Bersamamu, Imamku

Bersamamu, Imamku
Kebakaran Gudang


__ADS_3

...💛💛💛...


..."Mungkinkah Dzat yang telah membelah laut untuk Nabi Musa as tak mampu menolong menyelesaikan masalahmu?"...


...#Bersamamu, Imamku...


...💛💛💛...


Begitu Jinan membuka matanya, Jinan langsung dibuat terpana dengan sebuah cincin permata mungil yg ada di hadapannya.


"Masya Allah... Cantik banget, mas. "


"Cantik ya. Gimana? Kamu suka gak? "


Jinan mengangguk, "Jinan suka banget, mas. Makasih ya, mas. "


"Sama sama, sayang. Yaudah, mas pakein ya. "


Jinan mengangguk, Hanan pun meraih tangan Jinan untuk menyematkan cincin itu di jari manis sebelah kiri Jinan. Karena di jari manis sebelah kanan Jinan sudah ada cincin, yaitu cincin pernikahan nya dengan Hanan.


"Maaf ya, karena mas cuma bisa kasih hadiah kecil ini untuk kamu." Ucap Hanan setelah selesai menyematkan cincin itu dijari Jinan.


"Mas, sesuatu yg terlihat kecil saja bisa sangat bernilai di mata kita apabila diberi dengan keikhlasan dan ketulusan hati." Jawab Jinan.


Cuppp


Satu kecupan mendarat di kening Jinan pada saat itu juga. Benar benar sesuatu yg sangat sangat membahagiakan.


🦋🦋🦋


Hari ini, pagi Jinan terasa lebih indah setelah perayaan ulang tahunnya semalam. Meskipun sederhana, tetapi Jinan merasa diistimewakan oleh Hanan.


"Morning, sayang!" Tegur Hanan saat berjalan menuju Jinan.


Jinan yg sedang sibuk menyiapkan sarapan pun mengalihkan pandangannya ke arah pria yg sangat ia cintai itu.


"Morning to, sayangku."


"Ayo sini sarapan! Jinan udah siapin semua masakan kesukaan mas Hanan, loh." Sambung Jinan.


"Wahhh, beneran? Makasih ya, sayang!"


"Sama sama, suamiku. Yaudah ayo kita sarapan!"


Jinan membawa Hanan ke salah satu kursi untuk sarapan bersama. Dengan senyuman tulus itu, Jinan menyajikan sarapan di atas piring Hanan.


Melihat Jinan, Hanan rasanya sangat sangat beruntung. Memiliki istri baik dan soleha seperti Jinan, dan cantik adalah bonus. Senyuman yg terukir di wajah Jinan itu sangat sangat membuat Hanan candu. Suatu saat, senyuman itu pasti akan sangat dirindukan.


 


Begitu selesai sarapan, Jinan langsung mengemasi bekas sarapan mereka. Sementara Hanan sibuk menyusun berkas berkas untuk ke kantor. Hari ini sangat banyak pekerjaan yg harus dikerjakan. Tetapi saat Hanan sedang sibuk dengan berkas berkasnya, tiba tiba sekretaris Hanan, Anton, menelpon Hanan.

__ADS_1


Drtrrttt... Drttt


"Hallo,,, Assalamu'alaikum." Ucap Hanan mengawali pembicaraan dengan orang di sebrang sana.


"... "


"Ada apa, Ton? Kok kayaknya suara kamu cemas gitu!" Tanya Hanan merasa aneh.


"... "


"Apa??" Spontan Hanan langsung berdiri karena terkejut dengan perkataan Anton.


"Innalillahi... Kok bisa, Ton? Terus gimana?"


"... "


"Hufftt.... " Hanan menghela nafas beratnya.


"Yaudah, saya segera kesana! Tunggu saya disana!"


Panggilan suara itu terputus, wajah Hanan terlihat sangat syok. Pagi nya sudah dihancurkan oleh kabar tak sedap dari kantor.


Melihat Hanan yg terlihat syok setelah menerima telpon, Jinan pun mendekati Hanan dan duduk di sampingnya.


"Mas... "


"Ada apa?" Tanya Jinan.


"Kabar apa? Kok kamu sampe kusut gini mukanya?"


"Tadi Anton bilang, kalau terjadi kebakaran di gudang penyimpanan pagi ini." Lugas Hanan dengan nada lemas.


"Subhanallah." Mendengar itu, Jinan pun ikut terkejut.


"Semua persediaan barang barang hangus kebakar, tak bersisa. Dan semua barang proyek ada di gudang itu." Jawab Hanan seraya mengusap wajahnya frustasi.


