Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan

Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan
Pulang


__ADS_3

Setelah kepulangan pak Abdurahman dan Adam. Pak Imam bermaksud untuk menduduki Reyfan dan bertanya tentang keputusannya


"Bagaimana Rey dengan keputusan kamu? Kamu sudah menjatuhkan Ila', dan kamu harus putuskan sekarang juga, agar tak menyakiti hati Anisa terlalu lama."


"Saya tetap tidak akan menceraikan Nisa, Yah. Apapun saya lakukan untuk membayar semua kesalahan yang pernah saya lakukan," ucap Reyfan tegas.


Bu Halimah dan pak Imam hanya bisa menarik nafas panjang.


"Baiklah Reyfan, oleh karena kamu pernah bersumpah untuk tak menyentuh Anisa, kamu harus membayar kifarat terlebih dahulu sebagai denda dari sumpah yang kamu langgar."


" Kifarat?" Reyfan baru pertama kali mendengar hal itu.


"Iya Kifarat, adalah denda yang harus kamu bayar karena kamu telah melanggar sumpah kamu sendiri. Dalam hukum Islam Ila'itu haram dan berdosa besar. Kamu harus benar-benar bertobat Reyfan, perbanyaklah amal shaleh dan perbanyaklah amal ibadah."


"Baiklah Yah, saya akan membayar denda tersebut."


"Iya Reyfan. Perbuatan kamu, kamu sendiri harus menanggungnya. Berpuasalah tiga hari berturut-turut, mohon ampun pada Allah, dan perbanyaklah istighfar dan sholat dirikan lah sholat malam. Insyaallah ampunan Allah lebih luas dari langit dan bumi."


'Iya Yah insyaallah saya sanggup Yah."


"Baiklah, tinggal kamu minta maaf pada Anisa."


"Tentu Yah."


"Baiklah cukup sekian dari ayah.  Semoga kamu benar-benar berubah Reyfan. Ingat jangan mengecewakan orang yang telah memberikan kamu kesempatan kedua, karena yang ketiga kalinya mungkin tak akan ada kesempatan untuk kamu lagi," pungkas pak Imam.


Pak Imam beranjak meninggalkan Reyfan sendiri di ruang tamu.


Beberapa saat dia terdiam mencoba untuk mengatur kata-katanya agar bisa meminta maaf pada Anisa.


Reyfan melangkah menuju kamar Annisa.


Tok…tok pintu diketuk berkali-kali.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka. Dan Annisa masih dengan cadarnya menemui Reyfan.


"Ada apa Mas?" tanya Annisa.


"Bolehkah aku bicara padamu Nisa."

__ADS_1


Nisa terdiam menundukkan kepalanya.


Reyfan menggenggam tangan Anisa kemudian menciumnya.


"Gak usah berlebihan Mas." Nisa menarik tangannya sendiri.


Reyfan kemudian menarik tangan Annisa dan menuntunnya di atas tempat tidur.


Mereka berdua duduk di atas tempat tidur.


Beberapa saat keadaan hening.


'Nisa, aku tahu kamu pasti masih marah atas perbuatan yang sudah kulakukan selama ini terhadap kamu."


"Saya juga tidak memaksa kamu untuk percaya kepada saya kembali. Saya akan buktikan kepada kamu Anisa, jika saya benar-benar tulus ingin berbaikan dengan kamu Annisa."


"Kenapa harus berbaikan Mas, bukannya Mas Reyfan adalah laki-laki yang sempurna. Kamu bisa menikahi wanita yang lebih baik daripada saya. Lagi pula belum tentu saya sesuai dengan kriteria kamu Mas."


"Kamu belum pernah melihat wajah saya, Bagaimana kalau wajah saya tidak sesuai dengan ekspektasi kamu?" tanya Annisa.


Reyfan meraih tangan Annisa kembali. Kemudian diciumnya punggung tangan Annisa.


"Saya sudah melihat wajah kamu dari sikap kamu selama ini nissa, dan saya tak peduli seperti apapun wajah kamu."


