
...๐๐๐...
..."Rasa ini, aku tidak tau sejak kapan rasa ini singgah ke hatiku, singgah dan setelah itu menetap selamanya dalam hati ku ini."...
...โ Raihana Jinan Tsaqib โ...
...#Bersamamu, Imamku...
...๐๐๐...
07.00
Tadi malam Jinan tidak sempat menanyakan soal masakan nya yg ternyata ke asinan pada Hanan. karena setelah sholat isya' rasanya Jinan ngantuk sekali.
Tidak ingin melakukan kesalahan yg sama, pagi ini Jinan hanya menyiapkan masakan yg memang sudah Jinan kuasai resepnya.
Dengan sigap dan telaten Jinan menyiapkan semua bahan untuk membuat sarapan, Jinan belum melihat Hanan pulang dari joging. Jadi Jinan masih punya waktu untuk menyiapkan sarapan.
Dengan keringat memenuhi wajahnya, Hanan masuk ke dapur menemui Jinan, "Assalamu'alaikum, Jinan."
Tumben nih suami dingin panggil nama aku, ah yaudah lah, batin Jinan heran.
"Wa'alaikumussalam, mas."
Hanan mengambil sebotol air dingin dari dalam kulkas lalu menenggak nya.
Jinan menggeleng, "Kalau abis olahraga itu, gak baik kalau langsung minum minuman dingin, mas. Ntar jantung kamu kaget dan itu yg bisa menyebabkan kita kena serangan jantung."
"Ni, minum air lemon. Kalau minum air lemon ini abis olahraga, tubuhnya jadi semakin sehat dan langsung Vit lagi." Jinan menyodorkan segelas air lemon kepada Hanan yg tadi sengaja Jinan buat untuk nya.
"Terima kasih. " Wajahnya masih sama, datar tak berekspresi.
"Yaudah, mas Hanan mandi dulu. Abis itu sarapan ya, ni sebentar lagi masakannya selesai."
Hanan terlihat terkejut saat Jinan mengatakan makanan nya sudah mau selesai, "Kamu masak? "
Dari ekspresi Hanan sudah bisa di baca kalau Hanan mungkin trauma dengan rasa masakan Jinan, "Tenang aja, masakan ku pagi ini, resep nya udah aku kuasai kok. "
...----------------...
15 menit kemudian...
Hanan menuruni anak tangga dengan pakaian kerjanya. Kemeja berwarna putih dengan Jaz navy yg diluarnya membuat ketampanan Hanan semakin bertambah.
Jinan sudah menyiapkan piring buat Hanan, "Ini, mas. sarapan dulu. "
Mereka sarapan dengan suasana hening dan tenang. Hanya terdengar suara dentingan sendok yg beradu dengan piring.
Begitu mereka selesai sarapan, Jinan mulai bertanya pada mas Hanan.
"Ehmm, mas. "
Begitu mendengar Jinan memanggilnya, Hanan langsung mendongakkan Kepala nya ke arah Jinan. Dan mata elang nya yg tajam itu menatap pekat mata Jinan.
"Kenapa mas Hanan gak jujur aja semalam, kalau masakan aku gak enak, kan semalam makanannya keasinan."
Hanan yg tadinya sibuk melihat ke arah benda pipih di tangannya, kini Hanan menatap Jinan dan fokus ke wajah Jinan saja.
Dengan tatapan serius Hanan berkata, "Jinan, saat Sayyidah Aisyah memasak untuk rasul, terus masakan nya tidak enak, bagaimana sikap Rasulullah?"
__ADS_1
Jinan sedikit berpikir untuk menjawab pertanyaan mas Hanan, "Bukannya aku tidak tau jawabannya, namun aku berpikir, apa hubungannya dengan pertanyaan ku." Batin Jinan.
Jinan lemot juga ya ternyata๐คฆโโ๏ธ
"Rasul tetap memakan masakannya kan? Beliau tetap menghargai masakan Sayyidah Aisyah dengan tetap memakannya meskipun tidak enak, bahkan beliau lahap memakannya. "
Otak Jinan ini masih lemot, "Terus? Apa hubungannya dengan pertanyaan ku, mas?" Jinan bicara dengan penuh penekanan di akhir kalimat.
Hanan menghela nafasnya berat, "Hufft, ternyataa kamu lemot juga ya, Jinan. "
"Jika Rasulullah saja bisa menerima masakan Sayyidah Aisyah yg tidak enak, lantas kenapa aku tidak bisa? Lagi pula, kamu kan sudah bersusah payah menyajikan masakan itu untukku, iya kan? "
Setelah Hanan menjelaskan, otak Jinan baru connect, hati Jinan rasanya sejuk mendengar jawaban Hanan. Itu berarti, mas Hanan benar benar sosok suami yg baik, dia bisa menghargai Jinan, meskipun tau kekurangan Jinan.
Refleks karena terlewat senang mendengar jawaban Hanan, Jinan langsung berdiri dari tempat duduk nya dan memeluk Hanan. Ntah sadar atau tidak, Jinan langsung memeluk mas Hanan begitu saja.
Mereka sama sama terdiam saat Jinan memeluk Hanan, dan siapa sangka, kalau Hanan membalas pelukan Jinan.
Begitu sadar Jinan langsung melepas pelukan mereka, "Ehh, maaf, mas. " Rasanya Jinan malu sekali, pipi Jinan mungkin juga sudah seperti kepiting rebus sekarang.
"Haduh Jinan, kok kamu bodoh banget, sih. Seenaknya langsung meluk meluk gitu, bisa bisa mas Hanan ilfil lagi sama aku." Batin Jinan.
Hanan hanya menunduk tak berkata apapun juga, dia langsung berdiri dan pamit berangkat ke kantor.
