Bersamamu, Imamku

Bersamamu, Imamku
Ujian dan Masa Lalu


__ADS_3

...💚💚💚...


..."Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bertanggung jawab dan pemimpin yang bertanggung jawab termasuk salah satu orang yang akan mendapat naungan Allah"...


...#Bersamamu, Imamku...


...💚💚💚...


Setelah mendapat penjelasan dari polisi, Hanan kembali duduk di samping Jinan. Hanan masih tak habis pikir dengan apa yg menimpanya. Apalagi, polisi menduga bahwa kebakaran itu disengaja.


"Mas... kita sholat dulu, ya! Biar hati kamu lebih tenang." Ajak Jinan.


Mas Hanan mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya seraya menggandeng Jinan berjalan ke masjid yg ada di dekat situ.


 


Begitu selesai sholat zuhur, Jinan langsung keluar masjid untuk mengajak Hanan makan siang. Tetapi saat tiba di luar, Jinan tidak melihat Hanan. Sepertinya Hanan masih ada di dalam masjid.


Cukup lama juga Jinan menunggu Hanan keluar dari masjid.


"Ji.... Kok masih disini?" Tanya Hanan yg baru keluar dari masjid.


"Eh, mas. Iya, aku nunggu mas Hanan."


"Yaudah kita makan siang, ya!" Ajak Hanan seraya memakai sepasang sepatu nya.


"Mas... Kamu masih sedih, ya?" Tanya Jinan, karena melihat wajah Hanan yg masih lemas tak bersemangat.


"Hah... Enggak, kok." Jawab Hanan sambil menunjukkan senyum palsunya.


"Untuk apa mas sedih. Mas yakin semua kejadian ini ada hikmahnya. Mungkin Allah mau menambah rezeki mas lebih dari sebelumnya, makanya mas diuji dengan musibah ini." Sambung Hanan bijak.


"Aku beruntung, mas. Punya suami kayak kamu, selalu berpikir positif dan tidak mudah menyerah." Ungkapan itu bukan hanya sekedar pujian dari Jinan, melainkan ungkapan itu adalah ungkapan haru Jinan.


Awal pernikahan Jinan dan Hanan bisa dikatakan buruk. Mereka memang sudah menikah, tetapi awal pernikahan mereka sangat sangat tidak baik. Hubungan mereka bagai orang asing.


Tetapi saat ini, Jinan menemukan cintanya lewat Hanan. Laki laki yg juga tulus mencinta dirinya dan juga senantiasa membimbing ke jalan yg benar.


"Seharusnya mas yg bilang gitu, karena kamu mau menerima mas apa adanya."


"Ana uhibbuka fillah suami ku." Jawab Jinan sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Hanan.


 


Hari ini, Hanan tetap pergi ke kantor untuk mengurus semua masalah kantor. Meskipun sejujurnya Hanan masih terpuruk dengan apa yg terjadi. Karena bagaimana pun, Hanan harus profesional, apalagi saat ini pasti banyak karyawan yang butuh kebijakan darinya.


"Yakin mau ke kantor, mas?" Tanya Jinan yang sedang membantu Hanan merapihkan jaz kantor nya.


"Mau gimana lagi, sayang. Gimana pun juga, mas ini kan pimpinan kantor. Mas gak bisa egois, ada banyak orang yang membutuhkan mas di kantor saat ini." Jawab Hanan.


"Ya tapi kan pasti mereka bisa ngerti kondisi kamu, mas. Kamu pasti masih terpukul sama kejadian ini!"

__ADS_1


"Gak apa apa, sayang. Sebagai pemimpin kita harus profesional dan bertanggung jawab. Rasulullah sendiri mengatakan bahwa pemimpin yang baik adakah pemimpin yang senantiasa bertanggung jawab ,


'Ketahuilah: kalian semua adalah pemimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya'. Jadi mas harus bertanggung jawab".


" Masya Allah, suamiku. Sekali lagi Jinan merasa beruntung, karena bisa dapetin suami kayak mas Hanan." Jinan memeluk dada bidang Hanan karena dibuat terpanah oleh jawaban Hanan.


"Sayang! Mas mau ngantor dulu, ya." Ucap Hanan dengan tubuh yang masih dalam dekapan Jinan.


"Iya, mas." Jawab Jinan yang terus mendekap Hanan.


"Sayang! Mas mau ngantor dulu. Boleh, gak?" Tanya Hanan sekali lagi.


Jinan mengangguk, "Boleh, mas. Kan mas bilang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bertanggung jawab dan pemimpin yang bertanggung jawab termasuk salah satu orang yang akan mendapat naungan Allah."


"Alhamdulillah, kalau istri mas tau itu. Tapi gimana mas bisa ngantor kalau Jinan terus meluk mas?" Jawab Hanan tersenyum geli dengan sikap lucu Jinan.


"Astaghfirullah... Iya, ya! Hehehe maaf ya, mas." Ucap Jinan yang langsung melepaskan pelukan nya.


"Yaudah, mas ngantor dulu, ya! Ntar jam makan siang mas pulang."


"Iya, mas. Hati hati, ya." Hanan mengangguk seraya mengecup kening Jinan.


"Oh, iya. Makan siang mas mau makan apa?" Tanya Jinan.


"Apapun yang kamu masak, akan mas makan." Jawaban simple Hanan itu membuat Jinan tersenyum senang.


"Yaudah, mas berangkat dulu, ya! Assalamu'alaikum." Ucap Hanan seraya mengecup kening Jinan lagi.


 


Sampai di kantor, Hanan langsung dikejutkan oleh kedatangan seseorang. Pagi pagi ia harus melihat sosok yang membuat mood nya hancur.


