
Hari ini Bintang bersekolah seperti biasanya. Akhirnya dia menikmati menjadi murid biasa-biasa saja seperti kebanyakan murid lainnya tanpa menyandang lagi jabatan nya sebagai wakil ketua OSIS. Walaupun begitu dia masih belum bisa bersantai karena menjadi sorotan satu sekolah sebab status nya yang sedang berpacaran dengan salah satu gadis tercantik disekolahnya.
Bel istirahat berbunyi. Guru yang mengajar dikelas Bintang baru saja meninggalkan kelas. Dan Bintang langsung merebahkan kepala nya di atas meja.
“Sumpah ini pelajaran kimia gue enggak ngerti.”
“Kalau lo aja enggak ngerti gimana gue.” Hamdan menghela nafas.
“Pagi-pagi dah pada lesu aja. Ayo mending kita ke kantin.”
“Lo aja satu-satunya yang kayak enggak ada beban di antara kita.” Higo menggelengkan kepalanya memandang Rangga.
“Buat apa dibikin jadi beban. Kalau cuma kimia aja mah enggak bakalan bisa bikin gue takluk.”
“Lo bisa bilang kayak gitu karena setiap pelajaran kimia kerjaan lo tidur.”
“Ini yang gue maksud dengan taktik.”
“Dah lah ayo kita ke pergi ke kantin.” Bintang langsung berjalan menuju ke kantin dengan diikutin teman-teman nya.
Mereka berjalan dengan santai dan tidak terlalu tergesa-gesa di koridor sekolah menuju ke lantai satu di mana kantin berada. Bintang berjalan paling depan dengan teman-teman nya tepat berjalan di belakangnya.
Setiap koridor yang mereka lalui langsung dibuka kan jalan oleh para murid yang tidak berani menghalangi jalan mereka. Mereka akan menundukan kepala mereka atau melihat ke arah lain berpura-pura tidak melihat rombongan Bintang. Hanya beberapa orang dari murid kelas tiga yang berani menyapa mereka.
Sesampainya di kantin mereka langsung duduk di meja pojokan yang selalu menjadi tempat mereka nongkrong di kantin sekolah.
“Lo pada mau pesen apa? Biar gue yang pesenin.” Rangga bertanya memandang ke arah teman-teman nya itu.
“Kasih aja es teh sama bakso semuanya.”
“Iya samain aja sudah.”
“Oke.”
Setelah pesanan datang, mereka langsung menyantap nya diselingi oleh beberapa candaan. Terkadang mereka akan menggodai beberapa murid gadis yang lewat.
__ADS_1
“Eh cantik..mau kemana nih? Sini temenin abang makan, nanti biar makanan nya abang yang traktir.”
“Jangan mau sama dia. Mending sama aku aja.”
“Jangan dek. Mereka nih pada bau kencur semua masihan. Jadi sini sama kakak aja.”
Tentu nya semua murid gadis yang mereka godai akan merasa parno terhadap mereka. Bahkan ada yang wajahnya terlihat sangat pucat dan lari ketakutan ketika Rangga berdiri mencoba menghampirinya. Bintang dan yang lainnya hanya tertawa melihat itu.
“Apaan sih tuh cewek. Orang gue enggak apa-apain kok malah kabur.”
“Itu cewek takut sama lo ****.”
“Kan gue enggak punya niat jahat.”
“Dia takut lo gigit.”
“Emang nya gue apaan main gigit aja.”
Rangga menghembuskan napas frustasi. Teman-teman nya yang lain hanya tertawa menggelengkan kepala nya.
“Mana-mana?”
Seketika perhatian seluruh kantin terpusat ke arah gadis yang baru saja memasuki kantin. Gadis yang dijuluki sebagai keindahan nomer satu disekolah mereka.
Gadis itu memiliki rambut panjang sepinggang yang terurai. Rambut panjang nya yang diterpa oleh embusan angin menambah kesan keindahan gadis itu. Gadis dengan blasteran asia eropa itu memiliki mata berwarna cokelat yang indah. Dengan kulit putih dan tubuh yang bisa dibilang seperti model membuat setiap orang tidak akan pernah berpaling untuk memandang gadis itu. Namun ada sedikit rasa dingin di wajah gadis itu.
