
...๐๐๐...
..."Pernikahan bukanlah hanya mengubah status saja, melainkan mengubah kedudukan kita dimata Tuhan, sebagai seorang hamba yang menjalankan perintah-Nya"...
...#Bersamamu, Imamku...
...๐๐๐...
Setelah selesai mempersiapkan semua, kini tiba saatnya hari yg selama ini dinantikan oleh keluarga Jinan dan Hanan. Ya, tepat hari ini adalah hari pernikahan Jinan dan Hanan.
Pernikahan nya digelar dengan sederhana, akad dilaksanakan di masjid dekat rumah Jinan dan resepsi nya diadakan di pekarangan rumah Jinan dengan nuansa berwarna gold. Jinan juga terlihat sangat anggun mengenakan gaun berwarna putih untuk akad dan gaun berwarna gold untuk resepsi.
Di dalam kamar, Jinan terus memperhatikan dirinya lewat kaca. Di satu sisi ia merasa senang karna akan menikah tetapi di sisi lain, Jinan merasa gelisah karna ia menikahi pria yg sama sekali belum dikenalnya.
"Masya Allah Ji, kamu cantik banget dehh." Puji Rere kagum melihat kecantikan Jinan.
"Umhh Masya Allah, beruntung kamu Ji bisa nikah sama mas Hanan yg baik hati." Sambung Aurel.
"Baik hati apanya, mas Hanan itu orang nya dingin." Decak Jinan kesal.
"Ihh gak boleh gitu Jinan, walaupun mas Hanan sedikit dingin, tapi mas Hanan kan laki laki yg baik." Timpal Rere.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, sudah saatnya Hanan mengucapkan akad di depan penghulu dan para keluarga. Sedangkan Jinan tetap stay di luar masjid menunggu Hanan mengucapkan akad.
"Ananda Syauqi Hanan Abbasyi bin Khalifa Abbasyi Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Raihana Jinan Tsaqib dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan uang sebesar 500 ribu rupiah Tunai." Dengan tegas ayah Aiman mengucapkan Ijab.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Raihana Jinan Tsaqib binti Aiman Tsaqib dengan maskawinnya yang tersebut, tunai." Dengan suara yg lantang pun Hanan langsung menjawab.
"Bagaimana para saksi? Sahhh!!"
"Sah!!"
"Sahh!!"
Semua para kerabat dan para saksi pun mengucapkan kata "Sah" dengan keras.
"Alhamdulillah.. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir...โ Penghulu melanjutkan doa setelah akad.
Di luar masjid, Jinan merasa darah nya berdesir dan detak jantungnya terasa tak karuan. Rasa haru menyelimuti seluruh hati Jinan. Terutama saat Hanan melafazkan kalimat Qabul seraya menjabat tangan ayahnya Jinan.
Karena doa sudah selesai, Jinan pun masuk ke dalam masjid lewat pintu utama. Dengan gaun berwarna putih dan hijab syar'i dengan warna senada, Jinan berjalan perlahan lahan mendekati Hanan.
"Masya Allah. Dia terlihat sangat cantik. Dia sudah sah menjadi istriku." Hanan terus memuji Jinan di dalam hati.
Betapa kagumnya Hanan melihat Jinan saat ini. Padahal Jinan hanya mengenakan make up tipis seperti biasanya. Tetapi Hanan merasa Jinan sangat sangat cantik.
Begitu lah jika seorang lelaki senantiasa menjaga pandangan nya, hanya istrinya saja yg akan terlihat sangat cantik.
Pesan untuk para Lelaki:
Jika ingin mendapatkan pasangan halal atau istri yg cantik, maka jaga lah pandangan mu selalu. Jangan pernah memandang wanita yg belum halal dengan pandangan kagum. Segera lah beristighfar saat kau melihat wanita yg belum halal untuk mu, biarkan matamu hanya memandang istri mu saja. Dengan begitu, istri mu akan menjadi wanita yg paling cantik diantara ribuan bidadari. Jika kau mengeluh karna istri mu terlihat jelek dan membosankan, maka itu adalah kesalahan mu sendiri. Karena kau tidak bisa menjaga pandangan dari wanita yg tidak halal untuk mu, baik di media sosial atau di dunia nyata.
__ADS_1
Oke segitu aja deh pesan author buat para kaum Adam. Supaya para lelaki bisa lebih menjaga pandangannya.
โข
โข
โข
"Ji, ayo cium tangan suami mu. Sekarang kalian sudah halal loh." Bunda memerintahkan Jinan untuk mencium tangan Hanan.
Dengan sedikit gemetar, Jinan meraih tangan Hanan dan menciumnya. Selanjutnya Hanan tau apa yg seharusnya dilakukan nya. Hanan membalas Jinan dengan mencium kening Jinan lalu Hanan memegang ubun ubun Jinan seraya berdoa:
"Allahumma inni asโaluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa โalaih. Wa aโudzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha โalaih" Hanan menengadah kan tangan kirinya dan berdoa sedangkan tangan sebelah kanan memegang ubun ubun Jinan.
Arti doa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."
Semua kerabat merasa senang melihat pasangan pengantin baru itu. Hanan dan Jinan terlihat sangat serasi. Sebagai kenangan yg indah, fotografer pun mengambil beberapa potret Jinan dan Hanan.
...----------------...
Setelah ijab Kabul selesai di ucapkan dan Hanan membaca doa setelah akad, Jinan dan Hanan lanjut meminta restu kepada kedua orang tuanya. Kalau orang Jawa bilang, itu sungkeman.
Jinan meminta restu dari keduanya dan Hanan juga begitu. Setelah itu bergantian, Hanan meminta restu dari orang tua Jinan sedangkan Jinan meminta restu dari orang tua Hanan.
