
...❤❤❤...
..."Ternyata memang benar, Allah tidak akan salah memilih jodoh untuk hambanya. Seperti aku yg saat ini memilih mu, Kau selalu bisa melindungi dan menjagaku kapan pun itu, dan hal itu membuatku merasa aman meskipun kau tidak ada di dekatku."...
...— Haura Jannah Syauqiah —...
...#Bersamamu, Imamku...
...❤❤❤...
Sampainya tepat Hanan di hadapan Jinan, Hanan langsung menarik Jinan ke pelukan nya. Tanpa sadar, Hanan pun meneteskan air matanya.
Pelukan itu terjadi cukup lama, Jinan juga tidak menolak pelukan itu. Pelukan yg akhir akhir ini membuat nya sangat nyaman dan damai.
••••
"Mas... " Lirih Jinan dengan suara berat.
Hanan sadar bahwa air matanya mengalir, ia langsung menghapus nya, "Ehh ehmmm... Iya. "
"Mas Hanan kenapa? Kok nangis?"
Hanan langsung mengelap wajahnya yg mungkin masih terlihat basah karena air mata, "Enggak, kok. Gak apa apa. "
"Kamu gimana? Apa ada yg masih sakit? "
Jinan menggeleng, "Enggak, mas. Alhamdulillah Jinan gak apa apa kok. "
"Oh iya, tadi Jinan liat tangan mas Hanan juga terluka. Udah diobatin, mas? " Jinan menarik tangan Hanan dan mencari luka itu.
"Udah, gak apa apa kok. Cuma luka kecil."
"Luka kecil apaan, mas? Ini kalau dibiarin juga bisa infeksi. " Tutur Jinan.
"Sus, bisa minta tolong ambilin P3K, gak? " Titah Jinan pada seorang suster yg kebetulan sedang menyiapkan obat Jinan.
"Baik, mbak. "
Suster tersebut memberikan sebuah kotak P3K pada Jinan.
"Biar Jinan yg obatin, ya!" Hanan hanya mengangguk dan tersenyum.
Nyesss
Rasanya hati Jinan saat ini sejuk sekali setelah melihat senyuman manis Hanan yg jarang sekali dia lihat.
Kini Jinan membersihkan luka Hanan dengan hati berbunga bunga. Dengan telaten Jinan mengobati luka Hanan.
Saat Jinan mengobati luka Hanan, saat itu pula pandangan Hanan tidak bisa berpaling dari wajah manis Jinan.
__ADS_1
Tanpa sengaja, Jinan juga melihat ke arah Hanan, sehingga manik mata mereka bertemu. Seperti ada magnet yg menarik mereka untuk terus menatap mata pasangan halal mereka.
"Kamu cantik. " Tiba tiba ungkapan itu pun keluar dari mulut Hanan.
"Hah? " Jinan membulat kan matanya.
"Iya. Kamu cantik. " Kali ini senyuman mahal Hanan juga ikut terukir.
Hanan menggenggam tangan Jinan, "Sepertinya aku mencintaimu, Ji. "
Degggg
Degupan jantung Jinan semakin tidak terkendali saat itu. Rasanya ia ingin sekali memeluk Hanan dan menjawab ungkapan Hanan.
"Apakah kau tidak mencintai ku. " Tanya Hanan.
"Ji... Mungkin ini sudah terlambat, tetapi aku benar benar tulus mengatakan hal ini. Aku mencintaimu, bahkan sangat sangat mencintai mu. "
Lagi lagi hati Jinan merasa getaran yg berbeda, kini mata Jinan pun sudah berkaca kaca. Tanpa aba aba lagi, Jinan langsung memeluk Hanan.
"Aku juga sangat mencintai kamu, mas. "
Dengan perasaan senang Hanan membalas pelukan Jinan, "Terima kasih, Ji. Karena mau menerima ku sebagai suami mu. "
Jinan melepaskan pelukan mereka, "Seharusnya bukan mas Hanan yg bilang makasih, tetapi Jinan. Meskipun ini sedikit terlambat, tetapi perasaan kita ini adalah awal kisah kita, mas."
