
...💙💙💙...
..."Jika masa lalu tidak bisa dihapuskan, setidaknya buatlah masa lalu itu tersimpan sebagai kenangan, supaya tidak terasa lagi menyakitkan"...
...#Bersamamu, Imamku...
...💙💙💙...
"Assalamu'alaikum." Suara seseorang yang lembut menyadarkan Hanan dan membuat Hanan berhenti tersenyum.
"Wa'alaikumussalam." Hanan pun memperbaiki duduknya, dan menghadap ke seseorang di hadapan nya, yang ia pikir adalah client.
"Sayang... Ya Allah, mas pikir tadi client, loh." Ujar Hanan setelah melihat siapa yang datang.
"Ihhh mas Hanan, masa gak kenal sama suara istrinya sendiri, sih." Jawab Hanan cemberut.
"Iya iya, mas minta maaf, deh. Jangan ngambek ya, sayang." Hanan mendekati Jinan dan merangkul tubuh Jinan dari belakang.
"Maafin, gak ya?" Balas Jinan dengan gaya berpikir.
"Maafin, dong!" Rengek Hanan seperti anak kecil.
"Ntar kita makan es krim, deh." Sambung Hanan yang berusaha membujuk istrinya.
"Beneran, ya? Kita makan es krim!" Mendengar kata es krim, Jinan langsung antusias.
Hanan pun mengangguk, "Iya, sayang! Ntar kita makan es krim."
"Makasih, suamiku." Balas Jinan seraya mencium Hanan.
"Aduh meleleh... " Canda Hanan di iringi kekehan.
"Oh, iya. Kok tumben kamu kesini, sayang?" Tanya Hanan.
"Iya, mas. Jinan bosen di rumah, jadi Jinan kesini. Sekalian bawain makan siang buat mas Hanan." Jawab Jinan menyodorkan rantang makan siang.
"Wahhh istri soleha mas ini, pengertian banget, sih." Balas Hanan dengan kecupan pada Jinan di akhir kalimat.
"Iya, dong. Kan Jinan mau nyenengin suami Jinan lewat hal hal kecil."
"Yaudah, ntar kita makan siang bareng terus abis itu makan es krim, ya. Tapi sekarang mas mau lanjutin kerja dulu, nanggung sedikit lagi!" Lugas Hanan.
"Oke, mas." Jinan pun duduk di sofa yang ada di ruangan Hanan, sambil memainkan gadget nya.
...----------------...
Setelah Hanan selesai dengan pekerjaan nya, kini Hanan dan Jinan makan siang bersama. Kali ini Jinan hanya memasak rendang dan ayam goreng saja, karena itulah salah satu resep yang benar benar sudah di kuasai Jinan.
"Wah... Kayaknya enak, nih, masakannya." Ujar Hanan yang menghirup aroma sedap masakan Jinan.
"In sya Allah enak, kok mas."
"Mas Hanan mau makan pakai apa?" Tanya Jinan menyiapkan nasi di piring Hanan.
__ADS_1
"Emm,,, mas mau pake semuanya! Rendang sama ayam nya." Jawab Hanan.
Jinan pun melayani Hanan dengan sangat baik. Mulai dari nasi, lauk, sampai minum Hanan, semua di siapkan Jinan.
Dan saat Jinan hendak mengambil nasi di piring nya juga, seketika Hanan langsung menghentikan tangan Jinan.
"Kita makan bareng aja!" Titah Hanan.
"Hah? Gak usah lah, mas. Ntar mas Hanan gak kenyang, loh."
"Kan ntar bisa ngambil lagi. Udah sini! Makan bareng mas aja."
Akhirnya Jinan pun meletakkan piringnya lagi dan makan bersama Hanan di piring yang sama.
"Mas suapin, ya!" Ucap Hanan.
Dengan wajah yang berseri seri, Jinan mengangguk menyetujui ucapan Hanan. Jinan juga membalas perlakuan Hanan itu. Bukan hanya Hanan yang menyuapi Jinan, tetapi Jinan juga menyuapi Hanan.
...----------------...
"Cuacanya panas banget ya, mas!" Ujar Jinan dengan wajah yang sudah merah padam karena kepanasan.
"Iya, sayang, panas banget!"
"Nih, kamu pake Jaz kantornya mas aja, ya! Biar kamu gak kepanasan." Sambung Hanan memakaikan Jaz kantornya di kepala Jinan.
"Makasih ya, mas." Jawab Jinan tersenyum senang.
"Sama sama, sayang."
"Kang... " Ucapan Jinan di potong oleh Hanan.
"Rasa coklat kacang, kan?" Lugas Hanan.
Jinan tersenyum, "Kok mas Hanan bisa tau?"
"Ya tau, dong. Kamu kan istri mas." Jawab Hanan singkat.