Setelah selesai meminta restu dari kedua orang tua, Jinan dan Hanan diarak ke rumah Jinan untuk melanjutkan acara resepsi. Acara resepsi nya digelar di pekarangan rumah Jinan yg berarti di outdoor tetapi desain dekorasi nya terlihat seperti indoor.
Rere dan Aurel mengajak Syifa ke kamar pengantin untuk di rias dan memakai kan gaun resepsi berwarna pink.
"Masya Allah, aku terharu banget Ji. Walaupun berawal dari ketidak kenalan kamu dengan mas Hanan, tapi akhirnya kalian bisa tetap sama sama menjalani akad nikah hari ini." Aurel malah mewek saat merias Jinan sampai sampai eyeliner yg dipakai nya luntur dan membuat wajah Aurel menjadi lucu.
"Huaahahaha." Dengan kepolosan nya, tawa Rere pecah begitu saja melihat wajah Aurel.
"Ihh Rere apaan sih, aku sedih ni." Balas Aurel kesal.
"Kamu mau tau Aurel, kenapa Rere ketawa?" Ujar Jinan bertanya pada Aurel.
"Nih liat muka kamu di cermin." Sambung Jinan menarik tangan Aurel ke depan cermin.
"Subhanallah, kenapa muka ku jadi kayak genderuwo gini." Ujar Aurel setelah menyadari wajahnya belepotan karna eyeliner yg dipakainya luntur.
Dengan sigap, Aurel mengambil tissu dan mengusap semua sisa make up nya.
"Makanya kira kira dulu Aurel." Sambung Rere meledek.
Semua sudah selesai, Jinan sudah di rias dan sudah mengenakan gaun berwarna gold. Hanan juga sudah dirias oleh perias pria nya dengan baju yg berwarna senada dengan Jinan.
Aurel dan Rere membawa Jinan menuju ke arah Hanan yg baru saja keluar dari ruangan rias. Tanpa sengaja, mama Ais lewat dan melihat mereka sudah selesai. Mama Ais menyuruh Hanan menggandeng tangan Jinan ke pelaminan.
__ADS_1
"Eh Masya Allah mantu nya mana udah selesai. Kamu cantik banget sayang." Puji mama Ais yg kagum dengan kecantikan Jinan.
"Terima kasih Tante." Jawab Jinan malu malu.
"Ehh kok tante sih, panggil mama dong. Kan kamu udah jadi istri nya Hanan yg berarti mantu nya mama." Cekal mama Ais.
"Yaudah Hanan, kamu gandeng deh tangan bidadari kamu ini. Ajak ke pelaminan, inget jalannya harus romantis. Kalian ini udah serasi loh, udah kayak raja dan ratu." Pinta mama Ais.
Tanpa mengeluarkan kata kata lagi, bahkan Hanan juga tidak mengeluarkan kalimat tolakan , Hanan menggandeng tangan Jinan dan berjalan menuju pelaminan.
Semua mata terpana melihat pasangan halal itu. Terlihat sangat serasi, pengantin wanita terlihat sangat cantik dan pengantin prianya juga sangat gagah dan tampan.
"Masya Allah. Senyum dong sayang." Ucap bunda melihat Jinan bergandengan dengan Hanan.
"Iya, Hanan sama Jinan senyum dong." Sambung mama Ais.
Akhirnya dengan perkataan dari bunda dan mama, Jinan dan Hanan pun tersenyum. Senyum Jinan dan Hanan merekah, ntah itu senyum terpaksa atau senyum ikhlas ntahlah.
Author: Uwuww serasi banget kan ya๐ Jinan dan Hanan ini bener bener pasangan idaman author banget deh pokoknya ๐ฅฐ๐ค Tapi tunggu dulu deh, gaun Jinan itu sebenarnya warna pink ya? Maaf ya, author keliru, author pikir warna gold ๐๐คญ
โข
โข
โข
Jujur saja, Hanan juga terpana melihat Jinan. Pandangan Hanan tidak pernah lepas dari Jinan. Sampe seketika, Jinan menyadari bahwa Hanan memperhatikan nya, Jinan melihat ke arah Hanan dan mata mereka saling bertemu.
Jleebbbb.... Pandangan mata yg sama sekali tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Darah mereka sama sama berdesir dari ujung tubuh dan berpusat ke hati mereka. Jantung mereka pun terasa tak karuan.
"Ana uhibbuka Fillah ya zawjati." Seketika kata kata indah terlontar dari mulut Hanan. Jinan merasa hatinya berbunga bunga, terasa ada kupu kupu yg sedang berterbangan di dalam perutnya.
Karna merasa senang dan tersipu malu, Jinan bergegas menundukkan pandangannya dan mengarahkan matanya ke sembarang arah. Padahal hatinya sudah berasa tak karuan.
"Ji, aku sama Rere pamit duluan ya. Soalnya udah sore juga." Aurel dan Rere menghampiri Jinan untuk berpamitan pulang.
"Loh mau pulang sekarang jadi ni?" Tanya Jinan balik.
"Iya deh. Yaudah semoga kamu sama mas Hanan menjadi keluarga yg SAMAWA ya." Ucap Rere.
"Iya, semoga cinta kalian sampai ke surga dan semoga hubungan kalian tidak terpisah kan. Aamiin." sambung Aurel.
Jinan dan Hanan sama sama menunduk mendengar doa dari Aurel dan Rere. Mereka terlihat salah tingkah, padahal di hati mereka sama sama mengucapkan "Aamiin".
โข
โข
โข>
...BERSAMBUNG......
...Oke jangan lupa juga ya lemesin jarinya untuk tekan like dan komen juga, oh iya sekali sekali kasi Bunga gitu buat author biar semakin semangat ๐คญ...
__ADS_1