Bloody Crown

Bloody Crown
BC 07


__ADS_3

Ucapan Henry langsung di angguki Albert yang memang bertugas sebagai mulut parlemen.


"Baik Your Highness"


"Jadi ini tentang jalur perdagangan. Karna kita berencana untuk menekan jalur perdagangan empat kerajaan keparat itu"


Para gentlemen tersentak, dan para uncle parlemen langsung menatap Henry dengan serius.


Melihat jika semua fokus sudah kembali, Henry dalam tatapannya, kembali meminta Jeremmy untuk meletakkan tumpukan perkamen-perkamen ke atas meja panas. Lalu Henry kembali berucap


"Saya tidak perlu menjelaskan lagi sejarah dan bagaimana peran para 'keluarga' saya ini dalam perdagangan di Francia, Eropan, dan bahkan dunia" Henry berucap dengan lantang dengan dagu terangkat tinggi. Seolah dirinya sedang menunjukkan jika 'aku-adalah-besan-para-pria-hebat-ini'. Lalu berdehem beberapa kali dan melanjutkan ucapannya. "Karna itu para gentlemen, kami menyerahkan jalur pengaturan perdagangan ke empat kerajaan keparat itu pada kalian. Tolong tekan dan lakukan apapun agar mereka sedikit merasakan getaran di dalam 'pemersatu' benda-benda berharga mereka. Bosnia, kerajaan yang memimpin ketiga kerajaan yang di pegang mereka itu, harus merasakan bagaimana sulitnya hanya untuk sekedar memasok wewangian baru"


"Hmm... kalau untuk benda-benda seperti itu kami bisa mencobanya, tapi.. apa cukup hanya dengan itu?"


Albert bertanya sambil menatap Francesca. Francesca yang di tuju mengerti arti pertanyaan itu. Jika untuk menekan hanya dengan mempermainkan benda-benda bangsawan pasti tidak akan terlalu mengguncang Bosnia yang sudah memegang tiga kerjaan lain. Kerajaan-kerajaan yang cukup subur dan besar hingga jika untuk mengguncang Bosia dengan cepat, mereka perlu membuat wabah kelaparan mengerikan. Dan untuk membuat wabah kelaparan, mereka harus menekan pangan. Tapi yang seperti Francesca katakan, jika empat kerajaan itu cukup subur, rasanya akan mustahil di kerajaan yang cukup subur itu untuk membuat wabah kelaparan mengerikan. Tapi,


"Tujuan utamanya memang bukan itu Earl Albert"


Francesca langsung menjawab isi pikiran ketiga uncle-nya.


Ke tiga uncle Francesca yang mulai merasa tertarik, langsung menatap Francesca dengan sangat serius. Dan Francesca melanjutkan ucapannya.


"Ini adalah sebuah rencana 'pertemanan' yang sedang ingin kita pupuk dengan baik untuk para bangsawan di sana, bukan untuk menyiksa rakyat miskin mereka"


Albert mengangguk singkat, lalu kembali berucap.


"Tolong jabarkan semuanya pada kami yang kurang cerdas ini dengan sedikit merinci Your Majesty. Maaf jika kami kurang cerdas"

__ADS_1


Sudut bibir Ferdinand dan Edward berkedut. Kurang cerdas katanya? Hahahah.... Yang benar saja!


"Sebagai bangsawan. Berbelanja kebutuhan fashion adalah kebutuhan ego setiap hari kita. Jika ego kita tidak bisa terpenuhi dengan baik, maka rasa kesal dan mungkin amarah bisa membangkitkan 'sesuatu'.." Francesca menjedah sambil menatap semua wajah gentlemen istana, menatap dengan tatapan yang syarat akan sindiran. Beberapa detik terlewati hingga sindiran itu sudah tersampaikan dengan baik, Francesca kembali berucap. "Sesuatu yang mungkin bisa kita gunakan untuk menjurus pada pertemanan bangsawan mereka pada kita. Pada kita yang bisa menyediakan barang-barang kebutuhan ego mereka. Seperti contoh wewangian adalah kebutuhan wajib kita, maka kita yang 'baik hati' ini, akan menyediakan barang dagangan untuk mereka yang kesulitan mencarinya di Bosnia dan tiga kerajaan yang menggandengnya. Dan dengan itu, di harapkan kita bisa menjalin pertemanan bahagia bersama mereka"


Semua kepala-kepala gentlemen di sana mulai mengangguk-angguk mengerti. Arah ucapan Francesca sangat jelas, jika dirinya ingin menarik para bangsawan Bosnia. Sama seperti ketiga uncle pembisnis dan pemain politik cerdas Francia di sana. Mereka sangat mengerti poin itu, meski mereka tidak bisa membaca dengan jelas jika ada rencana terselubung dari Ratu baru mereka. Dan rencana terselubung itu, pastilah bukan menjadi ranah yang bisa mereka sentuh.


"Baik Your Majesty. Mulai besok kami akan memeriksa dengan baik jalur perdagangan. Kami juga akan mulai menandai semua titik pemasok mereka dan akan menguasai titik-titik itu. Dan.. apakah anda juga ingin kami memasang pemanas di dalam perdagangan mereka?"