Siapa lagi yang bisa membuat satu sekolah menjadi heboh selain Atika yang dikenal sebagai keindahan nomer satu disekolah mereka.
Gadis itu tidak peduli dengan semua mata yang sedang memandang dirinya. Dengan diikuti oleh dua orang teman nya dia duduk dimeja kantin dan memesan makanan.
Ketika gadis itu sedang menikmati makanan nya tanpa sadar pandangan nya menuju salah satu meja yang berada di pojokan yang ramai dengan murid laki-laki. Lebih tepatnya dia memandang salah satu pria yang ada disana.
Atika adalah seorang gadis yang sangat bangga dengan diri nya sendiri. Oleh karena itu dia akan menjadi orang yang pilih-pilih dalam urusan cowok. Walaupun dikenal sangat cantik, dia juga dikenal sebagai wanita yang sangat cuek. Banyak pria yang menyatakan perasaan kepada nya namun semua itu dirinya tolak.
Tidak banyak pria yang membuat nya tertarik. Dan pria yang sedang dipandang nya ini merupakan salah satu pria yang bisa membuat nya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama nya.
__ADS_1
Atika langsung berdiri dan berjalan menghampiri meja dimana pria tersebut sedang duduk. Tentu aksinya tersebut menyulut kehebohan di kantin.
Para murid yang berada di meja pojokan kantin itu juga menjadi heboh karena mereka sadar bahwa gadis itu sedang berjalan ke arah mereka.
“Woy, Atika kesini.”
“Makin dilihat dari dekat makin bikin gue deg-degan.”
Atika berhenti beberapa langkah dari meja tersebut. Pandangan nya tetap lurus tertuju ke arah laki-laki itu yang mana justru berpura-pura tidak melihat kehadiran nya.
Tanpa sadar Atika tersenyum tipis melihat sikap pria itu kepadanya. Baginya sudah terbiasa karena ini bukan pertama kalinya pria itu mengacuhkan nya.
Dia melanjutkan langkah nya menuju meja itu. Seketika semua cowok yang ada di meja itu membuka kan jalan untuk nya. Atika memandang cowok yang duduk tepat disebelah pria yang ia hampiri. Seakan mengerti maksud dari tatapan gadis itu Hamdan hanya mengembuskan napas dan singgah dari kursinya.
Kemudian Atika duduk tepat disebelah pria itu. Dia memandang wajah pria itu dengan seksama. Namun pandangan pria itu tidak pernah tertuju kepadanya sama sekali. Atika tertawa kecil kemudian menarik dagu pria itu hingga wajah dan tatapan mereka sejajar saling bertemu.
“Mau sampai kapan kakak cuekin Atika?”
“…”
“Sudah lama Atika enggak liat wajah kakak sedekat ini. Ternyata kakak enggak banyak berubah. Tapi rasanya Atika jadi tambah suka sama kakak.”
Pria itu hanya diam saja menutup mulutnya rapat-rapat. Namun Atika tidak terlalu kecewa dengan tanggapan pria di depan nya. Karena berada sedekat ini saja dengan pria di depan nya sudah membuatnya senang.
Iya, siapa lagi pria yang begitu beruntung bisa menaklukan hati Atika keindahan nomer satu disekolah mereka selain Bintang.
Bintang melepaskan tangan gadis itu dari dagunya dengan kasar. Kemudian dia mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Atika terkejut karena ini pertama kali nya Bintang menolak nya dengan kasar. Lalu tiba-tiba sepertinya dia teringat oleh sesuatu.
“Jadi…apa benar kalau kakak pacaran sama Bulan?”
“Kalau iya memangnya kenapa?” Jawab Bintang dengan judes nya.
“Atika bingung sama kakak. Padahal jelas-jelas ada Atika yang lebih cantik dan sempurna tapi kenapa kakak pilih dia?”
“Ini bukan tentang kesempurnaan. Bukan juga tentang kecantikan. Tapi tentang hati siapa yang paling tulus.”
__ADS_1