Bersamamu, Imamku

Bersamamu, Imamku
Kunjungan Bunda


__ADS_3

...๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก...


..."Jika tidak bisa membahagiakan suami dengan hal hal yang besar, maka setidaknya berikan lah kebahagiaan pada suami lewat hal hal kecil"...


...#Bersamamu, Imamku...


...๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก...


Tokkk tokk tokk... (Suara pintu di ketuk)


"Assalamu'alaikum... Hanan, Jinan. " Sebuah suara wanita paruh baya dari arah luar rumah mulai terdengar.


Jinan yg baru saja selesai mandi, langsung menyambar hijab instan ku yg ada di atas tempat tidur. Saat Jinan sudah turun dari tangga, Jinan melihat Hanan sudah lebih dulu membuka pintu nya.


"Bunda." Jinan menghampiri bunda dan mencium tangan bunda.


"Kamu siap mandi, Ji? "


"Hehehe, iya bun. "


Bunda menggeleng melihat Jinan.


"Yaudah, bun. Duduk dulu ya!" Hanan mengajak bunda duduk di sofa sedangkan Jinan ke dapur untuk membuatkan minum.


"Hanan, gimana?"


Hanan diam tak tau apa maksud bunda bertanya "Gimana".


" Apanya gimana, bun?" Tanya pria dingin itu polos.


"Haduh kalian ini, kan sudah satu bulan menikah, kok bunda belum dapet berita bahagia sih dari kalian. "


Hanan menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal, "Ehhmmm, anak ya, bun? "


"Nah itu kamu tau. Kalian kan sudah sebulan menikah, jadi wajar kan kalau bunda tanya begitu. Sebenarnya bunda gak memaksakan, Han. Tapi bunda berharap, rumah tangga kalian langgeng langgeng aja ya. " Bunda melemparkan senyuman hangat pada Hanan agar Hanan juga tidak merasa gugup gugup kali.


Begitu selesai membuat teh, aku langsung membawanya ke ruang tamu, "Bunda... Ini nih, Jinan udah siapin bunda teh sama cemilan. "


"Wahhh, makasih ya anak bunda. "


"Loh, bunda sendiri aja? Ayah gak ikut? "Jinan melihat tidak ada siapa pun yg datang menemani bunda.


"Tadi bunda diantar Tifah, katanya dia ada urusan di dekat dekat sini. Kalau ayah mu, tau sendiri lah, ayah mu kan sibuk. " Bunda mengambil secangkir teh nya.


Jinan melihat ke arah bunda dan Hanan secara bergantian, ada mimik wajah gugup yg Jinan dapati pada wajah Hanan. Jinan curiga, dengan yg mereka katakan tadi. Kenapa Hanan menjadi diam dan terlihat gugup sekarang.


"Ehemm." Karena suasana hening, bunda berdehem memecahkan keheningan itu.


"Jinan, sebenarnya kedatangan bunda kesini, bunda cuman mau nganter ini. Ini tuh, buku resep masakan yg berguna untuk kamu. " Bunda menyodorkan sebuah buku kecil dengan tulisan yg penuh di dalamnya.


"Wooowww.. Makasih ya, bunda. Jinan memang butuh nih buku ini. Tapi kan bunda seharusnya gak perlu repot repot ke sini, bunda bilang aja sama Jinan biar Jinan yg ambil ke rumah bunda. "


"Enggak apa apa lah, lagian kan bunda sekalian jalan jalan, biar gak bosen di rumah aja. "


Hanan hanya diam mendengar kan Jinan dan bunda bicara, sesekali Hanan juga melihat ke arah arloji yg melingkar di tangannya.


Karena mungkin merasa sudah waktunya berangkat ke kantor, Hanan pun pamit dengan bunda terlebih dahulu, "Ehmm, bunda. Hanan kayaknya harus berangkat ke kantor deh. Soalnya ada beberapa berkas yg perlu tanda tangan Hanan. "


Bunda menoleh ke arah Hanan, "Ohh iya, hati hati ya. "


"Iya, bunda. Assalamu'alaikum, bunda. " Hanan pamit pada bunda dan mencium tangan bunda.


Jinan mengambil tas tentengan Hanan dan memberikan kepadanya, "Ini, mas. "


Seperti biasa, Jinan mencium tangan Hanan sebelum Hanan pergi ke kantor. Tetapi ada suatu kebiasaan baru yg dilakukan Hanan hari ini.


