Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan

Bidadari Surga Yang Ku Sia-siakan
Coba Melarikan Diri


__ADS_3

Setelah dirawat selama dua Minggu dan istirahat selama beberapa hari keadaan Reyfan semakin membaik. Dan lebih baik lagi karena setiap malam dapat asupan nutrisi dari sang istri.


"Kamu yakin sudah mau kerja Mas?" tanya Anisa di pagi hari ini.


"Memangnya kenapa sayang?"


"Kaki kamu kan masih sakit Mas."


"Haha, kaki sakit gak jadi halangan. Bikin anak beronde-ronde bisa kok kerja gak bisa," sahut Reyfan.


"Ish mas, kamu tuh klau ditanya apapun selalu mengarah ke arah yang mesum-mesum."


"Haha, namanya juga pengen baru."


Anisa menyiapkan pakaian kerja untuk Reyfan kemudian membantu Reyfan mengenakan kemejanya.


Reyfan memandang wajah Anisa yang sedang mengancing kemejanya sambil tersenyum.


"Mas, jangan di lihatin  seperti itu dong."


"Kenapa,aku sengaja liatin wajah kamu biar gak kangen nantinya di kantor. Reyfan menatap Anisa dengan tatapan berbinar membuat Anisa semakin malu


"Ish Mas jangan di lihatin terus lah. Aku kan jadi malu." Wajah Anisa memerah karena tersipu malu.


"Kenapa harus malu, sih. Aku kan sudah lihat kamu luar dalam gak perlu malu lagi."


"Ehm, tatapan aku itu, bikin aku nervous, tau gak sih." Anisa memukul dada Reyfan.


Reyfan mengangkat dagu Nisa dan mencium bibirnya.


"Yuk kita turun sarapan." 


Reyfan meraih hijab Anisa kemudian memakainya cadar karena saat itu Nisa sedang berpuasa jadi Anisa tak ikut mereka sarapan.


Keduanya pun turun dengan menggunakan Lift khususnya.


Setibanya di lantai satu mereka berpapasan dengan pak Wisman.


"Loh Rey, kamu sudah mau ke kantor?" tanya Pak Wisman.


"Iya Yah. Aku kan harus kerja."


"Jangan dulu Rey, biar Ayah yang mengurusi perusahaan kamu dulu. Kamu istirahat di rumah saja."


"Gak apa kok Yah. Habisnya Anisa puasa sunah hari ini, kalau ada aku nanti dia gak bisa melanjutkan puasanya, iya kan Sayang," sahut Reyfan sambil merangkul Nisa.


"Haha, iya-iya ayah mengerti kok."


"Eis mas," Nisa menyiku perut Reyfan.


"Kamu tuh gak tau malu ya," bisik Anisa.


"Haha, ayah ngerti kok, namanya juga pengantin baru."


"Nah ayah saja ngerti," ucap Reyfan.


Kalau gitu yuk kita sarapan.


***


Di rumah Reino.


Karina yang memang sudah mencurigai isu perselingkuhan suaminya mencoba mencari bukti.


Kebetulan saat itu handphone Reino tertinggal di kamanya .


Meski melakukan penguncian pada layar handphonenya . Namun Karina bisa membuka kode pengaman handphone tersebut.


Karina mengecek email yang masuk dan dia pun menemukan billing statement.


"Astaga! Belanja apa Reino sampai sebanyak ini," ucap Karina dengan bola mata yang terbelalak ketika melihat nominal fantastis dari pengeluaran Reino.

__ADS_1


"Reino, ternyata dia penghianat. Tunggu saja sampai aku mendapatkan bukti lainya."


Karina harus memastikan jika billing statement itu digunakan oleh Reino dan bukan Reyfan seperti yang pernah di akui oleh Reyfan.


Karina keluar dari kamarnya hendak menemui Reyfan. Namun,tak sengaja bertabrakan dengan Reino yang hendak masuk ke dalam kamarnya.


"Eh kamu Kenapa balik lagi Rei?" Tanya Karina gugup.


"Nggak handphone aku ketinggalan."


Karina mencoba untuk menahan emosinya karena dia tahu jika di tanya pada Reno tentang billing statement nya Reino akan punya sejuta alasan untuk ngeles.


"Oh handphone kamu ada sana aku," ucap Karina sambil menenteng handphone Reino.


Dengan cepat Reino menyambar handphone tersebut.


"Kok bisa ada sama kamu sih?"


"Kebetulan aku mau ngantar handphone kamu ke kantor, Eh tapi kamunya udah balik lagi ke rumah, Jadi nggak jadi deh."


"Oh, Ya udah aku pergi dulu ya."


Karina menatap kepergian Reino dengan tatapan curiga.


Rejno yang berjalan seketika menghentikan langkahnya, seperti teringat akan sesuatu Ia pun menghampiri Karina.


"Sayang hari ini aku nggak bisa pulang ya."


"Loh kenapa?"tanya Karina.


"Karena aku ada pekerjaan di luar kota mungkin beberapa hari bsru pulang."


 


Karina semakin curiga.


" Dah Aku pergi dulu," ucap Reino sambil mencium kening Karina.


Reino menyimpan handphone di saku dalam jas nya.


 "Huf…untung gak ketahuan. Bisa bahaya kalau ketahuan Karina."


Reino masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah nya.


Setelah kepergian Reino. Karina memutuskan untuk menemui Reyfan.


***


Di dalam mobil, Reino menelpon seseorang.


"Sayang, kamu dimana?" tanya Reino.


