
Air terus mengguyur Francia di pekatnya malam kelam. Triliunan tetesan air langit terus membasahi ibu kota Francia tanpamengenal jedah.
Kuda-kuda besar yang di pimpin seekor kuda hitam besar milik seorang gadis, langsung menukik tajam saat kuda pemimpin mereka sudah menghentikan langkah kudanya.
Suara ringkihan kuda di bawah guyuran hujan, langsung di susul dengan kaki-kaki pria kokoh yang bergerak cepat menginjak tanah. Kaki-kaki mereka melaju berlarian mengikuti langkah pemimpin tahta teratas Francia.
Francesca, terus belari di bawah guyuran hujan tanpa bisa memperhatikan apapun lagi, tanpa bisa peduli pada apapun lagi.
Dengan mantel hitamnya yang terus basah, Seluruh perhatian dan setiap sel kesadarannya hanya tertuju pada pemandangan kehancuran di depannya.
Angin yang berhembus kencang di bawah guyuran hujan, membuat aroma terbakar terus menguar di sekitar mereka. Derasnya air langit terus meredam sisa debu-debu yang berasal dari kehancuran.
Tangan Francesca yang gemetar menahan amarah membuka mantel kepalanya. Arah pandangnya menatap tajam bagaimana porak porandanya pelabuhan Francia.
"Your Majesty?"
Farel berucap dengan sangat hati-hati saat bisa merasakan rasa amarah yang menguar dari setiap tarikan nafas Francesca
"Katakan"
Setelah menarik nafas sejenak, Farel mulai kembali membuka mulutnya
"Mereka menyerang satu kapal yang sedang berlayar"
Kedua tangan Francesca mengepal kuat.
"Berapa banyak korban?"
"Tiga puluh orang terluka. Korban adalah pria dewasa, wanita dewasa, dan separuhnya adalah anak-anak. Dan korban yang tewas masih di selidiki dan di cari tubuhnya"
Dengan kedua mata yang sudah mengkilap penuh kebencian. Bibir Francesca berdesis tajam.
"Berapa banyak bangsawan dari luar yang menjadi korban?"
Farel membuang nafas panjang, dan kembali menjawab
"Karna pesta topeng yang kita buat tanpa rencana hari ini. Banyak bangsawan yang masih tinggal di Francia. Maaf Your Majesty, kami belum bisa mengetahui pasti nama-nama korban terluka dan yang tewas. Tapi bisa kami pastikan jika angka korban bangsawan luar tidak akan terlalu banyak. Terlebih anggota keluarga kerajaan luar yang daftar namanya, ada untuk menghadiri pesta hari ini"
"Pertahankan Farel. Dan perlakukan semuanya dengan sama merata. Saat menyelamatkan orang, kita tidak perlu peduli dengan status mereka. Utamakan yang paling terluka terlebih dahulu"
Dengan patuh, Farel mengangguk
"Baik Your Majesty"
Francesca mengahirup nafas panjang sejenak. Udara dingin yang bercampur aroma terbakar mulai memenuhi paru-parunya. Menghantarkan rasa amarah dan juga sesak yang semakin menyakiti hatinya
"Pangeran Ferdinand"
Ferdinand yang masih sibuk meredam kemarahannya, langsung maju mendekat pada Francesca. Pada kembarannya yang juga merasakan kemarahan yang sama.
"Iya Your Majesty"
"Aku menyerahkan semua ini padamu" Kepala Francesca menoleh. "Apa kau tidak masalah jika aku hanya memberikan Xander bersama Solar dan angkatannya?"
Tanpa keraguan Ferdinand mengangguk. Dirinya paham jika istana tidak bisa di tinggal dan harus mendapatkan penjagaan utama. Karna bisa saja, setelah ini Rembrantd, jantung utama Francia akan mendapatkan serangan
"Saya akan membereskannya sebaik mungkin, Your Majesty. Serahkan ini pada saya"
Setelah mendengar jawaban Ferdinand, Francesca langsung kembali melangkah untuk menuju kudanya. Sebelum menaiki kuda, suara Francesca kembali terdengar.
"Apa kau ingin Putri Anastasia tetap di Francia, atau aku harus mengirimnya kembali ke Trancia?"
Suami Anastasia yang di beri pertanyaan tentang keselamatan istrinya, langsung menjawab
"Putri Anastasia bisa memutuskannya sendiri Your Majesty. Dan semua keputusan silahkan anda perintahkan pada kami. Apapun keputusan anda, kami akan mengikuti"
Benar.. Ferdinand tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaan itu. Karna Anastasia berhak mengambil keputusannya sendiri. Keputusan untuk menetap di keadaan Francia yang rumit dan berbahaya, atau kembali ke Trancia yang juga rumit tapi lebih aman.
