
..."Aku sudah mengucapkan Qabul dengan menjabat tangan ayah mu, itu artinya kau sudah sah menjadi istri ku, dan tidak ada yg boleh sedikit pun menyentuh mu bahkan mengganggu mu. "...
...— Syauqi Hanan Abbasyi —...
...\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=...
...🌺H A P P Y R E A D I N G G U Y S S🌺...
...\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=...
Karena aku sudah terlalu lama tidak masuk kantor, hari ini aku memtusukan untuk bekerja lagi. Tetapi sebelum nya aku izin terlebih dahulu dengan mas Hanan.
Sambil menyetrika hijab, aku mengajak mas Hanan bicara, "Mas, hari ini aku masuk kerja ya. "
Mas Hanan terlihat masih sibuk merapikan Jaz nya, "Kamu belum berhenti dari kantor tempat mu bekerja?"
"Berhenti? Emang nya Jinan gak boleh ya kerja lagi. "
"Ya bukan nya tidak boleh, tetapi kau sekarang sudah menjadi istriku. Jadi kau tidak perlu bekerja lagi, tetapi itu terserah mu. "
Ternyta suami dingin ini sudah mengakui ku sebagai istrinya ya, hehehe. Batin ku sambil senyum senyum sendiri.
"Ehmm aku belum tau juga, sih. Mau berhenti atau lanjut kerja. Liat nanti aja deh."
"Apakah kau mau berangkat bersama dengan ku, atau mau bawa mobil sendiri? " Tanya nya dengan wajah datar.
"Enggak usah, mas. Aku naik mobil sendiri aja. "
Begitu selesai aku menyetrika hijab mu, aku langsung mengambil baju kerja dari dalam lemari dan mengganti pakaian ku di kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama untuk aku bersiap siap, kini aku sudah siap. Aku juga sudah menyiapkan sarapan untuk ku dan mas Hanan. Sebelum berangkat kerja ke kantor masing masing, aku dan mas Hanan sarapan terlebih dahulu.
•••
Mobil hitam milik mas Hanan mengarah ke kanan sedangkan mobil silver milikku mengarah ke arah kiri. Kantor kami menang berbeda arah, makanya aku tadi tidak ingin berangkat bersama dengan mas Hanan. Takutnya, mas Hanan akan terlambat ke kantor kalau harus mengantarkan ku lebih dulu.
Di kantor, aku disambut hangat oleh seluruh karyawan. Mereka juga mengucapkan selamat padaku atas pernikahan ku satu bulan yg lalu. Karena sebagian dari mereka ada yg tidak bisa menghadiri pernikahan ku.
"Heeeeiiiii, nyonya Abbasyi ternyata udah masuk kantor. " Teriak Aurel dari kejauhan.
Aurel langsung memelukku begitu sampai di hadapan ku, "Aaaaa, Jinan. Aku tuh kangen banget sama kamu."
__ADS_1
Aku membalas pelukan Aurel, "Ehmmm aku juga kangen banget sama kamu, Rel. "
"Oh iya, gimana kabarnya Rere sekarang? " Ucapku setelah Aurel melepas pelukan nya.
"Hempp.. Ya gitu lah, Ji. Dia bilang, setelah nikahan kamu satu bulan yg lalu, Rere bilang ikut pindah sama suami nya ke Kalimantan. " Jawab Aurel sambil memasang wajah melas.
"Ya Allah jauh banget yak. "
"Itu dia, Ji. "
"Uwhhh, jangan murung dong muka nya. Kan aku masih stay disini."
"Hmm iya ya, kan masih ada kamu disini. "
"Iya, dong. "
"Ehemmm" Saat kami sedang melepas rindu, tiba tiba ada suara deheman yg berasal dari arah belakang kami.
"Jinan... Kamu sudah masuk kerja? " Tanya CEO muda nan tampan itu.
"Yaelah, pak. Kan sekarang Jinan nya ada disini, ya berarti udah masuk kerja lah. " Sahut Aurel sembarangan.