Cuppp...

__ADS_1


Satu kecupan mendarat enteng di kening Jinan saat Jinan mencium tangan Hanan.


Ya, Hanan membalas dengan mengecup kening Jinan, meskipun bukan yg pertama, tapi rasanya hati Jinan sangat sangat senang. Hanan juga pernah mencium kening Jinan sebelum nya, saat akad nikah.


Tetapi pagi ini berbeda, Hanan mencium ku saat hendak pergi ke kantor, ini lah pertama kalinya.


"Yaudah, aku berangkat dulu ya. " Setelah kecupan itu selesai, Hanan pun berangkat.


Jinan masih menetral kan jantung nya saat ini, "I iya mas, hati hati ya. "


Hanan mengangguk dan tersenyum, "Assalamu'alaikum."


Jinan dan bunda menjawab, "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. "


Setelah tubuh Hanan sudah tidak terlihat, bunda mengajak Jinan berbincang. Jinan pikir hanya pembicaraan yg biasa, tetapi ternyata bukan.


"Sepertinya, sudah ada perkembangan dengan rumah tangga kalian. "


Mata Jinan terbelalak langsung melihat ke arah bunda, "Ehhmmm ya gitu lah, bun. "


"Jinan kan udah menikah sahabat dengan mas Hanan, jadi Jinan pikir, sampai kapan Jinan dan mas Hanan mau dingin dingin ana terus? Lagian, kalau suami istri sama sama keras kepala, maka salah satunya harus bisa mengalahkan kan? Jadi ya Jinan udah memutuskan, biar Jinan yg mengalah. "


"Mengalah? Bukan, sayang. Ini namanya bukan mengalah, tetapi memberi kesempatan untuk cinta kalian. "


Bunda menggenggam tangan Jinan dan menatap netra Jinan lekat lekat, "Jinan, bunda yakin, kalau Hanan pasti akan mencintai kamu suatu saat nanti. Hanya saja, cinta kalian butuh waktu. Jadi yg sabar ya sayang, jangan berhenti berdoa. "


"Iya, bunda. In sya Allah Jinan akan terus berjuang untuk meluluhkan hati es batu nya mas Hanan. " Jinan tersenyum kemudian memeluk bunda.


Setelah cukup lama Jinan dan bunda berbincang bincang, Tifah datang dengan motor matic nya.


Begitu turun dari motor, Tifah langsung masuk ke dalam rumah, "Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. " Jawab Jinan bersamaan dengan bunda.


Tifah memperhatikan sekeliling rumah Jinan, "Wahh masya Allah, rumah mbak Jinan bagus banget ya, bun."


"Oh iya, mbak. Ini Tifah bawain mbak Jinan buah, tadi kebetulan lewat toko buah, jadi beli buat di rumah sama buat mbak Jinan sekalian." Tifah menyodorkan sekantung buah pada Jinan.


Jinan mengambil plastik buah tersebut, "Wahhh, alhamdulillah. Makasih ya, dek. Adek mbak ini baik banget, deh."


Mendengar pujian Jinan, Tifah hanya menyunggingkan senyuman, "Biasa aja kok, mbak. Kan jarang jarang juga Tifah gini, apalagi sekarang mbak Jinan udah tinggal di rumah sendiri."


Tifah tidak lama mengobrol dengan Jinan, hanya duduk dan ngobrol sebentar, setelah itu Tifah dan bunda pamit pulang.


>>>>>>>


Bunda dan Tifah pulang, kini Jinan sendirian lagi di rumah. Sepertinya besok Jinan akan mulai masuk kantor lagi, karena Jinan sangat bosan kalau di rumah terus.


...----------------...


11.30 WIB


Sebentar lagi zuhur, biasanya setelah ba'da zuhur, Hanan akan pulang ke rumah untuk makan siang. Jadi, Jinan langsung bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan siang sebelum Hanan pulang.


Jinan sudah menyiapkan sayur sayuran dan juga ada ikan segar dari kulkas.


Sebelum mama mertua Jinan kembali ke Turki, mama bilang kalau Hanan suka sayur lodeh sama ikan bumbu goreng kering.


Kebetulan, bunda tadi memberikan sebuah buku resep. Mungkin Jinan bisa mencontek resep sayur lodeh dari buku itu, karena Jinan belum pernah memasak sayur lodeh sebelumnya.