"Baiklah.. aku akan membicarakan ini pada Putri Anastasia. Keputusan dan jawaban akan aku kirimkan padamu"
Ferdinand hanya bisa mengangguk, lalu menunduk dalam saat Francesca mulai memacu kudanya bersama lima kuda besar yang langsung mengikutinya.
Nafas panjang Ferdinand berhembus. Arah pandangnya menatap puing-puing kehancuran yang terjadi
"Chris"
"Iya Your Highness"
"Bagaimana mereka menyerang?"
Setelah membuka penutup kepalanya, Chris menjawab dengan sopan.
"Ada dua kapal yang menyerang. Satu untuk mengirim tembakan meriam ke pelabuhan, dan satu lagi berlayar untuk menyerang the eagles. The eagels adalah nama kapal yang selalu berlayar pada malam hari, Your Highness"
Kepala Ferdinand mengangguk paham. Dirinya mulai bisa melihat apa yang terjadi
"Entah sejak kapan mereka sudah memperhatikan Francia dengan sangat mendetail, Chris. Kita benar-benar kecolongan"
__ADS_1
Chris mengangguk sejutu.
"Maafkan kami Your Highness. Kami tidak bisa melihat dan memantau keadaan. Kami bersalah"
"Tidak Chris. Jangan meminta maaf padaku. Karna aku juga harus ikut meminta maaf kepada para korban. Ini kesalah kita bersama karna terlalu fokus pada pergerakan halus rencana kita, dan tanpa kita sadari, jika kita ternyata sudah meremehkan mereka hingga kehilangan kewaspadaan kita"
Kepala Chris hanya bisa menunduk dalam. Dirinya tidak tahu harus berucap apa lagi setelah mendengar ucapan Ferdinand.
Sedangkan Xander, masih menatap Ferdinand dengan raut wajah aneh. Dirinya terlalu terkejut dan tidak percaya jika Ferdinand bisa mengeluarkan ucapan seperti itu. Terlebih saat melihat sikap Ferdinand yang bisa tenang dan bijak di keadaan yang seperti sekarang. Karna yang seperti semua orang ketahui, jika Ferdinand adalah seorang pria manja yang mempunyai tempramen buruk. Terlebih, jika dirinya sedang di selimuti kemarahan, Ferdinand tidak akan segan untuk mengamuk bahkan mengayunkan pedanya tanpa bisa menggunakan isi kepalanya.
Sepertinya... Menikah dan mempunyai wanita yang 'benar' di sisi Ferdinand, membuat pria itu jadi banyak berubah dan menjadi lebih baik. Tanpa Xander sadari, dirinya tersenyum sambil menatap langit pekat yang terus menjatuhkan air. Isi hatinya berucap dengan bangga-- His Highness Pangeran Francia kita... sudah mulai dewasa, Your Majesty Raja Fredrick dan Ratu Victoria.
--000--
Francesca melompat cepat saat kudanya baru berhenti. Dengan tubuh yang masih di selimuti mantel basah, kakinya melaju kencang.
Braak!
Tanpa basa basi, kaki Francesca langsung menghantam pintu ruang santai camp. Kakinya terus melaju mengikuti amarahnya. Tanganya langsung terulur mencengkam kerah baju seseorang yang sudah di tatapnya dengan arah pandang siap membunuh. Seseorang yang duduk di kursi dengan di jaga beberapa kesatria dan tampak diam saat Francesca menyerangnya
"Apa maksutnya ini?"
Si pemilik kerah baju masih mengejap-ngejapkan matanya karna terpesona pada pemandangan Francesca yang berkali lipat jauh lebih sexy.
Rambut basah dan berantakan cantik, rona merah di pipi dan ujung hidung tingginya karna udara dingin, dan yang paling mendebarakan adalah saat melihat tatapan kedua bola mata abu-abunya yang mengkilap tajam ingin membunuh
Sungguh Ryes! ini bukan saat yang tepat untuk terpesona dan membayangkan apa rasanya ketika gadis itu mengerang puas di bawah gerakanmu!
"Hm? apanya Your Majesty?"
Bugh!
Dan benar saja, satu pukulan kuat langsung wajah Ryes dapatkan. Dan sialnya, pukulan itu hanya semakin membuat libido Ryes melambung. Melambung sangat tinggi hingga Ryes mengerang saat bagian tengah selang**ngannya berdenyut.