"Iya iya saya tau, ya kan bisa saja Jinan kemari dengan tujuan lain."
Aku menyengir, "Enggak kok, pak. Saya kesini memang mau kerja. Lagian kan saya udah lama juga cutinya. "
Jlebb...
Seketika otakku ngeblank mendengar kata "HONEYMOON". Jangan kan Honeymoon, sehari hari saja suami ku selalu bersikap dingin dan kaku, gak ada romantis romantis nya.
" Ya sudah, sekarang kamu mulai kerja aja ya. Sebagian kerjaan kamu saya alihkan ke Aurel, jadi kamu bisa minta dia ya untuk kerjaan kamu hari ini. " Titah pak Arka.
"Baik, pak. "
......16.00......
Hariku cukup melelahkan hari ini, bekerja seharian karena ada banyak pekerjaan yg terkendala karena aku cuti.
Tetapi untung saja hari ini mas Hanan mengatakan bahwa dia tidak makan siang di rumah, aku jadi tidak perlu bolak balik ke rumah untuk menyiapkan makan siang.
Dengan kecepatan sedang, aku menelusuri jalanan kota yg cukup ramai dan macet. Karena ini sudah sore, aku ingin pulang lebih cepat. Aku memilih jalan pintas supaya sampai rumah lebih cepat dan supaya aku bisa lebih dulu sampai rumah dibanding mas Hanan.
Tetapi tiba tiba....
__ADS_1
"Loh loh loh.. Kenapa ni mobil?"
Aku meminggirkan mobil ku ke bibir jalan, karena tiba tiba saja mobil ku seperti ingin mogok.
"Yahh kok mogok disini, sih? Malah masih jauh lagi dari rumah. " Monolog ku sendiri.
Di tepi jalanan yg sunyi, rasanya tidak mungkin jika ada bengkel di sekitar sini. Jangankan bengkel, orang lewat juga sudah tidak ada yg lewat karena ini sudah sore.
"Ya Allah, gimana ini? " Aku keluar dari mobil ku.
Niat ku ingin menghubungi mas Hanan, tetapi aku mencari HP ku di tas malah tidak ada.
"Loh, HP aku kemana ya?" Aku masih sibuk mencari dimana HP ku, tiba tiba ada dua orang pria dengan jaket jeans dan topi di kepala mendekati ku.
"Heii, cantik. " Ucap pria berkumis.
"Mau kemana ni? Cantik cantik kok sendirian aja sih, neng? " Sambung pria yg satunya lagi.
"Ehh.. ehmmm. " Aku langsung mundur mundur saat mereka mencoba mendekati ku.
"Heii jangan mundur mundur, dong. Kita ini orang baik, kok. Iya gak, bos? "
"Yoi brayy. "
Karena ketakutan, kini rasanya tubuhku sudah gemetaran. Aku terus berjalan mundur sambil memeluk tas ku. Beberapa kali kedua preman itu mencoba untuk menyentuh ku, tetapi aku berhasil mengelak. Tetapi...
"Allah... " Kaki ku tersandung batu sehingga aku terjatuh ke tanah. Preman itu semakin dekat dengan ku.
Ntah apa yg mau mereka lakukan, saat ini aku hanya mencoba mundur dan berusaha berdiri. Tetapi kaki ku rasanya sakit sekali.
Mereka terus mendekat dan mencoba menyentuh ku. Tetapi tiba tiba saja, ada sebuah tangan pria menghalangi nya.
"Jangan coba coba untuk menyentuh istri ku. " Titah pria tersebut.
"Wawwww ternyata ada suami nya ni, bos. "
"Mas Hanan. " Lirih ku saat melihat ke sosok yg mencegah tangan preman tadi menyentuh ku.
Tanpa merespon apa apa dan tanpa aba aba lagi, mas Hanan langsung menendang perut preman yg tadi berusaha menyentuh ku.
...━━━━━━━⊰✿❤✿⊱•━━━━━━━...
...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...
__ADS_1
...Lopyuuu❤🥰😘...
...Salam hangat, Diary Za...