Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
Opening Party


__ADS_3

Malam menjelang pesta peresmian anak perusahaan Mahaputra Group semakin dekat. Setelah selesai pembagian tugas, Zie kini sedang bersiap. Menggunakan setelan blazer hitam dengan kemeja dalam berwarna putih yang khusus dibuat oleh Adrian untuk digunakan seluruh bodyguard yang berada dibawah agency nya.


Zie menggunakan sepatu pantofel hitam yang nyaman digunakan dan sudah di design khusus memudahkan penggunanya untuk berlari karena menggunakan sol karet khusus. Digunakannya alat komunikasi di telinga sebelah kiri, lalu tidak lupa Zie memakai kacamata hitamnya untuk menunjang penampilannya selain untuk menyembunyikan identitasnya.


Persenjataan sudah Zie kenakan sejak awal. Ada beberapa senjata yang disembunyikan di balik setelan blazer nya. Tentu saja Zie harus membawa persenjataan untuk malam ini, malam yang mungkin saja tidak akan berakhir dengan baik.


Semua keluarga Mahaputra sudah berangkat lebih awal menuju lokasi pesta yang berada di gedung kantor Group Mahaputra. Sementara Juan masih bersiap-siap akan berangkat didampingi Zie, Blue dan AK alias Adrian.


Adrian duduk di balik kemudi mobil All New Toyota Land Cruiser VX-R warna hitam. Disampingnya duduk Blue dengan sikap siaga sementara Juan dan Zie duduk di kursi belakang. Dua buah mobil Toyota Fortuner mengawal di depan dan di belakang.


Sesampainya di lokasi, Zie dan Blue turun terlebih dahulu untuk melihat situasi. Lokasi gedung yang mereka tuju memang sudah dilakukan pengamanan yang sangat ketat. Juan turun mengikuti mereka. Sementara Adrian pergi untuk memarkir mobil di ikuti oleh bodyguard yang mengawal tadi. Adrian tidak akan bergabung dengan mereka di pesta karena dia akan berada di ruang kontrol untuk mengawasi mereka melalui kamera pengawas.


Memasuki gedung kantor Group Mahaputra, mereka disambut dengan team pengamanan yang lumayan ketat. Setiap tamu yang masuk diperiksa dengan seksama. Ketika Juan datang mereka langsung membukakan pintu jalur khusus untuknya.


Juan berjalan menaiki lift khusus untuk CEO menuju tempat pesta di langsungkan, yaitu di lantai 17. Zie dan Blue membuntutinya dari belakang sambil mengecek situasi.


Mereka memasuki sebuah aula besar tempat pesta berlangsung. Dekorasi aula tersebut tampak mewah dah megah. Banyak tamu berdatangan menggunakan pakaian resmi. Tuxedo untuk tamu laki-laki dan gaun pesta malam untuk tamu wanita.


Tampak wajah-wajah orang penting hadir di sana, diantaranya sesama pebisnis, politikus, tokoh masyarakat dan tokoh media. Kedatangan Juan menarik perhatian semua orang yang secara tiba-tiba menghentikan aktifitasnya.


Juan berjalan sembari mengedarkan pandangannya seraya membalas sapaan rekan-rekannya yang hadir. Blue dan Zie yang membuntuti tetap bersikap siaga di samping kiri dan kanan agak dibelakang Juan.


Juan berjalan menuju kursi VIP yang sudah disiapkan, karena acara peresmian anak perusahaan Mahaputra Group yang bergerak di bidang Oil dan Mineral akan segera dimulai. Zie dan Blue berdiri tepat dibelakang Juan yang sedang duduk di sebuah meja yang terdiri dari beberapa rekan bisnisnya. Salah satunya adalah Ayah dan Ibu Zie. Mereka sempat tersenyum saat bertemu pandang dengan Zie, namun setelah itu mereka bersikap seperti orang asing meskipun hati kecil mereka sudah sangat gatal karena ingin memeluk anak kesayangannya yang sudah beberapa bulan tidak mereka temui.

__ADS_1


Juan tersenyum menyapa orang tua Zie dengan ramah karena mereka memang sudah lama saling mengenal. Setelah selesai menyapa orang tua Zie, Juan sempat melirik Zie sesaat namun tidak ada reaksi sama sekali. Kaca mata hitam itu berhasil menyembunyikan ekspresi nya.


