Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO

Bodyguard Cantik Dan Mr. CEO
0,1% Error


__ADS_3

Mengetahui kondisi Juan yang sakit dan mulai kehilangan kesadaran, Kevin segera menghubungi Adrian. Mendengar penjelasan kondisi Juan yang mulai kehilangan kesadaran, Adrian memerintahkan semua rombongan mengganti tujuan mereka menjadi ke rumah sakit terdekat untuk sesegera mungkin mengecek kondisi Juan.


Rombongan dengan sangat cepat mengubah arah mereka menuju rumah sakit terdekat sesuai dengan perintah Adrian sementara itu Zie terus berusaha menghentikan pendarahan yang mengalir dari hidung Juan. Zie menepuk pipi Juan lembut untuk membantu menyadarkan Juan namun Juan yang mulai sadar merintih dan tidak mampu berkomunikasi dengan Zie. Melihat kondisi Juan Zie semakin merasa khawatir.


Akhirnya mobil beserta rombongan bodyguard sampai di sebuah rumah sakit yang cukup besar. Melihat betapa ketatnya pengawalan bodyguard terhadap Juan security rumah sakit langsung tahu bahwa pasien yang datang bukan orang sembarangan.


Mobil limosin yang membawa Juan langsung parkir di depan jalan masuk IGD, terlihat beberapa orang perawat berlari mendekat dengan membawa ranjang pasien untuk mengangkut Juan. Kevin langsung turun dari kursi penumpang depan dan membantu Zie membopong Juan yang terkulai lemas. Terlihat darah Juan mengotori kemeja putih yang dipakainya. Pakaian Zie pun tidak luput dari darah tersebut.


Dengan perlahan Kevin dan Zie meletakan Juan di ranjang pasien untuk di ambil alih penanganannya oleh team dokter. Perawat yang menerima Juan langsung memposisikan Juan tidur menyamping memastikan darah tetap mengalir karena dikhawatirkan jika tidur terlentang darah akan mengering yang mengakibatkan jalur nafas menjadi tersumbat.


Adrian yang berlari turun dari mobil langsung mengejar para perawat yang membawa Juan menuju ruang IGD. Zie, Kevin dan beberapa bodyguard ikut mengantar Juan menuju ruang IGD, namun perawat menghentikan mereka. Perawat hanya mengizinkan 1 orang untuk mendampingi, dan orang tersebut sudah tentu adalah Adrian.


Sementara mereka menunggu hasil pemeriksaan dokter terhadap Juan, Adrian meminta Blue menggantikannya untuk mengatur para bodyguard yang masih berjaga. Adrian merasa para bodyguard bisa saling bergiliran untuk berjaga, sementara yang tidak berjaga sebaiknya beristirahat dan makan malam. Mereka diminta saling bergantian.


Zie mendapat giliran untuk beristirahat lebih awal bersama Kevin. Karena lelah dan merasa lapar, Zie menuju kantin rumah sakit bersama Kevin. Zie perlu makanan untuk pasokan energi tubuhnya karena Zie yakin malam ini akan panjang.


Zie memang sangat mengkhawatirkan kondisi Juan saat ini, Zie bertanya-tanya apa yang sebenarnya di alami oleh Juan. Zie akan segera mencari tahu pada Adrian begitu dia bisa di ajak bicara.

__ADS_1


Zie bersama Kevin memesan makan malam nasi goreng, sementara bodyguard lainnya menyebar ada yang beristirahat di mobil, memesan kopi ataupun menyegarkan diri ke kamar mandi.


Tidak perlu waktu yang lama untuk Zie dan Kevin menunggu makan malam mereka. Zie dan Kevin dengan segera menikmati makan malamnya. Mungkin karena kebiasaan mereka berdua makan cukup cepat, hanya dalam hitungan 10 menit mereka sudah selesai makan.


Setelah nasi gorengnya habis, Zie menikmati segelas kopi americano dingin. Cukup membantu untuk menyegarkan diri Zie yang tanpa dia sadari sudah mulai merasa lelah. Sementara itu Kevin meminum double shot espresso yang memang menjadi kebiasaannya saat bertugas. Mungkin untuk beberapa orang double shot espresso terlalu pahit di lidah mereka, namun bagi Kevin yang memang penggemar kopi double shot espresso adalah cara terbaik untuk menikmati secangkir kopi. Apalagi kopi Indonesia yang terkenal memiliki ragam pilihan rasa yang unik dan after taste yang khas di lidah.


