Bloody Crown

Bloody Crown
BC 36


__ADS_3


...****...


Si pemacu kuda mulai menarik tali kekangnya. Summer yang sudah tidak terikat lagi, dengan mulut yang juga sudah tidak di tutup kain lagi, langsung bergetar hebat.


Kedua mataya membulat, mulutnya menganga karna terlalu terkejut, warna wajahnya sudah berubah puncat pasi


Karna pemandangan yang di lihatnya, sangat mengejutkan dan mengenaskan.


Halaman istana Helsingr yang biasanya bersih sudah berserakan dengan tubuh-tubuh tidak bernyawa.


Setiap rumput di halaman istana Helsingr yang selalu di jaga agar tetap hijau, sudah penuh dengan genangan warna merah.


"Re-Regan?"


Regan yang mendapati ketakutan dan keterkejutan Summer seolah tidak peduli. Dirinya yang sudah tampak berbeda dari yang Summer kenal, langsung melompat dari kuda dan dengan cepat ikut membawa tubuh Summer untuk menginjak tanah berdarah Helsingr.


"Apa ini Re?"


Sekali lagi, Summer bertanya dengan nada bergetar. Tapi Regan, sekali lagi, tidak menjawab dan dengan acuh menggandeng tangan Summer yang sudah sedingin es. Membawa Summer agar mengikuti langkahnya.


Hingga mereka berada di dalam Helsingr, dan pemandangan di dalam ruangan juga sama mengenaskannya dengan keadaan halaman.


"Kembali ke kamarmu, dan jangan pernah keluar apapun yang terjadi Sum"


Kepala Summer menggeleng kuat, lalu menatap Regan


"A-aku.... aku-"


"Pergilah"


Dingin, sangat dingin. Suara dan raut wajah Regan sangat dingin hingga Summer tidak berani untuk menatapnya lagi, hingga Summer membenci fakta jika dirinya sangat takut pada Regan


"I-ya"


Kaki Summer langsung berlari menuju kamarnya. Berlari dengan cepat tapi juga hati-hati saat melewati jalan-jalan yang di penuhi tubuh-tubuh tidak bernyawa yang berserakan.


"Malik"


"Iya Your Highness"


"Di mana?"


Malik si tangan kanan Regan langsung menuntun langkah mereka. Langkah untuk menuju ke arah ruang kerja Raja Feroca.


Warna merah segar, tubuh-tubuh pengawal dan pelayan yang sudah tidak bernyawa, membuat tubuh Summer terus bergetar hebat di balik tembok.


Dirinya tidak benar-benar mengikuti perintah Regan. Summer harus tahu dan ingun tahu apa yang terjadi di istana Helsingr. Terlebih, dirinya harus mengerti wajah asli tunangannya.


Dengan mengendap-ngendap, langkah Summer mengikuti dari jauh arah Malik dan Regan yang sudah memasuki koridor ruang kerja Raja Feroca.


Hingga saat Regan dan Malik sudah masuk ke dalam, Summer langsung mengambil posisi mengintip dan mengupingnya


"Hallo.. ayah..."


Summer mengeratkan kedua tangannya yang semakin gemetaran. Suara Regan yang di dengarnya sangat-sangat menakutkan. Suara itu seperti iblis yang sedang menyapa.


Regan menatap dingin wajah Feroca yang sudah penuh darah mengalir, dengan perutnya yang sudah berlubang dan lebih banyak mengeluarkan warna merah.


"A-apa ini Re?"


Sebelah sudut bibir Regan tertarik ke atas. Tangannya yang kosong sudah menarik pedang dari pinggang Malik.


"Kehidupan Your Majesty. Ini kehidupan yang selalu kau bicarakan"


"Ini pengkhianantan Regan..... Kau menginginkan tahta ini? Tidak bisakah kau sabar menungguku untuk mati sendiri. Ini kelak memang akan menjadi milikmu"


Feroca berucap dengan susah payah, sambil menatap anaknya yang seolah tidak pernah di kenalnya


Regan memiringkan kepalanya, menatap setiap jengkal mulut ayahnya yang sudah hampir hancur. "Tahta ku?" Sebelah sudut bibir Regan kembali tertarik ke atas.


