Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan

Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan
Kedatangan Pak Wisman


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Reyfan menjadi imam shalat, bersama Annisa. Seperti biasanya, setelah sholat magrib berjamaah mereka pun melanjutkan kegiatannya dengan mengaji.


"Alif lam mim.."


Pak Wisman pulang dari umroh langsung mencari keberadaan anak dan menantunya.


Beliau memang sengaja tidak memberitahukan kedatangannya karena ingin memberikan kejutan kepada Reyfan dan Anisa.


Pak Wisman menghampiri kamar Anisa, tak sengaja ia mendengar suara seorang yang tengah mengaji.


Pak Wisman yakin betul Jika suara itu adalah suara putranya, Reyfan.


Seketika bola matanya berembun, sudah 10 tahun dia tidak pernah mendengar Reyfan mengaji, dan ini adalah kali pertama dirinya mendengar Reyfan mengaji.


"Alhamdulillah harapanku jadi kenyataan Anisa kini mampu merubah Reyfan." Tak ingin mengganggu pasangan suami istri itu, Pak Wisman duduk di sofa yang tak berada jauh dari kamar Anisa.


Sesekali dia mendengar Anisa membetulkan Reyfan yang salah mengucap ayat-ayat..


Pak Wisman tersenyum, membayangkan betapa romantisnya anak dan menantunya itu di dalam kamar.


Saking bahagia dan senangnya Pak Wisman rela menunggu sampai mereka selesai. Tak terasa terdengar adzan isya. Pak Wisman buru-buru menunaikan shalat Isya dia pergi ke masjid dan membiarkan Reyfan, Anisa sholat berjamaah di dalam kamar.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."


Reyan mengakhiri shalatnya begitu juga dengan Anisa.


"Nisa, aku sudah hapal beberapa surah-surah pendek. Kapan kau akan perkenalkan aku dengan teman mu yang kemarin kau tunjukkan foto-fotonya."


"Sabar ya Mas, jika kamu sudah bisa jadi suami yang baik dan menjaga cara bicara kamu terhadap saya maka saya akan pertemukan gadis otu dengan kamu."


"Apa aku kurang baik Nisa, aku sudah berusaha jadi yang terbaik untuk kamu. Ya walaupun kita tak pernah bergaul layaknya suami istri. Aku sengaja tidak mau lebih dekat dengan kamu yang akan membuat kamu baper dan jatuh cinta pada ku, makanya aku selalu menegaskan diri ku jika aku tak bisa menerima kamu, tanpa bermaksud melukai hati kamu."


Nisa kembali tertunduk.


"Aku yakin jika wanita seperti kamu jaruh cinta maka sulit bagi kamu untuk melepaskan ku. Jadi biar sajalah kita seperti ini kan, toh tidak lama pernikahan ini juga akan berakhir."


"Iya Mas, "sahut Annisa.


"Oh iya Mas."


"Oh iya Mas, minggu depan aku mau minta ijin pulang ke rumah orang tua ku."


"Kenapa kau harus meminta ijin, kau pergi ke rumah orang tua mu saja kan."


"Seorang istri itu wajib meminta ijin pada suaminya Mas. Lagi pula setelah pulang ke sana mungkin aku tak akan kembali lagi ke rumah ini."


"Hah kenapa begitu? Nisa kau sudah berjanji untuk menjodohkan aku dengan teman mu yang cantik itu."


Annisa tersenyum.


" Sepertinys kau begitu menginginkan.wanita itu, boleh aku tahu kenapa?"


"Karena dia cantik, bahkan aku belum pernah melihat gadis cantik seperti itu sebelumnya."


"Sebaiknya mencintai seseorang bukan karena kecantikannya, karena kecantikan itu akan pudar seiring berjalannya waktu. Bagaimana jika wanita itu berstatus janda sama seperti ku, apa kau masih mau menikahinya ?"


"Hah, tapi kemaren kau bilang dia lulusan pesantren. Sekarang kau bilang dia janda. "


"Mas, aku bertanya jika wanita itu janda, apa karena kecantikan kau nisa menerimanya?" tanya Annisa.

__ADS_1


Tok tok..


Pintu digedor oleh seseorang dari arah luar.


Keduanya pun menoleh ke arah pintu, pembahasan mereka pun berhenti sampai di situ.


"Assalamualaikum," ucap pak Wisman.