Sial! apa kau masih perjaka Ryes?!
Dengan nafas memberat karna gairah, Ryes kembali tersentak saat kerah bajunya kembali di tarik dengan kuat. Dengan perlahan, kepalanya yang masih menoleh kesamping kembali lurus. Dan sialan! ternyata wajah Francesca sudah saat dekat dengannya.
"Apa ini ancaman, Duke Hasting?"
Bibir Francesca berdesis tajam. Wajahnya terasa terbakar karna amarah saat Ryes hanya menatapnya dengan pandangan seorang bajingan. Dasar sampah!
Bibir Ryes yang sedikit robek menyeringai bajingan, lalu berucap dengan suaranya yang mulai memberat
"Sudah saya katakan jika Regan buka pria yang sabar"
Braak!
Kedua tangan Francesca terlipat di depan dadanya, kakinya mudur untuk mengambil jarak, arah pandangnya menatap tajam Ryes yang sedang memperbaiki posisinya di lantai
"Apa alasan utama kedatangan kalian ke sini?"
Dengan santai, Ryes mendudukan bokongnya di lantai. Kedua kakinya terlipat dengan tangan yang menahan ke belakang.
Apa Ryes pikir dirinya sedang berjemur di pantai?
Dan pemandangan gerak gerik santai Ryes itu, mulai membuat kepala Francesca mendidih
"Duke Hasting!!"
"Iya, iya Your Majesty..." Ryes berdecak. "Jika sudah seperti ini, bisa saya simpulkan jika alasan utama dia datang ke sini untuk menilai sejauh mana pergerakan dan juga akibat apa yang bisa di dapat Bosnia dari pergerakan kalian. Dan sama seperti yang bisa saya nilai, jika kalian memang sangat menyebalkan, membuat Regan pasti harus bergerak cepat"
Nafas panjang Francesca berhembus, kedua matanya menutup sejenak untuk meredam amarahnya. Lalu kembali menatap Ryes yang terus menatapnya dengan pandangan bajingan lapar.
"Dan apa fungsimu di sini? apa kegunaanmu, Duke Hasting?"
Bibir Ryes terlipat dengan raut wajahnya yang menjadi tidak suka. Entah apa yang membuat pria bajingan itu menjadi terlihat kesal
"Saya datang untuk melihat anda. Dan sebenarnya saya juga kesal karna Regan bergerak secepat ini. Tapi percayalah-" Bibir Ryes tersenyum penuh pesona bajingan pada Francesca. "Saya tidak ikut campur dan terlibat. Regan dan saya berada di jalan yang berbeda"
"Omong kosong!"
Suara tajam berdesis Francesca hanya membuat Ryes mengedipkan kedua bahunya dengan acuh.
"Saya tidak memaksa anda untuk percaya. Jika anda ingin membunuh sayapun, silahkan...Tapi saya harap anda bisa mengambil keputusan bijak"
Kedua mata Francecsa memicing tajam. Tatapannya menatap Ryes penuh selidik seolah sedang menguliti Ryes hingga ke sel-sel tulangnya.
Tubuh Ryes kembali memanas dengan seluruh bulu kuduknya yang meremang. Sialan! Untung saja! Untung saja di sana ada banyak orang lain. Jika tidak, bisa saja Ryes sudah kehilangan akalnya. Bisa saja dirinya kehilangan kewarasan dan mencemari seorang Ratu kerajaan besar.
My God! Ryes semakin tidak bisa mengerti dirinya sendiri. Apa-apaan gairah membaranya yang bisa menggila hanya karna menatap seorang gadis yang bahkan tidak sedang dalam keadaan menggoda? Ryes jadi mulai menghkhawatirkan kesehatan jiwanya
"Tahan dia"
Ucapan singkat Francesca langsung membuat tubuh Ryes terangkat kasar. Baiklah... sepertinya dirinya memang akan berakhir menjadi tahanan dan tawanan.
Dengan isi kepala berkecamuk, Francesca terus melangkah menuju pintu keluar. Hingga suara Ryes membuat langkahnya terhenti.
__ADS_1
"Saya sarankan, sebaiknya anda mencari jalan teraman Your Majesty. Regan bukan pria yang sabar dan sulit untuk di redam. Dia adalah orang yang paling tidak bisa di mengerti, bahkan untuk saya yang sudah tumbuh besar bersamanya. Pilihlah keputusan bijak yang paling baik"
Setelah mendengar ucapan Ryes, Francesca kembali melangkah dengan kedua tangan terkepal.
