
..."Allah tau rezeki apa yg pantas di dapat oleh hambanya, jadi kita tidak perlu khawatir. Karena jika itu memang rezeki kita, maka dengan cara yg tidak disangka sangka Allah akan memberinya. "...
...— Syauqi Hanan Abbasyi —...
...\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=...
...🌺H A P P Y R E A D I N G G U Y S S🌺...
...\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=...
Pagi yg cerah,
Beginilah hari hari ku sekarang. Hariku disambut dengan senyuman hangat dari suami ku. Suami yg selama ini jarang sekali tersenyum.
Saat ini, aku sedang membuat sarapan dengan dapur, sedangkan mas Hanan sedang Joging di luar.
Mas Hanan memeluk ku dari belakang, "Assalamu'alaikum, sayang. "
Sontak aku langsung terkejut saat mas Hanan langsung memeluk ku, "Wa'alaikumussalam."
"Hubby... Ngagetin aja, deh. " Ucapku sambil menepuk bahu mas Hanan pelan.
"Maaf ya, sayang. " Mas Hanan mendekat kan kepalanya ke kepala ku.
Aku mengerucut kan bibirku, "Hfftttt... "
"Iya, deh. Jinan maafin, " Sambung ku.
Cupppp
"Gitu dong. " Tutur mas Hanan setelah mendarat kan kecupan di pipi ku.
"Yaudah, mas mandi dulu, gihh. " Titah ku.
"Oke... Mas mandi dulu,, ya. "
Mas Hanan langsung menaiki anak tangga satu per satu untuk masuk ke kamar. Aku pun melanjutkan kegiatan memasak ku, supaya saat mas Hanan selesai mandi aku sudah menyiapkan sarapan untuk nya.
..._____________❃_____________...
Di kamar, pria dengan tubuh ideal itu sedang sibuk dengan pakaian kantornya. Sambil sesekali ia melihat ke arah layar HP.
Saat Hanan sedang sibuk bersiap, tiba tiba HP Jinan berdering di atas meja rias. Hanan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah HP Jinan. Dilihat ada sebuah notifikasi di HP Jinan.
⏱ Milad Jinan🎉
Itulah yg tertera di layar HP Jinan saat ini. Membaca itu, Hanan pun sambil mengingat ngingat.
"Astaghfirullah... " Hanan menepuk jidatnya sendiri.
__ADS_1
"Kok aku bisa lupa ya. Ini kan memang hari ulang tahun nya Jinan. "
Hanan masih diam terpaku memandang ke arah jendela, "Hmmm,, Kira kira, hadiah apa ya yg mau aku kasi ke Jinan? Duhh bingung sendiri, nih. "
"Hubby.... " Teriak Jinan dari lantai bawah.
"Udah siap belum mandinya? Ini sarapan nya udah siap, loh. " Sambung Jinan.
"Iya, sayang." Jawab Hanan dengan suara kuat juga.
Hanan meletakkan HP Jinan di atas meja rias lagi, lalu Hanan mengambil tas tenteng nya.
"Wahhh... Masakan kamu wangi banget, sayang. Kayaknya enak, nih. " Puji Hanan begitu sampai di depan meja makan.
"Alhamdulillah,,, Yaudah, mas cobain dulu ya!" Titah Jinan.
Jinan pun mengambil kan Hanan sarapan, dengan lahap Hanan menyantap sarapan yg sudah disiapkan oleh Jinan
15 Menit kemudian...
Begitu selesai sarapan, Hanan langsung berpamitan pada Jinan untuk berangkat ke kantor.
"Yaudah, sayang. Mas berangkat dulu, ya. "
Jinan mengangguk, "Iya, mas. Hati hati ya. "
"Iya, sayang. "
Hanan mencium tangan Hanan, "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, hubby. "
Baru selangkah Hanan keluar dari dalam rumah, "Mas..." Panggil Jinan.
Hanan menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang.
Jinan mendekati Hanan, "Mas, Jinan boleh kerja, gak?" Tanya Jinan sedikit ragu ragu.