Hanan mengecup kening Jinan, Cupppp.
"In sya Allah, mas. Jinan akan selalu berusaha untuk jadi istri terbaik untuk mas Hanan. "
Senyum Hanan terukir diwajah tampannya, "Mau kah kau menjadi pacar halalku, wahai istriku? "
Jinan menatap ke arah Hanan seolah tak percaya dengan yg ia dengar, "Hmmm.. (Jinan mengangguk) Iya, mas. Aku mau. "
Hanan dan Jinan meluap kan semua perasaan mereka yg selama ini tertahan hanya karena sikap dan keegoaan mereka sendiri.
Bagi Hanan dan Jinan, pacaran setelah menikah mungkin akan terasa lebih indah. Meskipun Hanan dan Jinan belum pernah merasakan bagaimana cinta itu, tetapi mereka sama sama belajar untuk bisa menjadi pendamping terbaik untuk pasangan nya.
•••
Hari ini Jinan sudah bisa pulang dari rumah sakit. Karena dokter mengatakan kalau luka Jinan juga sudah membaik.
"Sini mas bantu. " Hanan mengambil alih tas yg dibawa Jinan.
Senyum Jinan merekah, "Terima kasih, mas. "
"Sama sama, sayang."
Jlebbbb
__ADS_1
Jinan langsung tenggelam dengan panggilan yg diucapkan oleh Hanan untuk nya. "Sayang" adalah sebuah panggilan yg baru kali ini di dengar Jinan dari suami nya.
Hanan melayang layangkan tangannya di depan wajah Jinan, "Ji... Kok malah bengong?"
Jinan langsung mengarahkan pandangan ke segala arah, "Ehh iya, mas. Enggak kok, Jinan gak bengong. "
"Yaudah ayo kita masuk! " Sambung Jinan menggandeng Hanan.
Hanan tersenyum lalu mereka melangkah kan kaki bersamaan masuk ke dalam rumah mereka. Di dalam rumah sudah ada ayah, bunda dan Tidak yg siap menyambut kepulangan Jinan.
"Assalamu'alaikum." Ucap Hanan dan Jinan bersamaan.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. " Jawab ayah dan bunda.
"Welcome back mbak Jinan. " Teriak Tifah dari balik Pintu dengan party popper ditangannya yg ia sembur kan ke arah Jinan.
"Wahhh, masya Allah. " Jinan terkesima dengan kejutan yg disiapkan oleh keluarga nya.
Ada sebuah tumpeng dan juga buket bunga yg cukup besar terpampang di ruang tamu minimalis itu.
"Gimana, mbak? Suka gak sama kejutannya?" Tanya Tifah.
"Masya Allah, mbak suka banget. "
"Ya jelas lah mbak suka, ini kan kejutan dari suami mbak. " Titah Tifah.
Jinan langsung melihat ke arah Hanan dengan tatapan penuh arti, "Ini semua dari mas Hanan? "
Hanan mengangguk, "Kamu suka kan? "
Jinan langsung memeluk Hanan tanpa memperdulikan semua orang yg ada disitu, "Jinan suka banget, makasih ya my hubby. "
Dengan senang hati Hanan juga membalas pelukan yg diberikan Jinan.
"Wowww.... My hubby? Cieee kayaknya ada yg udah jatuh cinta ni. " Ledek Tifah karena tak sengaja mendengar perkataan Jinan.
Bunda menoel lengan Tifah, "Kamu ini masih kecil," Bisik bunda.
"Heheheh." Hanan terlihat salah tingkah saat adegan romantis nya dengan pacar halalnya itu dilihat kedua mertua dan iparnya.
Udah udah ya... Author gak sanggup ni ngetik banyak banyak😬 Yang ada, author yg baper sendiri 😬😭 Kita lanjut besok lagi ya dear
Selamat menikmati keromantisan Hanan dan Jinan
Dan pesan buat para jomblo, "Jangan iri, jangan iri, jangan iri dengki ya. "
...━━━━━━━⊰✿❤✿⊱•━━━━━━━...
...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...
__ADS_1
...Lopyuuu❤🥰😘...
...Salam hangat, Diary Za...