
Reyfan merebahkan tubuhnya di samping Nisa setelah mereguk kenikmatan yang tiada tara.
"Ya Allah nikmat sekali," guman nya lirih.
Nafasnya memburu. Namun, masih bisa tersenyum puas, walaupun sebenarnya bagian betisnya masih terasa sakit.
Nisa membalikkan tubuhnya menghadap sang suami. Keduanya pun saling melempar senyum. Reyfan membelai rambut Anisa sambil tersenyum.
"Terima kasih ya Sayang. Aku benar-benar menyesal kenapa tidak dari dulu saja kita lakukan ini," ucap Reyfan kemudian mencium lekat pucuk kepala Nisa, pipi dan juga bibirnya.
Reyfan memeluk Nisa semakin erat, kulit tubuh mereka yang berkeringat itu saling menyentuh.
"Makanya mas, ada istilah tak kenal maka tak sayang, dan jangan sekali-kali menilai buku dari sampulnya saja."
"Iya maaf ya, ternyata buku milikku bagus luar dalam, cuma gak terlihat karena mata ku tertutup plastik kresek saja "ucap Reyfan sambil menatap Nisa dengan tatapan berembun.
Nisa hanya tersenyum menanggapi Reyfan.
" Karena Aku sudah pernah menyakiti mu, tapi kau memberikan kesempatan untuk ku. Aku berjanji akan membayar semua rasa sakitmu dengan kebahagiaan yang suatu saat nanti kau akan terkaget-kaget."
"Hm benarkah? Apa itu Mas?" tanya Nisa sedikit penasaran.
"Hm, untuk sekarang kau tidak boleh tahu karena nantinya akan tidak surprise lagi." Reyfan menyelit rambut Nisa yang basah kemudian mencium aroma rambutnya yang begitu harum.
Ditatapnya istri lagi, wajah cantik sang istri yang seakan tak bosan untuk di pandang.
Nisa tersenyum begitu manis ke arah Reyfan, membuat senjata Reyfan yang tadinya terkulai seperti balon kempes, kini kembali mengembang.
"Nisa," panggil Reyfan mesra dengan tatapan sayunya.
"Kenapa Mas?"
"Boleh minta sekali lagi?" tanya Reyfan dengan senyum mesumnya.
"Ehm, apa mas Reyfan gak merasa sakit. Tadi sepertinya mas Reyfan meringis kesakitan?"
"Ah siapa bilang. Itu rintihan kenikmatan sayang, mana ada sakit" ujarnya bohong.
"Boleh ya Nisa."
Reyfan kembali bangkit dan hendak melakukan penyatuan mereka kembali meski Nisa belum tentu setuju Namun, karena tergesa-gesa ,Reyfan tak sengaja kaki Reyfan yang operasi menyentuh kaki Nisa yang tak sengaja tertendang karena refleks.
"Akh! "
Seketika Reyfan menjerit karena betis yang di operasi terasa bergetar akibat sentuhan.
"Mas gak apa-apa?" tanya Nisa panik.
"Aduh kakiku sakit!" Ringis Reyfan sampai berkeringat.
__ADS_1
Nisa menyentuh kaki Reyfan yang di perban.
"Aw jangan di sentuh Nisa! Sakit! jerit Reyfan." Reyfan.
'Tuh kan mas, mas Reyfan sih tergesa-gesa. Nisa kan tadi cuma reflek aja."
"Iya Sayang. Aku yang gak hati-hati."
"Sebentar ya, Nisa mandi dulu nanti kita kerumah sakit saja. "
"Aw sakit sekali!" rinth Reyfan lagi.
Nisa buru-buru berlari ke kamar mandi. Setelah mandi wajib, dia membantu Reyfan bersih-bersih ala kadarnya. Nisa pun kembali memakai cadarnya sebelum keluar dari kamarnya.
Nisa menuruni anak tangga menghampiri kamar pak Wisman.
Tok tok
"Assalamualaikum Ayah! yah!" Panggil Nisa di depan pintu kamar Pak Wisman.
Beberapa saat kemudian Pak Wisman keluar membukakan pintu untuk Anisa.
