
..."Ternyata memang benar, Allah tidak akan salah memilih jodoh untuk hambanya. Seperti aku yg saat ini memilih mu, Kau selalu bisa melindungi dan menjagaku kapan pun itu, dan hal itu membuatku merasa aman meskipun kau tidak ada di dekatku."...
...— Haura Jannah Syauqiah —...
...\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=...
...🌺H A P P Y R E A D I N G G U Y S S🌺...
...\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=•\=...
Preman itu terlihat meringis kesakitan saat mendapatkan tendangan dari mas Hanan. Melihat temannya disakiti, preman yg satu lagi pun mendekati mas Hanan dan melawan mas Hanan.
Bagg Bugg bagh
Pukulan demi pukulan terus diberikan mas Hanan pada preman itu. Meskipun tubuh preman itu lebih besar dari mas Hanan, tetapi kekuatan mas Hanan justru lebih kuat.
"Heyy, bro. Santai... Santai. " Tutur preman itu sambil memegangi perutnya.
"Kita ini sama sama laki laki, jadi wajar aja kalau kami terpesona sama kecantikan istri mu ini, jadi... "
Belum selesai preman itu bicara, mas Hanan langsung menghantam wajah preman itu dengan tangan kekar mas Hanan.
"Sekali lagi kau mengatakan sesuatu tentang istri ku, maka akan ku buat nyawa mu melayang sekarang juga. " Ancam mas Hanan dengan wajah yg memerah, seperti nya amarah nya mas Hanan sudah di ubun ubun sekarang.
Degggg
Hati ku rasanya senang sekali mendengar perkataan itu dari mulut mas Hanan. Mas Hanan sampai sangat sangat melindungi ku.
Saat mas Hanan sedang menghadap ke arah preman yg satu, dari belakang sana preman yg satunya lagi berusaha untuk memukul mas Hanan dengan sebuah balok.
Aku yg melihat hal itu, langsung bangkit dan memeluk mas Hanan dari belakang untuk melindungi nya.
Bughhh
"Arkhhhh... " Teriak ku saat balok itu mendarat di bahu ku.
__ADS_1
Balok itu mendarat di bahu ku. Saat preman itu berniat memukul mas Hanan, dengan sigap aku langsung memeluk mas Hanan, sehingga aku lah yg terkena pukulan balok itu.
Seketika tubuhku melemas setelah mendapat pukulan. Begitu mendengar suara teriakan ku, mas Hanan berbalik badan dan dengan sigap mas Hanan menampung tubuhku yg saat ini sudah lemas.
"Jinan... " Mas Hanan langsung memelukku.
"Arrgghhhhhh.... Dasar kalian! Aku tidak akan mengampuni kalian. "
Karena takut dengan amukan mas Hanan, kedua preman itu langsung kabur begitu saja meninggal kan ku dan Mas Hanan.
....
Melihat kedua preman itu kabur, Hanan mengusap rambutnya frustasi. Saat ini ia mengalihkan perhatiannya pada Jinan lagi. Jinan sudah terkulai lemas dan jatuh pingsan.
"Kamu yg kuat ya, Ji. Mas akan bawa kamu ke rumah sakit. " Tutur Hanan sambil membawa Jinan ke dalam mobil nya.
Sesampainya di rumah sakit, Hanan memanggil para perawat untuk menangani istrinya. Hanan mendesak agar dokter segera menangani istrinya.
Kini perasaan Hanan campur aduk jadi satu. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Jinan.
Hanan menunduk sambil terus berdoa agar Jinan tidak kenapa napa. Tak lama dari itu, ayah dan bunda mertuanya datang.
Begitu sampai, ayah langsung menepuk pundak Hanan pelan, "Assalamu'alaikum, nak. "
Hanan mendongak, "Ayah... Wa'alaikumussalam"
Hanan mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian.
"Bagaimana, nak?" Sambung bunda dengan wajah yg juga khawatir.
"Dokter masih menangani Jinan, bun. "
"Suaminya, mbak Jinan. " Panggil dokter begitu keluar dari ruang UGD.
Hanan langsung berdiri, "Saya, dokter. "
Dokter itu mendekat, "Tidak ada yg perlu di khawatir kan. Mbak Jinan hanya mengalami cedera ringan di bagian kepala dan bahunya. Tetapi sudah kamu obati, dan pasien pingsan karena luka di kepalanya. "
__ADS_1
"Alhamdulillah." Ucap semua orang.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu ya. Kalian semua boleh melihat nya setelah ia di pindah ke ruang perawatan. " Dokter itu pamit dan meninggal kan tempat itu.
•••••
Begitu Jinan dibawa ke ruang perawatan, bunda memaksa untuk bertemu Jinan duluan.
"Bun, biarkan Hanan bertemu Jinan dulu. Hanan kan suaminya. " Tutur ayah.
"Gak apa apa, ayah. Biar bunda yg bertemu Jinan duluan. " Sahut Hanan tersenyum.
Bergegas bunda masuk ke dalam ruangan Jinan dan mendengar Jinan memanggil namanya, "Bunda.. "
"Iya, sayang. Bunda sama siapa kesini?"
"Bunda sama ayah, kamu gimana sekarang? Kepala kamu masih sakit?"
Jinan mengangguk, "Dimana mas Hanan? Mas Hanan gak apa apa kan, bunda? "
"Iya, sayang. Hanan gak apa apa, sekarang dia ada di luar sama ayah. Jinan mau bertemu sama mas Hanan? " Jinan mengangguk.
Setelah mencium kening Jinan, bunda langsung keluar untuk memanggil Hanan.
Bunda memegang bahu Hanan, "Nak, masuklah! Jinan ingin bertemu. "
"Baik, bun. "
Dengan langkah cepat disertai senyuman, Hanan langsung masuk ke ruang rawat Jinan.
...━━━━━━━⊰✿❤✿⊱•━━━━━━━...
...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...
...Lopyuuu❤🥰😘...
...Salam hangat, Diary Za...
__ADS_1