"Aku masih ada di apartemen nih. Kamu buruan datang aku takut banget."


"Iya tenang saja, kamu nggak usah takut bersikaplah biasa-biasa saja."


"Bagaimana nggak takut. Kalau sampai kamu ketahuan telah membobol rem mobil teman kamu itu aku pasti akan ikut terkena masalah."


"Nggak usah takut, selama ini polisi masih belum menemukan siapa pelaku sebenarnya. Pekerjaanku cukup rapi. Apalagi teman-teman ku membantu mengkamuflase alibi."


"Ya sudah tenangkan diri kamu sejenak Sebentar lagi kita akan jalan-jalan ke luar negeri."


"Iya habisnya kamu nekat banget. Merusak rem mobil temanmu itu."


"Aku pikir dia akan mati sayang. Gak taunya cuma cedera."


"Kalau dia mati kan  Karina gak bisa tanya kebenaran tentang hubungan kita pada Reyfan. Lagi pula butang ku pada Reyfan yang berjumlah ratusan juga gak akan ditagih lagi kan."


"Ehm, kamu sih kerjanya yang gak bener."


"Gak, sudah bener itu. Dia aja yang ajalnya mungkin belum sampai."

__ADS_1


"Ya sudah kamu cepat kesini ya. Aku takut banget nih."


Reino menuju apartemen Safina. Rencananya mereka akan melarikan diri untuk sementara waktu sambil menunggu keadaan tenang.


***


Sesampainya di kantor, Reyfan  berjalan dengan menggunakan tongkatnya menuju ruangan. 


Baru saja mendarat bokongnya ke kursi empuknya Reyfan, pintu ruang kerja Reyfan diketuk oleh seseorang.


Tok tok


"Masuk!"


Seorang wanita membuka pintu ruangan Reyfan.


Melihat kehadiran Karina, Reyfan tahu apa yang diinginkan oleh wanita itu.


Karina menatap aneh pada Reyfan yang masih memegang tongkatnya. Namun dia tak tertarik bertanya apa yang terjadi pada Reyfan hingga dia harus menggunakan tongkat untuk berjalan.


"Rey, bisa bicara sebentar Rey."


"Ya silakan saja duduk."


 Beberapa saat keadaan hening.


Karina duduk dengan wajah yang tertunduk.


"Karina, kedatanganmu kemari  pasti ingin bertanya tentang wanita yang bernama Safira itu kan? Atau kau sudah mulai curiga dengan perselingkuhan Reino dengan wanita yang bernama Safira itu."


Karina menatap Reyfan dengan ekspresi yang sedikit  kaget.


"Jadi bener Rey? Safira itu bukan selingkuhan kamu, tapi selingkuhan Reino?" Tanya Karina sambil menatap repan dengan bola mata yang berembun.


"Hiks, hiks. Teganya Reino mengkhianatiku. Padahal dulu dia yang mengemis cinta untuk mendapatkanku."


Reyfan tersenyum miring.


"Reino tak hanya tega mengkhianatimu, Tapi juga tega mencelakaiku dan membuat ku jadi seperti ini," ucap Reyfan.


"Hah? Reino yang membuatmu celaka?" tanya Karina syok.


"Iya, sebenarnya aku sudah lapor polisi. Tapi sampai saat ini polisi belum menemukan siapa pelakunya karena sidik jari di mobil ku banyak sekali."


Karina tampak kecewa, bulir bening perlahan menetes di pipinya.


"Karina, Reino telah mengkhianatimu, dia menghabiskan sebagian harta yang kalian dapatkan secara bersama dengan wanita lain. Jika kau ingin membalas perbuatan Reino, bagaimana jika kita bekerja sama untuk menjebak Reino agar dia mau mengakui apa yang dia lakukan terhadapku."


Karina menatap Reyfan dengan dengan ragu.


Ting …tiba-tiba dia merasakan getaran handphonenya. Karina pun melihat handphonenya.


Alangkah kagetnya Karina ketika melihat notifikasi dari m bankingnya.


Ada pengurangan dana sebesar lima ratus juta pada saldonya. 


"Hah ini pasti kerjaan Reino hiks, dia mencuri akun rekening bank ku, hiks."Seketika Karina menangis.


Reyfan menatap heran ke arah Karina.


"Hiks, dasar Reino bajingan! Dia pasti bawa kabur uang ku bersama perempuan itu!"


Reyfan tersenyum miring mendengar hal itu, berarti kecurigaan pada Reino tidak salah . 


"Ayo kalau gitu kita laporkan pada polisi!" Semoga dengan adanya kasus ini Reino bisa ditahan dan bisa diperiksa dengan mudah untuk membuktikan jika dialah pelaku sabotase mobil ku."


"Iya Rei, laporkan saja dia pada polisi,aku akan membantu sebisa ku, hiks " ucap Karina sambil menghapus air matanya.


Saat itu juga Reyfan menelpon polisi dan memberitahu tentang kecurigaannya pada Reino. Awalnya dia tidak begitu yakin karena Reino teman baiknya. Namun semakin yakin karena Reino juga tega melakukan pencurian terhadap istrinya sendiri.


Setelah mendapat laporan dari Reyfan, saat  itu juga polisi mencari keberadaan Reino.

__ADS_1


Bersambung dulu ya gengs. Terima kasih atas doa-doa para reader semua untuk author meski belum sempat author balas satu per satu. Semoga kita semua diberikan kesehatan oleh Tuhan yang maha esa. Aamiin.


__ADS_2