
...๐ค๐ค๐ค...
..."Menjadi sosok yang pendiam jauh lebih baik, daripada menjadi sosok yang banyak omong tetapi omongan nya selalu menyakiti orang lain"...
...#Bersamamu, Imamku...
...๐ค๐ค๐ค...
Karna hari sudah sore, Jinan pun berniat kembali ke villa di dekat taman danau tempat ia dan sahabat nya bertemu. Besok Jinan baru akan kembali ke rumah nya dan meminta maaf pada ayah dan bunda karna pergi tanpa memberi kabar.
Jinan berjalan menelusuri jalanan taman menuju villa. Hati nya merasa nyaman dan pikiran Jinan pun sedikit tenang. Jinan memang selalu ke taman danau itu saat ia sedang ada masalah dan ingin menenangkan diri. Dan kebetulan, ayah memiliki villa di dekat taman itu. Taman danau itu disebut dengan Taman Danau Angsa. Butuh waktu 1 jam dari rumah Jinan untuk ke tempat itu.
Jinan berjalan dengan pikiran yg tak tentu karna ia masih memikirkan masalah perjodohan itu. Jinan terus berpikir, apa jadinya kalau dia hidup dengan lelaki yg tidak ia kenal sama sekali. Jinan melamun dan terus berjalan tanpa memperhatikan jalanan nya. Dan tiba tiba...
Ciittttttt (Suara rem mobil)
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti dengan mendadak di depan Jinan dan membuat Jinan terkejut.
"Astaghfirullah..." Jinan menghentikan langkahnya dan sadar dari lamunannya.
"Siapa, sih? Kok gak punya aturan gitu bawa mobilnya." Decak Jinan kesal dengan memasang wajah kecut.
Jinan mendekati mobil itu dan berniat ingin mengomeli si pengemudi mobil.
"Heii keluar kamu..." Jinan berteriak dengan memukul kaca mobil berulang ulang dengan tangannya.
"Bawa mobil kok sembarangan, sih. Ini kan jalanan umum, ayo keluar kamu. Gak ngerti aturan mengendarai mobil ya atau kamu ini masih baru belajar naik mobil ya." Jinan terus mengomel ngomel tidak jelas seraya memukul kaca mobil itu berulang ulang.
Sedangkan dari dalam mobil tidak ada respon apa pun. Bahkan sang pengemudi mobil tidak menggubris Omelan Jinan. Tetapi, saat Jinan berhenti mengomel, tampak lah seorang pria tinggi, gagah dan tampan keluar dari dalam mobil. Dengan menggunakan jas berwarna hitam dan kemeja berwarna marun membuat pria itu terlihat sangat tampan.
Tetapi siapa sangka, bahwa ketampanan pria itu tidak berpengaruh apa apa pada Jinan. Berbeda dengan wanita wanita lain, yg selalu melihat pria itu dengan tatapan penuh kagum karna ketampanannya.
Pria itu berjalan mendekati Jinan dengan gagah. Jinan hanya menatap nya sinis karna menurut Jinan pria itu membuat nya kesal. Saat pria itu sudah sampai tepat dihadapan Jinan, Jinan kembali membuka suaranya dan mengomel pada pria itu.
__ADS_1
"Oh jadi ini pengemudi yg tidak tau aturan." Ucap Jinan sinis.
"Pria kaya ini, apakah kamu tidak tau aturan dalam mengemudi, apakah kamu tidak melihat bahwa ada orang yg sedang berjalan, dan apa kamu pikir ini jalanan milik keluargamu? Hah?" Jinan mengomel ngomel dengan nada tinggi sedangkan pria dihadapannya hanya diam tak menggubris nya.
Jinan sampai berpikir bahwa pria itu bisu karna pria itu hanya diam dan sangat kaku.
"Apa mungkin dia bisu ya? Ah tapi masa iya sih bisu, penampilan nya cool kayak gini kok. Tapi ini cowok kayak tembok ya, kaku amat dari tadi bahkan gak ada senyum nya sedikit pun." Jinan hanya membatin saja melihat pria kaku yg ada dihadapannya itu.