Dari balik kaca mata hitam yang dikenakannya, Zie dan Blue terus mengawasi keadaan sekitar. Di Meja sebelah kanan mereka Bian duduk bersama Ibunya dan beberapa sepupunya dengan dikawal oleh Shark dan beberapa bodyguard lain. Luna tampak sedang di atas podium mempersiapkan acara.


Seorang pria dengan setelan tuxedo mahal tampak menghampiri Juan di dampingi wanita cantik dengan mata kucing yabg menggunakan gaun malam sexy berwarna merah.


"Juan, apa kabar? Selamat ya atas peresmian anak perusahaan baru kalian." Laki-laki yang menyapa Juan tersebut adalah Reksa Adiputra pewaris group Adiputra yang memiliki bisnis di bidang pertambangan batu bara. Seorang pria brengsek yang hobi mengejar wanita. Wanita yang mendampinginya adalah seorang artis yang baru naik daun.


Reksa memandang ke arah bodyguard Juan dan tersenyum genit pada Zie. Reksa memang dikenal akan bersikap genit jika melihat perempuan cantik. Prinsipnya adalah tidak ada perempuan yang tidak bisa dia dapatkan tanpa uang. Meskipun Zie tahu dengan pasti tidak semua wanita bisa di dapatkannya. Termasuk Natha kakak Zie.


Sebelum Natha menikah dengan Adrian, Reksa selalu mengejar-ngejar Natha. Dia sudah menyukai Natha sejak SMA karena mereka adalah teman satu sekolah, sayangnya Natha hanya menganggapnya teman saja.


"Makasih Reksa sudah menyempatkan datang ke acara hari ini." Juan menjawab sembari tersenyum ramah. Walaupun Juan sebenarnya tidak suka melihat cara Reksa barusan tersenyum ke arah Zie.


"Perkenalkan pacar ku Katherine, kamu pasti tau kan?" Reksa pamer kekasihnya yang merupakan aktris pendatang baru yang cukup terkenal sedang bergelayut di tangannya.


"Katherine ini adalah anak dari pengusaha Permata asal Kalimantan yang bernama Haryanto." Reksa menambahkan. Mendengar perkataan Reksa Juan mengerti kenapa wanita itu sangat sombong. Haryanto adalah seorang pengusaha permata yang sangat sukses bisa dibilang termasuk keluarga yang sangat kaya raya.


"Oh ya, anak Om Haryanto ternyata. Titip salam pada Om Haryanto ya!" Juan berbasa-basi. Setelah itu Reksa dan Katherine meninggalkan mereka dan berjalan ke arah meja yang dipersiapkan untuk mereka.


Di meja sebelah kiri mereka Zie mendengar sesaat suara yang mengingatkannya akan kejadian 8 tahun yang lalu, tapi Zie tidak terlalu yakin. Meja sebelah berisi orang-orang dari kementerian pertambangan. Zie memberi tanda pada Adrian melalu komunikatornya untuk mengawasi meja sebelah mereka.


Zie berusaha mencari tahu wajah dari suara tersebut. Dilihatnya pria muda berusia pertengahan 30 tahun tampak berdiskusi dengan Saputra Kepala Dinas Kementerian Pertambangan dan Energi. Tampaknya dia adalah staf kementrian. Laki-laki tersebut memiliki perawakan gempal dengan wajah yang agak bulat. Dia tampak berdiskusi sangat serius dengan Saputra.

__ADS_1


Zie mengalihkan pandangannya karena mendengar Juan sedang mengobrol dengan rekan-rekan satu mejanya, tentu saja dengan orang tua Zie juga. Di meja mereka duduk sosok yang Zie cukup kenal baik. Jantung Zie langsung berdebar kencang saat didapatinya sosok itu terus menatapnya berulang-ulang kali. Zie khawatir dia akan mengenalinya.


Laki-laki yang terus memandanginya itu adalah Sean Putra Wijaya pewaris group Wijaya yang memiliki bisnis dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan minyak bumi. Sean adalah sahabat Natha yang sering datang ke rumah Zie dan tentu saja cukup mengenal Zie.


