
"Jadi apa yang bisa saya bantu, Duchess? apa yang ingin kalian minta pada saya?"
Pertanyaan Francesca membuat Lidya saling menoleh pada rekan-rekannya, lalu kembali menatap Francesca dengan tersenyum lemut.
"Sebelumnya, terimakasih atas tawarannya Your Majesty. Dan maaf juga sebelumya, kami bukan ingin meminta pertolongan dan merepotkan anda. Tolong jangan tersinggung Your Majesty"
Satu alis Francesca menukik
"Tidak masalah Duchess. Saya memang bersedia menawarkan bantuan pada kalian jika memang ada hal yang bisa saya bantu. Sebagai sesama perempuan, saya cukup merasa bangga jika memang bisa membantu para perempuan-prempuan tangguh seperti kalian"
Senyum merekah Lidya yang ramah dan tulus kembali tercetak di bibirnya. Sama seperti yang tercetak di bibir Stefany dan Siska.
"Sekali lagi terimakasih atas sanjungannya Your Majesty. Tapi kami memang tidak ingin merepotkan anda, kami tahu jika anda punya sesuatu yang 'lebih penting' dari masalah kami sekarang-" Lidya menjedah, lalu menatap Francesca dengan dalam. "Tujuan kami ingin bertemu anda adalah, selain karna ucapan anda pada malam itu, ini juga karna kami ingin mengatakan. Jika kami bisa anda pergunakan, tolong pergunakan kami Your Majesty. Kami akan siap membantu anda semampu kami, jika memang ada saatnya kami bisa berguna"
Aahh... ini sangat terdengar menarik di telinga Francesca. Jadi para perempuan-perempuan malang tapi tangguh di depannya ini datang untuk menawarkan bantuan? bukan meminta bantuan?
Sangat menarik.
--000--
Langit sore sudah semakin gelap, dan angin menjelang malam sudah semakin kencang. Summer yang masih setia termenung di depan jendela kamarnya terus berdiam diri dan tenggelem dalam pemikirannya.
Banyak hal yang coba dirinya pikirkan, banyak kemelut yang Summer coba pecahkan. Tapi, tidak ada satupun jawaban dan jalan keluar yang bisa di dapatkannya.
Bosnia terlalu ketat dan terlalu menakutkan untuknya. Jika dirinya salah melangkah atau mengambil keputusan, maka dirinya akan berakhir mengenaskan.
Bukan... Summer tidak takut jika harus terluka, dirinya hanya takut jika apa yang terjadi padanya nanti bisa melukai keluarganya, terlebih Francia.
"Kau sangat betah berdiam diri seperti ini sayang"
Suara yang tiba-tiba muncul sangat dekat di belakang telinganya membuat Summer tersentak, dan tanpa sadar langsung melompat. Hingga tubuhnya limbung ke pinggir jendela yang terbuka lebar
"Oups! hati-hati sayang. Kau bisa jatuh"
Sebelah tangan kokoh Regan langsung menarik pinggang Summer agar tidak terjadi hal buruk pada tubuh yang sudah limbung di pinggir jendela itu.
"Tolong lepas. Aku baik-baik saja"
Regan yang masih melingkarkan tangannya, tersenyum bajingan saat tubuh Summer terus menggeliat minta di pisahkan dari dekapannya. Regan menarik pinggang kecil di tangannya, yang membuat Francesca memekik dan wajah mereka semakin menjadi sangat dekat.
Dengan satu tangan yang menahan kuat jarak mereka agar tetap semakin dekat, sebelah tangan Regan terangkat. Terangkat ke surai indah Summer. Bergerak lembut untuk menyentuh hingga merapikan rambut Summer yang di terpa angin sore hari.
Summer membeku hingga menahan nafasnya. Bukan hanya karna sentuhan dan jarak mereka, tapi juga karna aroma Regan yang sangat mengganggunya. Aroma maskulin yang bercampur aroma tajam wewangian milik wanita.
"Kau manis sekali Summer"
Gumanan Regan langsung di ikuti dengan jarinya yang bergerak lancar ke kulit wajah Summer. Buku-buku jarinya mulai mengusap dahi, alis, menyentuh rigan bulu mata, hidung, lalu yang terakhir bibir. Bibir ranum yang sekarang terus menjadi fokus kedua bola mata biru Regan.
Regan menggigit bibirnya saat bibir ranum gadis polos tunangannya itu, terbuka lalu bersuara
"Regan... menyingkirlah"
__ADS_1
"Kenapa?"
Dengan malas Summer mutar bola matanya. Yang benar saja! jika beberapa detik lagi jarak mereka tetap seperti itu, bisa-bisa dirinya akan muntah
"Berhenti menyent-"
Kedua mata Summer membulat dan langsung tersentak saat benda kenyal dan basah langsung memangut bibirnya. Dengan sekuat tenaga Summer mendorong kedua bahu kokoh yang sedang menghimpitnya. Dan,
PLAAAKKK!!
"APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN!!!!!!!"
