Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan

Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan
Di Pagi Buta


__ADS_3

Setelah akad nikah Adam di bawa ke kamar Najwa untuk bertemu dengan pengantinnya.


Adam didampingi oleh ibunya berjalan menuju kamar Najwa.


Di kamar tersebut juga ada bu Fatimah ibunda Najwa. Sementara Anisa sudah keluar ruangan menghampiri suaminya.


Jantung Najwa berdetak kencang menunggu sang suami yang akan menghampirinya.


"Assalamu'alaikum," ucap Adam.


"Waalaikumsalam." Najwa dan bu Fatimah menjawab.


Najwa menoleh sekilas ke arah Adam yang begitu tampan dengan busana pengantin prianya. Bahkan ketampanan berkali-kali lipat. Sudah bertahun-tahun Najwa tak melihat Adam. Namun pria itu masih tampak muda dan keren seperti saat dia masih remaja dulu.


'Ya Allah jantung ku rasanya mau copot,' batin Najwa sambil menggigit pelan bibirnya ketika Adam semakin mendekat.


Dan Akhirnya kini Adam berada di hadapannya. Mereka duduk berhadap-hadapan di atas tempat tidur yang akan menjadi saksi malam pertama mereka.


"Assalamu'alaikum," ucap Adam sambil menyodorkan tangannya. Saat itu Najwa tak berani untuk menatap wajah Adam.


Najwa masih tertunduk sambil menyambut tangan Adam kemudian menciumnya.Adam pun  mendaratkan kecupan di pucuk kepala Najwa.


Mungkin karena keduanya sudah lama tak bicara jadi mereka berdua terlihat begitu canggung.


Mereka hanya saling melempar senyum dan diam beberapa saat.


"Kamu gak ingin melihat wajah dari calon istri kamu Adam?" tanya ibunda Adam.


"Mau Bu," sahut Adam malu-malu.


Adam membuka simpul cadar Najwa. Tersibak lah wajah cantik najwa.


"Masya Allah," ucap Adam ketika melihat wajah Najwa yang merona merah karena malu.


Setelah beberapa saat, Adam kembali menyimpulkan cadar Najwa.


"Sudah Yuk. Kita keluar lagi masih ada beberapa ritual lainnya."


"Iya Bu."


Adam membantu istrinya untuk turun dari tempat tidur mereka. Setelah itu mereka keluar dari kamar dengan bergandengan mesra menuju pelaminan.


Anisa dan Reyfan berada di antara para tamu undangan di depan.


Anisa melambaikan tangannya ke arah Najwa yang berjalan melewatinya.


Setelah duduk di atas pelaminan, mereka pun menandatangani buku nikah dan melakukan ritual pernikahan yang lainnya.


Setelah akad nikah, mereka kembali melanjutkan acara resepsi setelah shalat Ashar hingga maghrib.


***

__ADS_1


Malam yang mendebarkan bagi Najwa. Dirinya kini sudah mengenakan gaun malam yang indah menunggu sang suami yang masih berbincang-bincang dengan rekan-rekannya.


Setelah sholat isya dan kegiatan telah selesai, Adam masuk ke dalam kamar.


Jantung Adam juga tengah berdetak kencang ketika hendak memasuki kamar pengantinnya


Ada rasa sungkan pada Adam karena tak terbiasa bicara pada lawan jenisnya.


Kreak pintu kamar dibuka. 


Deg deg jantung Adam berdetak kencang, ketika melihat Najwa yang tampak cantik dengan lingerie berwarna merahnya. Rambutnya tergerai indah, dengan bibir yang berwarna merah delima.


"Assalamu'alaikum," ucap Adam sambi tersenyum.


"Waalaikumsalam,"ucap Najwa sambil tertunduk, tersipu-sipu.


Adam melepaskan jasnya.


"Mas mau mandi?" tanya suara Najwa dengan bergetar.


"Iya." Adam melanjutkan membuka pakaiannya. Setelah melepaskan jasnya Adam melepaskan satu persatu kancing kemejanya hingga menunjukkan dada bidang yang putih dan bersih.


Masya Allah gagah sekali, gumam Najwa yang coba untuk mengintip.


Setelah melepaskan kemejanya dan meletakkan ke keranjang pakaian Adam melepaskan celana kain.


Najwa melirik mencoba mengintip.


Deg deg jantung Najwa melotot ketika melihat sesuatu di balik celana boxer yang dikenakan oleh Adam.


Najwa merapikan tempat tidurnya. Ketika melihat dirinya di depan cermin dia sungguh merasa malu. Inilah pertama kalinya Najwa memakai pakaian tipis dan seksi seumur hidupnya. 


Sebagai wanita yang sholehah Najwa tahu jika menggoda suami terlebih dahulu akan mendapatkan pahala yang besar. Namun Najwa yakin sang suami tak akan memandang rendah dirinya karena dia yakin, Adam lebih tahu tentang gal itu. Apa yang Najwa lakukan saat ini bernilai ibadah.


