
Rahang Ferdinand mengetat dengan kedua matanya yang semakin mengkilap penuh keinginan membunuh. Di wajah datarnya, gigi Francesca sudah mengerutuk dengan kedua bola matanya yang sudah berkabut penuh dendam.
Merasa sambutannya tidak mendapakan respon. Bahkan, kedua tamu 'istimewannya' sudah cukup lancang untuk tidak menatapnya. Raja Feroca mengikuti arah pandang dua tamu di depannya. Dan saat dirinya sudah mengerti apa yang terjadi, senyum separuh penuh hinaa Raja Feroca terbit.
Keheningan dan ketegangan yang mulai menguar karna hawa-hawa membunuh kedua tamu itu semakin kuat. Membuat Raja Feroca melirik putranya. Memberikan pesan tak kasat mata pada pria yang menggandeng Summer untuk mendekat pada mereka.
Regan yang juga sudah bisa mencium aroma haus darah, langsung memindahkan tangannya ke pinggang Summer. Dengan mengabaikan tubuh Summer yang langsung menegang karna aksinya, Regan harus sedikit kasar menyeret pinggang Summer agar Summer mengikuti langkahnya.
Semua orang melihat itu, semua mata bisa melihat apa yang di lakukan Regan. Dan tentu saja pemandangan itu, langsung membuat darah kakak-kakak Summer mendidih.
"Ini dia... mendekatlan Pangeran Regan dan calon menantuku"
Francesca ingin sekali meludah ke wajah Raja Feroca. Ferdinand ingin sekali mencekik Regan yang terus menyentuh adiknya sambil menyeringai.
Dengan menahan segala perasaan murka tapi juga pedihnya, Summer menyentak tangan Regan dengan kasar. Tidak peduli pada apapun lagi, dirinya harus menjauhkan tangan lancang Regan. Karna Summer harus meredakan kemurkaan kakak-kakaknya yang sudah siap meledak.
Summer tidak ingin terjadi kekacauan yang bisa menyakiti kakak-kakaknya yang sedang berada di sarang musuh. Summer tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarga yang sekarang, sudah menjadi harapan Summer untuk tetap bertahan hidup. Hanya mereka, hanya kakak-kakaknya yang membuat Summer masih mempunyai niat untuk bernafas. Karna itu, Summer akan menjaga kakak-kakaknya dengan baik. Apapun akan dirinya lakukan bahkan jika harus menukar jiwanya pada iblis, Summer akan dengan senang hati melakukannya untuk nyawa dan kebahagiaan Francesca dan Ferdinand
Dengan kedua mata yang semakin menggenang air mata, Summer mulai mengambil gesturnya. Menyilangkan kakinya, menarik kedua sisi gaunnya, menekuk sedikit lututnya, dan berucap penuh dengan kesakitan perih.
"Selamat malam, Your.. Ma-Majesty Ratu Francesca" Summer menegakkan kembali kepalanya dan meluruskan kembali kakinya sambil menatap Ferdinand sejenak, lalu menunduk sopan. "Selamat malam Your Highness Pangeran Ferdinand"
Rasa membara di dalam hati Francesca dan Ferdinand sedikit teralihkan saat Summer menyapa mereka. Mereka saling melirik sejenak, lalu sama-sama menarik nafas dalam untuk meraih ketenangan mereka kembali.
Regan yang sedari tadi terus terfokus pada bentuk tubuh dan wajah dingin Francesca menyeringai bajingan. Dengan angkuh dan tersenyum culas, tubuh Regan bergerak sedikit maju sambil mengulurkan tangannya yang menengadah, punggungnya membungkuk sopan. Jelas meminta tangan Francesca untuk pengenalan pertama mereka tapi,
Ketegangan kembali terjadi. Saat Francesca melengos begitu saja dan segera beranjak dari depan Regan.
Melihat kelancangan nyata Francesca, Feroca akhirnya mengeram kesal. Dirinya yang sedang memancing kekesalan orang lain menjadi ikut kesal karna ternyata, bocah-bocah Francia itu sangat arrogant dan tidak kenal takut!
Ferdinand kembali melirik pergerakan Francesca yang ternyata sedang meraih dua buah gelas anggur. Lalu menatap adiknya dengan sendu.
Summer yang terus di tatap kakaknya hanya bisa membalas dengan tersenyum getir. Tatapan matanya menunjukkan kesedihan dan rasa rindu yang sedang sangat di tahannya dengan sekuat nyawa.
