Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan

Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan
Menyesal?


__ADS_3

"Ayo Reyfan kenapa kamu diam? Ayo kamu jatuhkan talak pada Anisa. Saya ikhlas, daripada kamu mempermainkan perasaannya," ucap pak Imam ketika Reyfan hanya diam.


Reyfan memberanikan diri mengangkat wajahnya dengan bola mata yang berembun, kemudian ia mendekat ke arah Pak Imam.


"Maafkan saya ya Yah, saya sudah menyia-nyiakan Anisa. Tapi saya mohon beri kesempatan saya untuk kembali memperbaiki kesalahan saya."


Reyfan meraih tangan Pak Imam kemudian mencium punggung tangannya.


"Ya begitulah, seseorang akan mudah minta maaf karena merasa akan mudah untuk dimaafkan," ucap pak Imam.


"Iya Yah, saya berjanji akan menjaga Anisa dengan baik, saya akan penuhi hak-haknya sebagai istri, saya pun berjanji akan menjalankan kewajiban yang pernah saya tinggal kan," uca Reyfa masih mencium tangan pak Imam.


"Jika saja saya menuruti hawa nafsu saya, mungkin saya tidak akan memaafkan kamu  Rey, karena ajaran agama kita mengajarkan untuk saling memaafkan sesama muslim, dan saya dengan lapang dada memaafkan kamu, bahkan sebelum kamu minta,tapi memaafkan kamu, bukan berarti saya mempercayakan Anisa kembali kepada kamu Rey. "


Reyfan panik mendengar ucapan pak imam.


"Tolong lah saya Yah. Saya benar-benar menyesal. Berikan kesempatan pada saya kembali untuk bisa memperbaiki rumah tangga kami," ucap Reyfan sambil  memohon.


Pak Imam menarik napas panjang.


"Bagaimana saya bisa percaya Rey? Sedangkan sudah dua bulan kalian menikah tapi kamu tetap memperlakukan, Anisa seperti dia bukan istri mu. Bahkan kamu menjatuhkan Ila' dengan bersumpah tak menyentuh Anisa. Itu perbuatan dosa besar Rey. Bagaimana bisa saya mempercayakan Anisa kepada kamu kembali?" tegas pak Imam.


Reyfan kembali mencium tangan pak Imam Husein.


"Saya janji Yah, saya akan menjaga Annisa. Tolong, saya mohon sekali lagi Yah, biarkan saya memperbaiki kesalahan saya, saya bersungguh-sungguh Yah, silahkan Ayah hukum saja saya dengan hukuman apapu. Saya terlambat menyadari jika saya telah menyia-nyiakan bidadari surga saya.l Yah, tolong Yah," pinta Reyfan mengemis.


Reyfan masih terus membungkukkan tubuhnya dalam keadaan sungkeman.


"Sudah Reyfan, saya sudah memaafkan kamu Rey. Tidak tahu bagaimana Annisa. Saya juga tidak bisa memaksa kamu untuk menceraikan Anisa. Kamu tanya sendiri pada Anisa apa dia masih mau bersama kamu?"


Anisa kembali menangis. Rasa sakit yang pernah diberikan oleh Reyfan kepadanya masih belum hilang.


Reyfan kemudian menghampiri Anisa dan bersimpuh memeluk kaki Annisa.


"Mas jangan! Tidak selayak manusia sujud kepada manusia."

__ADS_1


Annisa bangkit dan menghindar.


"Maafkan saya Annisa. Saya mengaku salah, karena telah menyakiti hati kamu selama ini, tapi saya berjanji saya akan bersungguh-sungguh mencintai kamu Nisa," ucap Reyfan.


"Iya Mas,sejak dulu saya sudah memaafkan kamu," jawab Nisa singkat sambil membuang wajahnya.


Reyfan kembali bangkit dan menghampiri Annisa.


"Kamu mau kan Nisa memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki diri, saya janji akan membahagiakan kamu," ucap Reyfan.


"Maaf Mas, saya tidak bisa dan mungkin tak akan bisa "


"Tapi kenapa Nisa, bukanya kamu sudah memaafkan saya?"


"Iya Mas, tapi kamu sendiri sudah pernah merendahkan saya, menghina saya dan menyamakan saya dengan barang bekas. Saya memaafkan kamu, tapi rasanya saya tidak akan bisa melupakan kata-kata kamu yang menghina saya. Kamu tidak menginginkan saya dalam hidup kamu! Lantas kenapa kamu tiba-tiba saja berubah. Apa kamu ingin saya kembali kepada kamu, hanya untuk kamu sakiti  lagi?"


"Tidak seperti itu Nisa, percayalah saya akan berusaha jadi suami yang baik untuk kamu Nisa. Ayo kita pulang Nisa, kita bina kembali rumah tangga kita," ucap Reyfan.


Tubuh Nisa bergetar mendengar ucapan Reyfan.


"Semudah itukah Mas, setelah apa yang kamu lakukan pada saya, hiks."


"Saya tahu mas, jika seorang istri tidak dibenarkan meminta cerai pada suaminya, Tapi ada syariat yang dibenarkan untuk seorang istri menggugat suaminya salah satunya suaminya telah berbuat zalim, kamu ingatka?!, bagaimana rendahnya saya di mata kamu Mas."


Reyfan terdiam sambil menundukkan wajahnya kembali.


