Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan

Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan
Kabar Baik Lagi


__ADS_3

Reino dan Safira tiba di bandara dan langsung melakukan check in. Sambil menunggu keberangkatan mereka mencari tempat yang aman bersembunyi.


Setelah mendapatkan laporan dari Reyfan  dan  Karina, polisi segera mencari keberadaan Reino dan Safira yang diduga akan melarikan diri ke luar negeri.


Karena itulah pihak kepolisian  bekerja sama dengan otoritas bandara untuk menangkap Reini dan Safira 


Reino dan Safira sengaja melakukan penyamaran menggunakan topi dan kacamata hitam agar tak mudah dikenali.


'Rei, jam berapa keberatan pesawat kita?" tanya Safira.


"Satu jam dari sekarang."


"Aduh, itu lama sekali Rei. Bisa ketahuan kita."


"Gak akan ketahuan. Karina gak akan tahu jika kita sudah mentransfer uangnya ke rekening pribadi ku."


"Kau yakin."


"Yakin tenang saja, semua sudah diatur."


Dengan santainya mereka melakukan chek in dan menunggu di kursi tunggu sebelum keberangkatan.


Beberapa saat menunggu,Safira dan Reino melihat ada beberapa orang polisi seperti sedang mencari keberadaan seseorang. 


Safura pun mulai panik.


"Apa kita akan baik-baik saja lihatlah polisi itu sepertinya sedang mencari kebenaran kita ?' tanya Safira dengan gugup.


Reino Melihat ke arah polisi-polisi itu.


"Tenang saja, bersikap biasa-biasa saja, kalau kau gugup nanti bisa ketahuan." Reino coba menenangkan Safira meski sebenarnya Reino juga gugup saat itu.


Keduanya pun mencoba bersikap biasa-biasa saja.


Akhir waktu keberangkatan pun tiba.


Reino dan Safira menghampiri penjaga boarding pass.


Reino dan Safira pun menyerahkan boarding pass milik mereka. Penjaga mulai mengecek dokumen milik Reino tersebut.


"Maaf anda tidak bisa masuk pesawat."


Bola mata Reino terbelalak.


"Loh kenapa?"tanya Reino.


Reino pun mulai curiga jika saat ini polisi memang tengah mencari keberadaannya.


"Sebentar ya, anda tunggu saja sebentar. Nanti kami konfirmasi lagi."


Mendengar ucapan petugas itu Reino dan Karina jadi panik.  


"Rei bagaimana nih?" Bisik Safira.


"Tenang saja," ucap Reino.


Reino mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling. Masing orang yang ada di sana tengah sibuk dengan urusan mereka.


Karena merasa memiliki peluang, Reino pun memutuskan untuk kabur dari tempat itu. Secara perlahan dia coba menjauh setelah jaraknya cukup aman dengan cepat Reino berlari menerobos beberapa orang yang hendak mengantri di pintu keberangkatan.


"Reino!" Teriak Safira yang baru menyadari jika Reino pergi meninggalkannya. 


Petugas 


"Woi jangan kabur We!"teriak penjaga itu.


Reino berlari cepat karena ingin melarikan diri. Dia bahkan tega meninggalkan Safira sendiri.


Atas laporan pihak kepolisian, otoritas bandara pun memperketat keamanan. CCTV pun di siagakan untuk melihat sesuatu yang mencurigakan.


Reino yang berlari itu berhasil mengambil perhatian pada pengawas CCT.


Pengawa CCTV pun  melaporkan kepada polisi yang lainnya untuk mengejar Reino ke arah yang mereka pikirkan.


Polisi pun disiagakan le tempat tersebut 


Belum pun keluar dari bandara, Reino sudah dikepung oleh polisi.

__ADS_1


"Angkat tangan!" 


Reino kaget, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.


Reino terpaksa mengangkat tangannya. Seorang polisi mengeluarkan borgol.


"Kamu ditahan atas tuduhan penggelapan uang milik Karina. Sekarang kamu ikut kami ke kantor polisi untuk diperiksa.


***


Akhir Reino dan Safira di tangkap dan di periksa. Karena Reino dan Safira  berada dalam penjara, pihak ke polisi pun semakin mudah untuk menyelidiki kasus perusakan rem mobil Reyfan yang mengakibatkan kecelakaan.


Awalnya polisi hanya menyelidiki tentang kasus penggelapan uang yang dilakukan oleh Reino terhadap istrinya sendiri..


Karena sakit hati terhadap Reino yang sempat ingin meninggalkannya, akhirnya Safira sendiri yang mengakui jika Reino lah yang merusakkan bagian rem mobil Reyfan.


Menurut keterangan Safira. Reino sengaja melakukan percobaan pembunuhan terhadap Reyfan agar Karina tak bertanya pada Reyfan tentang perselingkuhan dirinya dan Safira. Selain itu dengan menghabisi Reyfan dia merasa hutang-hutangnya pada Reyfan bisa lunas tanpa harus membayar.


Karena kejahatannya itu Reyfan dan Safira saat ini menjalani proses penyelidikan. Dengan tertangkapnya Reino dan Safira akhirnya Karina bisa mendapatkan kembali uangnya yang pernah dicuri oleh Reino.


Setelah proses penyelidikan dan beberapa kali sidang Reyno dijatuhi hukum lima belas tahun penjara karena melakukan percobaan pembunuhan.


***


Waktu terus berlalu. 


Sudah tiga bulan pasca operasi dan sekarang Reyfan sudah bisa berjalan tanpa harus menggunakan tongkat. 