Hanan pun akhirnya memesan kan dua es krim dengan varian rasa coklat kacang, kesukaan Jinan. Sementara Jinan diminta Hanan untuk menunggu di bangku taman.
"Ini, sayang. Es krim rasa coklat kacang kesukaan kamu." Ucap Hanan menyodorkan sebuah es krim pada Jinan.
"Wahhh... Enak banget ini pasti! Panas panas makan es krim!" Ujar Jinan riang.
Di bawah pohon rindang, Jinan dan Hanan menyantap es krim kesukaan mereka. Sesekali Hanan juga menunjukkan sikap romantisnya pada Jinan.
Tetapi saat Hanan dan Jinan sedang menikmati momen momen bahagia mereka, tiba tiba ada sosok yang menghilang senyum dari wajah tampan Hanan.
"Hanan!"
Mendengar nama Hanan di panggil, Hanan dan Jinan pun menoleh ke arah sumber suara.
"Beneran Hanan, kan? Waahhh gak nyangka bisa ketemu disini, ya!" Sambung wanita itu.
__ADS_1
Wajah Hanan sudah berubah kusam saat melihat wanita itu ada disitu. Sementara Jinan hanya bersikap biasa saja, bahkan Jinan sangat ramah.
"Eh, ada istrinya Hanan juga!" Sahut wanita tadi.
"Iya, mbak. Mbaknya temen mas Hanan, ya?" Tanya Jinan ramah.
"Iya! Gue temen nya Hanan. Temen yang sangat istimewa, bahkan bukan hanya sekedar temen, doang!" Jawab wanita itu dengan nada sinis dan wajah sombong.
Jinan hanya tersenyum tipis mendengar perkataan wanita tersebut. Karena Jinan tidak mau berburuk sangka dulu, Jinan akan menunggu penjelasan Hanan nanti.
"Kamu masih inget aku kan, Han?" Lanjut wanita itu.
Bukannya malah menjawab, Hanan malah memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Hanan juga terlihat enggan memandang wanita yang sedang sibuk bicara itu.
"Oh, iya! Kenalin, gue Rani." Ujar wanita itu mengulurkan tangannya guna memperkenalkan diri pada Jinan.
Jinan membalas uluran tangan wanita itu, "Saya Jinan!"
"Hmm... Ternyata istri kamu masih jauh di bawah aku ya, Han! Penampilan nya aja, kayak gak berkelas gitu." Ledek Rani.
"Jaga bicara kamu, Rani!" Balas Hanan terpancing emosi.
"Loh, kan memang bener! Aku bisa pastiin, kalau kamu bakalan nyesel putus sama aku, demi menikah sama wanita ini." Ucap Rani sembarangan.
"Nyesel? Hah, justru aku malah bersyukur. Aku bersyukur bisa bebas dari wanita iblis kayak kamu, dan menikahi bidadari sebaik Jinan." Lugas Hanan.
Mendengar jawaban Hanan, Rani terlihat kesal. Tatapan Rani pun sudah berubah ke arah Jinan. Tetapi Jinan masih merasa biasa saja, dan tentang perkataan Rani tadi, Jinan juga tidak memperdulikan nya. Karena Jinan sudah paham dengan wanita yang modelan seperti Rani. Seorang wanita berkelas dan modern, mulai dari pakaian sampai gaya bicara.
"Oke, Hanan. Hari ini kamu bisa nolak aku di hadapan istri kamu, tapi aku pastiin, suatu saat kamu yang bakal mohon mohon sama aku, dihadapan istri kamu" Batin Rani dengan pikiran licik.
"Oh, ya? Kita liat aja nanti! Gue mau cabut, dulu!" Ujar Rani meninggal kan tempat itu dengan senyuman yang menyimpan niat busuk.
Hanan melihat ke arah Jinan yang sedang sibuk mengaduk ngaduk es krim di tangannya. Bisa dilihat, dari wajah Jinan menyimpan rasa cemburu dan penasaran.
"Sayang!" Panggil Hanan.
"Iya,mas!" Jinan pun mendongak, seraya melemparkan senyuman pada Hanan.
"Udah selesai kan makan es krimnya?" Jinan mengangguk.
"Yaudah, kalau gitu sekarang, kamu mas antar pulang, ya!" Ujar Hanan.
"Tapi kan, mas Hanan banyak kerjaan di kantor! Jadi ntar Jinan pulang sendiri aja naik taksi." Tolak Jinan.
"Enggak! Mas yang akan antar kamu pulang." Sambung Hanan dengan tatapan tajam nya. Seolah olah sedang memperingati Jinan, untuk nurut dengannya kali ini.
"Yaudah kalau gitu." Jawab Jinan pasrah.
.
.
.... ...
__ADS_1
......BERSAMBUNG.... ......
...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA DEAR!! 🥰...