
Kondisi kesehatan Zie semakin membaik seiring dengan berjalannya waktu. Luka bakarnya belum seratus persen sembuh, sedangkan tangannya yang terkilir sudah mulai dapat digunakan meskipun masih sedikit kaku. Zie saat ini sudah dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Selama proses penyembuhan Bian selalu menempel bersama Zie kapanpun dia memiliki waktu luang. Blue tampak badmood akhir-akhir ini. Setiap saat dilihatnya Zie dan Bian bersama dia akan memasang wajah masam dan uring-uringan tidak jelas.
Adrian memanggil Zie dan Blue untuk meeting di salah satu ruangan kerja milik Juan. Adrian belum datang, di ruangan itu hanya ada Zie dan Blue. Blue terus menunduk atau mengalihkan pandangannya dari Zie.
"Yah..Agent Blue.. Ada apa dengan mu? Apakah aku sudah berbuat salah pada mu? Kamu punya masalah dengan ku?" Zie merasa lelah dengan sikap Blue yang berubah-ubah padanya belakangan ini.
"Tidak ada apa-apa. Aku tidak punya masalah dengan mu." Blue mencoba menghindari Zie.
"Jika tidak ada apa-apa, kenapa kamu menghindari untuk menatap wajahku?"
"Aku bilang tidak ada apa-apa, itu hanya perasaan kamu saja Agent Zie. Aku.." Adrian tiba-tiba saja muncul. Blue merasa sangat senang, karena itu akan mengalihkan pembicaraan nya dengan Zie. Sejujurnya Blue tidak mengetahui jawaban seperti apa yang tidak akan membuat Zie terus salah faham padanya.
"Agent Zie, kondisimu sudah membaik?" Adrian bertanya pada Zie.
"Aku baik-baik saja. Kondisiku semakin membaik seiring dengan berjalannya waktu. Dr. Rangga mengobati ku dengan sangat telaten dan sangat baik "
__ADS_1
"Bagus, kurasa kamu sudah bisa ambil bagian dalam misi kembali." Adrian tersenyum. "Aku minta kalian berdua untuk bersiap-siap. Besok malam kita memiliki tugas untuk mengawal keluarga Mahaputra di luar rumah ini. Ini bukan tugas yang mudah karena seluruh anggota keluarga Mahaputra akan hadir di pesta peresmian perusahaan baru Group Mahaputra, akan banyak tamu penting yang akan datang."
"Baik AK, aku mengerti. Aku akan menyiapkan semuanya untuk besok malam." Blue menjawab.
"Kamu bisa mulai dari sekarang untuk melakukan persiapannya. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Agent Zie, jadi kamu bisa meninggalkan kami. Besok siang kita akan membahas lagi pembagian tugas acara malam." Adrian memerintahkan Blue. Sebenarnya Blue masih ingin tinggal, namun tatapan mata Adrian yang mengintimidasinya menyuruhnya keluar membuat Blue akhirnya menyerah.
"Baik AK, akan ku persiapkan semuanya." Blue lalu berjalan pergi meninggalkan Zie dan Adrian untuk berdiskusi.
"Ziera.." Adrian memulai pembicaraan setelah dia memastikan Blue telah pergi.
"Iya Kak, ada apa?"
"Aku sudah siap untuk bergabung dengan bodyguard yang lain besok, tidak usah khawatir Kak. Badanku sudah cukup sehat untuk kembali bertugas." Zie langsung mengangkat kedua tangannya berpose seperti binaraga untuk menunjukan bahwa dia telah pulih.
Adrian hanya tersenyum memandangnya kelakuan Zie. "Aku yakin mengenai itu."
"Jadi apa yang perlu di diskusikan dengan ku Kak?"
__ADS_1
"Kita akan memiliki banyak tamu penting besok, termasuk diantaranya adalah Ayah dan Ibu mu."
"Orangtuaku memiliki hubungan yang cukup baik dengan group Mahaputra, jadi tentunya mereka pasti akan datang. Jangan khawatir Kak, mereka pasti tidak akan mengganggu kita saat bertugas. Jika aku berpapasan dengan mereka, mereka pasti akan berpura-pura tidak mengenal ku. Mereka tahu konsekuensi apa yang akan mereka dapatkan dariku jika mereka mengganggu saat sedang bertugas. Hehehe..." Zie tertawa hanya untuk membayangkannya. Zie tahu orangtuanya sangat menyayanginya dan tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuatnya marah. Zie sangat dimanjakan oleh orang tuanya.
