
Summer terus berpikir keras. Berpikir sangat keras hingga kedua alisnya mengerut hebat. Memikirkan tawaran yang di berikan padanya, dan memikirkan tentang resiko apa yang bisa saja terjadi padanya.
Menyadari jika banyak keraguan nyata Summer pada tawarannya. Pria itu, dengan sabar menunggu. Tangannya terus bergerak mengibas-ngibaskan surat di depan wajahnya yang tampak menyebalkan di arah pandang Summer, selalu.
Hingga akhirnya, Summer membuang nafas ragunya.
"Baiklah. Tapi kau tidak boleh melanggar janjimu Regan"
Dengan cepat kepala Regan mengangguk dramatis dan langsung menyimpan kembali surat ke dalam sakunya. Karna umpannya telah di makan
"Ok...."
Dan langkah mereka... mulai berjalan beriringan tanpa raut wajah kesal Summer.
Sering kali Summer berhenti di sebuah patung dan bertanya. Pertanyaan yang langsung di jawab Regan dengan penjelasan jelas.
Sering kali juga telunjuk Summer menunjuk ke arah lukisan ataupun ke arah lukisan di langit-langit atap. Pertanyaan tentang bagaimana perangnya, apa penyebabnya, senjata seperti apa yang di gunakan, berapa lama durasi perang, dan juga bagaimana akhirnya Bosnia bisa memiliki kemenangan.
Pertanyaan-pertanyaan yang sangat jarang sekali menarik minat seorang gadis itu, tapi terus meluncur dari bibir mungil Summer. Membuat pertanyaan penuh minat Summer yang berbeda dari gadis-gadis lain itu di hadiahi jawaban detail dan jelas oleh Regan. Dengan senang hati Regan mendongeng dan menjelaskan pada Summer yang terus membuatnya gemas.
Hingga langkah mereka memasuki pintu besar berwarna merah menantang yang terbuka lebar. Tapi, saat langkah Summer akan masuk ke sana, Rega langsung berucap
"Sebaiknya kau jangan ke sana"
Tapi, Summer yang sedang penasaran hanya semakin penasaran karna di larang. Hingga Regan hanya bisa membuang nafas panjang dan tidak bisa lagi mengatakan apapun saat langkah Summer sudah melewati pintu.
Tanpa keraguan sedikitpun. Summer melangkah percaya diri ke tengah-tengah ruangan yang bernuansa merah dan.... dengan isi ruangan yang tidak tampak jauh berbeda seperti tempat penjagalan!. Setidaknya seperti itu penilaian di isi kepala Summer sekarang
Bagaimana tidak dirinya yang polos bisa berpikiran seperti itu. Jika apa yang di lihatnya sekarang, isi ruangan yang di lihatnya sekarang sangat mengejutkan untuk jiwa polosnya.
Lukisan-lukisan dan patung-patung dengan gambaran pria serta wanita tel*nj*ng, tergambar dan terukir jelas di setiap sudut dan dinding ruangan.
Semua patung, semua lukisan, menunjukkan dengan jelas bentuk dan gambar yang hanya memakai pakaian kelahiran mereka. Tidak wanita tidak pria, semua lukisan dan ukiran sangat jelas menggambar dan mengukir tubuh polos mereka yang menjadi obyek. Isi ruangan itu sebenarnya akan terbilang indah untuk orang-orang pecinta nudisme. Karna sebagian besar lukisan-lukisan, sangat beraroma renaisans yang memenuhi sebagian besar tembok di ruangan itu.
Lukisan-lukisan yang menggambarkan tentang keadaan penciptaan Adam, dan juga tentang pengambaran kelahiran Venus. Tidak hanya lukisan, tapi juga patung-patung di sana semakin mendukung gambaran ruangan yang sangat tajam aroma berseni tinggi, tapi juga..... vulgar.
Summer menutup mulutnya yang terperangah lebar. Kedua mata bulatnya semakin membola saat semakin bisa menatap setiap titik ruangan yang berseni sangat tinggi, tapi juga sangat vulgar. Dan jangan lupakan juga, warna yang menjadi warna sofa, bantalan sofa, sofa tidur, gorden, perabotan, kabinet, dan karpet yang kental sekali dengan warna merah. Warna yang memang menjadi simbol dan lambang untuk mengundang gairah
Melihat Summer yang tampak syok tapi juga tetap terus tertarik, Regan dengan sangat kuat mengigit bibirnya agar tidak terbahak.
Bukankah tunanganya itu sangat menggemaskan? apa lagi ketika rasa ingin tahu membuat Summer terlihat seperti sekarang. Terkejut, tapi tetap ingin melihat. Bahkan mungkin, tanpa bisa di sadarinya, Summer sudah tidak bisa melepaskan arah pandangnya pada hal-hal yang membuatnya terkejut.