"Your Majesty.... aku bukan anakmu"


Summer bisa melihat itu, bisa mendengar segalanya. Wajah tegang dan keterdiamam Feroca membuat Summer menutup mulutnya setelah mendengar apa yang di katakan Regan. Perkataan yang bisa Summer artikan jika itu pasti adalah sebuah..... kebenaran


Kekehan dingin Regan memenuhi suara di seluruh ruangan. Sangat dingin dan mengerikan. Sangat mencekam di keheningan Helsingr


"Tidak ingin membantah? Hmm.. tentu saja. Karna itu benar"


Dengan nafas tersengal, Feroca menatap Regan dengan nanar


"Tapi kau yang ku pilih"


Kembali, Regan terkekeh geli. Tangannya dengan cepat mencekik batang leher Feroca yang sudah penuh darah. Posisi Feroca yang sudah duduk tidak bertenaga di atas kursi, membuat Regan sangat ingin tertawa.


"Jangan bercanda Your Majesty. Kau masih ingin membual di saat nyawamu sudah hampir ku tendang dari dunia ini...hah?" Kepala Regan mendekat lalu berbisik tajam. "Aku tahu segalanya Your Majesty. Bagaimana kau yang selalu menahanku agar tidak bisa berkembang. Bagaimana kau yang diam-diam menumpuk kekuatan untuk putra aslimu. Bagaimana kau yang menggunakan Ryes agar suatu hari bisa menjadi pion untuk Richard, menjadi senjata yang akhirnya akan membuatku berakhir di tangan Ryes"


Kepala Feroca terhempas ke belakang. Dengan Regan yang kembali menarik sebelah tangannya. Tangannya yang sudah berlumuran darah dari luka di leher Feroca


Wajah Feroca tampak pucat pasi di balik seluruh warna merah yang mengalir segar di wajahnya.


Senyum culas Regan terbit. Dirinya sangat geli saat melihat wajah ketakutan dan tertangkap basah Feroca


"Your Majesty" Regan kembali memiringkan kepalanya. "Sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini. Tapi kau terlalu lambat dan lemah. Aku khawatir jika terus membiarkanmu, kau bisa membuat kerajaan ini kehilangan segalanya, misalnya karna serangan Francia...?" Kekehan Regan kembali menggema. "Kau itu bodoh dan lamban. Kau bahkan tidak tahu jika orang-orang Francia sudah mengetahui ini semua, semua rahasiamu. Kau terlalu percaya diri jika menganggap anak-anak Francia itu hanya bocah kemarin sore. Kau bahkan tidak tahu jika Delana, kakakmu yang harusnya memiliki tahtamu, hampir terjerat dalam permainan murahan mereka"


"A-aku.. aku hanya tidak-"


"Ssttt!"


Jari Regan menekan kuat bibir Feroca yang sudah hancur dan penuh darah.

__ADS_1


"Diam dan tenanglah. Biarkan aku yang membereskan seluruh kebodohanmu"


Secepat kedipan mata. Pedang yang ada di tangan Regan langsung mengalir darah segar.


Warna merah langsung berterbangan di susul dengan bunyi sesuatu yang terjatuh kuat dan langsung menggelinding.


Suara dan pemandangan yang membuat Summer langsung mencengkam kuat mulutnya agar tidak menjerit. Sekujur tubuh Summer semakin menggigil menggila. Saat melihat kepala Feroca yang sudah tidak ada lagi di tubuhnya...


"Biar aku yang melanjutkan kerajaan tercintamu ini Feroca" Tangan Regan meraih mahkota yang di sodorkan Malik padanya. Tangan penuh darahnya memegang mahkota tahta tertinggi di Bosnia dengan kedua mata yang mengkilap karna genangan air mata. Separuh bibirnya terangkat bersamaan dengan tangannya yang mengangkat mahkota ke atas kepalanya. "Tonton aku dari tempatmu Feroca. Temui ibuku di sana. Hadapi dia di neraka sambil menontonku menjalankan kerajaan ini"


Summer yang masih terpaku di tempatnya, semakin mencengkam mulutnya sendiri agar tidak menjerit. Tapi itu tidak berguna, karna tiba-tiba sepasang bola mata biru cerah langsung menatap bola matanya.