Zie mengingat jika Sean dan Reksa juga satu sekolah dengan Natha jadi tentunya mereka saling mengenal. Sungguh aneh Sean dan Reksa tidak saling bertegur sapa seolah mereka sedang bermusuhan atau tidak saling mengenal.


Zie berusaha bersikap tidak perduli dengan pemikirannya dan dengan Sean yang terus memandanginya. Juan tampaknya menyadari bahwa Sean terus mengawasi Zie. Juan membatu Zie dengan cara mengalihkan perhatian Sean dengan mengajak Sean berbincang. Sementara Zie mengarahkan pandangannya keseluruhan penjuru ruangan. Hal sama yang dilakukan oleh Blue sejak awal.


Di dekat pintu yang mengarah ke balkon terlihat dua orang bodyguard berjaga, salah satunya adalah Cloud. Mereka mengamati sekeliling ruangan dengan seksama. Di arah pintu masuk ada Agent Sky yang memiliki kulit sangat pucat dan berambut pirang dan Agent Lee yang berwajah oriental dan bermata sipit tampak mengamati setiap tamu dengan seksama. Total ada sekitar 15 Bodyguard tersebar di sana, belum termasuk yang berada di luar dan di pusat control.


Luna yang bertugas sebagai seksi acara sekaligus MC di acara malam ini tampak akan memulai acara peresmian.


"Selamat malam hadirin sekalian, perkenalkan saya Luna MC malam ini. Terimakasih atas kehadiran anda semua di acara malam ini. Pertama-tama saya ingin mengucapkan kepada tamu undangan dari Kementrian Pertambangan dan Energi Bapak Saputra, Bapak Denny selaku Gubernur Jakarta dan tamu undangan lain yang berkenan datang malam ini dan tidak bisa kami sebutkan satu-persatu."


"Mari kita langsung mulai saja acara peresmian perusahaan baru dibawah Mahaputra Group dengan nama Mahaputra O&M yang akan diresmikan langsung oleh CEO Mahaputra Group bapak Juan Anthony Mahaputra yang akan menyampaikan beberapa patah kata dan dilanjutkan dengan acara pemotongan pita peresmian. Kepada Bapak Juan, kami persilahkan untuk naik ke atas podium."


Juan berjalan menaiki podium di dampingi Zie dan Blue. Setelah sampai podium, Zie dan Blue hanya menunggu di samping sambil mengamati sekeliling sementara Juan berdiri di depan dan berbicara menggunakan microphone.


"Selamat malam hadirin semuanya, salam sejahtera untuk kita semua. Terimakasih atas kehadiran seluruh tamu undangan malam ini di acara peresmian Mahaputra O&M. Sebelum peresmian di mulai izinkan saya mempresentasikan rencana kerja Mahaputra O&M kedepannya." lampu tampak dimatikan, cahaya yang ada hanya dari projector yang menunjukan presentasi yang Juan sampaikan dan cahaya lampu sorot yang menyorot Juan dari atas.


Juan tampak memberikan penjelasan dengan luwes sambil sesekali diselipi dengan candaan agar tamu undangan tidak bosan dengan presentasi nya. Cara Juan berbicara sungguh tegas dan penuh wibawa, memang pantas Juan ditunjuk menjadi CEO menggantikan Satria Mahaputra yang masih terbaring di Rumah Sakit.


Akhirnya presentasi Juan memasuki slide terakhir. Acar gunting pita akan segera dimulai begitu Juan menyelesaikan presentasinya. Tampak beberapa staf sudah bersiap di samping Luna dengan membawa pita dan baki berisi ginting yang akan digunakan sebentar lagi.

__ADS_1


Setelah Juan menyampaikan penutup presentasinya, seluruh lampu dimatikan, termasuk infokus yang terpasang sudah dilepas. Zie dan Blue langsung merasa ada yang tidak beres karena lampu tidak langsung menyala. Terdengar Adrian memberikan instruksi untuk mereka segera mengamankan Juan dalam situasi tersebut.


Blue dan Zie berlari secepat kilat ke arah Juan, dan menariknya merunduk saat tiba-tiba terdengar suara letusan tembakan. Seketika suasana yang tadinya hening mendadak menjadi riuh dengan suara-suara panik dan jeritan ketakutan.


__ADS_2