Bintang & Bulan : Takdir Membawa Mu

Bintang & Bulan : Takdir Membawa Mu
Pandangan Bintang Kepada Bulan


__ADS_3

Akhir-akhir ini Bintang semakin dekat dengan seorang gadis bernama Bulan. Terlebih semenjak malam itu hubungan mereka telah resmi berpacaran. Dan berita itu menyebar seperti badai disekolah mereka. Dan hal itu juga yang menjadi trending topik pembicaraan selama seminggu disekolah mereka.


“Apa? Lo yakin enggak salah denger?”


“Gue gak salah denger kan ini kalau kak Bintang pacaran sama Bulan salah satu primadona anak kelas sebelas.”


“Ini pasti hoax!!”


“Enggak mungkin.”


“…”


Dan berbagai pembicaraan lainnya. Tentu hal ini menimbulkan berbagai kontroversi. Banyak murid perempuan yang tidak terima karena iri. Dan ada juga murid pria yang membenci Bintang setengah mati karena bisa mendapatkan Bulan.


Tentu mereka yang sedang menjadi topik pembicaraan tidak peduli dengan berbagai isu publik. Kini Bintang dan Bulan berserta teman-teman Bintang yang lain sedang berkumpul di kantin.


“Kak ini Bulan bawain bekal buat kakak. Ini Bulan sendiri lo yang masakin.”


“Aduh gue jadi iri banget.” Hamdan menjerit histeris.


“Kapan gue juga bisa kayak gitu.” Rangga terlihat murung dan tertekan.


“Makan nya lo pada enggak usah kelamaan jomblo. Sana buruan cari jodoh lo.” Bintang tertawa senang melihat penderitaan teman-teman nya.


“Enggak boleh gitu kak.” Bulan tertawa kecil menegur.


“Iya-iya. Mana sini bekal nya biar kakak makan. Atau jangan-jangan Bulan mau suapin kakak?” Bintang bertanya dengan nada menggoda.


Bulan yang mendengarnya langsung tersipu malu.


”Woyy….lo enggak usah bikin gue tambah iri.”


Teman-teman Bintang yang lain langsung berteriak histeris. Tentu mereka tahu bahwa Bintang sengaja mengejek mereka.


Meja mereka menjadi sorotan murid-murid lain yang berkunjung ke kantin karena kehebohan mereka. Namun tidak ada seorang pun yang berani menegur.


Apakah kalian bercanda?


Siapa yang berani menegur gerombolan murid kelas tiga ini. Bahkan ketua OSIS yang baru harus bersikap sopan dan patuh dihadapan Bintang.


Kembali ke Bintang dan Bulan yang kini menjalani hidup dengan bahagia sebagai pasangan baru. Secara alami mereka mulai saling terbuka satu sama lain. Dan saling mengungkapkan kekurangan masing-masing.

__ADS_1


Menurut Bintang setelah menjalani hari-hari nya bersama Bulan, gadis itu adalah tipe orang yang suka makan. Tidak peduli dengan berapa banyak pun porsi makan nya dia akan memakan nya selama bisa membuat perutnya kenyang. Disinilah pertama kali Bulan makan bersama dengan nya gadis itu menunjukan sikap yang aneh.


Waktu itu adalah pertama kalinya mereka berdua jalan bersama. Mereka memutuskan untuk makan. Awalnya Bulan makan sangat lahap. Bintang bahkan terkejut karena itu adalah pertama kalinya dia melihat Bulan makan. Bahkan gadis itu sampai menambah porsi makan nya. Namun ditengah menikmati makanan nya itu dia tiba-tiba berhenti makan seolah teringat sesuatu.


“Kenapa berhenti? Sudah kenyang?”


Bintang memandang gadis itu yang kini menundukan kepala nya. Namun Bulan hanya terdiam tidak menangggapi sama sekali.


“Hei, kenapa?”


“Kak..”


Bulan mengangkat wajah nya menatap ke arah Bintang.


“Ada apa?”


“Kakak pasti ngerasa jijik ya sama Bulan?”


“Kenapa kamu ngomong kayak gitu?”


“Karena Bulan makan nya kayak orang rakus. Enggak ada feminim nya sama sekali. Pasti kakak ngerasa jijik jalan sama Bulan.”


Mata Bulan sudah berkaca-kaca.


“Hahaha…” Tiba-tiba Bintang tertawa.


“Kenapa kakak malah ketawa? Pasti bener kan yang Bulan bilang?”


“Kamu ini ngomong apa sih? Siapa yang ngerasa jijik? Aku malah senang ngeliat kamu makan. Seolah-olah dengan melihat mu makan begitu lahap aja bisa bikin aku kenyang. Kamu enggak perlu sungkan. Makan lah sampai kamu kenyang. Aku suka kamu yang kayak gini.”


“Benar kah?”


“Iya. Buat apa aku bohong sama kamu.” Bintang tersenyum mencubit pipi gadis itu.


“Terima kasih kak.”


Bulan kembali terlihat riang dan melanjutkan makan nya yang tertunda. Sedangkan Bintang hanya tersenyum menatap gadis itu.