Keduanya kaget melihat pak Wisman yang berada di balik pintu.


"Ayah sudah datang," gumam Reyfan.


Nisa dan berjalan menghampiri pintu kamarnya.


Kreak pintu pun terbuka.


"Waalaikumsalam "


"Ayah sejak kapan ayah pulang?" tanya Reyfan.


"Baru saja, ayah senang melihat perubahanmu Rey." Pak Wisman tersenyum sambil mengusap punggung putranya.


"Baru ayah tinggal sebentar kamu sudah seperti ini. Pasti karena Anisa?"


"Gak kok Yah, mas Reyfan berubah karena dirinya sendiri."


"Iya Nak. Tapi jika bukan karena kesabarannya kamu, Reyfan pasti tidak bisa seperti ini."


Annisa tersenyum di balik cadarnya


"Ayah punya sesuatu untuk kalian berdua."


Ternyata isinya adalah busana muslim syar'i couple berwarna biru dongker.


"Alhamdulillah terima kasih ayah," ucap Nisa.


"Sama-sama."


"Bagaimana sudah ada tanda-tanda kamu hamil Nisa?" tanya pak Wisman.


Nisa menggelengkan kepalanya.


"Oh, kalian belum juga sebulan menikah, tapi ayah rasanya sudah tak sabar ingin segera menimang cucu."


Reyfan tersenyum kecut.


"Eh, kita turun yuk, ayah masih ada beberapa oleh-oleh untuk kalian berdua."


"Iya Yah."


Mereka turun ke lantai bawah.


"Annisa ayah juga punya oleh-oleh untuk ayah dan ibu kamu. Ini jika kalian berdua berkunjung ke rumah orang tua kalian, ayah titip hadiah ini."


"Iya Yah terima kasih, insya allah awal bulan depan Nisa pulang mengunjungi kedua orang tua Nisa."


"Baguslah kalau begitu. Beberapa hari lagi ayah akan pergi kembali."


"Kemana Yah?" tanya Reyfan.

__ADS_1


"Ikut rombongan tour ustadz Salman  ceramah."


"Ikut tour, siapa tahu dapat istri ya Yah?"sahut Reyfan.


"Haha nah itu tahu," sahut pak Wisman.


***


Pagi hari ini Anisa turun lebih awal menyediakan sarapan untuk ayah mertuanya.


Saat tinggal bersama kedua orang tuanya Anisa terbiasa membuatkan sarapan karena itulah dia bermaksud membuatkan sarapan untuk ayah mertuanya.


"Assalamualaikum selamat pagi Nisa," ucap pak Wisman.


"Selamat pagi Ayah."


"Nisa sudah bikin ayah sarapan pagi."


"Terima kasih Nisa."


"Dimana Rey?"


"Ehm,masih di kamarnya Yah."


Tak berapa lama, Reyfan turun dari dari lantai atas kamarnya dan duduk di meja makan.


Nisa menghidangkan roti isi selai untuk Reyfan.


"Kamu gak makan Nisa?" tanya Pak Wisman.


"Nanti saja Yah."


"Kenapa kamu pasti malu buka cadar kamu ya?"


"Iya Yah, Nisa nanti makan di kamar saja."


"Reyfan kamu beruntung punya istri seperti Nisa, kecantikan hanya dia persembahkan untuk kamu. Hanya kamu yang dipersilahkan melihat dan memilikinya.Ayah memang tak salah memilih menantu."


Reyfan mengulum senyumnya.


'Kenapa ayah selalu saja memujinya,' batin Reyfan.


"Oh ya Reyfan, pak Prapto mengundang kita di acara peresmian gedung barunya."


"Kapan Yah."


"Nanti sore, tapi ayah tak bisa hadir, jadi ayah minta kau dan Annisa yang akan mewakili ayah."


"Iya Yah, aku bisa pergi sendiri kok. Lagian kalau bawa Nisa kan dia juga gak bisa makan dan minum di acara  itu."


"Kau bawa saja Nisa, seorang istri itu harus selalu mendampingi suaminya."


Mau tak mau Reyfan menyetujuinya.


"Iya baiklah Ayah."


"Nisa nanti sore kau siap-siaplah, setelah pulang kerja aku akan menjemputmu."


"Iya,"Jawa Annisa.

__ADS_1


 


__ADS_2