Najwa duduk manis menunggu sang suami yang sebentar lagi keluar dari kamar mandi.


Telapak kaki dan tangan seketika menjadi dingin.


Beberapa saat kemudian Adam keluar dari kamar mandi. Dia langsung duduk di atas tempat tidur mereka membelakangi Najwa.


Melihat Najwa yang sepertinya sudah siap. Adam tak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Tangan Adam perlahan melingkar di bagian pinggang Najwa, membuat jantung Najwa seakan mau copot. 


Adam mendaratkan kepalanya di punggung Najwa membuat hembusan nafas Adam menyapu hangat pada leher Najwa.


Najwa merasakan tangan Adam yang gemetar saat menyentuhnya. Detik berikutnya Adam mendaratkan kecupan di leher Najwa membuat tubuh Najwa menggelinjang seperti dialiri listrik tegangan rendah. 


Meskipun belum pengalaman, namun naluri Adam sebagai laki-laki menuntunnya untuk melakukan tahap demi tahap pemanasan sebelum eksekusi di mulai.


Adam mengusap seluruh permukaan kulit Najwa membuat istrinya itu bergetar. Seseorang yang belum pernah tersentuh laki-laki sama sekali memang mudah untuk terangsang.

__ADS_1


Sementara Adam terus menjelajahi leher jenjang Najwa,sambil melepaskan lingerie itu dan membuatnya  melorot.


Setelah itu Adam merebahkan tubuh Najwa di atas tempat tidurnya.


Diciumnya bibir Najwa sambil melakukan foreplay dengan menggelitik bukit mungil di lembah tandus milik hingga membuat tubuh Najwa terguncang dan lembah itu mulai lembab.


Sebelum menarik segitiga pengaman istrinya, Adam berdoa terlebih dahulu.


Najwa memejamkan matanya ketika bagian penutup akhir tubuhnya di tarik hingga membuat tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun


.


Najwa menarik nafas panjang kemudian menahannya sambil menutup matanya. Tubuhnya bergetar ketika merasakan sebuah benda menerobos inti tubuhnya.


Adam menggenggam tangan Najwa yang meliuk-liuk karena merasakan sakit ketika senjata suaminya mencoba menerobos dinding suci.


"Maaf ya sedikit sakit,"  ucap Adam kemudian dia menyambar bibir Najwa.


Kedua bibir mereka pun saling bertautan..


"Akh!" teriak Najwa ketika merasakan senjata Adam berhasil menerobos dinding suci miliknya hingga mentok pada rahimnya.


Adam bergerak perlahan dan bervariasi, sementara bibirnya terus saja mengunyah bibir Najwa.


Perlahan tapi pasti Najwa mulai menikmati penyatuan mereka. Ketika Sukma baru saja terbang melayang. Adam sudah mencapai puncak kenikmatannya.


Seketika Najwa menjadi lemas. Dia belum pun mencapai puncak tertinggi.


Adam melihat kekecewaan di wajah Najwa. 


Adam tersenyum, kemudian dia menciumi wajah najwa dari kening hingga ke bibir. Dengan tangannya Adam menggelitik bukit kecil di lembah Najwa yang sudah becek oleh semburan lahar darinya.


Hasrat najwa kembali bangkit, tubuhnya gemetaran menerima sentuhan kenikmatan itu. Dalam beberapa detik saja Najwa gelombang orgasme yang hebat 


"Akh!" Lirih Najwa ketika mendapatkan puncak kenikmatan untuk pertama kalinya.


Tubuh najwa masih gemetar menikmati sisa orgamenya. Bibir pun mulai berhenti membalas ciuman Adam.


Adam kembali mendaratkan kecupan di kening Najwa, bertanda ronde pertama berakhir.


"Aku ke kamar mandi dulu ya."


"Iya."


Adam kembali menggunakan handuk menuju kamar mandi. Najwa yang masih lemas itu bangkit dan melihat noda darah pada spreinya.


Meskipun merasa sakit Najwa merasa bangga karena bisa mempersembahkan kesucian pada sang suami.


Setelah mandi dan bersih-bersih mereka berdua langsung tidur dengan lelap.


Jam tiga subuh Adam membangunkan Najwa untuk sholat malam. Mereka pun sholat malam bersama, mengaji sampai sholat subuh bersama. 

__ADS_1


Setelah sholat subuh keduanya kembali melakukan penyatuan. Tak perlu melakukan gerakan aerobik di pagi hari karena keringat deras mengucur di tubuh mereka saat itu karena pertarungan ronde kedua lebih panas dan lama di banding yang pertama.


Bersambung, moga terhibur ya reader. 😘🙏🙈🙈🙈🙈


__ADS_2