Hanan?" Deg, pertanyaan Rani membuat jantung Hanan berdetak tak karuan.


"Ya, aku tau kalau disini aku yg salah. Karna aku sudah menolak cinta mu demi seorang lelaki seperti Brayan. Dan sekarang aku sadar Hanan, kalau Brayan tidak benar benar mencintai ku." Rani mulai terisak saat mengungkapkan perasaannya itu.

__ADS_1


"Brayan hanya memanfaatkan harta yg dimiliki oleh papa saja Hanan. Setelah dia mendapat keuntungan, dia meninggalkan aku begitu saja. Hiksss hiks." Tiba tiba suara isakan Rani mulai terdengar jelas dan kuat.


Hanan membalikkan tubuhnya ke arah Rani, betapa sedih hatinya melihat wanita yg pernah dicintai nya merasakan kesedihan seperti itu. Tetapi Hanan tidak bisa berbuat apa apa, jika ia ingin memeluk Rani pun tidak mungkin. Karna selama ini Hanan juga sangat menjaga pergaulan nya dengan lawan jenis.


"Apa yg kau katakan Rani? Kalian sudah menjalin hubungan bertahun tahun, lalu apakah kalian harus berakhir dengan cara seperti ini?" Hanan mulai membuka suara.


"Tetapi aku tidak mungkin bertahan dengan nya Hanan. Aku juga sudah tidak mencintai Brayan, makanya aku bertanya sama kamu Hanan. Apa kamu masih mempunyai perasaan sama aku?" Lagi lagi pertanyaan itu keluar dari mulut Rani.


Sedangkan Hanan, ia merasa tidak ada perasaan apa apa saat ada di dekat Rani saat ini. Tidak seperti dulu, Hanan selalu merasa ada getaran yg berbeda di hatinya saat di dekat Rani bahkan melihat Rani dari kejauhan saja sudah membuat hatinya luluh.


"Aku tidak tau Rani. Dan sudah tidak seharusnya kau menanyakan hal itu pada ku saat ini. Aku akan segera menikah." Hanan berbicara dengan nada dingin pada Rani


"Justru itu Hanan, apa kamu mau menikah karna terpaksa? Makanya lebih baik kamu pikirkan lagi." Rani terus mendesak Hanan dengan perasaan Hanan dimasa lalu.


"Aku yakin dengan pilihan orang tua ku. Lebih baik kau lupakan saja masa lalu itu." Hanan mengakhiri perkataannya dan pergi begitu saja meninggalkan Rani


Rani menatap punggung Hanan yg sedikit demi sedikit mulai menghilang dari pandangan nya. Rani menatapnya dengan tatapan nanar dan penyesalan yg menggebu di hatinya.


...----------------...


Keesokan harinya, Hanan hanya mondar mandir di dalam ruangan nya. Hanan memikirkan masalah Rani dan juga perjodohan nya dengan Jinan. Di satu sisi, Hanan memang pernah memiliki perasaan pada Rani tetapi disisi lain, Hanan juga ingin menuruti permintaan orang tua nya.


"Apakah aku masih mencintainya?" Hanan hanya bertanya tanya pada dirinya sendiri karna ia masih merasa bingung dengan perasaannya saat ini.


"Tetapi saat aku di dekatnya semalam, aku tidak merasakan apa apa. Tidak seperti dulu, aku selalu merasa salah tingkah dan jantung ku berdetak kencang tak karuan." Lagi lagi Hanan merasa bingung dengan perasaannya sendiri.


Karna Hanan tidak ingin mengambil pusing, Hanan memutuskan untuk menemui Bayu, sahabatnya.


Hanya butuh waktu 15 menit, Hanan sudah sampai di sebuah perusahaan percetakan milik Bayu. Perusahaan nya tidak sebesar perusahaan travel milik Hanan, tetapi perusahaan Bayu ini cukup terkenal di kota nya itu.


"Dimana bos mu, Bayu?" Tanya Hanan kepada karyawan Bayu setelah sampai di kantor Bayu.


"Ada di dalam ruangannya pak." Jawab karyawan tersebut. Hanan pun hanya mengangguk dan langsung menuju ruangan Bayu.


"Apa kamu sibuk?" Ucap Hanan dengan nada khasnya setelah sampai di dalam ruangan Bayu.


"Heyy Hanan, wahh tumben kamu kemari." Balas Bayu antusias saat melihat Hanan di depan pintu.


"Masuk lah kawan, ngapain kamu disitu aja." Sambung Bayu mempersilahkan kepada Hanan. Bayu juga meninggalkan pekerjaannya dan langsung mengajak Hanan duduk di sofa ruangannya.


Bayu melihat ada sesuatu yg terjadi dengan sahabat nya itu. Ekspresi wajah Hanan seolah olah sedang memikirkan sesuatu. Tidak mau terus menahan rasa penasaran, Bayu langsung bertanya pada Hanan.


