Bintang & Bulan : Takdir Membawa Mu

Bintang & Bulan : Takdir Membawa Mu
Gadis Berponi


__ADS_3

Bandung, 04 Agustus 2018.


Setelah bel sekolah berbunyi, Bintang dan beberapa anggota Pramuka lainnya berkumpul di depan panggung. Tentu ada alasan kenapa mereka dikumpulkan. Mereka akan mengikuti sebuah perlombaan sekaligus perkemahan. Dan orang-orang yang berkumpul di sana adalah mereka yang akan berangkat mewakili sekolah dalam perlombaan tersebut.


Karena merasa bosan, Bintang mengalihkan pandangannya ke arah yang lain. Dia tau kata-kata semangat sebelum berangkat dalam sebuah perlombaan itu penting. Tapi, orang di depannya ini mengatakan kata-kata yang sama berulang kali. Astaga ayolah. Daripada membuang waktu mendengarkan ocehan ini bukankah sebaiknya mereka mulai berlatih dan mempersiapkan diri?


Mereka hanya memiliki sisa waktu 10 hari sebelum perlombaan dimulai. Itu adalah waktu yang sedikit menurutnya. Karena ini adalah terakhir kalinya dia akan ikut serta dalam kegiatan ini. Jadi bukan hanya dirinya saja, tapi rekan-rekan yang seangkatan dengan dirinya juga berharap membawa pulang piala juara umum.


Kebetulan sekali Bintang melihat Wulan. Dia ingin menyapa namun Arga muncul dari balik Wulan. Arga langsung menyeret Wulan ke parkiran.


'Hei apa-apaan ini?' Tanya Bintang dalam hatinya.


Wulan terlihat menolak. Bintang bisa melihat dari mata Wulan yang memerah bahwa dia baru saja menangis.


Wulan berusaha melepaskan diri. Dia berulang kali melihat ke arah Bintang dengan wajah seperti memohon untuk diselamatkan.


Tapi, Bintang tidak bertindak.


Jika ditanya kenapa, jelas karena dia tidak ada hubungan sama sekali dengan masalah orang lain. Mereka juga tidak memiliki status apa pun.


Dalam beberapa hari ini hasil penyelidikan semakin menunjukan bahwa Wulan dan Arga pasti bukan hanya sekedar adik kakak. Dan dirinya tidak ingin ikut campur urusan orang lain. Maka dari itu ia memutuskan untuk menjauhi Wulan.


Malam hari itu Bintang berada di kamar merebahkan diri di kasur dengan ditemani buku di tangan dan diiringi musik kesukaannya. Dia memang hoby membaca. Bahkan terkadang dia sering lupa waktu.


Terlebih semenjak tragedi beberapa bulan yang lalu yang menyebabkan dirinya menjaga jarak dengan wanita. Ia mulai menghabiskan waktu dengan membaca buku dan fokus dalam berorganisasi.


Tapi bukan berarti dirinya tidak pernah merasa jenuh.


Dan rasa jenuh itu kini datang menyerang. Dirinya hanya bisa menghela nafas dan menyingkirkan buku dari tangannya. Dia mengambil ponselnya dan kemudian membuka Instagram sekedar melepas rasa jenuh.


Hal ini biasa dia lakukan. Dia takut jika ia tidak melepaskan rasa jenuh ini, dirinya akan menjadi maniak membaca. Buruknya lagi dia akan menjadi seorang kutu buku tingkat akut.


Kebetulan sekali dia melihat Bulan, adik kelasnya, memasang story di Instagram. Dia liat story tersebut.


'Beri aku pertanyaan...'


"Wah kebetulan sekali gue ingin mempertanyakan hubungannya dengan si Arga." Batin Bintang.


Karena ada kesempatan, tentu Bintang tidak akan membiarkannya lepas. Tapi ia tidak bisa langsung to the point. Bintang memikirkan baik-baik topik pembahasan yang bisa digunakan. Dan dirinya teringat bahwa gadis itu mengubah potongan rambutnya. Sebelumnya gadis itu memiliki gaya rambut yang sama seperti Wulan. Rambut panjang sepinggang. Tapi kini dia mengubah gaya rambutnya menjadi berponi.


'Iya, mungkin ini topik yang pas' Fikirnya.


Langsung saja ia mengkomentari story gadis itu.


"Kenapa sekarang gaya rambut lo berubah?"

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian, ia mendapatkan balasan.


"Pengen coba suatu yang baru, Kak. Hehehe..."


"Oh gitu...Bagus juga sekarang berponi."


"Iya dong."


"Sejak kapan berubah?"


"Awal semester ini, Kak."