Tubuh Summer langsung terjerembab ke belakang. Air matanya langsung mengalir. Tubuhnya yang gemetar hebat mencoba untuk bangkit saat Regan sudah terus menatap ke arahnya


Sebelah tangan penuh darah Regan terangkat, terulur ke arah Summer tanpa mengucapkan apapun. Hanya separuh bibirnya yang tertarik ke atas, membuat segala bentuk rasa takut langsung memenuhi setiap sel darah Summer


Kepala Summer menggeleng kuat.


Tidak! tidak! Regan sangat menakutkan. Pria itu adalah iblis!!


Setelah dengan susah payah Summer berhasil mengangkat kakinya untuk berdiri, dirinya langsung berbalik dan berlari tertatih dengan sekuat tenanganya.


Tuhan tolong...!! tolong dirinya agar bisa tetap hidup!!


Kaki lemas Summer terus berlari, yang entah akan menuju kemana. Sebelum dirinya benar-benar mejauh dari koridor, seruan keagungan untuk Raja baru masih bisa di dengarnya


"LONG LIVE THE KING! LONG LIVE THE KING! LONG LIVE THE KING!!"


Dengan nafas yang mulai sesak karna rasa takut, Summer terus berlari untuk menuju arah yang akhirnya Summer pilih. Tuhan, Summer butuh Tuhan untuk berlindung dan memohon


Dengan nafas yang semakin sesak, langkah Summer akhirnya berhenti di depan pintu kapel yang terbuka.


Kapel yang tampak hening, terasa tetap sejuk, bahkan lantai yang bisa Summer rasakan di kaki telanjangnya terasa sangat menenangkan. Seolah tidak ada yang terjadi di Helsingr, seolah tidak ada genangan darah dan tumpukan mayat di seluruh sudut Helsingr.


Summer menangis ketakutan dengan kaki yang mengotori lantai sejuk kapel dan meninggalkan jejak warna merah. Dengan pasrah, Summer akhirnya menjatuhkan tubuhnya di depan altar.


Apa yang akan terjadi setelah ini Tuhan? Apa sebenarnya rencanaMu? Kenapa Engkau membiarkan semua ini terjadi? Bagaimana Summer harus menyelamatkan nyawanya setelah ini?


"Si ular kuno, ada di tengah-tengah kita kan Putri Summer?"


Dengan wajah yang sudah basah karna air mata, kepala Summer menoleh ke arah suara.


Richard. Dengan kedua tangan yang penuh darah dan tubuh yang entah berlumurah darah siapa. Menatap kosong ke depan altar dari kursinya.


Duduk sendirian di kursi jemaat yang ada di sisi paling gelap kapel karna tertutup bayangan.


Dengan bibir bergetar, Summer berguman


"Pangeran Richard?"


"Pengkhianat sudah menyerang. Dan Angel Michael tidak ada di sini. Hanya kita Putri Summer. Hanya kita sendiri yang harus melawan mereka"


Summer hanya bisa terdiam sambil menatap Richard yang terus menatap kosong ke depan altar.


--000--


Di Francia. Langit malam yang pekat mulai membuat kilapan garis-garis cahaya tidak simetris.


Angin berhembus kencang, hingga pohon-pohon yang sudah kekurangan air bergerak kuat dan menggugurkan daun-daun kuningnya.


Francesca masih diam sambil mencengkam gaunnya. Arah pandangnya menatap seseorang yang sudah di pegangi Xander dan Keelft.


Menatap tajam seorang pria yang tampak santai, dan tentu saja membiarkan dirinya sendiri agar bisa berada di sana.


Ryes. Dengan membiarkan tubuhnya di tawan, menatap Francesca yang tampak sedang menahan diri. Sekuat nyawa, Francecsa pasti sedang menahan dirinya agar tidak ketakutan.


"Your Majesty?"


Ferdinand yang akhirnya tiba di camp, menatap Francesca sejenak, lalu ikut menatap arah pandang Francesca.


Dengan mengencangkan kaki saat kaki Keelft menendangnya, Ryes menahan serangan Keelft agar lututnya tidak tertekuk.


