Bersamamu, Imamku

Bersamamu, Imamku
Dia Istriku


__ADS_3

...💜💜💜...


..."Aku sudah mengucapkan Qabul dengan menjabat tangan ayah mu, itu artinya kau sudah sah menjadi istri ku, dan tidak ada yg boleh sedikit pun menyentuh mu bahkan mengganggu mu. "...


...— Syauqi Hanan Abbasyi —...


...#Bersamamu, Imamku...


...💜💜💜...


16.00


Hari hari Jinan cukup melelahkan hari ini, bekerja seharian karena ada banyak pekerjaan yg terkendala karena Jinan cuti.


Tetapi untung saja hari ini Hanan mengatakan bahwa dia tidak makan siang di rumah, Jinan jadi tidak perlu bolak balik ke rumah untuk menyiapkan makan siang.


Dengan kecepatan sedang, Jinan menelusuri jalanan kota yg cukup ramai dan macet. Karena ini sudah sore, Jinan ingin pulang lebih cepat. Jinan memilih jalan pintas supaya sampai rumah lebih cepat dan supaya Jinan bisa lebih dulu sampai rumah dibanding Hanan.


Tetapi tiba tiba....


"Loh loh loh.. Kenapa ni mobil?"


Jinan meminggirkan mobil nya ke bibir jalan, karena tiba tiba saja mobil Jinan seperti ingin mogok.


"Yahh kok mogok disini, sih? Malah masih jauh lagi dari rumah. " Monolog Jinan.


Di tepi jalanan yg sunyi, rasanya tidak mungkin jika ada bengkel di sekitar sini. Jangankan bengkel, orang lewat juga sudah tidak ada yg lewat karena ini sudah sore.


"Ya Allah, gimana ini? " Jinan keluar dari mobil ku.


Niat Jinan ingin menghubungi Hanan, tetapi Jinan mencari HP nya di tas malah tidak ada.


"Loh, HP aku kemana ya?" Jinan masih sibuk mencari dimana HP nya, tiba tiba ada dua orang pria dengan jaket jeans dan topi di kepala mendekati Jinan.


"Heii, cantik. " Ucap pria berkumis.


"Mau kemana ni? Cantik cantik kok sendirian aja sih, neng? " Sambung pria yg satunya lagi.


"Ehh.. ehmmm. " Jinan langsung mundur mundur saat mereka mencoba mendekati nya.


"Heii jangan mundur mundur, dong. Kita ini orang baik, kok. Iya gak, bos? "


"Yoi brayy. "


Karena ketakutan, kini rasanya tubuh Jinan sudah gemetaran. Jinan terus berjalan mundur sambil memeluk tas nya. Beberapa kali kedua preman itu mencoba untuk menyentuh Jinan, tetapi Jinan berhasil mengelak. Tetapi...


"Allah... " Kaki Jinan tersandung batu sehingga Jinan terjatuh ke tanah. Preman itu semakin dekat dengan Jinan.


Ntah apa yg mau mereka lakukan, saat ini Jinan hanya mencoba mundur dan berusaha berdiri. Tetapi kaki Jinan rasanya sakit sekali.


Mereka terus mendekat dan mencoba menyentuh Jinan. Tetapi tiba tiba saja, ada sebuah tangan pria menghalangi nya.


"Jangan coba coba untuk menyentuh istri ku. " Titah pria tersebut.

__ADS_1


"Wawwww ternyata ada suami nya ni, bos. "


"Mas Hanan. " Lirih Jinan saat melihat ke sosok yg mencegah tangan preman yang tadi ingin menyentuh nya.


Tanpa merespon apa apa dan tanpa aba aba lagi, Hanan langsung menendang perut preman yg tadi berusaha menyentuh Jinan.


Preman itu terlihat meringis kesakitan saat mendapatkan tendangan dari Hanan. Melihat temannya disakiti, preman yg satu lagi pun mendekati Hanan dan melawan Hanan.


Bagg Bugg bagh


Pukulan demi pukulan terus diberikan Hanan pada preman itu. Meskipun tubuh preman itu lebih besar dari Hanan, tetapi kekuatan Hanan justru lebih kuat.


"Heyy, bro. Santai... Santai. " Tutur preman itu sambil memegangi perutnya.


"Kita ini sama sama laki laki, jadi wajar aja kalau kami terpesona sama kecantikan istri mu ini, jadi... "


Belum selesai preman itu bicara, Hanan langsung menghantam wajah preman itu dengan tangan kekar Hanan.


"Sekali lagi kau mengatakan sesuatu tentang istri ku, maka akan ku buat nyawa mu melayang sekarang juga. " Ancam Hanan dengan wajah yg memerah, seperti nya amarah nya Hanan sudah di ubun ubun sekarang.