Ringisan Regan membuat Summer berdesis tajam sambil mengusapi kasar bibirnya yang sudah tercemari
Masih dengan terus meringis, Regan mengusapi sebelah pipinya yang cukup terasa panas saat tangan kecil tapi pedas tunangannya mendarat sempurna di pipinya
Dengan kedua sudut bibir yang berkedut geli, Regan melirik Summer yang terus mengusap kasar bibirnya. Tangan Regan langsung terulur dan menahan tangan Summer
"Bibirmu bisa terluka jika terus di usap kasar sep-"
"Diamlah! dan keluar sekarang!!"
Mulut Regan langsung mengatup lalu mencebik tidak suka
"Apa-apaan! kenapa kau terus marah-marah sayang?"
Dengan kedua mata yang sudah menggenang, Summer menatap Regan dengan tajam. Dirinya merasa sangat kotor dan semakin sangat-sangat-sangat... membenci pria kurang ajar itu
Melihat Regan yang hanya terus menatap kemurkaannya, Summer mengeram kesal dan langsung bergerak untuk melangkah, tapi
"Baiklah... baiklah... aku yang pergi. Ck! kau galak sekali sayang. Untung saja kau manis"
Dengan wajah yang sudah merah padam, nafas terengah, kedua bola mata abu-abunya yang mengkilap penuh Amarah. Summer menyentak cekalan tangan Regan dengan sangat kasar. Well... meski tidak berguna sama sekali karna Regan tetap memegangi lengannya.
"Lepas! Lepas! Lepas!!!!!"
Suara kekehan Regan yang meluncur dari mulut kotornya membuat amarah Summer semakin membara. Apa-apaan bajingan itu!
"Ok.. aku lepas"
Dengan dramatis, Regan melepas cekalannya dan langsung mengangkat tangannya ke depan dada.
"Sudah ku lepas kan? lihatlah, ini tanganku"
Summer mengabaikan wajah dan gerakan tangan super menjengkelkan Regan. Dirinya langsung melangkah secepat kilat melewati tubuh Regan.
"Hei Summer..."
Regan mengikuti langkah penuh amarah Summer yang ternyata langsung menuju pintu
"Keluar!"
__ADS_1
Dengan raut wajah yang sudah siap meledak, Summer dengan berbaik hati membukakan pintu untuk Regan. Regan masih diam menikmati raut wajah menggairahkan tunangannya. Dirinya benar-benar tidak ingin melepas pandangan dari wajah dan tatapan kedua bola mata abu-abu sexy itu.
Melihat Regan yang masih diam dan berdiri seperti orang gila, Summer memilih pilihannya. Pergi keluar dari kamarnya sendiri.
"Kua ingin kemana Summer!"
Teriakan Regan di jawab Summer dengan bantiangan pintu. Suara bantingan pintu yang langsung membuat Regan terbahak. Lalu di sela-sela tawa terbahaknya, Regan berguman
"Ohh Summer... aku benar-benar sudah tidak tahan lagi untuk merobekmu"
Setelah berguman, Regan menoleh. Menatap ke jendela yang terbuka. Senyum dan sisa-sisa tawa di bibirnya langsung lenyap dalam seketika.
Kedua iris sebiru samudranya terus menatap langit cerah Bosnia. Wajahnya yang tidak pernah menunjukkan keseriusan kembali memasang raut wajah santai dan menyebalkan
"Sayang sekali gadis manis sepertimu akan berakhir di tanganku" Regan kembali terkekeh. Kali ini kekehannya terasa dingin dan mencekam. "Sayang sekali...."
--000--
Malam ini. Dengan aromanya yang khas, Ferdinand terus menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di kamar Francesca.
Dan pemandangan memuakan yang terus terjadi di sekitar Francesca itu, akhirnya membuat sebuah bantal melayang.
"Hei! Kau merusak rambutku!"
Ferdinand berucap kesal sambil menatap Francesca dengan tajam. Tangannya memungut bantal yang baru mendarat kuat di kepalanya dengan tidak melepas tatapan tajamnya untuk Francesca
Francesca yang melihat tatapan itu, akhirnya menerbangkan satu bantal lagi. Yang kali ini bisa di hindari Ferdinand
"Kenapa kau terus melemparku sialan!".
"Kenapa kau terus di kamarku sialan!"
Francesca membalas teriakan kesal Ferdinand dengan teriakan yang tidak kalah kesal.
Ferdinand mencebik kesal dan melemparkan kembali bantal-bantal pada Francesca. Yang membuat Francesca mengerang kesal.
"Keluar dan temuilah aunty tua bangka sialanmu itu Ferdinandddd!!!!"
"Aku juga memang akan pergi sialan! dan jangan berteriak Francescaaaa!!!"
"Kau yang mulai meneriakiku!"
"Karna kau merusak rambutku!"
Kali ini, buku yang ada di tangan Francesca terbang ke arah Ferdinand yang langsung berlari keluar pintu.
Dirinya harus kabur sekarang, sebelum meja yang akan terbang padanya.
\=\=\=❤❤❤❤
Jangan lupa like dan komennya di sebar-sebar semua...
__ADS_1