"Bismillah semoga berhasil masakan aku," batinku sebelum memulai buat masakan.


Dengan sangat teliti Jinan memperhatikan step by step yg terpampang di dalam buku resep itu. Jinan juga sudah membersihkan ikannya sebelum dimasak.


...----------------...


12.30 WIB

__ADS_1


Jinan menghela nafas berat dan menyeka keringat nya yg bercucuran di pelipis, "Fiiiuhhh... Alhamdulillah selesai juga nih masak nya."


Begitu selesai memasak, Jinan langsung menyimpan masakannya di atas meja tanpa dicicipi terlebih dahulu. Jinan masuk ke kamar untuk mandi setelah itu sholat zuhur, supaya saat Hanan pulang nanti Jinan sudah selesai semua.


15 Menit kemudian...


Tokkk tokkk tokk (Suara pintu di ketuk)


"Assalamu'alaikum, Jinan."


"Assalamu'alaikum, Jinan. Ji, mas pulang." Pria di balik pintu itu masih terus berusaha memanggil Jinan tetapi masih belum ada jawaban juga.


Begitu selesai Jinan sholat, Jinan langsung tersadar kalau Hanan dari tadi mengetuk pintu. Tanpa membuka mukenah nya, Jinan langsung menuruni satu persatu anak tangga untuk membuka pintu.


Kunci pintu itu langsung di buka dan knop pintunya Jinan putar, "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."


"Mas, maaf ya. Jinan tadi masih sholat. " Jinan meraih tangan suami nya lalu mencium nya.


Hanan melihat ke arah arloji di tangannya, "Udah jam segini, kamu baru selesai sholat?" Jinan mengangguk.


"Kemana saja dari tadi, kok sholat zuhur nya gak diawal waktu?"


"Emm.. Itu, mas. Tadi Jinan baru selesai masak buat mas Hanan makan siang, jadi tadi sebelum sholat Jinan juga mandi dulu makanya lama. "


Hanan menghela nafas berat dan menggeleng, "Lain kali, gak perlu repot repot, kalau kamu sibuk ada gak ada waktu, bilang aja. Kita bisa pesan makanan untuk makan siang."


"Yaelah, gimana sih maunya ni cowok dingin. Huhh, sabar Jinan sabar," batin Jinan dalam hati.


" Enggak, mas. Jinan gak repot. Yaudah, mas Hanan bersih bersih dulu, baru abis itu kita makan siang ya. "


Sementara Hanan sedang bersih bersih, Jinan menyiapkan makan siang nya dan juga membuat kan minuman segar untuk Hanan.


Jinan menyajikan nasi dan juga sayur nya di piring Hanan. Karena itu sudah menjadi tugas istri.


Hanan memperhatikan setiap makanan yg tersedia di meja, "Sayur lodeh?"


Jinan mengangguk, "Iya. Kata mama, mas Hanan suka sayur lodeh, jadi Jinan masakin mas Hanan sayur lodeh."


"Terimakasih."


Masih dengan nada dingin dan wajah datarnya, Hanan memang begitu, Jinan merasa senyumnya sangat mahal.


Saat mas Hanan memasukkan sesuap makanan ke dalam mulutnya, jantung ku deg degan, semoga rasanya enak ya Allah, batin Jinan.


"Gimana, mas? Enak gak masakannya?"


Wajah Hanan masih tetap datar tak berekspresi, "Ehh ehmmm enak, kok. Ini enak banget."


Hanan terus melahap makanannya sampai habis bahkan tidak ada sebutir nasi yg tersisa di piring nya.


Begitu selesai makan siang, Hanan pamit ke toilet untuk buang air kecil.


Meskipun mas Hanan mengatakan masakan Jinan enak, Jinan masih merasa ragu, karena wajah Hanan kurang meyakinkan.


Supaya tau yg sebenarnya, Jinan juga memakan masakan nya itu, "Oweekk.."


"Kok rasanya asin banget ya, tapi mas Hanan kok bilang enak," batin Jinan.


"Atau jangan jangan, mas Hanan bohong ya?" Monolog Jinan.


...โ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”โŠฐโœฟโคโœฟโŠฑโ€ขโ”โ”โ”โ”โ”โ”โ”...


...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...


...Lopyuuuโค๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜...


...Salam hangat, Diary Za...

__ADS_1


__ADS_2