"Aku mengetahui itu dengan baik. hanya masalahnya bukan hanya kehadiran orang tua mu di pesta besok. Aku sudah menyelidiki lebih dalam kasus percobaan pembunuhan Satria Mahaputra. Kasus ini terjadi setelah Satria Mahaputra memutuskan untuk mengembangkan usahanya di bidang pertambangan. Dia menerima banyak ancaman untuk menghentikan rencananya tersebut. Dari hasil penyelidikan dan beberapa bukti yang ku temukan, kasus percobaan pembunuhan itu memiliki korelasi dengan persaingan bisnis. Menyimpulkan dari fakta-fakta yang ada, aku yakin sindikat BEE memiliki bisnis yang berhubungan dengan tambang. Sebelum Natha diculik, saat itu Nathan sedang melakukan persiapan pembukaan perusahaan baru yang bergerak di bidang tambang juga." Adrian memberitahu Zie hasil penyelidikan yang dilakukannya, Zie mendengarkannya dengan sangat serius.
"Besok adalah hari peresmian anak perusahaan Mahaputra Group yang bergerak di bidang tambang, yang menjadi alasan kenapa Satria Mahaputra di tembak. Seperti juga ayahnya, Juan tidak takut menghadapi teror yang didapatkannya. Dia terus melakukan persiapan pendirian perusahaan tambang ini yang sudah dimulai lebih awal oleh ayahnya. Aku yakin sindikat itu akan datang besok, karena Mahaputra merupakan Group yang besar sudah tentu akan banyak tamu undangan yang datang. Jika mereka memang berbisnis di bidang tambang juga merek pasti datang. Pesta besok adalah acara yang sangat penting untuk para pebisnis mengembangkan jaringannya dan mengamati rival-rivalnya dari dekat."
Jantung Zie berdebar dengan sangat cepatnya efek adrenalin yabg tiba-tiba naik. Dirinya tahu bahwa target mereka semakin dekat. "Kanu benar Kak, mereka pasti akan datang besok. Kita sudah semakin dekat Kak. Aku ingin dengan segera mengekspos identitas mereka. Jantungku berdebar semakin cepat, aku benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu bajingan itu." Zie meletakan telapak tangannya di atas dada kiri nya untuk merasakan jantungnya yang berdebar semakin cepat.
"Ya, kita sudah sangat dekat Zie, aku tahu itu. Tapi kita tidak boleh terburu-buru. Kita harus sangat berhati-hati dalam menghandle masalah ini. Kamu tetap harus menjaga identitas mu, karena jika identitas mu terungkap semuanya akan berbalik. Kamu tahu, kamu akan sangat dalam bahaya?"
"Aku akan menanganinya dengan hati-hati Kak. Aku akan mengungkapkan identitas sindikat BEE terlebih dahulu sebelum identitas ku mereka ketahui. Aku rasa aku akan mengenali suaranya, meskipun aku tidak memiliki ingatan sama sekali tentang wajahnya. Aku ingin membalas dendam Kak..!" Zie mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaga, berusaha untuk mengontrol emosinya.
Adrian menepuk bahu Zie. "Yeah, aku juga sama. Kita akan membalas dendam bersama. Aku harap besok semuanya akan lancar." Mata Adrian terlihat sangat menggebu, sama halnya dengan Zie. "Kamu harus melakukan persiapan yang matang untuk besok. Rangga akan datang melakukan pemeriksaan, aku ingin benar-benar yakin kondisi mu sudah baik-baik saja untuk bergabung besok."
Zie membalik badannya lalu memeluk Adrian dengan sangat erat. "Terima kasih Kak, aku tidak akan bisa melakukan ini sendirian."
__ADS_1
"Jangan katakan itu. Kita berdua saling membutuhkan karena kita memiliki dendam yang sama. Aku akan selalu berada didamping mu dan memberikan dukungan menggantikan Natha." Adrian tersenyum dan membalas pelukan Zie.