"A-apa.. ini... apa... itu... apa... hhmm... itu... ini... apa..."
Dan akhirnya, suara terbata dan bingung Summer, membuat Regan terbahak kecang. Perutnya sangat tergelitik geli hingga membuat kaki Regan lemas, dan harus menjatuhkan bokongnya di salah satu sofa sambil terus terbahak hebat.
Summer yang di tertawakan hanya bisa menekuk bibirnya karna malu dan juga kesal. Hingga akhirnya, Summer yang kesal dan malu tapi juga penasaran, mendekati sebuah lukisan terbesar di sana.
Kedua mata bulatnya melotot dengan kepala yang mendekat di dinding. Menatap lekat dengan dahi mengeryit karna merasa ngeri
"Itu lukisan terbaik yang ada di sini"
Summer tersentak, saat suara Regan muncul tiba-tiba di belakanganya. Tapi tidak lama kepalanya mengangguk
"Hhmm... menggambarkan kelahiran Venus, karya Sandro Botticelli"
Jawaban lugas Summer membuat satu alis Regan terangkat tinggi
"Kau menyukai seni?"
"Hanya sedikit tahu"
Yaa.. Summer memang hanya tahu sedikit. Karna dirinya yang sering mendengarkan dan mendapatkan ilmu dari percakapan antra uncle kesayangannya Henry dan kakak perempuannya yang memang serba tahu segalanya. Francesca si buku pengetahuan berjalan itu sering sekali mendiskusikan tentang banyak hal pada Henry si tangan kanan ayahnya yang juga seorang buku berjalan.
Sambil terus melihat-lihat dengan dahi yang juga terus mengeryit, Summer akhirnya kembali bersuara saat sudah merasa cukup menjelajah di dalam ruang merah itu. Nama yang Summer berikan sendiri untuk menyebut tempatnya sekarang berada
"Jadi... di sebelah Barat Helsingr adalah tempat yang religius. Sedangkan di sebelah timur tempat yang berlawanan dengan semua hal religius-" Summer menunjuk ke sebuah lemari rak buku besar di pojok ruangan. "Apa itu berisi buku-buku dewasa?"
Entah itu pertanyaan atau pernyataan, tapi Regan mengangguk untuk menjawab Summer.
Summer yang sudah di jawab hanya dengan anggukan, kembali bertanya pada Regan. Dengan arah pandang yang terus terarah pada rak buku
"Apa di sana berisi novel?"
"Tidak hanya novel. Poem, kama sutra, pengetahuan s*x, ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara memuaskan atau di puaskan, dan masih banyak lagi"
Jawaban Regan membuat Summer bergindik ngeri. Sangat ngerti hingga dahinya mengerut hebat.
__ADS_1
"K-kalian benar-benar aneh...."
Hanya itu kata-kata terakhir yang ucapkan Summer. Karna langkahnya langsung meluncur cepat menuju pintu keluar.
Ruangan itu serasa sangat panas seperti berada di pinggiran neraka. Dan Summer sangat tidak kerasan untuk berlama-lama di sana.
Kekehan geli Regan kembali terdengar, dengan langkahnya yang langsung mengikuti langkah lebar Summer.
"Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak ke sana. Salahmu sendiri"
Summer mengabaikan ucapan Regan dan terus berjalan, mengambil jalan berputar. Jalan untuk kembali keluar dari lingkaran bagian sisi vulgar Helsingr.
Dalam diam, langkah mereka kembali melewati koridor-koridor yang sudah Summer pelajari. Hingga sampai pada ujung akhir istana bagian timur.
"Aku ingin kembali ke kamarku"
Dengan acuh, Regan mengedipkan kedua bahunya
"Ya sudah... kembalilah"
Melihat Regan yang tampak tidak mengerti atau mungkin berpura-pura tidak mengerti, Summer menatapnya dengan tatapan meminta. Meminta sesuatu yang di janjikan Regan. Dan tatapan itu, membuat Regan menaikkan satu alisnya sambil bertanya dengan acuh
"Apa?"
"Surat"
Kedua tangan menengadah Summer langsung terulur ke depan Regan. Dan berhasil membuat seriangi bajingan Regan terbit
"Surat apa?"
Mulut Summer berdecak tidak anggun
"Jangan bercanda Regan. Ck! kau sudah berjanji"
"Hhmm..." Regan mulai merogoh sakunya. "Ceritakan dulu. Fertival musim panas itu apa?"
