Bersamamu, Imamku

Bersamamu, Imamku
Surprise


__ADS_3

...❤❤❤...


..."Sesuatu yg terlihat kecil saja bisa sangat bernilai di mata kita apabila diberi dengan keikhlasan dan ketulusan hati. "...


...— Raihana Jinan Tsaqib —...


...#Bersamamu, Imamku...


...❤❤❤...


Begitu selesai dengan pekerjaan kantor nya, Kini Hanan mulai berpikir lagi untuk hadiah yg akan diberikan pada Jinan. Meskipun Hanan tidak tau betul apa yg sedang diinginkan Jinan, tetapi Hanan tetap akan memberikan hadiah untuk Jinan.


Saat Hanan sedang sibuk melihat media sosial nya, perhatian Hanan tertuju pada sebuah cincin permata yg sangat simpel tetapi indah dilihat mata.


"Masya Allah, ternyata Allah membantu ku hari ini. "


Hanan langsung mengambil kunci mobil nya dan bergegas pergi untuk membelikan hadiah Jinan.


Setelah Hanan melajukan mobilnya cukup jauh, kini sampailah Hanan di sebuah toko perhiasan. Begitu sampai di toko perhiasan tersebut, pandangan Hanan langsung tertuju pada sebuah cincin permata yg sangat simpel tetapi indah.


"Ada yg bisa kami bantu, pak? " Tanya seorang karyawan toko dengan ramah.


"Saya mau tanya cincin yg ini. " Hanan menunjuk sebuah cincin yg dari tadi menarik perhatian nya.


Karyawan toko pun mengambil kan cincin yg dimaksud Hanan tadi.


"Wahh... Pasti buat pacar ya, pak? " Tanya seorang karyawan toko lainnya yg seperti nya seseorang yg sedikit konyol.


"Ehh bukan, mas. Ini bukan untuk pacar saya, tapi buat istri. "


"Oooo buat istri. Bagus itu, terkadang istri memang perlu dimanjain gini, pak. "


"Hehehehe, iya, mas. "


Karyawan itu pergi setelah perbincangan singkat dengan Hanan.


Kembali pada transaksi jual beli cincin...


"Jadi, mas. Mau ambil cincin yg ini? " Tanya karyawan yg melayani Hanan tadi.


"Oh iya, mbak. Saya mau cincin ini ya. "


"Baik, mas. Harganya 25.000.000 ya, mas. "

__ADS_1


"Masalah harga tidak masalah, mbak. Saya bayar pakai debit ya. "


Hanan mengambil dompet nya dari saku Jaz dan mengeluarkan sebuah kartu debit ATM yg kemungkinan isinya ratusan bahkan milyaran rupiah.


Hanan langsung membayar cincin tersebut dan membawanya pulang untuk diberikan pada Jinan.


Di perjalanan menuju rumah, Hanan juga mampir di sebuah toko kue untuk membeli kue ulang tahun untuk Jinan.


.


.


.


Hanan melihat rumah terlihat tampak sepi dan sunyi. Ntah dimana istrinya saat ini berada. Hanan langsung masuk saja ke dalam rumah. Ternyata Jinan ada di kebun belakang sedang menikmati pemandangan kebun.


Dengan langkah perlahan lahan, Hanan menghampiri Jinan dengan kue yg sudah berada di tangannya.


"Mabruk alfa mabruk... 'Alaika mabruk... Mabruk alfa mabruk... Yaumilaadika mabruk.. " Saat sudah mulai mendekati Jinan, Hanan mulai bernyanyi dan Hanan juga sudah merangkul Jinan dari belakang dengan kue yg disodorkan ke arah depan.


Jinan terkejut dengan apa yg dilakukan Hanan sekaligus terharu.


"Barakallah fii umri sayang ku." Sambung Hanan dengan Memberikan sebuah kecupan di pipi ranum Jinan.


"Semoga dengan bertambah nya umur kamu, kamu bisa menjadi pribadi yg lebih baik ya sayang. Semoga kamu bisa menjadi istri dan bunda yg baik untuk anak anak kita kelak. "


"Aamiin.... Makasih ya, mas. "


"Sama sama, sayang. "


"Ingat satu hal, semakin tahun umur kita semakin bertambah, tetapi jatah hidup kita semakin berkurang. Jadi, manfaatkan hidup kamu sebaik baiknya ya, sayang. Jadikan diri kamu menjadi hamba yg semakin taat sama Allah. "


Butiran bening mengalir dari mata indah Jinan begitu saja, "In sya Allah, mas. Makasih ya mas untuk doa nya, makasih juga, udah jadi imam yg baik untuk Jinan. "


"Kok mewek? Jelek tau? " Ledek Hanan sambil menarik hidung Jinan.


"Ihhh mas Hanan. "


"Eh iya ini kuenya dipotong, dong! "


"Di dalam aja deh, mas. " Jinan membawa kue nya dan mengajak Hanan ke dalam.


Sampai di dalam rumah, Jinan memotong kue yg dibeli khusus oleh Hanan. Dengan tulus, suapan pertama diberikan Jinan kepada Hanan.

__ADS_1


"Kok malah mas yg disuapin? Seharusnya Jinan, dong." Hanan juga ikut menyuapi kue ke dalam mulut Jinan.


Mereka terlihat sangat asik menikmati kue yg dibeli Hanan itu. Apalagi mue itu ada kue kesukaan Jinan, yaitu brownis keju.


Saat mereka sedang menikmati kue itu, Hanan tiba tiba teringat dengan sesuatu.


"Oh iya, sayang. Mas punya kejutan lagi buat kamu."


"Kejutan apa lagi, mas? "


"Ntar kamu juga tau, sekarang kamu tutup dulu dong mata kamu! "


Meskipun penasaran, Jinan tetap menuruti perkataan Hanan untuk menutup mata.


Hanan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku Jaz nya dan langsung menyodorkan nya pada Jinan.


"Nah, sekarang kamu bisa buka mata kamu, sayang. "


Begitu Jinan membuka matanya, Jinan langsung dibuat terpana dengan sebuah cincin permata mungil yg ada di hadapannya.


"Masya Allah... Cantik banget, mas. "


"Cantik ya. Gimana? Kamu suka gak? "


Jinan mengangguk, "Jinan suka banget, mas. Makasih ya, mas. "


"Sama sama, sayang. Yaudah, mas pakein ya. "


Jinan mengangguk, Hanan pun meraih tangan Jinan untuk menyematkan cincin itu di jari manis sebelah kiri Jinan. Karena di jari manis sebelah kanan Jinan sudah ada cincin, yaitu cincin pernikahan nya dengan Hanan.


"Maaf ya, karena mas cuma bisa kasih hadiah kecil ini untuk kamu." Ucap Hanan setelah selesai menyematkan cincin itu dijari Jinan.


"Mas, sesuatu yg terlihat kecil saja bisa sangat bernilai di mata kita apabila diberi dengan keikhlasan dan ketulusan hati." Jawab Jinan.


Cuppp


Satu kecupan mendarat di kening Jinan pada saat itu juga. Benar benar sesuatu yg sangat sangat membahagiakan.


...━━━━━━━⊰✿❤✿⊱•━━━━━━━...


...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...


...Lopyuuu❤🥰😘...

__ADS_1


...Salam hangat, Diary Za...


__ADS_2