Nisa semakin menundukkan wajahnya. Namun Reyfan dengan jari telunjuknya mengangkat dagu Anisa hingga keduanya saling menatap.


"Saya akan pulang hari ini juga. Kamu jaga diri baik-baik di sini. Saya akan membayar kifarat dari sumpah yang sudah saya langgar. Dan jika  saya sudah merasa pantas untuk mendapatkan kamu kembali, Saya akan datang lagi Anisa. Saya akan melamar kamu dengan sungguh-sungguh," ucap Reyfan dengan bola mata yang berembun menatap Nisa.


Anisa menundukkan pandangannya ketika melihat bola mata Reyfan yang berkaca-kaca.


Kemudian Reyfan mendaratkan kecupan di kening Nisa.


"Saya permisi pulang. Insya Allah saya akan kembali menjemput kamu Annisa. Semoga dengan kita berpisah ,kamu bisa mengobati luka hati kamu agar bisa menerima saya kembali."


Nisa tetap bergeming. 


Kemudian Reyfan mencium kedua pipi dan sakit kepala Anisa.


"Saya permisi Annisa. Assalamualaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam," jawab Anisa dengan datar.


Setelah pamit pada Anisa kemudian Reyfan membereskan pakaiannya, lalu menemui Pak Imam dan bu Halimah yang duduk di ruang tengah.


"Assalamualaikum Yah. Bu."


"Waalaikumsalam."


"Ayah, Ibu,  saya permisi dulu. Saya bermaksud untuk pulang."


"Pulang, masalah kamu dan Anisa sudah selesai?"


 "Belum Yah, tapi  saya sudah meminta maaf. Agar Nisa tenang lebih tenang, untuk beberapa saat saya akan pergi. Saya juga harus membuktikan kepada Anisa jika saya bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri saya. Saya akan pulang Yah. Dan Insya Allah saya akan kembali menjemput Anisa Ketika saya merasa pantas untuk memilikinya lagi."


Pak Imam dan Halimah hanya terdiam menyimak ucapan Reyfan.


"Saya titip Anisa Yah. Insya Allah saya akan kembali, terkecuali saya mati."


Reyfan kemudian menghampiri Pak Imam dan bu Halimah. Dia mencium punggung tangan kedua orang itu.


Pak Imam dan bu Halimah melihat jika Reyfan bersungguh-sungguh.


"Iya Reyfan, mungkin ini satu salah satu jalan agar kalian bisa merenung. Mungkin berpisah untuk sementara bisa membuat hati kalian tenang sehingga tidak mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Ingatlah Reyfan libatkan Allah dalam setiap urusan kamu. Insya Allah, dia akan menuntunmu ke jalan yang benar. Jadikan Dia satu-satunya sandaran bagi kamu ketika kamu lelah. Jadikan Dia tempat mengadu ketika kamu butuh solusi, dan jadikan Dia tempat kamu meminta ketika kamu membutuhkan sesuatu. Insya Allah kamu akan temukan jalan hidup yang lebih baik."


'Insyaallah Yah," ucapnya sambil memeluk Pak Imam.


"Terima kasih Yah, saya baru menyadari jika saya tak hanya beruntung mendapatkan Anisa sebagai istri. Tapi juga saya beruntung karena memiliki mertua seperti Ayah. Ayah adalah orang yang bijaksana, yang tidak menghakimi saya serta merta dan mau memaafkan kesalahan saya. Sungguh saya telah menyia-nyiakan anugrah yang sudah Allah berikan kepada saya. Semoga anugerah itu akan tetap menjadi milik saya," ucap Reyfan sambil meneteskan air matanya.


Keduanya pun saling mengurai pelukan.


"Dari sini kita dapat belajar Reyfan, Jika Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, meskipun itu buruk menurut kita.Itu semua karena Allah  maha tahu, sedangkan kita tidak tahu apa- tentang Rahasia Allah!Berprasangka baiklah kepada Allah, Karena Allah seperti prasangka hamba-nya."


"Iya Yah, saya pamit dulu Yah. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam,Rey."


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2