Handphone Zie berdering, sebuah pesan masuk di handphonenya. Pesan dari Adrian yang menyebutkan Juan sudah membaik dan saat ini sudah sadar. Adrian meminta Zie untuk tidak khawatir. Zie merasakan kelegaan saat diketahuinya Juan selamat. Adrian belum mengatakan detail apa yang dialami oleh Juan, namun Zie yakin Adrian akan memberitahunya ketika mereka bertemu.


Mengetahui kondisi Juan yang selamat Zie dan Kevin lanjut bersantai menikmati kopinya sambil berbincang ringan tanpa ada perasaan bersalah, Cloud dan Sky terlihat datang dan memesan minuman. Zie mengajak mereka bergabung di meja yang sama dengannya dan mengobrol bersama Kevin.


Tanpa terasa sudah setengah jam mereka berbincang dan mereka masih memiliki waktu 1 jam sebelum harus bergantian jadwal dan kembali siaga. Cloud bercerita bahwa tidak jauh dari kantin rumah sakit terdapat taman kota yang sangat indah dimalam hari karena dihiasi lampu berwarna warni dalam aneka bentuk. Selain itu terdapat bermacam tanaman bunga yang indah dan wangi. Mendengar deskripsi Cloud membuat Zie penasaran. Karena mereka masih memiliki waktu akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sambil melihat-lihat keindahan taman.


...****************...


Juan yang sudah sadarkan diri saat ini sudah dipindahkan dari IGD ke kamar rawat di bangsal VIP. Terdapat penjagaan bodyguard di luar pintu kamar Juan untuk memastikan keselamatannya. Adrian duduk di kursi samping kanan Juan yang masih berbaring.


"Ada yang memberimu heparin sehingga terjadi mimisan yang sulit dihentikan. Selain itu sakit kepala yang kamu alami berasal sari racun sianida yang tertelan dengan jumlah yang sangat kecil. Sianida adalah salah satu jenis racun yang sangat cepat bereaksi, jadi bisa dipastikan racun itu masuk ke tubuh mu belum lama." Adrian menjelaskan kondisi yang di alami Juan pada dirinya.

__ADS_1


"Jika yang kita pikirkan sama berarti pelakunya adalah mereka." Ujar Juan masih sedikit lemas.


"Agak sedikit aneh, kenapa mereka menggunakan racun sianida dengan dosis yang sangat ringan? Aku curiga mereka sedang melakukan suatu trik tapi aku belum tahu apa." Ujar Adrian mengungkapkan kecurigaannya.


"Penjagaan yang kita lakukan adalah sudah cukup ketat. Pertanyaannya adalah kapan mereka meletakan racun tersebut?"


"Aku akan menyelidiki semuanya, kamu istirahat saja tidak perlu terlalu khawatir." Adrian menenangkan Juan.


Beberapa menit kemudian, ponsel Adrian yang berada dalam kondisi silent bergetar. Menandakan ada telepon masuk. Juan melihat nama Kevin muncul di layar ponselnya dan dengan seketika langsung mengangkatnya. Entah kenapa perasaanya tidak nyaman.


"Ya Kevin..." Jawab Adrian, namun tidak langsung ada jawaban dari sebrang sana yang membuat Adrian semakin khawatir.


"Ak..." Terdengar suara Kevin yang seperti menahan kesakitan.


"Kevin.. Apa yang terjadi? Apa terjadi sesuatu pada Zie?" Tanya Adrian sedikit gemetar. Juan yang mencuri dengar pembicaraan Adrian langsung terduduk kaku saat nama Zie disebut.


"Zie diculik, Aku dilukai Agent Cloud dan Sky. Aku sudah mengirimkan posisiku saat ini padamu." Setelah itu telepon dari Kevin terputus dan sebuah pesan yang menunjukan titik koordinat keberadaan Kevin di terima Adrian.

__ADS_1


Adrian langsung memandang Juan dan dengan perasaan lemas memberitahu Juan apa yang Kevin katakan padanya barusan. "Zie diculik, Kevin dilukai Agent Cloud dan Agent Sky." Juan semakin lemas mendengarnya.


"Sepertinya tujuan mereka meracuni mu dengan dosis ringan adalah untuk mencari kesempatan untuk menculik Zie. Aku tidak menduga mereka merencanakannya tanpa menimbulkan kecurigaan sama sekali. Ini adalah error 0,1% persen yang aku khawatirkan. Aku tidak menyangka ternyata mata-mata mereka ada 2 orang yaitu Agent Cloud dan Agent Sky." Adrian mencoba menganalisa apa yang telah terjadi.


__ADS_2