Dan Bintang juga tahu bahwa Bulan itu adalah tipikal gadis yang sangat membutuhkan tidur siang. Menurutnya itu adalah hal yang wajar. Namun awal mereka mulai sering mengirim pesan, pernah seharian gadis itu tidak membalas pesan nya. Menurut Bintang mungkin gadis itu sedang sibuk atau tidur. Jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan nya. Karena Bintang bukan lah orang yang ingin merebut kebebasan waktu Bulan.


Namun justru respon gadis itu berlebihan. Dia langsung menelepon meminta maaf.

__ADS_1


“Kak maaf ya Bulan ketiduran. Jadi Bulan enggak balas pesan kakak. Jangan marah ya kak.”


“Siapa yang marah?” Bintang tertawa mendengar suara gadis itu.


“Jadi kakak enggak marah sama Bulan?”


“Enggak kok. Buat apa aku marah sama kamu. Kalau kamu mau tidur ya tidur aja. Kalau mau makan ya makan aja. Enggak perlu laporan ke aku. Itu kan juga hak kamu. Aku mah enggak minta kamu harus selalu balas pesan aku. Aku enggak minta kamu harus menghabiskan semua waktu mu buat aku. Aku enggak meminta kamu menomer satu kan aku dalam segala hal, aku hanya meminta jadikan aku satu-satu nya pria yang kamu cintai.”


“Bulan jadi merasa bersyukur sudah bisa cinta sama cowok sebaik kakak.”


Dan Bulan itu juga adalah gadis rumahan. Dia hanya menghabiskan sebagian waktunya dirumah. Setelah pulang sekolah dia akan menghabiskan waktunya untuk tidur siang atau membantu tante Lina mengurus Alex yang masih bayi.


Dia adalah wanita yang sangat mandiri. Selama tinggal dirumah tante Lina dia sudah belajar menjadi seorang wanita yang dapat mengurus rumah. Karena jauh dari orang tua nya jadi dia harus sudah bisa mandiri. Dia membantu pekerjaan di dapur dan membereskan rumah. Dia juga mencuci pakaian nya sendiri.


Bulan juga merupakan juara di kelasnya. Tiap malam nya dia akan menghabiskan waktu dua jam nya untuk belajar.


Gadis itu hanya akan keluar dari rumah untuk sekedar belanja atau kerja kelompok di rumah teman nya. Terkadang teman-teman nya akan mengajaknya untuk berliburan. Namun dia tidak pernah ikut dengan alasan tidak mendapatkan ijin.


Saat awal mereka bertemu Bulan pernah meminta nya menjemputnya. Awalnya dia bingung karena gadis itu menunggu nya cukup jauh dari rumah nya. Dan ketika dia mengajaknya jalan gadis itu pernah menolak nya dengan alasan tidak mendapatkan ijin keluar rumah.


“Maaf ya kak Bulan enggak bisa keluar rumah.”


“Enggak apa-apa kok.”


“Kak Bintang pasti enggak mau ya deket sama Bulan yang anak rumahan kayak gini.”


“Enggak kok. Aku malah senang kalau kamu dirumah aja enggak keluyuran enggak jelas kayak cewek lain.”


“Kakak memang beda dari cowok lain juga.”


Bintang sudah merasa sebenarnya Bulan ini bersikap aneh. Ketika dia bertanya ada apa. Gadis itu selalu berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Namun karena dirinya terus mendesak gadis itu akhirnya dia mau menjawab.


Jadi sebenarnya ini semua ada sangkut pautnya dengan mantan gadis itu yang tidak lain adalah Arga. Ketika mereka pacaran pria itu sangat mengekang Bulan. Dia meminta Bulan untuk selau menghubunginya. Jika Bulan tidak menghubunginya Arga selalu menuduh nya selingkuh. Dan pria itu selalu mengomentari porsi makan nya yang buruk. Dia tidak suka karena menurutnya Bulan tidak feinim dengan porsi makan seperti itu. Dan pria itu pernah memarahinya karena selalu menolak ketika diajak jalan.


Karena tidak kuat terus diperlakukan seperti itu akhirnya Bulan meminta putus. Namun Arga tidak terima dan datang kerumah mengamuk. Disitulah om Reno dan keluarga Bulan yang lain memarahi habis-habisan pria itu demi melindungi Bulan. Dan karena itu lah keluarga Bulan melarang nya dekat dengan seorang pria. Hal itu juga yang menyebabkan Bulan tidak berani Bintang muncul di depan rumahnya.


Namun tidak ada dinding yang selalu kedap suara. Akhirnya keluarga Bulan mengetahui kedekatan nya dengan seorang pria. Awalnya Bulan khawatir bahwa keluarga nya akan memarahi Bintang. Tapi ketika keluarga nya tahu bahwa pria yang sedang dekat dengan nya adalah Bintang, justru keluarga nya mendukung Bulan sepenuhnya.


Ketika Bintang mengingat tentang Arga yang selalu mengekang Bulan, api amarah membakar di dalam dirinya. Dia bersumpah jika pria itu berani mencari masalah lagi dengan mengganggu Bulan dia akan memberinya pelajaran.


 

__ADS_1


 


__ADS_2