"Ada apa Nisa?" tanya Pak Wisman.
"Kakinya Mas Reyfan cedera lagi ya."
'Memangnya Apa yang dilakukan Reyfan, baru saja pulang dari rumah sakit sudah cedera lagi?" tanya Pak Wisman sedikit kesal.
Sementara Nisa hanya tersenyum di balik cadarnya.
"Ayo Yah, sebaiknya kita bawa mas Reyfan ke rumah sakit saja, Nisa takut terjadi komplikasi atau pergeseran tulang yang dioperasi."
"Iya Ya Nisa ayah siap-siap dulu. Huh ada-ada saja si Reyfan,"gerutu Pak Wisman.
Nisa dan Pak Wisman menuju kamar mereka di lantai 2.
Setibanya di kamar, wajah Reyfan terlihat begitu pucat, sambil meringis kesakitan.
"Aduh kaki ku sakit sekali."
"Apa yang kamu lakukan Reyfan, sampai kaki kamu cedera lagi, baru saja pulang dari rumah sakit beberapa jam yang lalu."
"Nggak melakukan apa-apa kok Yah, hanya tersandung saja."
"Ya sudah. Ayo ayah bantu kamu."
Pak Wisman dan Nisa membantu Reyfan untuk duduk di kursi rodanya. Kemudian mereka keluar dari kamar, menuju lift khusus yang disediakan untuk Reyfan mengingat kondisinya yang belum bisa naik turun tangga.
***
__ADS_1
Mereka pun tiba di rumah sakit.
Kedatangan Reyfan begitu mengejutkan apalagi seorang suster yang biasa merawatnya yang mengetahui jika Reyfan pulang malam ini.
'Loh Pak Reyfan kenapa? Baru saja pulang dari rumah sakit, kok sudah balik lagi? Kangen sama saya ya?" tanya Suster dengan nada bercanda.
Nisa tersenyum di balik cadarnya.
"Kakinya nggak sengaja tersandung kaki saya suster. Saya pikir mungkin ada pergeseran pada bagian kakinya yang dioperasi."
"Oh kalau begitu sebentar, saya isi formulir kita lakukan foto lagi."
Suster membawa Reyfan ke sebuah ruangan untuk melakukan foto sinar x pada bagian kakinya yang dioperasi.
"Aduh Pak. Ini saja kakinya masih bengkak untung tidak sampai harus di operasi lagi," ucap suster ketika melihat hasil foto sinar X Reyfan.
"Jadi dokter apa saya akan di rawat kembali?' Tanya Reyfan
"Iya Pak. Karena kakinya bengkak di sekitar area operasi, kita lakukan perawatan lagi untuk mencegah infeksi dan hal yang tak diinginkan."
"Berapa lama dokter?" tanya Reyfan was-was.
"Setidaknya dua sampai tiga Minggu lagi pak."
"Apa dua tiga minggu lagi?"
"Iya, karena kakinya jadi bengkak seperti ini, maya pemulihan pun jadi semakin lama," ucap dokter tersebut.
Reyfan menelan salivanya dengan bibir yang mengkerut.
"Ya baru saja buka puasa, dah harus puasa dua sampai tiga minggu lagi. hua! " teriak Reyfan protes.
"Makanya Rey, jadi orang harus hati-hati dan sabar Tuh kan bikin sengsara diri sendiri," ucap Pak Wisman.
Reyfan mengkerutkan bibirnya.
"Sabar ya Mas, sepertinya ronde kedua sekitar dua sampai tiga minggu lagi, itu juga kalau Nisa gak datang bulan," bisik Nisa.
hua! Reyfan pun menjerit.
'Dua sampai tiga minggu lagi?"
Mereka semua tertawa melihat tingkah Reyfan yang seperti anak kecil.
Bersambung dulu gengs. terima kasih ya untuk para reader yang mendoakan author. semoga kita semua selalu di lindungi Allah SWT. Di jauhkan dari segala mara bahaya dan mara bencana. serta semoga selalu di karuniai kesehatan dan keselamatan untuk kita dan orang yang kita cintai. Aamiin.
Assalamu'alaikum wr wb 🙏
__ADS_1