Merasakan pertahan Ryes yang sangat kokoh, Keelft kembali akan menghantam Ryes. Tapi,


"Tidak ada gunanya kalian melakukan ini pada saya. Kalian hanya membuang waktu"


Bibir Francesca berdesisi tajam


"Apa yang kami lewatkan, Duke Hasting?"


"Sampai di mana kalian tahu?"


Sangat lancang!


Pertanyaan dari Ratu mereka yang di jawab pertanyaan oleh Ryes, membuat tangan Xander bergerak. Bergerak untuk menuju leher Ryes sambil memegang belati yang entah kapan sudah di pegangnya.


Tapi, tangan yang memegang belati itu langsung berhenti di udara, tidak akan mudah untuk mendarat pada leher Ryes. Karna tangan Ryes yang entah sejak kapan juga sudah memegang belati, menahannya


"Sudah saya katakan Your Majesty. Kalian hanya membuang waktu"


"Katakan dengan jelas Duke Hasting!!"


Francesca sudah kehilangan raut wajah datarnya. Tangannya semakin mengeratkan cengkaman pada gaunnya.


Francesca takut... sangat takut...


Sebelah bibir Ryes tertarik ke atas, dan langsung bergerak santai untuk membuang belati lain yang sedang di tahan belatinya. Xander yang mendapat dorongan kuat, langsung sedikit terhuyun dan akan kembali menyerang dengan rasa kesal.


Tapi, Jeremmy langsung menahan. Menarik Xander agar tetap diam. Karna percuma, menggunakan emosi di saat sekarang tidak akan ada gunanya.


"Sampai mana kalian tahu?"

__ADS_1


Melihat jika Francesca hanya bungkam. Ferdinand menjawab pertanyaan Ryes


"Akan ada kudeta dan pemberontakan yang di rencanakan untuk bulan depan. Kudeta dengan menggunakan kekuatan Odessa dan Bosnia. Tapi kami tidak tahu dari kubu mana yang akan menyerang. Bisa dari kubu anda, Putri Delana, Pangeran Richard-"


"Regan..."


Tanpa basa basi, Ryes langsung menimpali ucapan Ferdinand dengan jawaban


Kedua alis Ferdinand mengerut dalam.


"Apa? Kenapa?"


"Karna mereka satu ibu dan berbeda ayah, Dinand. Duke Hasting adalah anak dari cinta mendiang Ratu Seana, sedangkan Pangeran Regan anak dari seorang pengawal. Mereka semua anak dari hasil perselingkuhan mendiang Ratu Seana, ibu mereka. Hanya Pangeran Richard Putra dari Raja Feroca"


Francesca menjawab pertanyaan Ferdinand dengan tajam. Kedua manik abu-abunya bergetar saat menatap Ryes.


Getaran ketakutan. Getaran ketakutannya yang sudah menjadi kenyataan. Inilah yang paling di takutkan Francesca, jika kubu yang akan mengkhianati Feroca adalah si Putra Mahkota palsu, Regan..


Ketakutan Francesca yang hanya tertuju pada adiknya. Summer... apa yang akan terjadi pada Summer mereka nanti?


Tidak hanya Francesca yang sudah bergetar takut, tapi semua pria di sana juga meraskan hal yang sama, terlebih Ferdinand


"Tidak mungkin...."


Gumanan Ferdinand membuat Ryes menatapnya sambil berucap tegas


"Itu benar. Dan kalian salah jika menganggap Regan akan menyerang dengan waktu yang kalian tahu. Itu terlalu lama, karna-" Ryes kembali menatap Francesca. "Regan tidak akan terus membiarkan kalian yang sedang mencoba mengotak atik ketenangan Bosnia. Dia tidak akan bisa membiarkan kalian yang terus bergerak cepat. Regan pasti sudah bergerak-"


Kedua tangan Ferdinand terkepal. Dirinya tidak ingin mendengar lanjutan ucapan Ryes, tapi Ryes tetap melanjutkan


"Raja Feroca mungkin sekarang telah tiada. Dan Raja baru Bosnia... sudah menduduki tahtanya"


"Bedebah!" Tubuh Ryes tertarik ke arah Ferdinand saat tangan Ferdinand menarik kerah bajunya. Bibir Ferdinand yang mengumpat kembali berucap sambil berdesis tajam. "Aku akan membunuhmu jika sesuatu terjadi pada adikku!"