__ADS_1
"Dinand"
Dengan cepat Ferdinand meraih gelas yang di sodorkan Francesca, dengan sopan mulutnya berucap
"Terimakasih Your Majesty"
Kepala Francesca mengangguk singkat dan kembali menatap wajah Feroca yang sudah mengeras. Separuh bibir Francesca terangkat
"Ahh.. Karna terlalu fokus pada Putri Summer, kami jadi melupakan jika kalian ada, Raja Feroca. Saya harap, anda bisa mengerti perasaan kami Raja Feroca" Francesca menatap Regan. "Pangeran Regan"
Ketegangan terus berlangsung dengan tangan Raja Feroca yang mulai mencengkam gelas di sebelah tangannya. Regan yang melihat ketegangan nyata itu terkekeh geli. Suara kekehannya membuat semua orang jadi menatapnya
"Kami mengerti Your Majesty. Kalian pasti sangat merindukan adik kalian. Oh tapi tenang... kami akan menjaganya dengan baik, terlebih saya... Yang beberapa menit lalu sudah menjadi tunanganya" Tangan Regan terangkat kembali dan langsung meraih tangan Summer. Menggengam tangan Summer dengan erat dan mengabaikan penolakan tangan kecil yang baru di raihnya. "Putri Summer yang manis ini"
Ucapan ramah dan menajam Regan membuat Francesca harus menyesap isi gelasnya. Sedangkan Ferdinand kembali mengepalkan tangannya.
Raja Feroca yang sempat kesal, ikut terkekeh tanpa rasa humor sambil menatap Summer dan Regan bergantian. Lalu menatap Ferdinand dan Francesca bergantian sambil berucap
Dengan anggun, Francesca sedikit bergerak-gerak yang entah untuk apa fungsinya, lalu bersuara
"Saya tidak tahu dari mana kata serasih bisa anda sebutkan untuk mereka" Francesca memainkan gelasnya, memutar-mutar wine yang ada di dalam gelasnya sambil kembali berucap. "Mata anda sepertinya semakin tua"
"Anda terlalu lancang Ratu Francia"
Feroca berucap pelan dengan nada tajam. Dengan acuh, Francesca mengedipkan kedua bahunya.
"Itu di sebut kejujuran bukan sebuah kelancangan. Apa di Bosnia sebuah kejujuran adalah sebuah kelancangan? Atau karna yang berucap seorang perempuan, jadi sebuah kejujuran menjadi sebuah kelancangan?"
Semua tamu yang sedang menjadi penonton menahan nafas mereka saat mendengar mulut tajam Francesca. Mereka dengan takut-takut melirik Feroca yang sudah menyeringai mengerikan. Lalu suara Feroca mengema di aula itu
"Benar sekali. Perempuan tidak di perbolehkan terlalu jujur dan banyak bicara seperti anda. Dan karna ini Bosnia, bukankah anda di ajarkan untuk mengikuti aturan di mana kaki anda berpijak?"
Ferdinand yang sudah menyerahkan urusan perang mulut pada Francesca, menatap Summer yang terus menggelengkan kepalanya dengan cemas. Lalu melirik Francesca yang sudah mengangguk-ngangguk dramatis
__ADS_1
"Hhmm.. kasihan sekali para perempuan Bosnia" Francesca memutar kepala di kumpulan para Ladies yang terlihat tegang, lalu kembali berucap. "Kalian terlihat seperti keramik pajangan Ladies. Porslen penting Bosnia"
Melihat suasana yang semakin membara dan tegang, Regan dengan cepat menengahi
"Ratu Francesca... Tolong. Saya dengan kerendahan hati meminta tolong ag-"
"Pangeran Regan. Apa anda tidak pernah di didik untuk tidak memotong pembicaraan seseorang yang memiliki status lebih tinggi dari anda? 'Putra Mahkota'?"
Well.. Ferdinand tidak ingin ikut campur untuk urusan balas membalas mulut. Dirinya lebih memilih menatap Summer dengan pandangan menenangkan. Menenangkan adiknya yang terlihat sangat cemas
"Tapi Your Ma-"
"Raja Feroca, apa saja yang sebenarnya anda ajarkan pada Putra Mahkota Bosnia ini? tatakrama adalah point utama yang harus di miliki seorang calon pemilik tahta. Calon Raja berikutnya heh?"
Kedua bola mata Feroca mengkilap tajam. Rahangnya mengetat sambil berucap
"Kalian sangat lancang"
"Hm.... kenapa jadi kami yang lancang? Lihatlah, Pangeran Ferdinand saja tidak berani membuka mulutnya saat kita sedang berbincang 'hangat' kan? Lalu-"
"Tutup mulut anda! Bocah tengik!!"
Salah....
Entah siapa dan apa yang salah. Entah Francesca atau Feroca yang salah. Karna, teriakan penuh hinaan Feroca membuat kesatria yang datang bersama Francesca dan terus bersembunyi sesuai tugas mereka, tiba-tiba muncul dengan tangan yang sudah memegangi pedang mereka.
Insting Regan yang langsung sadar jika ada beberapa kestaria Francia yang sudah menampakkan tubuh mereka tanpa berani maju, langsung menyeringai. Kedua tangannya dengan cepat bergerak pada punggung Summer. Summer yang tidak siap dengan pergerakan Regan, langsung terdorong kuat
PRAANGGG!!!
\=\=\=❤❤❤❤
Jangan lupa like dan komennya semua...
__ADS_1