"Emm seperti itu. Masih pacaran sama Arga kah?" Sebenarnya Bintang takut jika gadis itu akan berfikir baahwa Bintang modus. Tapi demi hasil penyelidikannya selesai maka ia harus mendapatkan jawabannya.


"Udah enggak kok, Kak."


'Eeehhh...' Bintang kaget ketika mengetahuinya.


"Sejak kapan?"


"Sudah lama kok, Kak." Jawabnya. "Kak bisa minta nomor WhatsApp kah? Kita chat lewat WhatsApp aja.”


'Waduh...kok malah jadi minta nomor WhatsApp sih? Kasih enggak ya?' Bintang bertanya pada dirinya sendiri.


Setelah berfikir sejenak, ia memutuskan untuk memberikan nomornya. Kemudian tak lama muncul notification WhatsApp di layar ponsel miliknya..


Ini pasti nomornya Bulan.


Tujuannya sudah tercapai untuk mengetahui status dari si Arga dan Bulan. Jadi dia sudah tidak ada keperluan untuk membalas pesan dari si Bulan. Tapi, mungkin untuk basa-basi aja tidak masalah. Dia pun memutuskan untuk membalas pesan dari Bulan.


"Kasih nama siapa nih?" Tanyanya sekedar basa-basi.


"Sembarang Kakak aja."


"Eh sudah ku kasih nama gadis berponi." Jawab Bintang, padahal sebenarnya ia belum menyimpan nomor gadis itu.


"Eh..enggak apa-apa, Kak. Aneh - aneh aja Kakak ni kasih nama."


'Padahal baru ku save tu nomor. Beneran kasih nama gadis berponi aja lah.' Batin Bintang.


Kemudian Bintang menunjukkan screenshoot sebagai bukti bahwa ia benar-benar memberikan nama kontak gadis itu di ponselnya sebagai gadis berponi. Niatnya hanya iseng saja.


"Kakak suka kah rambut ku yang berponi?"


"Iya suka. Bagus kok. Jadi keliatan lebih cantik." Jawab Bintang jujur dengan pengamatannya.

__ADS_1


"Bagus deh kalau Kakak suka."


Kemudian dia mengirimkan poto dirinya memakai kacamata dengan poni yang sudah dirapikan. Harus ia akui bahwa gadis yang bernama Bulan ini cantik sekali. Di tambah dengan poni dan kacamatanya menambah kesan manis pada dirinya.


"Cantik fotonya." Komentarnya.


"Jadi mah yang cantik cuma fotonya aja? Orangnya enggak cantik?"


"Iya orang nya juga lah.Wkwkwk..."


Malam itu Bintang menghabiskan waktunya dengan membalas messages dari Bulan. Kemudian si Bulan memasang story di WhatsAppnya. Namun Bintang tidak membuka story itu.


Tak lama kemudian Wulan mengirim pesan.


"Kakak chat sama Bulan ya? Bulan mantannya si Arga."


Dia syok dan panik.


'Jangan-jangan ponsel milik si Bulan disadap oleh mantanya si Arga. Dengan kata lain si Arga sudah ngeliat chat kami. Dan karena Wulan orang yang paling dekat dengannya, jadi dia ngasih tau Wulan.'


Kemungkinan besar yang terjadi seperti itu. Untuk memastikan hal itu Bintang bertanya kepada Bulan.


"Ponselmu disadap kah?"


"Enggak kok, Kak. Kenapa memangnya?"


"Kok ada yang tau kalau aku lagi chat sama kamu?"


"Oh itu mungkin karena story ku. Aku bikin story daftar obrolan chat ku, tapi dah ku hapus. Nanti ku kirim ya, Kak." Kemudian Bulan mengirimkan sebuah foto. "Kayak gitu kak."


Berarti ada kemungkinan kalau yang sebenarnya terjadi adalah Wulan atau si Arga melihat story Bulan.


"Oh yaudah enggak apa-apa kok."


Untuk pesan dari Wulan, Bintang menjawab dengan jujur kalau dirinya memang chat dengan Bulan.


Memangnya ada apa? Apakah chat dengan seseorang itu melanggar sebuah Undang-Undang Negara? Apakah ada kebijakan hukum yang tidak memperbolehkannya chat dengan si Bulan?


Jawabannya adalah tentu tidak ada.


Sekitar jam 11 malam baru mereka mengistirahatkan diri.


'Chat dengan si Bulan asik juga. Enggak terlalu kaku kayak orang-orang. Dia juga kayaknya enggak takut sama aku.' Bintang berbicara sendiri dalam hatinya.


Malam itu Bintang tertidur dengan terbayang-terbayang obrolannya dengan si Bulan.

__ADS_1


'Gadis yang menarik...'


__ADS_2