Satu alis Francesca menukik


"Pemanas?"


Senyum culas tercetak di bibir Albert sambil langsung menjawab dengan cepat


"Kita bisa membuat syarat-syarat jika mereka ingin memiliki barang-barang yang mereka inginkan. Dengan cara, membuat club pertemuan gentlemen dan para ladies di Francia?.. Yang pasti akan mempererat 'pertemanan' dan juga pasti bisa dengan cepat sampai ke telinga istana Bosnia keparat itu"


"Hhmm... sangat sombong dan tidak elegant sekali, Earl Albert?"


"Kami memang sombong, dan tidak akan pernah bersikap sopan pada musuh"


Arathorn dan semua kesombongan mereka, memang sudah mendarah daging. Dan seperti sebuah virus, yang akan dengan cepat menyebar pada orang-orang terdekat mereka.


Dan ini juga adalah sedikit bentuk pegerakan pembalasan yang bisa keluarga Victoria berikan. Mereka akan menunjukkan jika Ratu yang sudah mereka serang itu, bukanlah seorang mantan Lady yang berasal dari keluarga bangsawan biasa.


Lihat, dan dengarlah Bosnia... mereka memang tidak bisa membalas dengan pedang dan darah, tapi mereka akan menyerang dengan berkat yang mereka miliki. Sebuah berkat kecerdasan dan kemampuan ciri khas dari empat nama bangsawan terbesar di Francia, para keluarga besar yang akan selalu ada di sisi Ratu dan keluarga mereka.


Kedua tangan Arthur mengepal, rasa membara mulai membakar dada dan kepalanya. Sama halnya dengan para uncle-nya, yang sudah mengeraskan rahang mereka dengan kuat. Bosnia, harus mengerti dengan siapa mereka sudah berurusan!

__ADS_1


Francesca yang mulai bisa melihat dengan jelas kemurkaan dan kesakitan yang di rasakan keluarga parlement-nya, langsung mengangguk ketika dirinya juga sudah bisa menangkap maksut Albert. Maksut dan tujuan yang akan sangat mendukung rencananya.


"Silahkan Earl Albert. Lakukan semuanya yang bisa membuat istana Bosnia meradang. Semakin membara, maka semakin besar juga peluang terjadinya kebakaran dari dalam. Kerusakan. Aku ingin secepatnya ada kerusakan sebanyak dan sebesar mungkin dari dalam mereka sendiri"


Kepala Albert langsung menunduk dalam, dan menjawab dengan seluruh hatinya.


"Dengan senang hati kami akan melakukannya, Your Majesty. Dan secepatnya kami akan memberikan kabar baik ke tangan anda"


Setelah Albert menjawab, terjadi keheningan beberapa saat. Hingga tangan Francesca kembali mengangkat cangkirnya, lalu kembali meletakkan cangkir dengan anggun sambil kembali bersuara.


"Tapi ini saja tidak cukup"


Henry yang sudah mengerti aba-aba dari Francesca, langsung menatap Francesca untuk meminta ijinnya. Francesca dengan cepat mengangguk, dan Henry langsung kembali bersuara.


"Para gentlemen, demi Francia kita. Kami ingin kalian juga ikut serta dalam mencari pertemanan dengan mereka. Gunakan semua cara dan gunakan segala rencana apapun yang bisa menarik mereka. Dekati sebanyak mungkin bangsawan mereka pada kita. Apakah kalian keberatan?"


"Tidak Your Highness.. kami akan ikut melakukan apapun itu yang bisa mendukung kita semua, demi Francia"


Tanpa perlu berpikir seorang gentlemen langsung mewakili isi hati semua gentlemen istana yang lain. Dan, keputusan cepat yang jelas keluar dari hati mereka itu, membuat Francesca jadi mengingat ucapanya ayahnya tentang--Jika gentlement istana itu memang menyebalkan tapi, mereka sangat loyal jika untuk kepentingan Francia. Well.. walaupun mereka juga sangat pelit jika menyangkut pundi-pundi koin emas, hingga mereka memang harus di tekan dan di paksa dengan tegas.


"Baiklah jika begitu. Saya akan melanjutkan rapat kita ke menu penutup" Henry menjedah dan kembali memegang pena tintanya sambil menatap semua wajah di sana. "Kami meminta kesatria terbaik yang kalian miliki di tanah kalian masing-masing. Untuk bejaga-jaga jika mungkin akan ada serangan lain yang akan menyusul. Serangan ke jantung Francia kita yang pasti akan tertuju untuk Her Majesty"


Ucapan Henry, langsung membuat gentlemen istana menjadi gelisah. Hingga seseorang langsung bertanya


"A-apa mereka akan menyerang lagi?"


"Kami harap juga tidak, dan kami akan melakukan segalanya agar tidak ada serangan lagi. Karna jika mereka melakukan serangan lagi, itu berarti-" Raut wajah ramah Henry mulai berubah, hingga tangannya ikut mencengkam pena tintanya dengan kuat. "Benar-beanr akhir dari Francia"

__ADS_1


\=\=\=💜💜💜💜


Ayukk.. silahkan like dan komennya jangan lupa di sebar...


__ADS_2