Dengan malas, Summer memutar bola matanya dan kembali berdecak tidak anggun
"Surat dulu"
"Nope... aku yang membuat aturan sayang. Bukan kau"
"Berburu. Itu adalah perlombaan dan ajang berburu yang biasanya akan Francia lakukan untuk kesenangan dan juga untuk mendapatkan hasil buruan yang akan di bagikan kepada rakyat nanti"
Raut wajah Regan mulai tertarik
"Apa ada hadiahnya?"
"Tentu saja. Kan aku sudah mengatakan jika itu sebuag perlombaan Regan"
Kepala Regan mengangguk-angguk dramatis dan langsung menyodorkan surat di tangannya. Saat surat yang di sodorkannya langsung di sambar tangan Summer dengan cepat, Regan berucap sambil mengerlingkan kedua matanya
"Jika ingin mencariku. Saat malam hati nanti. Karna sekarang aku akan keluar, dan malam nanti aku baru akan kembali"
Kedua mata Summer melirik Regan dengan sinis, lalu langsung kembali melangkah tanpa berniat dan berminat pada ucapan Regan.
Regan yang di abaikan kembali berucap
"Di kamarku. Kau bisa ke kamarku malam nanti jika menginginkan sesuatu"
Cih! untuk apa Summer meminta sesuatu padanya. Dan apa katanya tadi? datang ke kamarnya? Jutaan kata big no!
Langkah Summer semakin cepat dan lebar untuk menuju ke kamarnya.
Dengan kedua tangan yang terus memeluk amplop surat, dengan hati yang sudah penuh rasa bahagia, dengan bibir yang tersenyum tipis. Summer semakin memepercepat langskahnya agar segera kembali ke kamarnya.
Saat sudah tiba di kamarnya. Summer dengan cepat melepas sepatunya dan langsung berlarian untuk melepar tubuhnya begitu saja ke atas ranjang.
Jantungnya yang mulai berdegup cepat, membuat tangan Summer ikut bergerak cepat untuk membuka amplop surat.
Dengan cepat juga, Summmer mulai membaca isi surat. Dan tidak memerlukan waktu lama untuk isi surat menghilakan wajah berbinar bahagiannya. Karna isi surat yang di bacanya, ternyata sangat jauh dari harapan dan pemikirannya.
Itu surat undangan resmi! bukan surat pribadi atau apapun yang berbau berbagi kabar dan cerita dari jauh.
Perasaan Summer semakin muram, saat akhirnya ingatannya kembali. Kembali pada perkataan Regan. Terlebih, karna membayangkan tentang dirinya yang memang harus datang ke kamar Regan untuk memohon agar di bawa ke Francia bersama mereka
"Dasar bodoh kau Summer! tentu saja mereka akan memberikan surat ini padamu! mana mungkin mereka akan memberikan surat sembarang padamu dengan mudah bodoh!!"
__ADS_1
*
*
Setelah dua hari kedatangan Summer ke kamarnya dengan suka rela pada malam itu,di sinilah Regan sekarang. Duduk bekerja menyelesaikan semua pekerjaan yang kali ini mendapat bantuan dari Ryes.
Mereka harus segera menyelesaikan pekerjaan sebelum keberangkatan mereka beberapa hari lagi, dan tentu saja bersama Summer. Summer yang pada malam itu sudah memohon agar bisa ikut di bawa ke Francia
Pemikiran tentang dirinya yang akan melewati perjalanan berhari-hari bersama tunangannya, membuat Regan terkadang tidak bisa menaham bibirnya untuk tidak tersenyum
Karna, semakin lama dirinya mengenal Summer. Semakin banyak juga hal-hal mengejutkan yang bisa di dapatkannya dari tuangan super polosnya itu. Telebih, Regan semakin gemar bermain-main dan mempermainkan Summer yang penuh kejutan.
Ryes yang sesekali menangkap senyum aneh di bibir Regan mendengus kasar. Bisa-bisanya Regan merasa bahagia di saat dirinya yang penuh dengan rasa dilema.
Baiklah jika begitu.. mari kita rusak senyum Regan....
Sambil menyembunyikan seringainya, Ryes mulai membuka obrolan
"Apa Richard tidak ikut kita?"
Sambil terus menggerakkan tangannya untuk menulis dan dengan arah pandang yang terus menatap segunung tumpukan pekerjaannya, Regan menjawab acuh
"Dia harus di sini. His Majesty membutuhkannya".
"Hm? padahal tidak perlu. His Majesty tidak akan membutuhkan Richard untuk memantau Delana"
Ucapan Ryes, kali ini langsung membuat Regan menatapnya dengan kedua alis yang sudah mengerut dalam
"Apa maksutmu?"