Tatapan Hanan seketika menjadi dingin, "Sayang... Mas bisa memenuhi kehidupan kita, jadi kamu gak perlu kerja."
Hanan mengelus wajah Jinan, "Mas gak mau kalau kamu sampai kenapa napa, seperti kemarin. Mas mau kamu istirahat di rumah aja, gak perlu kerja ya sayang. Kalau kamu bosen, kamu tinggal bilang sama mas. Kita bisa pergi jalan jalan. "
Jinan menunduk kecewa, "Iya, mas. "
Hanan mengecup kening Jinan, Cupppp
"Yaudah, mas berangkat dulu ya. "
"Iya, mas. Hati hati ya. "
Hanan berjalan ke arah mobil nya,
Tinnnnn (klakson mobil)
__ADS_1
Hanan membuka kaca mobil lalu tersenyum pada Jinan, "Assalamu'alaikum, sayang. "
"Wa'alaikumussalam, hubby. " Jinan juga membalas senyuman Hanan sambil melambaikan tangannya.
Dengan kecepatan sedang, Hanan menelusuri jalanan kota yg sudah mulai ramai dan macet.
Sedangkan Jinan, kini hanya berdiam diri di rumah sambil menunggu kepulangan Hanan. Sesekali Jinan juga membaca beberapa novel favorit nya.
Di kantor Hanan
_______________
Kini Hanan di hadapkan dengan beberapa dokumen yg perlu tanda tangan nya. Tetapi pikiran Hanan tidak fokus kepada dokumen dokumen itu Melainkan, pikiran Hanan sibuk dengan hadiah untuk Jinan.
"Woyyy... " Tegur seorang pria yg kini sudah berdiri di depan meja Hanan.
Hanan yg tadinya termenung, kini menoleh ke arah pria itu, "Fatih... Ahhh, kami ini ngagetin aja." Gerutu Hanan.
Fatih menarik bangku yg ada di depan nya lalu duduk di atasnya, "Ya abisnya, kamu bengong aja. Lagu mikirin apa sih, pak CEO? "
Hanan menarik nafasnya lalu membuangnya dengan kasar, "Aku lagi bingung, Fat. "
"Ehh, bingung kenapa antum? " Tanya Fatih.
"Jadi, hari ini tu hari milad nya Jinan. Aku bingung, mau kasi hadiah apa untuk Jinan. "
Fatih terkekeh kecil lalu memukul bahu Hanan, "Yaelah,,, Masa mau ngasih hadiah buat istri aja bingung, sih. Gimana antum ini? "
"Malah ngeledek... Ya maklum lah, kan aku gak pernah ngasi hadiah ke cewe, Fat. "
"Duhh kasian banget sepupu ane ini."
"Gini ya, Han. Kalau mau ngasi hadiah ke cewe itu, kasi sesuatu yg dia pengenin selama ini. Wihh pasti seneng banget tuh, kayak istri ane kemaren itu. " Sambung Fatih.
Hanan menggaruk tengkuk nya sambil mikir, "Sesuatu yg di pengenin? Apa ya, Fat? Aku aja gak tau Jinan pengen apa."
"Wahh antum parah banget sih, Han. Masa sesuatu yg di pengenin istri gak tau, sih. "
"Ya gimana lagi, kan selama ini kami gak pernah terbuka. "
Fatih menggeleng kan kepalanya melihat sepupu nya itu.
Fatih Al-Akram, itu nama aslinya ya dear. Dia ini sepupu nya Hanan, anak dari kakak perempuan mama nya Hanan. Maklum aja ya kalau Fatih ini ngomong nya agak ke Arab araban, soalnya Fatih bertahun tahun sekolah nya di pesantren. Jadi kebawa bawa deh sampe sekarang.
...━━━━━━━⊰✿❤✿⊱•━━━━━━━...
...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...
...Lopyuuu❤🥰😘...
...Salam hangat, Diary Za...
__ADS_1