"Jer"
"Iya Your Majesty"
"Panggil Pangeran Henry, Putri Anastasia, dan George"
Jeremmy mengangguk patuh "Baik Your Majesty" dan Jeremmy langsung mengabil langkahnya.
Tomy yang terus mengikuti Francesca dalam diam, akhirnya bersuara
"Anda harus mengganti gaun dan berendam di dalam air hangat, Your Majesty"
Keadaan Francesca yang kacau dan dinginnya malam bisa saja membuat tubuh Francecsa sakit, karna itu Tomy tanpa ragu langsung saja mengingatkan
"Panggil Susane"
Dengan patuh Tomy langsung mengangguk. "Baik Your Majesty" dan langkahnya langsung pergi.
Francesca kembali membuang nafas panjang dengan kaki yang terus melangkah, arah pandangnya menatap tetesan air langit. Bibirnya berguman lirih.
"Papa.. apa yang harus ku lakukan?"
--000--
Di sisi lain, selama berjam-jam terlewati dengan Summer yang masih berdiam diri di dalam kapel. Dengan kedua tangannya yang terus memeluk erat tubuhnya sendiri karna terus mengigil ketakutan. Isi kepalanya berputar keras untuk memikirkan segala hal yang hingga sekarang, masih tetap tidak bisa menemukan pencerahan. Otaknya seolah buntu dan gelap.
"Anda harus kembali ke kamar anda, Putri Summer"
Suara Richard yang akhirnya memecah kesunyian mencekam di sekitar mereka, membuat Summer menggeleng kuat
"Aku takut"
"Regan tidak akan menyakitimu, setidaknya belum"
Wajah Summer terangkat, menatap Richard yang hanya terus menatap ke depan altar. Entah apa yang sedang di pikirkan pemuda itu
"Aku tidak mengerti... kenapa ini bisa terjadi"
"Kalau begitu cari tahu" Kedua tangan Richard mengepal. "Dan lakukan sesuatu"
Summer kembali membenamkan kepalanya di dalam kedua kakinya yang terlipat. Dirinya memang terus mencoba mencari tahu, berpikir untuk melakukan segala sesuatu tapi, otaknya benar-benar terasa kosong.
Richard yang melihat keadaan Summer membuang nafas panjang. Kakinya mulai bergerak dan berdiri. Yang akhinya kembali menarik arah pandang Summer padanya.
"Kau ingin kemana?"
Mengabaikan pertanyaan Summer, Richard terus melangkah untuk menuju pintu keluar
Summer yang tidak mendapatkan jawaban mencoba untuk berdiri sambil kembali berucap
"Kau ingin kemana, Pangeran Richard?"
"Kembali ke kamar dan mandi"
Jawaban santai Richard membuat tenggorokan Summer tertohok. Apa pria itu sudah mulai gila?
Meski merasa Richard sangat aneh dan tidak di mengerti dengan akal sehatnya, tapi kaki Summer tetap mengekorinya sambil berucap
"Apa kau mulai gila?"
Dengan kaki yang tidak berhenti dan wajah yang hanya terus terarah ke depan, Richard menjawab Summer dengan tenang.
"Ryes pernah mengatakan padaku, jika dengan tubuh rileks dan pikiran tenang, kita bisa menemukan jawaban. Karna itu aku ingin mandi lalu tidur"
Entahlah... Summer tidak tahu harus mengatakan apa lagi dengan ucapan Richard. Tapi dirinya harus memperjelas sesuatu
"Aku melihat jika Raja Feroca-"
"Aku tahu"
Alis Summer mengerut mendengar nada tenang dan acuh Richard. Bukankah, ini kabar buruk jika kau kehilangan ayahmu, apa lagi karna di bunuh kakakmu sendiri
"Raja Feroca di bunuh-"
"Aku tahu Putri Summer. Aku tahu bahkan tanpa perlu melihat" Richard menghentikan langkahnya secara tiba-tiba, yang membuat wajah Summer menabrak punggung Richard. Tapi Richard tidak peduli dan kembali berucap. "Jangan terlalu cerewet Putri Summer. Terlebih nanti saat Regan menemuimu"
"Menemuiku????!!!"
\=\=\=💙💙💙💙
Ehh guys... ternyata cover-nya itu di buatin sama NT... eike jga baru nyadar. wkwkwkk.. Pada suka ga sama cover barunya?????
Jangan lupa like dan komennya......
__ADS_1