Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan

Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan
Kenyataan Yang Mengagetkan


__ADS_3

"Ayo kita bawa sarapan ini untuk mas Reyfan." Anisa membawa nampan.


Reyfan buru-buru melangkah meninggalkan dapur agar tak ketahuan jika dirinya mencuri dengar.


Setelah meletakkan nampan dan sarapan Reyfan di atas meja, Anisa segera memanggil suaminya itu.


"Mas, ayo sarapan dulu."


Reyfan yang baru saja duduk kembali di atas sofa segera berdiri.


"Mas, kamu sarapan sereal saja dulu ya. Sebentar lagi aku masak untuk makan siang, mungkin sebentar lagi ayah dan ibu ku pulang," ucap Anisa sambil menata piring di atas meja makan.


Setelah menata makan, Anisa bermaksud untuk meninggalkan Reyfan.


Tapi tangannya di tarik oleh Reyfan.


"Sini duduklah bersama ku. Kita sarapan bersama."


"Tidak bisa, aku harus menyiapkan makan siang untuk mu, ayah dan ibu pasti marah jika tak ada makan siang untuk tamunya."


"Memangnya aku tamu? Aku kan menantu dirumah ini."


Anisa tak menggubris ucapan Reyfan tersebut, dia terus saja berlalu meninggalkan Reyfan. Reyfan menghabisi segera sarapan kemudian menyusul Anisa di dapur untuk kembali mencuri dengar pembicaraan Nisa dan adik sepupunya.


Di dapur Najwa sudah menyiapkan bahan makanan yang akan diolah menjadi masakan.


Anisa memotong sayuran dan juga danging sapi yang akan dijadikan sup.


"Calon suami kak Zahra orang mana?" tanya Anisa.


"Katanya sih anaknya temannya Abah."


"Dijodohin juga?" tanya Anisa lagi.

__ADS_1


"Iya, mereka pernah ta'aruf beberapa waktu yang lalu. Katanya hari ini lamaran sekaligus penentuan hari pernikahan mereka."


"Aku kesel sama Abah mbak," cetus Najwa.


"Kesal kenapa?"


"Aku mau di jodohin sama anak temannya Abah juga, kayaknya keluarga kita itu punya tradisi aneh ya. Mbak Nisa di jodohkan dengan anak Sahabat Abah, aku juga gitu mau di jodohin dengan anak sahabat dari Abah juga."


"Ya kalau prianya baik, kenapa gak," sahut Najwa.


"Aku pingin pilih jodoh sendiri aja mbak."


Anisa menghela nafas panjang.


"Memang di tradisi keluarga diperbolehkan mencari pasangan sendiri? Bahkan mbak Nisa dari masih kecil saja sudah dijodohkan."


"Aku gak maulah dijodohkan dengan seorang pria yang sejak dulu mencintai kakak ku."


"Dijodohkan dengan siapa Najwa?"


"Mas Adam."


Nisa kaget mendengarnya.


"Adam? Kamu mau di jodohin sama Adam anaknya pak Abdullah?"tanya Nisa.


"Iya, aku tahu mas Adam itu masih cinta sama mbak Nisa."


"Hah, kamu tuh kalau ngomong suka sembarangan ya, dari kecil mbak sama mas Adam cuma teman saja."


"Mbak Nisa saja gak nyadar perasaan mas Adam terhadap mbak Nisa. Mbak inget gak dulu waktu mas Adam SMP dan mbak Nisa masih SD. Mas Adam tuh rela gak jajan di jam istirahat hanya untuk menjemput mbak nisa pulang sekolah. Itu karena apa? Karena dari mas Adam remaja itu dia sudah cinta mati sama mbak Nisa."


Nisa kaget mendengar penuturan Najwa, apalagi Reyfan.

__ADS_1


"Ah gak lah. Itu karena kita teman sepermainan saja, karena satu kampung."


"Huh masih ngeyel juga."


'Nih aku beberkan ya mbak, sebenarnya mas Adam itu sudah tiga kali melamar mbak Annisa."


Nisa kaget, dia belum pernah diberi tahu akan hal itu."


"Serius kamu Najwa?" tanya Annisa.


Begitupun Reyfan yang semakin mempertajam pendengarannya.


"Lamaran pertama, waktu mbak masih mondok. Saat itu mas Adam baru pulang dari Libya menyelesaikan S1 nya dia melamar mbak tapi ditolak karena mbak ternyata dijodohkan dari kecil. Trus setelah mas Adam pulang dari Jogja. Beliau berniat melamar mbak eh mbah sudah dilamar kembali oleh suami mbak yang kedua dan terakhir kalinya mas Adam hendak melamar kembali dua bulan yang lalu saat dia baru pulang dari Kairo dan lamaran mas Adam kembali ditolak karena ternyata Abi sudah menerima lamaran pak Wisman."


"Yang bener kamu Najwa? Kok gak ada yang memberitahu mbak akan hal ini."


"Ya mungkin keluarga kita emang sengaja menutupinya. Lagi pula untuk apa mereka memberitahu mbak Nisa, toh mbak Nisa sudah jadi milik pria lain."


"Dan sekarang kalau mas Adam tahu mbak Nisa mau di pulang kan dan dijatuhi talak oleh mas Reyfan. Najwa yakin mbak, saat itu juga mas Adam bakalan melamar mbak Nisa. Apalagi kalau mas Adam tahu jika mbak Nisa masih terjaga kesuciannya, wih pasti mas Adam langsung minta di nikahi dengan mbak Nisa, biar mbak gak punya kesempatan lagi untuk rujuk dengan suami mbak." tutur Najwa dengan penuh semangat.


Seketika Reyfan melotot bola matanya.


"Itu berarti jika aku menjatuhkan talak pada Nisa, kemungkinan besar dia akan dilamar orang lain?" guman


"Ihs, mas Adam lebih pantas untuk kamu Najwa. Lelaki baik seperti dia juga harus dapat yang lebih baik daripada janda yang sudah tiga kali menikah."


"Ehm, kenapa mbak ngomong begitu, yang penting kan mbak masih suci."


"Iya setelah bersama mas Reyfan, mbak menyadari gak semua orang bisa menerima status kita. Contohnya mas Reyfan dia gak bisa menerima mbak, karena dia malu memiliki istri yang sudah dua kali menjanda karena di olok-olok oleh temannya, mungkin sebagian orang menikahi janda itu adalah aib."


"Ih Tapi aku yakin bagetlah, kalau mas Adam mau menerima mbak Nisa apa adanya. Karena saat mas Adam melamar mbak Nisa yang sudah dua kali menjadi janda, mas Adam sendiri gak tahukan jika mbak itu sebelum masih perawan. Apalagi sekarang, meski janda yang ketiga kalinya mbak tetap suci. Betapa bahagia mas Adam jika itu benar-benar terjadi," kata Najwa sambil berandai-andai.


Bola mata Reyfan membulat dengan sempurna mendengar pembicaraan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2