"Kamu ada masalah, Han?" Bayu menepuk pelan punggung Hanan untuk menyadarkan Hanan dari lamunannya.


Hanan pun menoleh ke arah Bayu dengan tatapan penuh arti. Hanan bingung harus bercerita mulai dari mana.


"Apakah tentang perjodohan sama wanita pilihan papa mu itu?" Sambung Bayu membalas tatapan penuh arti Hanan.


"Hufffttttt." Hanan menghampar kan tubuhnya ke sofa dengan helaan nafas yg cukup berat.


"Ntahlah Bay, aku sangat bingung saat ini." Ucap Hanan mengacak rambut nya frustasi.

__ADS_1


"Apa maksud kamu bingung? Bukannya wanita itu adalah wanita yg baik, sudah pasti dia akan menjadi istri yg baik untuk mu dan tidak akan menyusahkan mu kan?"


"Itu lah Bay, di satu sisi aku sudah mulai menyetujui perjodohan ku dengannya. Tetapi disisi lain, Rani kembali masuk ke dalam hidup ku." Jawab Hanan sekarang dengan posisi duduk menyeimbangkan tubuhnya dengan Bayu.


"M maksudmu? Rani, seorang gadis yg kau cintai itu?" Tanya Bayu tak percaya.


"Bukannya kau bilang, dia sudah bahagia dengan lelaki pilihan nya? Lantas kenapa dia kembali ke dalam hidup mu?" Bayu terus melontarkan pertanyaan karna hatinya diselimuti rasa penasaran.


"Ya, kamu bener. Tetapi dia kemarin menghampiri ku, dia mengatakan bahwa hubungan nya dengan lelaki itu sudah berakhir. Karna lelaki itu hanya memanfaatkan kekayaan keluarga nya." Jelas Hanan.


"Benarkah? Jadi Rani hanya dimanfaatkan saja? Wahh lelaki itu benar benar keterlaluan." Bayu juga terlihat kesal saat mendengar perkataan Hanan itu.


"Tapi tunggu dulu, kalau Rani sudah mengakhiri hubungan nya dengan lelaki itu, berarti ini adalah kesempatan mu Hanan. Kesempatan untuk memiliki Rani." Sambung Bayu.


"Apa maksudmu?" Hanan membulat kan matanya setelah mendengar penuturan Bayu.


"Ehh maaf maaf... Aku lupa kalau kau sudah dijodohkan, jadi mana mungkin kau memilih wanita yg dijodohkan itu dan juga Rani. Hahaha." Ledek Bayu pada Hanan.


"Hufftt". Hanan merasa belum mendapatkan jawaban dari kegelisahan nya saat berbicara pada sahabat nya itu, karna sahabat nya itu hanya bercanda terus.


"Baiklah baiklah. Begini ya Hanan, aku tau kau pasti bingung harus bagaimana. Karna di satu sisi, kau ingin menuruti perkataan orang tuamu sedangkan di sisi lain, kau masih mencintai Rani." Saat ini Bayu berbicara dengan nada yg serius.


"Hanan, Sekarang tanyakan lah pada hatimu. Siapa yg kau pilih."


"Aku tidak merasakan apa apa saat kemarin ada di dekat Rani." Ucap Hanan.


"Itu berarti, kau sudah tidak ada rasa padanya?" Jawab Bayu yakin.


"Benarkah begitu?" Tanya Hanan yg masih belum yakin.


"Itu bisa saja Hanan, karna selama ini kau dan Rani sudah tidak pernah berkomunikasi lagi. Dan selama itu juga kau sudah mengenal seorang wanita yg baik seperti Jinan." Bayu mencoba untuk meyakinkan hati Hanan supaya lebih mantap dalam mengambil keputusan.


Hanan hanya diam dan memikirkan perkataan Bayu itu. Dia rasa perkataan Bayu ada benarnya, karna Hanan juga memang tidak ada rasa apa apa lagi saat di dekat Rani semalam.


Saat ini Hanan pun merasa kebingungan nya sudah terjawab dan ia sudah tau harus mengambil keputusan apa.


"Ya sudahlah, terima kasih karna sudah membantu ku berpikir. Aku ingin kembali ke kantor ku, dan kau lanjutkan saja pekerjaan mu." Hanan sudah terlihat lebih segar dan bersemangat dari sebelumnya.


"Oke santai aja bro. Kau ini kan bos besar, masak iya sih masalah gini aja gak bisa atasi. Hehehe." Bayu pun ikut senang melihat sahabatnya sudah mulai bersemangat lagi.


Hanan pun pamit pada Bayu dan langsung kembali ke kantor nya. Dengan kecepatan yg stabil, Hanan menyusuri jalanan kota menuju kantor nya.


.


.


.... ...


......BERSAMBUNG... ......


...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA DEAR...

__ADS_1


...DAN KARYA INI JUGA LAGI PROSES REVISI...


__ADS_2