"Apa begini cara mu menyikapi suatu masalah?" Akhir nya pria itu mengeluarkan suara juga. Tapi Jinan tak mengerti apa maksud perkataan nya.
"Apa maksudnya?" Tanya Jinan tak mengerti maksudnya.
"Kau ini Raihana Jinan Tsaqib kan? Anak dari om Aiman Tsaqib?" Balas pria itu tanpa menghiraukan pertanyaan Jinan.
"Di rumah orang tua mu sedang cemas mencari mu kemana mana, ternyata kau ada disini. Apa kau tidak kasian dengan mereka." Sambung pria itu lagi dengan ekspresi wajah yg kaku dan suara yg dingin bak seperti es batu di kutub Utara.
"Siapa sih sebenarnya dia ini? Hahh atau jangan jangan, dia ini.... Dia ini anak om Abbas yg akan dijodohkan dengan ku lagi." Batin Jinan tak percaya.
Jinan pun mengikuti langkah pria itu dan memasuki mobil dengan mengambil posisi duduk di belakang.
"Apa aku ini supir mu?" Tanya pria itu menatap tajam ke arah Jinan.
"Eehmmm.. Tapi kita kan gak mahram jadi sebaiknya aku duduk di belakang aja." Jawab Jinan santai dengan wajah nya yg merasa tak berdosa.
"Dalam Shahihul Bukhari, dari Ibnu Abbas radliyallah โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wasallam bersabda:
ูุง ูุฎูููููู ุฑุฌู ุจุงู ุฑุฃุฉู ุฅูุง ูู ุนูุง ุฐู ู ูุญุฑู
โTidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali dia (wanita tadi) ditemani mahramnya.โ Jinan menyebutkan salah satu hadis tentang batasan seorang wanita dengan pria yg bukan mahram.
Seketika pria itu melihat ke arah Jinan lalu menunduk.
"Ya tetapi aku ini bukan supirmu, lagi pula kita kan tidak melakukan apa apa. Masih dibatasi, aku juga tau batasan batasannya." Pria itu masih saja berbicara dengan nada dingin pada Jinan.
__ADS_1
"Huftttt seperti nya dia ini memang es batu ya, sikapnya bener bener dingin dan wajahnya itu tidak ada senyum senyum nya." Jinan berdecak kesal di dalam hatinya. Jinan pun akhirnya mengikuti perkataan pria dingin itu dan pindah duduk di depan dengan pria dingin itu.
"Jadi benar kan? Kamu ini anak nya om Abbas?" Tanya Jinan saat sudah di dalam mobil.
"Ya." Jawab pria itu singkat.
"Dasar!! Pria dingin." Jinan benar benar kesal dengan pria itu. Pria yg ternyata adalah Hanan, calon suami Jinan. Tentu saja, karna Hanan dan Jinan sudah dijodohkan.
Sepanjang perjalanan menuju rumah keluarga Tsaqib yaitu keluarga Jinan, tidak ada pembicaraan antara Jinan dan Hanan. Tetapi Hanan sempat berbicara di telpon. Karna saat di perjalanan, ayah Jinan tiba tiba menelpon dan menanyakan perkembangan tentang pencarian Jinan.
"Berapa tahun kamu tinggal di Kutub Utara?" Ceplos Jinan.
"Maksud mu?" Tanya Hanan dengan wajah datar.
"Kenapa sikap kamu ini kayak es batu? Apa karna kelamaan tinggal di Kutub utara?" Ucap Jinan.
"Menjadi pendiam lebih baik bagiku, dibandingkan menjadi sosok yang banyak omong tetapi omongan nya selalu menyakiti orang lain." Jawab simple dari Hanan itu cukup menarik perhatian Jinan ternyata.
Jinan terkagum kagum dengan jawaban simple itu, bukan hanya itu, tetapi Jinan juga dibuat kagum dengan cara Hanan memperlakukan wanita. Hanan memperlakukan wanita dengan baik, bahkan Hanan juga benar benar menjaga batasannya.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Ayo dilemesin jarinya ya buat tekan tombol like ๐ Gak berat kok cuman tekan doang๐
__ADS_1