Dengan langkah cepat dan seolah olah tak melihat, Hanan melewati orang tersebut tanpa mengucapkan apapun.


"Apa kamu bener bener gak ngeliat aku, Hanan." Ucap seorang wanita berdress navy sepanjang lutut dengan rambut terurai.


Hanan berhenti melangkah saat mendengar ucapan wanita itu, dan Hanan pun membalikkan tubuhnya.


"Kamu bener bener gak ngeliat aku, atau memang sengaja nganggap aku gak ada disini, Hanan?" Tanya wanita itu lagi.


"Bagi saya, anda memang udah gak ada. Bagi saya, anda udah mati sejak lama. Bukan hanya di kehidupan saya aja, tapi juga di hati dan pikiran saya." Jawab Hanan tegas.


"Waauw wauw wauw..." Sahut wanita itu seraya bertepuk tangan.


"Hebat ya kamu, Hanan. Sekarang udah bisa ngomong kayak gitu, ya. Apa itu semua karena istri kamu?" Sambung wanita itu dengan tatapan sinis.


"Cukup ya, Ran. Kamu gak perlu ganggu kehidupan aku lagi. Hidup aku jauh lebih baik dan jauh lebih bahagia tanpa kamu."


"Oh, ya? Masa, sih? Apa kamu beneran bahagia sama istri kamu sekarang?"


"Itu bukan urusan kamu! Sekarang kamu pergi atau aku panggil satpam." Titah Hanan dengan tegas.

__ADS_1


"Oke oke... Aku bakalan pergi, tapi kamu harus tau satu hal. Aku bakalan balik lagi ke kamu, karena sekarang aku udah gak ada urusan sama laki laki brengsek bernama Brayan itu." Setelah mengatakan hal itu, wanita tersebut pun berlalu pergi dari hadapan Hanan.


Hanan pun juga masuk ke ruangannya, dan begitu sampai di dalam ruangan, Hanan terlihat sangat frustasi. Sekarang bukan hanya urusan kantor yang mengganggu pikiran nya, melainkan wanita itu tadi.


Wanita tadi adalah Rani, sosok wanita yang menyukai Hanan waktu masa SMA. Pada saat itu, tidak ada hubungan khusus antara Hanan dan Raya. Tetapi Raya sudah sangat mencintai Hanan, sementara Hanan masih bersikap biasa saja. Tentang Rani juga udah pernah di bahas waktu episode (Siapa Dia?)


Selama ini Rani terlalu sibuk dengan dunia modeling nya. Karena menanti Hanan yang terlalu lama, Rani pun menjalin hubungan dengan fotografer nya sendiri. Bahkan Hanan pernah memergoki Rani berada di kamar hotel dengan fotografer nya itu. Saat itu, Hanan sudah mulai mau membuka hatinya pada Rani, tetapi Rani malah mengecewakan nya.


Mungkin Rani wanita yang sangat cantik dan cukup berkelas. Tetapi kehormatan Rani sudah jatuh di mata Hanan. Hanan sudah benar benar kecewa pada Rani, sampai saat itu Hanan menjadi sosok pria yang sangat sangat dingin pada wanita. Kenapa? Karena Hanan dibuat kecewa oleh wanita yang dipikirnya baik.


Tokkk tokk tokk


"Masuklah!" Ujar Hanan saat mendengar pintu ruangan nya di ketuk.


"Permisi, pak! Ini ada beberapa e-mail masuk dari client, pak! Dan rata rata isi e-mail nya, mereka minta ganti rugi, pak!" Jelas Andri, sekretaris Hanan.


"Ganti rugi?" Ucap Hanan terkejut tak percaya.


"Iya, pak. Karena para client udah tau kalau gudang kebakaran, dan mereka juga udah tau kalau semua material dan bahan textile untuk proyek yang ada di gudang itu hangus terbakar." Jawab Andri.


"Hufftttt... " Hanan mengusap wajahnya frustasi.


"Yaudah, gini aja. Kamu tolong susun jadwal temu client, nanti kita akan bahas lebih lanjut soal ini. Dan untuk karyawan lain, tolong minta mereka tetap fokus dengan pekerjaan mereka aja." Titah Hanan.


"Baik kalau begitu, pak." Andri pun keluar dari ruangan Hanan.


Sementara Hanan, kini rasanya isi kepala Hanan terasa penuh. Hanan juga pusing dibuat hal ini, masalah kantor belum selesai, sudah datang masalah baru, yaitu Rani.


Hanan pun menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya sambil memijit pelipis nya. Sesekali Hanan juga melihat wajah Jinan di bayangannya, dan membuat hal itu membuat Hanan tersenyum.


"Assalamu'alaikum." Suara seseorang yang lembut menyadarkan Hanan dan membuat Hanan berhenti tersenyum.


.


.


.


...BERSAMBUNG......


...JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YA GAESS, BIAR SEMANGAT UP NYA...


...MAAF JUGA NIH, LOH, AKU LAMA UP NYA SOALNYA AKU LAGI UJIAN SEMESTER, DO'AIN AJA YA SEMOGA UJIANKU LANCAR BIAR BISA UP LEBIH RAJIN LAGI☺🤗 OH IYA, JUDULNYA JUGA AKU GANTI, NIH...


...GAK APA APA YA😉...


NOTE:


Disini aku cuma mau kasi informasi, kalau bab 27-35 itu, isinya sama dengan bab baba sebelumnya


Sementara bab 1-26 itu udah di revisi ya dear, tapi berhubung bab 27-35 yang sama tadi gak bisa di hapus, jadi aku kasi pengumuman aja, biar kalian gak bingung

__ADS_1


Jadi, kalau kalian udah sampai bab ini, kalian langsung ke bab 36 aja ya dear, makasih🥰


__ADS_2