Sementara Anisa kembali menangis ketika mengingat perlakuan buruk yang pernah dia dapatkan dari Reyfan.


Hiks hiks, Nisa menarik napas panjang sambil mengatur kata-katanya. Matanya menatap ke arah Reyfan dengan tubuh yang berguncang-guncang karena menahan amarah yang sejak lama dia pendam.


"Dengan disaksikan oleh kedua orang tua saya, saya minta agar kamu untuk menjatuhkan talak pada saya mas! Tolong lah lepaskan saya, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita, agar kita bisa menjalani hidup masing-masing dengan tenang dan bahagia hiks," pinta Nisa kemudian ia menangis memeluk bu Halimah yang juga ikut meneteskan air matanya.


"Ayo Mas lakukan sekarang juga, bukannya ini yang kamu inginkan sejak pertama kita menikah hiks ," imbuh Nisa ketika Reyfan tak bereaksi.


Keadaan kembali tegang. Reyfan masih terdiam, sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

__ADS_1


'Ayo Bu kita masuk ke kamar saja, Nisa mau istirahat saja, mungkin mas Reyfan butuh waktu untuk mengingat kembali ucap-ucapanya yang dulu begitu menyakitkan, karena sepertinya dia lupa bagaimana di menolak Nisa mentah-mentah," ucap Nisa sambil merangkul lengan bu Halimah 


Melihat Nisa yang hendak beranjak, Reyfan jadi panik. Dia pun menahan langkah Nisa dengan menarik pergelangan tangannya.


'Nisa tunggu Nisa, apa kamu tidak mau memberikan kesempatan pada saya untuk memperbaiki diri saya Annisa? Saya akui saya salah," pinta Reyfan sambil menutup kedua telapak tangan di dada, raut wajahnya pun seperti mengemis.


Nisa kembali di buat kesal dengan permintaan Reyfan.


"Kesempatan Mas? Bukanya saya sudah memberikan kamu kesempatan berkali-kali Mas. Saya bertahan selama dua bulan ini sebagai istri kamu, meski kamu tak pernah menginginkan saya. Beberapa kali saya tanya pada kamu mas,  apa kamu mau menerima saya sebagai istri kamu, tapi apa jawaban kamu. Tidak! Kamu menjawab tidak kan  Mas? Bahkan kamu dengan tegas mengatakan jika kamu tidak mau dan tidak akan pernah menyentuh saya Mas. Hiks."


Sret... hati Anisa terasa tersayat kembali ketika mengingat ucap Reyfan tersebut.


Anisa mengusap  dadanya yang terasa bergemuruh di hatinya, tatapannya tajam ke arah depan.


"Kamu gak tahu betapa hancurnya perasaan saya mas saat kamu mengatakan hal itu,  kamu tak hanya menginjak nginjak harga diri saya tapi juga menghina saya, seolah saya ini wanita yang paling kotor yang terlalu menjijikkan untuk disentuh, hiks hiks. Sakit hati saya Mas hiks hiks."


Nisa kembali menangis di pelukan sang ibunda. Pak imam dan bu Halimah juga ikut meneteskan air matanya.


Reyfan masih terdiam dia terus berusaha mencari alasan agar Nisa memaafkannya.


"Jangan tanyakan berapa banyak kesempatan yang saya berikan pada kamu, saya ajak kamu ke jalan yang benar, berharap kamu menyadari kesalahanmu. Saya berharap kamu bisa menerima saya sebagai seorang istri. Tapi batas kesabaran saya sudah mencapai puncaknya saat kamu mengatakan jika kamu malu memiliki istri yang sudah berstatus janda. Oke, saya tanya kembali lagi sama kamu mas, kamu  ingatkan? untuk pertama dan terakhir kalinya kita pergi bersama di sebuah acara, kamu tinggal kan saya di mobil sendirian hanya karena kamu malu memiliki istri seorang janda, tapi  saya berikan kesempatan untuk kamu yang terakhir kalinya, saya  tanyakan keputusan kamu, apa kamu mau mempertahankan rumah tangga kita dengan menerima saya sebagai istri kamu sebelum saya benar-benar pergi, tapi lagi-lagi kamu jawab jika kamu tidak bisa menerima saya dan kejadian itu baru beberapa hari yang lalu Mas, apa kamu lupa Mas?!"


Reyfan tertunduk, dia merasa sudah terjahat pada Anisa, tapi dia juga tak ingin kehilangan Annisa.


" Dan sekarang kamu minta saya untuk berikan kesempatan untuk kamu lagi hiks?" 


Anisa menarik nafas panjang.


"Maaf saya tidak bisa Mas. Saya hanya insan biasa, yang tak memiliki hati seluas samudra. Luka yang kamu goreskan terlalu dalam akan sangat sulit untuk sembuh, kalau pun sembuh pasti akan meninggalkan bekas dan trauma mendalam. Jika kamu merasa ada sedikit iba saja pada saya, saya mohon lepaskan saya Mas, hiks hiks."


Reyfan menatap Anisa dengan tatapan berembun.


"Nisa, berikan saya eaktu untuk memperbaiki diri saya Nisa, saya janji," ucap Reyfan 


Allahu Akbar! Allahu Akbar.

__ADS_1


Suara Azan Ashar berkumandang, mendengar suara Azan berkumandang, Mereka pun berhenti berdebat.


Nisa kembali ke kamarnya Sementara Pak Imam berjalan menghampiri masjid.


__ADS_2