Sebelah bibir Ryes kembali terangkat ke atas, lalu berucap tenang.


"Sebelum mengkhawatirkan Her Highness. Sebaliknya kalian memperhatikan apa yang mungkin akan terjadi di Francia. Regan bukan seorang pria yang sabar"


"YOUR MAJESTY!!!!!"


Teriakan seseorang di depan pintu membuat semua kepala menoleh


Farel masuk ke dalam dengan nafas memburu, lalu menatap Francesca yang terlihat sudah semakin kehilangan wajah datarnya


"Your Majesty"


Dengan tubuh yang sudah berbalik, Francesca menatap Farel dengan rahang mengetat


"Kenapa?"


"Mereka menyentuh Francia"


Tangan Francecsa semakin terkepal kuat, kedua bola matanya menggelap


"Di mana? Di mana mereka berani MENYENTUH FRANCIA KU!!!!!"


---000---


Langit pekat sudah kehilangan keheningannya. Suara gemuruh hebat dan tiupan angin kuat mulai semakin menampakkan kelamnya malam ini


Suara-suara gemuruh yang akan memulainya tanda tetesan hujan, membuat kedua bola mata abu-abu tuanya semakin menatap langit yang sedikit demi sedikit mulai membasahi bumi.


"Ratu Francesca Francia. Sekarang apa yang akan anda lakukan?"


Suara miliaran tetesan air dari langit membuat si pemilik kedua bola mata abu-abu mengulurkan tangannya ke luar jendela.


Kulit tangannya yang sudah tua mulai merasakan air langit yang dingin. Semakin lama, semakin dingin karna tetesan air langit yang semakin deras


"Jalan tahtamu akan semakin berdarah, Your Majesty. Apakah anda bisa melewati semua ini?"


Tangan itu mengepal di bawah guyuran triliunan air hujan, bibir tuanya tersenyum miris sambil berucap lirih


"Putri-putri dari great King Fredrick. Apa kepala kalian bisa menahan mahkota-mahkota berdarah itu?"


Tangan tuanya yang terkepal di bawah guyuran air hujan, kembali terbuka dan langsung berbalik


"Welcome to the Throne Rules, Your Majesty"



\=\=\=πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›


Jangan lupa like dan komennya....


---------------------------


hallo semuanya... maaf kalo sdh ngegantung kalian selama ini tanpa kejelasan. tp ini krn kmrn2 hp eike ilang krn kena begal trs krn NT ini login k FB, n FB eike ga bsa d buka, jadinya ga msk k NT. bru skrg bsa msk lg.


kl kalian mau marah gpp, kecewa silahkan gpp jga. eike sadar kalian kecewa ap lg ini bkl jd kabar buruk buat semuanya...


dgn berat hati eike ngabarin kl eike lg dlm proses healing. ada something n manything yg terjadi sma eike d kehidupn real life eike. eike ga bsa nulis sdh berbulan bulan n bkl trs gini ampe berbulan2 k depannya.


Maaf sekali lg. ribuan maaf eike ucapin kl karya ini n MTP eike stop n eike hapus.


marahlah, kecewalah sm eike gpp guys.. silahkan... tp tlg bagi doannya ya buat kesembuhan eike. setelah marah tlg jgn ad dendam d antara kita yaa... plisss πŸ™


tlg jg doain biar nanti, d waktu yg ga bsa eike jamin kpn, eike bkl bisa nulis lg dg karya yg bisa menghibur πŸ™


ampe d sini, eike mau say goodbye dl buat bbrapa waktu. buat kalian yg masih setia d akun eike semoga bsa ketemu lg d thn iniπŸ™


berat bgt rasanya krn karya ini sdh eike siapin buat nutup sequel BTC, tp malah jadinya gini. happy ending yg prnh eike planing ga bsa nerus krn eike ga sanggup.

__ADS_1


lg, eike ucapin maaf ya guys.. maaf bgt yaaa...


__ADS_2