Dengan arah pandang yang terus menatap pekerjaannya, dengan santai Ryes menjawab
"Delana mendapatkan undangannya sendiri. Secara pribadi. Dan tentu dia akan dengan senang hati datang ke Francia"
"Sialan! Damn it!! sial! sial! brengsekk!!"
Dan benar saja... wajah bahagia menyebalkan Regan langsung tenggelam hilang. Bahkan mulutnya terus mengumpat dengan kesal. Ryes yang sudah berhasil merusak suasana hati Regan, menarik separuh bibirnya tanpa peduli pada suara-suara kesal Regan
"Kau harus memantaunya Rai. Kau harus membuatnya tidak berulah dan membuat masalah di sana. Dan yang terpenting, jangan rusak hari-hari indahku nanti!"
Ryes dengan acuh hanya mengedipkan kedua bahunya. Dirinya merasa tidak perlu menjadi pawang Delana selama di Francia nanti. Karna dirinya yakin, jika ada seseorang yang akan membuat Delana sibuk di sana.
--000--
Di belahan bumi lain. Francia pagi ini geger dengan berita yang terpampang sangat besar di halaman utama surat kabar.
Yang pertama adalah tentang fertival musim panas yang akan di gelar secara besar-besaran bahkan dengan mengundang kerajaan lain. Dan yang kedua, berita yang jadi membuat seluruh klub, tempat makan, pacuan kuda, kasino, tempat-tempat para ladies sosialita, hingga ke pasar-pasar jadi terus membicarakan berita itu.
Berita tentang, Ratu baru mereka yang sedang mencari pendamping....
Mulut-mulut wanita, pria, dan remaja mulai terus memasukan berita ini ke dalam obrolan perkumpulan mereka. Karna sepertinya, selain menjadi ajang untuk kesenangan, fertival musim panas yang akan di selenggarakan Francia nanti juga akan menjadi ajang pemilihan Pangeran pendamping untuk Ratu Francia mereka.
Sama halnya seperti yang terjadi di tempat para gentlemen asing yang sedang berkumpul sekarang. Para bangsawan besar asing yang berasal dari Bosnia, juga ikut membicarakan hal ini.
Banyak dari mereka yang langsung mengirim surat ke rumah mereka, ke rumah kerabat mereka, dan bahkan ke rumah tetangga mereka yang ada di Bosnia. Surat yang meminta mereka untuk datang ke Francia dan menghadiri acara festival sebagai agenda terselubung mereka untuk 'menjual' anak, keluarga, atau bahkan tetangga mereka.
Bosnia. Yang sempat sudah mengetahui Ratu Francia karna kehadirannya pada malam pertunangan Putra Mahkota mereka, membuat Francesca tanpa sadar sudah menjadi buah bibir di sana. Terus membicarakan asal usul keluarganya, keberaniannya, terlebih kecantikannya.
Bosnia menyebut Francesca dengan julukan, bunga red white camellia. Yang artinya,
'Jatuh bangun untuk anda karna kecantikan yang mendalam'
Sambil terus menjadi pemandu perjalanan dan acara para tamu asing mereka. Telinga ke tiga uncle Victoria akhirnya ikut menangkap julukan yang di berikan Bosnia untuk anak pertama Victoria itu.
Mereka langsung terbahak saat mendengar julukan yang terdengar terlalu manis dan betlebihan untuk seorang Francesca
Karna Francesca yang sangat mereka kenal itu, bukanlah seorang gadis seindah bunga Camellia merah putih. Tapi, lebih cocok menjadi bunga nerium oleander.
Cantik, sangat segar di pandang, menarik, menghipnotis hingga membuat seseorang ingin mendekat dan memeriknya. Tapi, jika sekali saja memetiknya, maka racun yang menyebabkan kehilangan denyut jantung dan kehilangan fungsi syaraf, akan dengan cepat meracuni tubuh.
Karna nerium oleander adalah, jenis bunga paling mematikan di antara bunga-bunga beracun lainnya
"Mereka tidak mengenal Francesca. Jadi wajar saja jika mereka tidak tahu"
Thomas berucap bijak sambil berbisik pada dua iparnya yang tampak masih menghabiskan sisa-sisa terbahak mereka
\=\=\=💙💙💙💙
__ADS_1
Guys... sorry kl kmrn2 up-nya cuma satu dan menuju akhir bulan, eike bakal absen up selama tiga atau empat hari yaa... Setelah itu bakal up seperti biasa. Di usahakan sehari 2x up dengan 2k+ kata. Maafken yaa.. semoga kalian gak kecewa 🙏
Jangan lupa like dan komennya....