Degggg


Hati Jinan rasanya senang sekali mendengar perkataan itu dari mulut Hanan. Hanan sampai sangat sangat melindungi Jinan.


Saat Hanan sedang menghadap ke arah preman yg satu, dari belakang sana preman yg satunya lagi berusaha untuk memukul Hanan dengan sebuah balok.


Jinan yg melihat hal itu, langsung bangkit dan memeluk Hanan dari belakang untuk melindungi nya.


"Arkhhhh... " Teriak Janin saat balok itu mendarat di bahu Jinan.


Balok itu mendarat di bahu Jinan. Saat preman itu berniat memukul Hanan, dengan sigap Jinan langsung memeluk Hanan, sehingga Jinan lah yg terkena pukulan balok itu.


Seketika tubuh Jinan melemas setelah mendapat pukulan. Begitu mendengar suara teriakan Jinan, Hanan berbalik badan dan dengan sigap Hanan menampung tubuh Jinan yg saat ini sudah lemas.


"Jinan... " Hanan langsung memeluk Jinan.


"Arrgghhhhhh.... Dasar kalian! Aku tidak akan mengampuni kalian. "


Karena takut dengan amukan Hanan, kedua preman itu langsung kabur begitu saja meninggal kan Jinan dan Hanan.


....


Melihat kedua preman itu kabur, Hanan mengusap rambutnya frustasi. Saat ini ia mengalihkan perhatiannya pada Jinan lagi. Jinan sudah terkulai lemas dan jatuh pingsan.


"Kamu yg kuat ya, Ji. Mas akan bawa kamu ke rumah sakit. " Tutur Hanan sambil membawa Jinan ke dalam mobil nya.


Sesampainya di rumah sakit, Hanan memanggil para perawat untuk menangani istrinya. Hanan mendesak agar dokter segera menangani istrinya.


Kini perasaan Hanan campur aduk jadi satu. Ia khawatir terjadi sesuatu pada Jinan.


"Iya... Sabar ya, pak. Dokter sedang menangani istri bapak. " Ucap salah seorang perawat yg membawa Jinan tadi.


Hanan menunduk sambil terus berdoa agar Jinan tidak kenapa napa. Tak lama dari itu, ayah dan bunda mertuanya datang.

__ADS_1


Begitu sampai, ayah langsung menepuk pundak Hanan pelan, "Assalamu'alaikum, nak. "


Hanan mendongak, "Ayah... Wa'alaikumussalam"


Hanan mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian.


"Bagaimana, nak?" Sambung bunda dengan wajah yg juga khawatir.


"Dokter masih menangani Jinan, bun. "


"Suaminya, mbak Jinan. " Panggil dokter begitu keluar dari ruang UGD.


Hanan langsung berdiri, "Saya, dokter. "


Dokter itu mendekat, "Tidak ada yg perlu di khawatir kan. Mbak Jinan hanya mengalami cedera ringan di bagian kepala dan bahunya. Tetapi sudah kamu obati, dan pasien pingsan karena luka di kepalanya. "


"Alhamdulillah." Ucap semua orang.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu ya. Kalian semua boleh melihat nya setelah ia di pindah ke ruang perawatan. " Dokter itu pamit dan meninggal kan tempat itu.


•••••


Begitu Jinan dibawa ke ruang perawatan, bunda memaksa untuk bertemu Jinan duluan.


"Bun, biarkan Hanan bertemu Jinan dulu. Hanan kan suaminya. " Tutur ayah.


"Gak apa apa, ayah. Biar bunda yg bertemu Jinan duluan. " Sahut Hanan tersenyum.


Bergegas bunda masuk ke dalam ruangan Jinan dan mendengar Jinan memanggil namanya, "Bunda.. "


"Iya, sayang. Bunda sama siapa kesini?"


"Bunda sama ayah, kamu gimana sekarang? Kepala kamu masih sakit?"


Jinan mengangguk, "Dimana mas Hanan? Mas Hanan gak apa apa kan, bunda? "


"Iya, sayang. Hanan gak apa apa, sekarang dia ada di luar sama ayah. Jinan mau bertemu sama mas Hanan? " Jinan mengangguk.


Setelah mencium kening Jinan, bunda langsung keluar untuk memanggil Hanan.


Bunda memegang bahu Hanan, "Nak, masuklah! Jinan ingin bertemu. "


"Baik, bun. "


Dengan langkah cepat disertai senyuman, Hanan langsung masuk ke ruang rawat Jinan.


━━━━━━━⊰✿❤✿⊱•━━━━━━━


Jangan lupa vote and komen nya ya guyss


Lopyuuu❤🥰😘


Salam hangat, Diary Za

__ADS_1


__ADS_2