Anisa sedang berberes memasukkan pakaian dirinya dan suaminya kedalam koper, karena besok mereka akan pulang kampung. 


Dalam beberapa hari kedepan mete berniat menghadiri ijab qabul dan resepsi pernikahan antara Najwa dan Adam.


Saat sedang sibuk tiba-tiba Nisa merasakan kepalanya pusing. 


Nisa melirik ke arah jam dinding. Waktu menunjukkan pukul empat sore. 


Kepalanya sudah terasa berat sejak siang tadi. Namun Nisa masih menahan diri untuk membatalkan puasanya.


"Assalamu'alaikum," ucap Reyfan sambil membuka pintu.


Reyfan segera mengejar Anisa yang sepertinya hendak tumbang.


"Nisa!" Panggil Reyfan.


Tubuh Nisa terkulai dalam pelukan Reyfan.


Melihat wajah istri yang terlihat pucat Reyfan pun panik. 


"Sayang! Sayang kamu kenapa?" tanya Reyfan sambil menepuk-nepuk pipi Anisa.


Reyfan mengangkat tubuh Anisa dan membaringkannya.


'Sayang bangun." Reyfan terus mengguncang tubuh Anisa agar dia tersadar. 


Reyfan memandang sekelilingnya. Kemudian Reyfan mencari botol minyak kayu putih dan menciumnya ke hidung Nisa.


Beberapa saat kemudian Nisa tersadar dan membuka matanya secara perlahan.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Reyfan panik.


"Kamu sudah pulang mas." Nisa menyentuh bagian keningnya.


Reyfan mengusap rambut Anisa.


"Kamu kenapa sampai pingsan gini. Pasti kamu kecapean ya Sayang?" tanya Reyfan sambil mencium punggung tangan Anisa.


Anisa tersenyum." Capek apanya Mas, aku kan gak kerja apa-apa."


"Mungkin kamu capek karena harus  melayani aku setiap malam beronde-ronde," ucap Reyfan dengan bola mata yang berembun.


Nisa meraba wajah Reyfan.


"Gak kok. Malam hari  aku memang capek. Tapi siangnya kan aku gak kerja mas. Beberapa hari ini aku memang merasa gak enak badan."


"Ya sudah, kamu istirahat ya, aku panggil dokter Dewi untuk memeriksa keadaan kamu."


***

__ADS_1


Dokter Dewi memeriksa keadaan Nisa.


"Istri saya tidak apa-apa kan Dok?" tanya Reyfan.


Dokter Dewi dan Anisa saling melempar senyum.


"Gak apa-apa pak Rey, hanya saja tekanan darah mbak Nisa rendah. Dia juga harus banyak makan dan mengkonsumsi makanan sedikit lebih banyak saei biasanya karena mbak Nisa gak sendirian lagi."


"Hah, maksud dokter apa?" tanya Reyfan bingung.


Dokter Dewi dan Nisa kembali saling melempar senyum.


"Pak Reyfan, karena mbak Nisa tengah berbadan dua, jadi istrinya disuruh banyak istirahat ya, porsi makannya juga harus lebih banyak daripada biasanya agar memenuhi nutrisi untuk ibu dan bayi."


"Hah jadi maksud dokter istri saya sedang hamil?" tanya Reyfan dengan bola mata yang berbinar.


"Iya pak Rey, selamat ya," ucap Dokter itu.


"Alhamdulillah, ya Allah. Akhirnya istriku hamil!" Sambut Reyfan dengan suka cita 


"Iya pak Reyfan. Kalau begitu saya permisi dulu ya."


"Iya dok, terima kasih."


Reyfan menghampiri Nisa yang tersenyum memandangnya.


"Sayang kamu hamil," ucap Reyfan sambil mengusap perut Anisa.


"Iya Mas."


"Alhamdulillah." Reyfan langsung memeluk Nisa.


"Alhamdulillah, gak sia-sia bercocok tanam setiap malam beronde-ronde," bisik Reyfan.


"Ist kamu mas, gak usah di pertegas gitu."Anisa menarik hidung Reyfan.


"Tapi memang kenyataan begitu kan" Reyfan meraih tangan Reyfan dan mencium punggung tangannya.


Keduanya pun saling menatap dan  melempar senyum dengan bola mata yang berbinar karena bahagia.


***


Kesibukan  terjadi di rumah pak Imam dan Pak Usman karena dalam tiga hari lagi Adam dan Najwa.


Pak imam dan bu Halimah ikut sibuk mengurus kebutuhan resepsi.


Pak Imam, pak Usman dan para istri mereka sedang rapat mengatur susunan acara.


Pak imam sedang menjelaskan apa-apa saja yang harus dipersiapkan sebelum hari H.


Getaran Handphonenya di saku celananya membuatnya terhenti. Pak Imam mengangkat teleponnya.


"Assalamu'alaikum, Rey" sapa pak Imam.


"Waalaikumsalam Yah."


"Iya Rey ada apa ?"


"Aku mau menyampaikan kabar gembira Yah."


"Kabar gembira?"


Pak Usman dan bu Halimah langsung menoleh ke arah pak Imam.


"Iya Yah, Nisa hamil Yah."


"Hamil? Alhamdulillah!" Seru pak Imam dengan perasaan bahagia.


"Siapa yang hamil Yah?" tanya Pak bu Halimah.


"Anisa Bu. Anisa hamil."


"Alhamdulillah!" Seru mereka semua dengan wajah yang bahagia.


Bersambung dulu gengs.


 

__ADS_1


__ADS_2