Jinan sangat sangat paham apa yg dirasakan Hanan saat ini. Terpuruk dan syok. Jinan meraih tangan Hanan seraya membawa tubuh Hanan ke dalam pelukannya.


Jinan tidak tau harus berbuat apa, tetapi setidaknya dengan pelukan hangatnya mampu memberikan ketenangan untuk Hanan.


"Yaudah, mas mau ke gudang penyimpanan dulu, ya! Semua karyawan udah nunggu disana." Ucap Hanan bangkit dari tempat duduknya.


"Jinan ikut ya, mas!" Sahut Hanan.


"Kamu di rumah aja, ya, sayang!"


"Mas, keadaan kamu lagi terpuruk. Aku bisa paham keadaan kamu saat ini, jadi aku harus terus ada di samping kamu." Bantah Hanan.


"Makasih ya, sayang!" Jawab Hanan seraya mendaratkan sebuah kecupan di dahi Jinan.


"Mas, kita udah janji untuk saling melengkapi. Baik suka maupun duka, kita harus tetap support satu sama lain."

__ADS_1


"Iya, sayang."


Hanan dan Jinan pun pergi bersama sama ke gudang penyimpanan untuk melihat kondisi gudang yg pagi ini mengalami kebakaran.


****************


Begitu sampai di gudang penyimpanan, terlihat sudah banyak pemadam kebakaran dan sebagian karyawan yg ada disana.


Melihat kondisi gudang penyimpanan itu, Hanan terkulai lemas tak berdaya. Ia masih tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. Padahal selama ini gudang penyimpanan selalu aman dan selalu terjaga. Tetapi hari ini, Allah menyiapkan rencana lain untuk Hanan.


"Astaghfirullah... Kenapa ini bisa terjadi?" Ucap Hanan syok melihat kondisi gudang yg hangus terbakar itu.


"Mas.... " Jinan tak kuasa rasanya membiarkan Hanan terpuruk seperti saat ini. Dengan sigap Jinan merengkuh tubuh Hanan.


Jinan tidak tau harus berbuat apa, saat ini ia hanya bisa memberikan kekuatan pada suaminya. Hanan terlihat frustasi dan syok, Jinan pun mengajak Hanan duduk sejenak.


"Mas Hanan duduk dulu, ya!" Titah Jinan seraya membawa Hanan di sebuah kursi.


"Kenapa semua ini terjadi, Ji?" tanya Hanan tak kuasa pada Jinan.


"Mas, kamu harus tenang dulu! Tenangin hati kamu, setelah itu kita akan cari penyebab dan solusinya sama sama. Aku selalu ada buat kamu, mas." Jawab Jinan menggenggam erat tangan Hanan.


Beberapa menit kemudian, api sudah mulai hilang. Polisi pun sudah membubarkan kerumunan warga yg menjadi saksi mata kebakaran itu.


"Apakah bapak yg bernama Hanan?" Tanya salah seorang polisi.


Hanan mendongak, "Iya, betul! Saya Hanan."


"Baik, jadi begini, pak. Kami sudah menyelidiki semua sudut gudang. Kami melihat tidak ada tanda tanda kerusakan ataupun kesalahan di listrik nya maupun di material material yg ada di dalam." Jelas polisi tersebut.


"Terus, apa penyebab kebakaran ini? Kenapa ini bisa terjadi kalau gak ada kerusakan."


"Kami masih menyelidiki hal ini. Kami belum bisa memastikan secara jelas penyebab kebakaran gudang penyimpanan ini. Tetapi dugaan saya dan para tekan polisi lainnya, seperti nya kebakaran ini adalah kebakaran yg disengaja." Jawab polisi.


"Disengaja?" Ucap Hanan tak percaya.


Siapa yg tega sengaja membakar gudang penyimpanan nya itu. Padahal setau Hanan selama ini, ia tidak memiliki musuh, baik dalam urusan kantor maupun urusan di luar kantor.


"Itu masih dugaan kami saja, kami akan tetap selidiki masalah ini."


"Baik, Terima kasih." Ucap Hanan.


Setelah mendapat penjelasan dari polisi, Hanan kembali duduk di samping Jinan. Hanan masih tak habis pikir dengan apa yg menimpanya. Apalagi, polisi menduga bahwa kebakaran itu disengaja.


...━━━━━━━⊰✿❤✿⊱•━━━━━━━...


...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...


...Lopyuuu❤🥰😘...


...Salam hangat, Diary Za...

__ADS_1


__ADS_2