"Ya, sudah. Kalau gitu, aku berangkat ke kantor dulu ya."
Aku meraih tangan suamiku, "Iya, mas. Hati hati ya."
"Iya, assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. "
Jinan juga mengantarkan Hanan sampai pintu depan, Jinan menunggu nya sampai mobilnya sudah tidak terlihat lagi.
"Tapi seketika aku juga merasa bodoh, karena tanpa sadar aku memeluk mas Hanan begitu saja." umpat Jinan.
"Haduh, tapi kok hati ku rasanya seneng banget ya waktu mas Hanan balas pelukan aku, " Monolog Jinan sendiri.
Sesuatu terlintas di pikiran Jinan, "Atau jangan jangan.... "
"Ah tidak tidak, masa iya, sih?" Jinan menepis jauh jauh pikiran nya itu.
Ntah kenapa, dipikiran nya malah Jinan berpikir bahwa Jinan mulai mencintai Hanan
...----------------...
Karena Jinan sudah terlalu lama tidak masuk kantor, hari ini Jinan memtusukan untuk bekerja lagi. Tetapi sebelum nya Jinan izin terlebih dahulu dengan Hanan.
Sambil menyetrika hijab, Jinan mengajak Hanan bicara, "Mas, hari ini aku masuk kerja ya. "
Hanan terlihat masih sibuk merapikan Jaz nya, "Kamu belum berhenti dari kantor tempat mu bekerja?"
"Berhenti? Emang nya Jinan gak boleh ya kerja lagi. "
"Ya bukan nya tidak boleh, tetapi kau sekarang sudah menjadi istriku. Jadi kau tidak perlu bekerja lagi, tetapi itu terserah mu. "
"Ternyata suami dingin ini sudah mengakui ku sebagai istrinya ya, hehehe". Batin Jinan sambil senyum senyum sendiri.
"Ehmm aku belum tau juga, sih. Mau berhenti atau lanjut kerja. Liat nanti aja deh."
__ADS_1
"Apakah kau mau berangkat bersama dengan ku, atau mau bawa mobil sendiri? " Tanya Hanan dengan wajah datar.
"Enggak usah, mas. Aku naik mobil sendiri aja. "
Begitu selesai Jinan menyetrika hijab nya, Jinan langsung mengambil baju kerja dari dalam lemari dan mengganti pakaian nya di kamar mandi.
Tidak butuh waktu lama untuk Jinan bersiap siap, kini Jinan sudah siap. Jinan juga sudah menyiapkan sarapan untuk nya dan Hanan. Sebelum berangkat kerja ke kantor masing masing, Jinan dan Hanan sarapan terlebih dahulu.
โขโขโข
Mobil hitam milik Hanan mengarah ke kanan sedangkan mobil silver milik Jinan mengarah ke arah kiri. Kantor mereka menang berbeda arah, makanya Jinan tadi tidak ingin berangkat bersama dengan Hanan. Takutnya, Hanan akan terlambat ke kantor kalau harus mengantarkan Jinan lebih dulu.
Di kantor, Jinan disambut hangat oleh seluruh karyawan. Mereka juga mengucapkan selamat pada Jinan atas pernikahan nya satu bulan yg lalu. Karena sebagian dari mereka ada yg tidak bisa menghadiri pernikahan Jinan.
"Heeeeiiiii, nyonya Abbasyi ternyata udah masuk kantor. " Teriak Aurel dari kejauhan.
Aurel langsung memeluk Jinan begitu sampai di hadapan nya, "Aaaaa, Jinan. Aku tuh kangen banget sama kamu."
Jinan membalas pelukan Aurel, "Ehmmm aku juga kangen banget sama kamu, Rel. "
"Oh iya, gimana kabarnya Rere sekarang? " Ucap Jinan setelah Aurel melepas pelukan nya.
"Hempp.. Ya gitu lah, Ji. Dia bilang, setelah nikahan kamu satu bulan yg lalu, Rere bilang ikut pindah sama suami nya ke Kalimantan. " Jawab Aurel sambil memasang wajah melas.
"Ya Allah jauh banget yak. "
"Itu dia, Ji. "
"Uwhhh, jangan murung dong muka nya. Kan aku masih stay disini."
"Hmm iya ya, kan masih ada kamu disini. "
"Iya, dong. "
"Ehemmm" Saat mereka sedang melepas rindu, tiba tiba ada suara deheman yg berasal dari arah belakang kami.
"Jinan... Kamu sudah masuk kerja? " Tanya CEO muda nan tampan itu.
"Yaelah, pak. Kan sekarang Jinan nya ada disini, ya berarti udah masuk kerja lah. " Sahut Aurel sembarangan.
"Iya iya saya tau, ya kan bisa saja Jinan kemari dengan tujuan lain."
Jinan menyengir, "Enggak kok, pak. Saya kesini memang mau kerja. Lagian kan saya udah lama juga cutinya. "
"Hmm iya juga ya, sudah satu bulan ya. Saya pikir kamu belum pulang honeymoon. " Celetuk Arka.
Jlebb...
Seketika otak Jinan ngeblank mendengar kata "HONEYMOON".
"Jangan kan Honeymoon, sehari hari saja suami ku selalu bersikap dingin dan kaku, gak ada romantis romantis nya." Batin Jinan.
" Ya sudah, sekarang kamu mulai kerja aja ya. Sebagian kerjaan kamu saya alihkan ke Aurel, jadi kamu bisa minta dia ya untuk kerjaan kamu hari ini. " Titah Arka.
"Baik, pak. "
...โโโโโโโโฐโฟโคโฟโฑโขโโโโโโโ...
...Jangan lupa vote and komen nya ya guyss...
__ADS_1
...Lopyuuuโค๐ฅฐ๐...
...Salam hangat, Diary Za...